Mutia, Gadis Manis itu merasa Tuhan begitu menyayanginya, selain sang mama, kini ia juga di hadapkan dengan seorang Om-om mesum yang tidak lain adalah bosnya sendiri. Kedua orang tersebut bagaikan bayangan diri sendirinya, apapun yang ia lakukan pasti tidak pernah terlepaa dari pantauan mereka.
Namun semua berubah saat ia bertemu dengan Raga, pegawai baru yang tidak diragukan lagi ketampanannya.
Lantas bagaimana kisah Mutia selanjutnya? Akankah si Bos membiarkan ia dekat dengan lelaki lain?
Akan ada banyak kejahilan serta kisah seru lainnya, jangan ketinggalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erin FY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Mutia tak menghiraukan ucapan Denis. Ia hanya ingin menikmati thai tea tanpa gangguan. Denis yang merasa pertanyaannya tak di gubris, hanya bisa geleng-geleng kepala, sedikit menyesal mengajak Mutia kesini, dia terlalu sibuk dengan minumannya.
Setelah dua cup tandas, Mutia pun bergegas mengajak Denis pulang. Waktu sudah menunjukkan semakin malam, ia juga lupa pamit kepada mamanya, takutnya wanita itu khawatir dan mencarinya.
Sesampai di depan pagar, Mutia dari turun dari mobil, saat hendak pamit ternyata Denis pun ikut turun.
"Bapak, ngapain turun? Ini sudah malam, gak enak dilihat tetangga," ujar Mutia saat Denis justru mendekat ke arah pagar rumah.
"Emangnya saya mau ngapain? Wong cuma lihat donang, biar besok pas jemput kamu saya tidak lupa," jawab Denis enteng.
"Gak usah! Bapak gak usah jemput. Saya naik angkot saja!" protes Mutia.
"Gak boleh, saya bakal jemput kamu. Ini sudah jadi tanggung jawab saya."
"Saya bukan istri, Bapak. Jadi bapak belum punya tanggung jawab sama saya."
"Ya, sudah. Kalau gitu jadi istriku."
"iish ...." Mutia mencibir. Tanpa banyak kata gadis itu membuka pagar dan masuk rumah begitu saja tanpa memperdulikan Denis yang sedari tadi tersenyum memperhatikannya.
Mutia masuk secara perlahan, diintipnya pintu kamar sang mama, wanita terkasihnya itu ternyata telah terlelap dalam tidurnya. Mutia kembali ke kamar, dia membersihkan diri sebelum akhirnya menyambut alam mimpi.
***
"Mutia ... udah bangun belom? Ada yang nyariin nih, mana ganteng banget lagi," teriak mama dengan menggedor-gedor pintu.
Mutia yang baru sadar dari tidurnya langsung terlonjak kaget saat melihat jam dinding.
Mutia menyambar handuk dan langsung lari keluar. Di depan pintu sudah ada sang mama yang menatapnya bingung.
"Mama, kenapa gak bangunin?" protes Mutia kepada sang mama.
"Lah ini dibangunin." Saat mutia hendak melangkah ke kamar mandi, suara deheman membatalkan langkahnya. Matanya terbelalak saat melihat siapa yang duduk di ruang tamunya.
"Bapak! Ngapain di sini! Haduuh mana belum mandi lagi." Tak menunggu jawaban Denis, Mutia pun segera berlari menuju kamar mandi. Denis dan mama saling pandang dan akhirnya tertawa bersama.
"Aiih udah cantik, ayok sarapan dulu. Bareng pak bos ganteng." Mutia yang sudah kesal dari awal makin senewen saat melihat Denis sudah duduk manis di meja makannya.
Sang mama pun terlihat begitu menyukainya, sesekali terlihat mereka tertawa bersama, benar-benar membuat darah tinggi Mutia naik saja.
"Bapak ngapain pagi-pagi di sini? Saya kan sudah bilang akan berangkat sendiri, gak usah dijemput segala," ujar Mutia ketus.
"Kalau saya gak jemput kamu, dan kamu bangun jam segini terua naik angkot, bisa-bisa kamu terlambat, seneng banget potong gaji," jawab Denis sembari tetap menikmati sarapannya.
Mutia semakin manyun. Dia membenarkan ucapan Denis, jika dia naik angkot, bisa-bisa terlambat lagi, sayang banget kalau harus potong gaji lagi.
Issh ... Dasar om-om menyebalkan!
Mutia melajutkan makannya dengan bibir cemberut. Sedangkan sang mama sibuk melayani Denis, dia seperti anak tiri saja, diacuhkan.
Setelah lima belas menit sarapan, Denis dan Mutia pun pamit untuk berangkat kerja.
"Pak Bos, lain kali mampir kesini lagi, ya? Saya merasa terhormat dikunjungi oleh bos anak saya," ucap mama saat Denis pamitan.
"Insya Allah, Bu. Kalau gak cuma sarapan, sekalian nginep, boleh? Jawab Denis yang menbuat mama kebingungan.
"Nanti nginepnya, kalau sudah sah jadi mantu," lanjut Denis lagi yang membuat Denis dan Mutia melongo.
tolong sambung... best nie..tak sabar nak baca...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa