NovelToon NovelToon
Angkringan Dewa Api Serba Bakar

Angkringan Dewa Api Serba Bakar

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:536
Nilai: 5
Nama Author: Sugesti

Lin Mo adalah seorang penjual angkringan dengan bakat tersembunyi yang amat sangat luar biasa, yaitu kendali api tingkat mistik untuk memanggag sate kikil dan usus hingga sempurna. Sayangnya, sebuah ledakan tabung gas nyasar mengakhiri hidupnya dan melempar jiwanya ke dunia fantasi sebagai Dewa Api Pengelana bersama Sistem Angkringan Ilahi. Kini berbekal gerobak terbang dan jurus sate ajaib, Lin Mo harus menjelajahi Kerajaan Aethelgard yang penuh intrik politik demi mengumpulkan Poin Arang, membuka cabang angkringan baru, dan menyelesaikan konflik kuno di negeri tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Utusan Aethelgard Tiba

Sinar mentari pagi memancar hangat menembus celah-celah dedaunan Pohon Kehidupan yang kini kembali hijau berkilauan. Sisa-sisa kegelapan pertempuran semalam telah menguap sepenuhnya, digantikan oleh aroma harum bunga suci yang berpadu dengan wangi sate bakar yang masih tertinggal di udara.

Di alun-alun utama Kota Suci Hutan Abadi, ribuan warga Elf berkumpul dalam suasana riuh gembira.

Hari ini adalah hari bersejarah: Peresmian Cabang Pertama Angkringan Dewa Mo di Kerajaan Hutan Abadi!

Sebuah bangunan kayu dua lantai berarsitektur alami perpaduan antara kayu suci Elf dan gaya warung lesehan khas Nusantara berdiri megah di tepi jalan utama kota. Di bagian depan bangunan, tergantung sebuah papan nama kayu raksasa yang diukir indah dengan tulisan emas bercahaya: [ANGKRINGAN DEWA MO - CABANG UTAMA HUTAN ABADI].

Di halaman depan warung, tampak kesibukan yang cukup absurd namun menghangatkan hati.

Lord Malakor mantan Penguasa Pasar Gelap dan Pemimpin Sekte Bintang Gelap yang semalam ditakuti seluruh benua kini mengenakan celemek kain merah polos dengan serbet putih terikat di kepalanya. Tangan kanannya yang kekar memegang kipas bambu raksasa, mengipas bara api arang dengan penuh dedikasi dan kehati-hatian.

"Suhu bara api harus stabil di tingkat delapan! Tidak boleh terlalu panas, tidak boleh terlalu kedinginan!" gumam Lord Malakor berbisik pada dirinya sendiri dengan mata merah berkilat penuh konsentrasi.

"Bagus, Malakor!" puji Vex dari samping sambil memanggul seikat kayu arang. "Pertahankan ketelitian itu. Jangan sampai ada asap hitam yang mencemari daging Master Lin Mo!"

"Siap, Senior Vex! Hamba tidak akan mengecewakan Master Lin Mo!" seru Lord Malakor mantap sambil mengipas bara makin lincah.

Sementara itu, tiga mantan penyusup bertopeng yang kini menjabat Tukang Iris Bawang Utama tampak sangat sibuk mengiris ratusan kilogram bawang merah dan cabai petir di meja samping, diiringi gelak tawa warga Elf yang mondar-mandir menanti warung resmi dibuka.

Di atas panggung peresmian, Lin Mo berdiri santai memutar kipas bambu kesayangannya. Di sampingnya berdiri Raja Aurelius, Putri Aethelgardia, dan Tetua Eldrin yang mengenakan jubah kebesarannya.

Raja Aurelius melangkah maju, mengangkat tongkat emas kerajaannya ke udara.

"Warga Hutan Abadi!" suara Raja Aurelius bergaung merdu membelah keramaian.

"Hari ini, Kerajaan Hutan Abadi secara resmi menganugerahkan Gelar Dewa Pelindung Kuliner Hutan kepada Master Lin Mo! Mulai hari ini, Angkringan Dewa Mo diakui sebagai Warung Suci Kerajaan yang dilindungi oleh hukum tertinggi bangsa Elf!"

Prok! Prok! Prok!

Sorak-sorai bahagia ribuan warga Elf meledak hebat menembus langit pagi!

"Hidup Master Lin Mo!"

"Hidup Angkringan Dewa Mo!"

"Potong pita! Kami sudah tidak sabar mau beli Sate Naga Karamel!" teriak salah satu Tetua Elf di barisan depan sambil melambaikan seikat koin emas.

Lin Mo tersenyum lebar. Ia memegang gunting emas yang disodorkan oleh Putri Aethelgardia.

Ctek!

Pita merah bersulam benang emas terpotong rapi.

PING!

[Sistem Angkringan Ilahi: PEMBUATAN CABANG PERTAMA SELESAI!]

[Lokasi: Kerajaan Hutan Abadi - Kota Suci]

[Status Cabang: Aktif & Terhubung Otomatis dengan Sistem Pusat]

[Fasilitas Cabang:]

[Pengelola Otomatis: Lord Malakor (Kepala Panggangan) & Tim Mantan Penyusup]

[Sistem Transfer Poin Arang Otomatis (10% pendapatan harian cabang masuk ke Poin Arang MC)]

[Kapasitas Pengunjung: 500 Meja Lesehan]

[Menerima Hadiah Peresmian:]

[Poin Arang +5.000]

[Koin Emas +10.000]

[Total Poin Arang Saat Ini: 42.950 Poin!]

Lin Mo menyunggingkan senyuman puas membaca notifikasi Sistem. Pendapatan pasif sepuluh persen dari cabang ini akan membuat Poin Arangnya terus mengalir tajam tanpa perlu ia tangga-tangani setiap hari!

"Terima kasih atas sambutan hangatnya, Yang Mulia Raja, Nona Putri, dan warga Hutan Abadi semuanya!" seru Lin Mo acungkan kipas bambunya.

"Dengan ini, Angkringan Dewa Mo Cabang Hutan Abadi RESMI DIBUKA! Sate hangatnya kakaaak!"

"Uwoooooh!"

Ribuan warga Elf dan para petualang langsung merangsak masuk memadati lima ratus meja lesehan di warung baru tersebut. Lord Malakor dan timnya langsung kebanjiran pesanan ratusan tusuk sate per menit!

Di saat suasana warung sedang sangat meriah dan penuh sukacita, kedamaian di gerbang depan kota suci mendadak terganggu oleh suara derap langkah kaki ribuan kuda berselimut zirah baja berat.

Brakk! Brakk! Brakk!

Satu peleton pasukan berkuda berzirah emas perak dengan patung burung naga emas di tameng mereka melintasi gerbang utama Kota Suci. Mereka adalah [Pasukan Pelindung Mahkota Kerajaan Aethelgard] pasukan elite langsung di bawah komando Istana Pusat Manusia!

Di barisan paling depan, menunggangi kuda Mistik putih berzula emas, berdirilah seorang wanita muda berparas tegas nan cantik dengan rambut merah menyala yang diikat ekor kuda.

Dialah Jenderal Valerie, Panglima Tertinggi Pasukan Kerajaan Aethelgard sekaligus pengawal pribadi Raja Utama Kerajaan Aethelgard!

Kedatangan ribuan prajurit manusia berzirah lengkap itu langsung menarik perhatian warga Elf dan Komandan Elron.

Komandan Elron melangkah maju menghadang iring-iringan tersebut. "Jenderal Valerie! Ada angin apa Panglima Tertinggi Kerajaan Aethelgard membawa ribuan prajurit elite masuk ke wilayah suci Hutan Abadi tanpa pemberitahuan?"

Jenderal Valerie menahan tali kekang kudanya, melompat turun dengan gerakan sangat tangkas. Pedang panjang berukir lambang kerajaan terikat rapi di pinggang mulusnya.

"Maafkan ketidakpenerbitan kami, Komandan Elron," kata Jenderal Valerie dengan suara tegas dan lugas.

"Kami datang bukan untuk menyatakan perang. Kami membawa [Titah Agung Langsung dari Raja Utama Aethelgard]!"

Jenderal Valerie merogoh sebuah gulungan surat kulit naga berstempel lilin emas dari balik dadanya.

"Raja Utama kami tengah menderita penyakit misterius 'Kutukan Jiwa Hitam' yang melumpuhkan Inti Mana beliau selama tiga bulan terakhir. Para Tabib Agung dan Penyihir Istana telah menyerah," jelas Valerie dengan waut wajah penuh cemas yang tertahan.

"Namun, berita tentang keajaiban kuliner Master Lin Mo yang sanggup memurnikan racun es Putri Aethelgardia dan menundukkan Lord Malakor telah sampai ke telinga Istana Pusat!"

Jenderal Valerie mengedarkan pandangannya ke seluruh alun-alun, hingga matanya tertuju tepat pada Lin Mo yang sedang berdiri santai di panggung warung barunya.

Jenderal Valerie berjalan mantap mendekati Lin Mo, lalu dengan tiba-tiba

Bruk!

Panglima wanita yang sangat dingin dan ditakuti itu berlutut dengan satu kaki di hadapan Lin Mo, menundukkan kepalanya yang terhias helm emas.

"Master Lin Mo!" seru Jenderal Valerie tulus dengan suara bergetar.

"Atas nama seluruh rakyat dan Mahkota Kerajaan Aethelgard, hamba memohon dengan sangat! Ikutlah bersama kami kembali ke Ibu Kota Aethelgard untuk menyembuhkan Yang Mulia Raja Utama dengan keahlian kuliner Ilahi Anda!"

"Sebagai imbalannya, Kerajaan Aethelgard bersedia memberikan Lahan Permanen Terluas di Ibu Kota untuk Angkringan Dewa Mo dan seribu kristal sihir murni!" mohon Jenderal Valerie memegang erat gulungan surat emas tersebut.

Para petualang dan bangsa Elf di sekitar alun-alun terperanjat mendengar permohonan tersebut.

"Raja Utama Aethelgard terkena Kutukan Jiwa Hitam?!"

"Bahkan Jenderal Valerie yang terkenal sangat dingin sampai berlutut di depan pedagang sate?!"

Putri Aethelgardia yang berdiri di samping Lin Mo menyentuh lengan Lin Mo dengan cemas. "Master Lin Mo... Kutukan Jiwa Hitam adalah salah satu sihir kegelapan paling mematikan yang diciptakan oleh faksi korup di dalam Istana Aethelgard. Kondisi di Ibu Kota saat ini sangat berbahaya dan dipenuhi intrik politik..."

Lin Mo memutar kipas bambunya pelan. Ia menatap Jenderal Valerie yang masih berlutut di depannya dengan pandangan santai.

"Penyakit Raja Utama ya..." gumam Lin Mo mengelus dagunya.

PING!

[Sistem Angkringan Ilahi: Misi Utama Arc 3 Terbuka!]

[Misi: Menuju Ibu Kota Kerajaan Aethelgard & Sembuhkan Raja Utama!]

[Ancaman Terdeteksi: Perdana Menteri Korup & Sekte Bintang Gelap Cabang Istana]

[Hadiah Misi Utama:]

[Poin Arang +50.000]

[Lahan Utama Permanen di Ibu Kota Aethelgard]

[Pembukaan Resep Kelas Ilahi: 'Sate Maranggi Lembu Surgawi']

Lin Mo tersenyum tipis. Misi baru dengan hadiah 50.000 Poin Arang dan ekspansi cabang ke Ibu Kota Utama benua adalah kesempatan yang terlalu manis untuk dilewatkan!

"Jenderal Valerie," kata Lin Mo ramah menepuk bahu zirah emas sang Jenderal. "Berdirilah. Di Angkringan Dewa Mo, pelanggan tidak perlu berlutut."

Jenderal Valerie mendongak, matanya yang tajam berbinar harapan. "Master Lin Mo... Apakah Anda bersedia membantu kami?"

Lin Mo mengibaskan kipas bambunya lincah. "Tentu saja! Lagipula, saya belum pernah jualan sate di Ibu Kota Kerajaan. Pasti ramai banget tuh calon pelanggannya!"

"Tapi ada satu syarat," tambah Lin Mo terkekeh.

Jenderal Valerie sigap mengangguk. "Sebutkan Syarat Anda, Master! Apapun akan kami penuhi!"

"Perjalanan ke Ibu Kota kan jauh," kata Lin Mo menunjuk gerobak melayangnya. "Prajuritmu tidak boleh melarang saya buka lapak angkringan di sepanjang jalan kalau ada desa atau pos penjagaan yang kita lewati!"

Jenderal Valerie melotot heran, namun seketika tertawa lega melihat keceriaan pemuda di depannya. "Disetujui, Master Lin Mo!"

Raja Aurelius dan Putri Aethelgardia melangkah mendekati Lin Mo.

"Master Lin Mo," kata Raja Aurelius menyerahkan sebuah batu kristal hijau berukir lambang daun suci. "Ini adalah [Batu Komunikasi Ilahi Hutan Abadi]. Jika Anda membutuhkan bantuan militer atau pasokan bahan baku dari Hutan Abadi, cukup gunakan batu ini."

Putri Aethelgardia menggenggam kedua tangan Lin Mo dengan tatapan mata yang sangat dalam dan berat untuk berpisah.

"Master Lin Mo... Tolong berhati-hatilah di Ibu Kota Aethelgard," bisik Sang Putri Elf lembut. "Saya dan seluruh rakyat Hutan Abadi akan selalu menunggu kepulangan Anda."

Lin Mo tersenyum hangat. "Tenang saja Nona Putri. Saya ini cuma penjual sate. Yang harusnya khawatir itu orang-orang jahat di Istana kalau sampai mencium aroma panggangan saya."

Lin Mo berbalik menatap timnya.

"Vex! Kaelen! Lilia!" seru Lin Mo.

"Siap Master!"

"Lord Malakor dan tim tukang bawang tetap tinggal di sini untuk mengurus Cabang Hutan Abadi. Vex, Kaelen, dan Lilia ikut gerobak terbang saya menuju Ibu Kota Aethelgard!" perintah Lin Mo.

"Siap dilaksanakan, Master!" jawab ketiganya bersemangat.

Lord Malakor menghentikan kipasannya sejenak, mengusap air mata haru dengan celemek merahnya. "Master Lin Mo... Hamba akan menjaga cabang ini dengan mempertaruhkan nyawa hamba! Hamba tunggu kepulangan Master!"

Satu jam kemudian...

Iring-iringan agung meninggalkan Kota Suci Kerajaan Hutan Abadi.

Di barisan terdepan, ribuan kavaleri Pasukan Pelindung Mahkota Aethelgard berbaris rapi mengawal di bawah. Dan di udara, mengapung anggun Gerobak Terbang Angkringan Dewa Mo yang ditarik oleh energi Mistik [Panggangan Otomatis Level 3].

Lin Mo duduk santai di atas gerobaknya, menikmati angin siang yang berembus segar sambil mengibaskan kipas bambunya.

Di sampingnya, Jenderal Valerie menunggangi kuda terbangnya, melirik penasaran ke arah panggangan emas Lin Mo yang terus mengeluarkan kepulan uap harum.

"Master Lin Mo..." panggil Jenderal Valerie ragu-ragu. "Sejak tadi saya mencium aroma manis gurih dari gerobak Anda. Boleh saya tahu daging apa yang Anda simpan di dalam sana?"

Lin Mo tertawa terkekeh. Ia membuka pintu Kulkas Es Mistiknya, memamerkan tumpukan sate [Daging Naga Hitam Karamel] yang rapi tertata.

"Ini Sate Daging Naga Hitam Bumbu Kecap Karamel buatan semalam," kata Lin Mo menyodorkan lima tusuk ke arah Valerie.

"Mumpung perjalanan masih jauh, cobain dulu Jenderal. Anggap saja ini garansi awal sebelum saya sembuhkan Raja kalian!"

Jenderal Valerie ragu-ragu memegang tusukan sate naga tersebut. Namun, aroma gurih manis karamel yang meresap ke hidungnya melumpuhkan seluruh pertahanan militernya.

Valerie memasukkan satu potongan daging naga ke dalam mulut cantiknya.

Krikkk! Juicccy!

"UWOOOOOOOOGH!"

Jenderal Valerie mendadak memekik histeris di atas kuda terbangnya!

Wajahnya yang biasanya sangat tegas dan kaku kini merona memerah bahagia, matanya berkaca-kaca menahan luapan energi kelezatan Ilahi yang meledak di dalam tubuhnya!

Aura sihir militer milik sang Jenderal meledak mekar berwarna keemasan di langit!

"L-Luar biasa! Daging naga ini... bumbunya... kelezatannya... Ini adalah kelezatan sejati!" teriak Jenderal Valerie tanpa sadar melahap habis lima tusuk sate dalam hitungan detik!

Para prajurit kavaleri di bawah yang melihat Panglima Tertinggi mereka yang terkenal galak mendadak menjerit bahagia di udara hanya karena makan sate, langsung terbelalak tak percaya!

"J-Jenderal Valerie menangis gembira?!"

"Beri kami sate itu juga, Master Lin Mo!" teriak para prajurit kavaleri dari bawah riuh rendah.

Lin Mo tertawa terbahak-bahak mengibaskan kipas bambunya di udara.

Perjalanan menuju Ibu Kota Kerajaan Aethelgard yang seharusnya penuh ketegangan politik kini berubah menjadi konvoi festival kuliner yang paling meriah di sepanjang jalan benua!

Arah angin petualangan Lin Mo kini tertuju pada Ibu Kota Utama Aethelgard di mana intrik politik istana, sekte korup, dan raja yang sekarat telah menanti keajaiban dari seikat sate dan kepulan asap arang Angkringan Dewa Mo!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!