zoeya, dia adalah mahasiswa miskin yg berkuliah di universitas empire state. suatu hari ia pergi ke perpustakaan terkenal dan terbesar di kotanya, yaitu CENTRAL INTERNATIONAL LIBRARY.
ia membaca buku catatan dan satu buku novel romansa yg bercerita tentang seorang bos terkaya yg dijodohkan dengan seorang wanita miskin yg cantik dan lumayan pintar, berprestasi dan banyak mendapatkan penghargaan dari berbagai perlombaan antar negara, antar universitas, nasional maupun internasional, tapi karna dia dilahirkan dari keluarga miskin, orang yg berada disekitar nya sedikit tidak nyaman, bahkan keluarga suami, keluarga nya dan suami nya sendiri pun bersikap sama seperti orang luar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hazelnut_krim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#bab 4
setelah lauren dan ibu nya selesai memasak, mereka pun menghidangkan nya di meja makan
"ayah, elvina ayo makan dulu, ini udah siap" panggil ibu elvina, zoeya yg mendengar itu pun segera meletakkan foto itu kembali ke tempat nya lalu berjalan ke meja makan dan duduk di sebelah lauren
"wahhhh wangi banget, enak nih kaya nya" ucap zoeya yg sudah mencium wangi dari masakan ibu dan kakak nya itu, ia juga sudah tidak sabar untuk makan masakan mereka yg terlihat sangat menggoda itu
"ini coba kamu cicipin dulu" ucap kakak nya yg menyuruh elvina untuk mencicipi makanan nya yg baru dimasak dan baru matang, tanpa pikir panjang zoeya pun langsung melahap makanan yg di berikan oleh kakak nya itu, dan ia sangat terkejut dengan rasanya, karna rasa nya begitu mirip dengan masakan ibu nya, hal itu mengingatkan ibu nya dirumah
'rasanya sama dengan masakan ibu, kabar ibu gimana ya? ibu pasti masih nungguin aku pulang sekarang' ucap nya dalam hati, ia lalu terdiam sejenak sambil memandangi masakan itu, lauren dan ibu memandangi satu sama lain karna bingung, apa yg sebenarnya dipikirkan oleh elvina? mengapa dia terdiam setelah memakan makanan itu? lauren dan ibu pikir, masakan mereka tidak enak, itu sebab nya elvina diam dan tidak bicara mengenai makanan itu
"el, ada apa? apa masakan nya ga enak?" tanya ibu nya yg menyadari kalau elvina terdiam cukup lama
"eee ga papa kok bu, makanan nya enak banget, el diem karna makanan nya enak, rasanya kaya makanan restoran bintang 5" puji zoeya pada makanan itu, dia tak ingin ibu dan kakak nya tau kalau sebenarnya dia bukan lah elvina yg asli, dan dia tidak ingin ibu dan kakak elvina tau kalau sebenarnya dia juga bukan dari dunia ini, dia hanya lah seorang mahasiswi miskin di universitas terbesar kotanya
"bagus deh kalo el suka" senyum ibu pada elvina yg terlihat sedikit sedih, zoeya yg menyadari itu ingin bertanya pada ibu nya, tapi ia merasa tidak enak kalau menanyakan hal yg seharus nya tidak ia ketahui.
setelah selesai makan malam bersama, keluarga theodore duduk di ruang keluarga sambil bercerita dan sesekali terkekeh kecil, zoeya tiba tiba kepikiran tentang pertanyaan yg ingin dia tanyakan pada ibu elvina tadi
'apa ga masalah kalo gw nanyain hal itu? ntar kalo ibu ga mau cerita gimana?' ucap nya dalam hati, ia sangat ingin tau sebenarnya ada masalah apa yg mengganjal di pikiran ibu nya sampai senyuman nya memancarkan kesedihan
"emmm bu apa el boleh nanya sesuatu?"
"boleh, nanya apa el?" tanya ibu nya penasaran
"sebenernya ibu ada masalah apa? kok tadi kaya nya el liat ibu lagi agak sedih, apa ada masalah yg mengganjal hati ibu? ibu boleh cerita kok sama el" ucap nya pada ibu elvina, karna zoeya tau dia sangat mahir melihat ekspresi orang, dia tau semua tentang ekspresi orang karna dia sering membaca buku psikologi saat sedang di perpus
ibu elvina terdim sejenak tak langsung menjawab pertanyaan zoeya, zoeya sedikit bingung, apa yg membuat ibu elvina tidak langsung menjawab pertanyaan nya, dan memilih untuk diam sejenak
"kenapa ibu diem? ga papa kok kalo ibu ga mau cerita ke el, el ga masalah, yg penting ibu jangan terlalu mikirin masalah itu, karna el lihat masalah itu kaya nya bikin pikiran ibu kacau" jelas zoeya membuat ibu, kakak dan ayah nya yg mendengar nya ikut terdiam dan hanya memandang zoeya tanpa ucapan, hanya tatapan tulus yg mereka berikan pada zoeya
'kenapa mereka liatin gw ke gitu? apa bener ya mereka ada masalah, tapi masalah apa yg sampe buat pikiran mereka kacau ke gini?' bingung nya dalam hati
ibu elvina lalu menghembuskan nafas pelan lalu tersenyum paksa pada zoeya
"sebenernya kita ga mau ngomong ini ke kamu, sebenernya kita juga ga mau ngasih tau kamu soal hal ini lebih awal, karna kita takut kamu, malah jadi kepikiran soal ini" ucap ibu yg sedikit khawatir pada elvina
"emang nya kenapa?"
"kamu sebenernya udah dijodohin dan sebentar lagi kamu bakal menikah el" sahut kakak nya yg kemudian membuat zoeya terkejut setengah mati, ia heran, baru saja ia masuk ke dalam novel tapi sudah mau menikah dengan keluarga terkaya di kota itu
"apa? bu, kalian bohong kan? ini ga beneran kan? kalian cuman ngarang kan? iya kan?" zoeya yg tanpa sadar sudah meneteskan air mata nya
"ini bener el, kita ga bohong, kita sebenernya ga mau bilang ini, tapi ini udah persetujuan antara keluarga kita sama keluarga pria el" jelas kakak nya, mendengar itu zoeya pun semakin sedih
"tapi kenapa? kenapa el harus dijodohin? padahal kan el bisa dapetin laki laki yg pasti nya el tau lebih dulu sifat nya gimana, lagian bukan nya el belum boleh menikah sebelum kakak? kalo el menikah, ibu, kakak, sama ayah gimana? el ga mau pisah dari kalian, el juga ga mau jauh dari kalian" ucap zoeya yg menangis sesenggukan di hadapan ibu, ayah dan kakak nya, ibu, kakak dan ayah nya juga ikut sedih mendengar perkataan elvina, anak kedua dari orang tua yg kurang mampu namun sangat di sayang, adik dari seorang penulis terkenal yg nama aslinya tidak di ketahui siapa pun, juga karya nya yg sangat populer di kalangan atas peminat cerpen, novel, komik maupun manhwa
"pokok nya el ga mau nikah sama dia bu, kak el ga mau nikah sama dia kak, yah el ga mau" tangis elvina pecah, ayah, ibu dan kakak nya hanya bisa diam sambil mulai meneteskan air mata, selain tidak ingin berpisah dengan anak nya, orang tua nya juga tidak punya cara lain selain menuruti perkataan dari keluarga terkaya itu, mereka juga sudah menjalin perjodohan itu sejak lama, mereka juga tidak punya kuasa apa apa untuk membatalkan perjodohan itu, jadi mereka hanya bisa pasrah dengan apa yg sudah menjadi takdir, dan apa yg sudah seharus nya terjadi
"el, kita ga bisa batalin perjodohan ini gitu aja, keluarga kita udah setuju dari lama, jadi kita ga bisa nolak gitu aja, apalagi mereka itu langsung milih kamu tanpa liat kamu punya kakak atau ga" jelas ibu nya
"mau ga mau kamu harus mau el, bisa ga bisa kamu harus bisa, sanggup ga sanggup kamu harus sanggup, karna nasib keluarga kita tergantung sama kamu el" sahut kakak nya yg sebenarnya berat ingin mengatakan itu
"benera kata ibu dan kakak kamu el, kita ga punya kuasa juga buat lawan mereka, kamu tau sendiri kan keluarga kita gimana. mau gimana pun, ayah, ibu dan kakak kamu bakal terus ada di sisi kamu nak, kita akan selalu dukung kamu, sayang sama kamu, dan ada di saat apa pun nak, jangan khawatirin kita, kita bakal berusaha buat bahagiain kamu sebisa kita sebelum kamu menikah dan dibawa ke rumah mereka" ucap ayah nya yg membuat elvina terharu sekaligus merasa sesak karna keluarga yg sangat hangat ini pada akhirnya harus merelakan anak nya menikah dengan orang yg bahkan mereka juga belum tau sifat nya seperti apa
tanpa berkata apa pun, zoeya memeluk keluarga itu dengan erat, dan tangis nya pecah sampai sesenggukan, ayah, ibu dan kakak nya yg melihat itu seketika ikut menangis dan memeluk elvina dengan sangat erat
"maafin el ya ayah, ibu. maafin el juga ya kak, el belum bisa jadi anak dan adik yg berguna bagi kalian, el juga belum bisa jadi anak kebanggaan kalian, maafin el juga ya karna belum bisa banggain kalian semua, dan belum bisa kabulin permintaan kalian, maafin el yah, bu" tangis el yg semakin pecah, karna ia pikir tidak ada cara lain untuk mengubah alur novel itu
"ini bukan salah kamu nak, ini semua udah takdir, kamu jangan nyalahin diri kamu sendiri ya, ini semua salah ibu dan ayah, ayah dan ibu belum bisa jadi orang tua yg bener buat kalian, ayah dan ibu juga belum bisa bahagiain kalian, ayah dan ibu belum bisa jadi orang tua yg kalian harapin" ucapan yg sangat membuat hati zoeya terasa teriris, ucapan yg bahkan jarang di katakan oleh kebanyakan orang tua, ucapan yg sangat berharga bagi para anak meskipun tidak seberapa tapi ayah dan ibu elvina bisa mengucapkan nya, ucapan yg bahkan zoeya sendiri belum pernah dengar dari orang tua nya sekarang ia dengar dari keluarga cemara yg harus merelakan salah satu anak kesayangan nya itu