NovelToon NovelToon
Tak Terkalahkan Sejak Awal

Tak Terkalahkan Sejak Awal

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Chu Xuan menjadi orang pertama dalam sejarah yang menolak reinkarnasi.

Karena murka, utusan akhirat mengutuknya untuk menjalani delapan belas tahun kehidupan yang penuh penderitaan di dunia kultivasi tanpa bakat, tanpa kekayaan, dan tanpa harapan.

Setelah kehilangan satu-satunya keluarga yang membesarkannya dan hidup sendirian selama tiga tahun di sebuah kuil tua yang hampir roboh, Chu Xuan akhirnya disambar petir pada usia delapan belas tahun.

Hari itu, seluruh dunia kultivasi tidak mengetahui satu hal:

Orang paling malas di dua dunia akhirnya memperoleh kekuatan untuk menjadi tak terkalahkan.

Namun, Chu Xuan hanya memiliki satu tujuan.

Memperbaiki atap Kuil Qingfeng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 — Nama yang Menggemparkan

Keheningan menyelimuti puncak Pegunungan Tianyun.

Tetua Api Merah masih berdiri dengan telapak tangan terangkat.

Sementara di hadapannya, Chu Xuan sedang menepuk-nepuk debu dari jubah hitamnya.

"Gunung ini baru saja diperbaiki."

"..."

"Aku harap kau punya uang."

Wajah Tetua Api Merah perlahan berubah.

"Itu... mustahil."

Dia tahu persis seberapa kuat serangannya.

Jangankan manusia biasa, bahkan kultivator Alam Laut Roh tingkat yang sama tidak akan mampu menerima serangan itu secara langsung tanpa terluka.

Namun, orang di hadapannya...

...bahkan tidak kehilangan sehelai rambut.

"Tidak mungkin!"

BOOM!

Dia kembali menyerang.

Api merah memenuhi langit.

Ledakan demi ledakan mengguncang puncak gunung.

Pohon-pohon di sekitar tercabut dari akarnya.

Batu-batu besar berubah menjadi debu.

Tetapi di tengah kehancuran itu, Chu Xuan tetap berdiri dengan ekspresi bingung.

"Kenapa orang tua ini sangat marah?"

【Analisis Sistem: Kemungkinan besar karena harga dirinya hancur.】

"Itu terdengar mahal."

【Benar.】

Sementara itu, para kultivator yang baru tiba di kaki gunung hanya bisa menatap dengan wajah pucat.

"Itu benar-benar Tetua Api Merah!"

"Dia menyerang tanpa henti!"

"Siapa orang yang berada di puncak itu?!"

Di tengah hujan api, Tetua Api Merah mulai terengah-engah.

Tubuhnya gemetar.

Matanya dipenuhi keterkejutan.

"Tidak..."

"Ini pasti ilusi!"

"Atau kau menggunakan harta pelindung tingkat tinggi!"

Chu Xuan berpikir sejenak.

"Kalau atap anti bocor dihitung sebagai harta, mungkin."

"JANGAN MEMPERMAINKANKU!"

Tetua Api Merah meraung marah.

Aura kultivasinya meledak untuk ketiga kalinya.

Langit berubah merah.

Awan terbelah.

Bahkan para kultivator di kaki gunung terpaksa mundur karena tidak mampu menahan tekanan spiritualnya.

Namun...

Chu Xuan hanya menguap.

"Aku mengantuk."

Retak.

Sesuatu terdengar retak di dalam hati Tetua Api Merah.

Selama tiga ratus tahun berkultivasi, dia telah menghadapi musuh yang tak terhitung jumlahnya.

Tetapi ini adalah pertama kalinya seseorang menguap saat dia mempertaruhkan nyawanya.

"Siapa sebenarnya kau?!"

Akhirnya, Tetua Api Merah mengajukan pertanyaan yang sama dengan semua orang.

Chu Xuan terdiam cukup lama.

Sejujurnya, dia juga tidak tahu.

Dia hanyalah seseorang yang ingin tidur dengan tenang.

Namun, ketika dia melihat makam Pertapa Qingfeng di belakang Aula Utama, dia perlahan membuka mulutnya.

"Aku adalah penjaga Kuil Qingfeng."

Angin gunung bertiup pelan.

"Dan orang yang memperbaiki atap."

"..."

Untuk pertama kalinya, seluruh puncak gunung menjadi sunyi.

Bahkan Sistem terdiam selama beberapa detik.

【Catatan Sistem: Tuan Rumah berhasil mengatakan sesuatu yang terdengar sangat mendalam secara tidak sengaja.】

Sementara itu, Tetua Api Merah merasa pikirannya mulai kacau.

Penjaga Kuil Qingfeng?

Dia belum pernah mendengar nama itu.

Namun, justru karena itulah dia semakin takut.

Seorang ahli yang mampu mengabaikan serangannya...

...namun memilih tinggal di kuil terpencil selama bertahun-tahun.

Dalam benaknya, sebuah kesimpulan mulai terbentuk.

"Monster tua!"

"Kau pasti seorang monster tua yang telah hidup selama ribuan tahun!"

Chu Xuan memiringkan kepalanya.

"Secara teknis, jika menghitung kehidupan sebelumnya, umurku empat puluh lima tahun."

Tetua Api Merah tidak mendengarnya.

Karena pada saat itu, dia sudah mundur tiga langkah dengan wajah pucat.

Dan jauh di kaki gunung, para kultivator yang mendengar gelar "Penjaga Kuil Qingfeng" mulai mengingat nama itu dalam hati.

Mereka belum menyadarinya.

Namun, mulai hari ini...

...sebuah nama yang akan mengguncang seluruh dunia kultivasi akhirnya lahir.

Penjaga Kuil Qingfeng.

Atau, seperti yang lebih dikenal dunia di masa depan—

Chu Xuan, Yang Tak Terkalahkan.

Lanjut...

Tetua Api Merah mundur selangkah.

Lalu selangkah lagi.

Untuk pertama kalinya dalam tiga ratus tahun, rasa takut mulai muncul di hatinya.

Namun, ketakutan itu hanya bertahan sesaat.

Tatapannya segera berubah menjadi dingin.

"Jadi bagaimana jika kau adalah monster tua?"

BOOM!

Aura merah kembali meledak dari tubuhnya.

"Warisan di tempat ini seharusnya menjadi milikku!"

Chu Xuan menghela napas pelan.

"Kenapa semua orang selalu menginginkan barang milik orang lain?"

"Tutup mulutmu!"

Tetua Api Merah menunjuk ke arah makam Pertapa Qingfeng.

"Serahkan seluruh harta karun di kuil ini! Jika tidak, aku akan menghancurkan tempat ini hingga rata dengan tanah!"

Untuk pertama kalinya...

...ekspresi Chu Xuan berubah.

Tatapannya perlahan beralih ke arah makam di belakang Aula Utama.

Kemudian kembali kepada Tetua Api Merah.

"Apa yang baru saja kau katakan?"

"Aku akan menghancurkan kuil ini!"

"Yang setelah itu."

Tetua Api Merah menyeringai.

"Aku juga akan menghancurkan makam itu!"

Keheningan.

Angin di puncak Pegunungan Tianyun seakan berhenti berembus.

Tulisan hitam perlahan muncul di hadapan Chu Xuan.

【Niat membunuh terdeteksi.】

【Target menunjukkan permusuhan ekstrem terhadap Tuan Rumah dan Kuil Qingfeng.】

【Saran Sistem: Lenyapkan.】

Chu Xuan terdiam cukup lama.

Kemudian, dia menatap Tetua Api Merah dengan tatapan yang sama sekali berbeda dari sebelumnya.

Tatapan itu begitu tenang.

Terlalu tenang.

"Selama delapan belas tahun..."

Tetua Api Merah mengernyit.

"Apa?"

"Aku hidup di tempat ini selama delapan belas tahun."

Chu Xuan melanjutkan dengan suara datar.

"Atapnya bocor."

"Makanannya buruk."

"Musim dinginnya sangat dingin."

"Tapi..."

Dia memandang makam Pertapa Qingfeng.

"...ini adalah rumahku."

Untuk pertama kalinya sejak sistem aktif, tekanan yang tak terlihat mulai memenuhi seluruh Domain Tak Terkalahkan.

Para kultivator di kaki gunung mendadak gemetar.

"Apa ini?!"

"Tekanan macam apa ini?!"

"Bahkan jiwaku bergetar!"

Tetua Api Merah mencoba bergerak.

Namun, dia menyadari sesuatu yang mengerikan.

Tubuhnya tidak mau bergerak.

"T-tidak mungkin..."

Chu Xuan perlahan mengangkat tangannya.

"Aku sudah kehilangan satu-satunya keluarga yang kumiliki."

Langkah.

"Aku tidak keberatan jika kau ingin membunuhku."

Langkah.

"Tapi..."

Langkah.

"...kau seharusnya tidak mengatakan hal itu di depan makam Kakek."

Keringat dingin membasahi seluruh tubuh Tetua Api Merah.

Untuk pertama kalinya, dia benar-benar merasakan kematian.

"Tunggu! Aku—"

"Terlambat."

Chu Xuan menjentikkan jarinya.

Tidak ada ledakan.

Tidak ada cahaya.

Tidak ada teknik yang mengguncang langit.

Tetua Api Merah hanya...

...menghilang.

Seolah-olah dia tidak pernah ada.

Keheningan.

Seluruh Pegunungan Tianyun terdiam.

Puluhan kultivator yang menyaksikan kejadian itu membeku di tempat.

Seseorang yang berdiri di puncak Alam Laut Roh...

...dihapus dari dunia hanya dengan satu jentikan jari.

Chu Xuan menatap tempat Tetua Api Merah berdiri selama beberapa detik.

Kemudian dia menghela napas.

"Sayang sekali."

【Apakah Tuan Rumah merasa bersalah?】

"Tidak."

【...?】

"Dia belum membayar kerusakan halaman kuil."

【...】

Di belakang Aula Utama, angin malam kembali berembus pelan.

Dan mulai hari itu, sebuah aturan tak tertulis perlahan menyebar ke seluruh dunia kultivasi.

Siapa pun boleh menantang Penjaga Kuil Qingfeng.

Namun, jangan pernah menyentuh Kuil Qingfeng.

Dan jangan pernah...

...mengganggu makam Pertapa Qingfeng.

Bersambung...

1
obeng min
tambah banyak up-nya tambah jos pula ketua mantap👍👍👍👍👍
obeng min
selalu top
obeng min
top👍👍👍
Hadi Hadi
is good💪
Hadi Hadi
sikat😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
obeng min
selalu dedepan mantap🤣🤣🤣👍
obeng min
upnya kurg banyak ketua👍👍👍👍👍
andi widya
kerennn
obeng min
mantao ketua 💪💪💪💪💪
Hadi Hadi
bantai
Hadi Hadi
semangat🤭🤭
Hadi Hadi
is good😍😍
Hadi Hadi
is good💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
up up💪💪
obeng min
👍👍👍👍👍👍
obeng min
💪💪💪
obeng min
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!