NovelToon NovelToon
Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Petualangan / Supernatural / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nur Kesawa

Novel ini menceritakan tentang sejarah Indonesia di abad - 9 M. Di dalamnya terdapat kisah romansa antara Wanita dari Abad 21 yang masuk ke abad 9. Wanita itu ternyata reinkarnasi dari Putri Mahkota Kerajaan Medang dan jatuh cinta dengan Pangeran Pikatan. Pernikahan ke duanya akan menghasilkan maha karya agung Candi Prambanan yang bisa kita lihat sampai sekarang.

jangan lupa mampir ke karya ku :

Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus.

Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku

Cerita ini mengadung sedikit kisah nyata dan ditambah dengan cerita fiktif untuk membangkitkan cerita di dalamnya.

Cerita yang berkaitan dengan sejarah merupakan data berdasarkan riset ilmiah.

Bagaimana cerita sejarah Indonesia Kuna pada abad 9 dan kisah cinta Nara & Satria? Apakah Nara akan bisa kembali ke abad 21?

temukan di cerita di sini.

Temukan cerita kelanjutannya di Novel "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Kesawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana ke Prambanan

Sebelum membaca jangan lupa like, vote, dan comment ya.

Happy reading

.

.

Setelah pengumuman kalau kami bertiga (Aku, Dika, dan Ivan) menjadi sahabat baik. Ivan dan Dika sering main ke rumahku. Kami memiliki anggota baru bersepeda yaitu Ivan.

"Rara, ayo main." teriak dua orang lelaki.

Dari dalam rumah aku sudah mengetahui siapa mereka berdua. Ya, mereka berdua adalah Dika dan Ivan. Aku kemudian keluar dari rumah.

"Ayo." kataku

Aku kemudian mengeluarkan sepedaku dan bersiap akan bersepeda bersama mereka.

"Ma, aku pergi dulu ya sama Dika dan Ivan." kataku

"Ya, jangan sore - sore." kata mama

Sebelum itu, aku mengambil 3 bungkus susu kedelai. Aku kemudian membagikan kepada dua orang sahabatku itu.

Aku seperti seorang putri raja karena dikawal oleh dua orang lelaki. Ardika cakep dan kulitnya putih bersih. Ivan meskipun nggak putih, tapi dia imut dan hitam manis.

"Mau kemana nih kita?" tanya Dika

"Keliling desa saja" sahutku.

Ivan kemudian mengusulkan untuk ke rumah salah seorang anak cewek cantik. Anak itu namanya Diyah. Rumahnya nggak begitu jauh dari rumahku.

"Yaudah ayo, tapikan kita nggak tau dimana rumahnya" kataku bohong.

Aku memang agak gimana gitu karena dua lelaki itu perhatian dengan orang lain. Sebenarnya aku tahu dimana rumah Diah, hehehehe. Tapi aku bohong sama mereka. Akhirnya kita sepedaan ke tengah sawah desa. Kami berhenti di gubuk sawah yang ada di pinggir jalan.

"Eh, sebelum kita masuk sekolah SMP gimana kalau kita main dulu?" ajak Ivan.

"Kemana?" tanya Dika.

Kami kemudian diam beberapa saat dan aku pun usul.

"Candi Prambanan saja gimana?" usulku.

"Tapi tiketnya mahal" kata Ivan agak kecewa.

"Kalau kita pas Nyepi di Prambanan gratis ya Dik". kataku.

"Iya, tapi kan ini nggak lagi Nyepi" sahut Dika.

"Brapa sih tiket masuknya?" tanya Ivan.

"Rp 15.000 kalau nggak salah, trus buat anak - anak Rp 7.500" kataku.

------

Rencana ke Prambanan akhirnya kita setujui. Kita bagi tugas untuk membawa bekal. Agar kita tidak boros dan jajan sembarangan. Mama memang mengajarkanku untuk tidak jajan makanan sembarangan.

Mamaku bilang, kalau aku jajan sembarangan bisa celaka. Makanan bisa dikasih racun, diculik, diiket, dan mataku dicungkil untuk dijadikan cendol. Makanya sampe mau SMP, aku nggak mau minum es cendol. Aku membayangkan cendol itu adalah irisan mata anak - anak yang diculik oleh penculik.

(Kalau sekarang aku inget kejadian itu. Aku ketawa sendiri. Ternyata aku sudah dibohongi oleh mama.

----

Satu hari sebelum keberangkatan ke Prambanan. Aku sudah janjian dengan Ivan di pojok desa. Kami rencana ke rumah Ardika.

"Dah lama, Van?" tanyaku.

Aku datang sedikit terlambat, karena harus nungguin mama pulang dari jualan keliling.

"Lumayan, panas banget nie. Jajan es dulu yuk" ajak Ivan.

"Ntar saja lah sama Dika, masa dia nggak kita ajak" sanggahku.

kami pun segera melaju ke rumah Ardika. Setibanya di rumah Dika, kami disambut oleh Arya (adiknya Ardika).

"Dika itu 3 saudara, Ari, Ardika, dan Arya" kataku pada Ivan.

"Yak, Mas Dika ada nggak?" tanyaku pada Arya.

"Maaas...maaaas... Mas Dika" teriak Arya. Dia kemudiam berlari masuk ke dalam rumah mencari Dika.

Tak berapa lama ibuknya Dika keluar dari samping rumah.

"Dika tadi baru di tempat Nuri. Dia lagi nganterin emping melinjo". kata Ibunya Dika.

Profesi ibunya Dika adalah pembuat emping melinjo. Ia sudah terkenal di desaku dan sekitar. Makhlum kalau di depan rumahnya banyak melinjo dari pelanggannya.

"Hei, dah lama?" sapa Dika.

"Belum" kata Ivan.

Dika kemudian menyuruh kami berdua ke teras rumahnya. Kami mulai membicarakan bekal yang akan kita bawa besok pagi.

"Masing - masing orang bawa minum sendiri - sendiri ya" usul Ivan.

Aku dan Dika mengangguk sebagai tanda setuju. Bagiku minuman adalah kebutuhan pribadi yang harus dibawa.

"Aku bawa buah dan roti" usul Ivan.

"Aku bawa cemilan ya, nanti aku minta bapakku belikan di warung" kata Dika.

"Aku bawa nasi dan lauk ya. Besok aku minta mama belikan di pasar" usulku.

Setelah semuanya sepakat, masing - masing anak iuran Rp 10.000. Uang itu dikumpulkan kepadaku. Iuran ini untuk memudahkan kita dalam pembelian tiket besok paginya.

"Besok kumpul di rumahku jam 08.00 ya" kataku.

"Apa nggak sebaiknya di rumahku saja, kan lebih mudah" usul Ivan.

Aku dan Dika pun kemudian setuju. Rumah Ivan memang berada di pinggir jalan utama menuju Prambanan. Kita sudah sepakat kalau besok akan lewat jalan desa yang lebih aman dari kendaraan bermotor dan lebih teduh.

"Oh hya jangan lupa bawa topi" usulku.

Sesampainya di rumah, aku minta izin kepada mama dan bapak tiri ku.

"Ma, besok aku mau ke Prambanan." kataku

"Sama siapa?" tanya bapak

"Sama Dika dan Ivan." jawabku

Tat kala mama mendengar kata Prambanan. Mama jadi sedih, karena mama mungkin teringat akan pesan dari Simbok bahwa cepat atau lambat aku pasti menuju Prambanan.

"Jangan melakukan hal aneh - aneh di sana." pesan mama

"Iya." kataku

"Cari Mas Parji saja, dia kerja di sana. Siapa tahu ntar masuk gratis." usul mama

Mama kemudian menceritakan kalau kami memiliki seorang kerabat yang kerja di Candi Prambanan. Dia saudara misanku yang rumahnya sekitar 3 km dari rumah kami.

Malam ini aku tidak bisa tidur, karena memikirkan tentang perjalanan yang akan kami lakukan besok. Perasaan aneh dan terasa darahku mendidih tatkala mendengar kata Prambanan.

"Kenapa ya, hatiku tidak tenang dan ingin segera ke Prambanan." kataku

Aku kemudian mengingat kejadian di makam dan pesan dari kakungku. Katanya aku harus segera ke Prambanan.

"Apa hubungannya antara aku dan Prambanan, ya" tanyaku dalam hati.

Aku masih bingung dan tidak tahu tentang rahasia hidupku yang mama belum menceritakannya. Malam itu, mama tiba - tiba masuk ke kamarku.

"Kenapa, ma?" tanyaku

"Besok mau ke Prambanan?" tanya mama

Aku hanya menganggukan kepala. Aku takut jika mama tiba - tiba akan melarang kepergianku ke Prambanan. Mama kemudian membelai rambutku dan menangis. Aku bingung karena tiba - tiba mama menangis.

"Kenapa, ma?" tanyaku

"Mungkin ini saat yang tepat untuk menceritakannya pada mu." kata mama

"Cerita apa, ma?" tanyaku

Mama kemudian menceritakan tentang rahasia hidupku. Cerita tentang Simbok dan Kakung. Cerita tentang mati suri mama dan cerita bahwa aku selamanya akan menjadi anak tunggal. Mama menceritakan bahwa kehidupannya sebelumnya berhubungan dengan Prambanan.

Mama juga menceritakan tentang mati suri, dan pesan dari pangeran.

"Maksud mama Aku akan berjodoh dengan hantu?" tanyaku

"Bukan hantu, tapi reinkarnasi dari seorang pangeran yang membangun Candi Prambanan." kata mama

Aku semakin bingung dengan penjelasan mama. Hingga akhirnya mama menyuruh aku untuk tidur. Agar besok tidak terlambat.

Sebelum aku tidur. Mama tak lupa mengecup keningku. Sejak mama menikah dengan suaminya. Ini adalah kali pertama mama mencium ku lagi. Mama juga memasang selimut pada ku. Kebiasaan burukku adalah tidak memakai selimut saat tidur.

"Ma, makasih ya." kataku

Aku kemudian memeluk mama dan tak terasa aku menangis. Ada rasa sedih dan haru. Jujur aku kangen dengan perlakuan mama seperti ini.

**

Terimakasih ya sudah berkenan membaca

See you di Candi Prambanan

with love

Citralekha

1
del
yuk
Rahdian Fachmi
pamit dulu dah, capek gw bacanya
Rahdian Fachmi
jadi males bacanya
nur kesawa
keren banget
Eka Awa
blm finis to ini, lanjutin kk author ceritamu sangat keren👍
Eka Awa
kok mencurigakan yo
Eka Awa
dika bisa lihat adhiraksa,
titisan satria, ardhika kah
Eka Awa
jek cilik wes bucin
Eka Awa
nambah pengetahuan tentang sejarah, keren thor
Bagus Prakoso
dongeng
Monic Aza
lanjut dong Thor cantik
Ardan
Luar biasa
Ardan
🙏👍
Sikilman
hmmmm... menyesatkan ini, literasi dari mana klo tokoh citraleka masuk sejarah di zaman Jawa Kawi????
😜😜😜😜😜😜😜😜
Sikilman
dewa-dewi juga bisa selingkuh yaaa?!
fakta atau gosip????????
😎😎😎😎😎
Firza Olx
menarik, sejarah panjang kerajaan tertua indonesia
amy chan
hampir setahun lho author cantik....
ViNo L
mboten mbok
Goe Soka Cara Loe
lanjut
Indah Permata
thor kapan update lg?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!