Anak dari ayah Bian dan bunda Ariel 'Storry of Maid'
Follow IG mommy : @Mommy_Ar29
Apa yang di cari oleh seorang wanita bayaran?
Uang?
atau kepuasan?
Nyatanya seorang Clarystal Anjani tidak membutuhkan semua itu.
Sejak pertemuannya dengan sang Cassanova tanggung, Farel Pranata. Hidupnya yang tadinya berwarna abu-abu, secara perlahan mulai berwarna. Namun, saat warna itu hampir sempurna,
sebuah badai datang dan menghantam hubungan mereka.
Akankah, Crystal bisa bahagia dengan Farel?
akankah Farel bisa berubah saat bersama Crystal?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 14
"Tian, ada apa kamu kesini?" tanya Crystal saat sudah berada di dalam ruangannya. Kini dirinya tengah duduk berdua dengan sang adik.
Tentu saja setelah perdebatannya dengan Farel.
Dengan senyum mengejek akhirnya Tian bisa berduaan dengan sang kakak. Sedangkan Farel dengan sangat TERPAKSA, dirinya menunggu di luar, ia memberikan izin kepada dua bersaudara itu untuk berbicara tapi tidak lebih dari tiga puluh menit atau dia akan memaksa masuk.
"Huhhh," Tian menghela napasnya dengan kasar. Wajahnya kusut dan bibir nya cemberut. "Tian ingin ikut sama Kakak," ucapnya pelan.
"Tian gak mau serumah sama orang-orang yang tidak menganggap Tian ada. Harusnya Tian ikut pergi sama Kakak sejak dulu," imbuhnya.
"Tian, kamu sebagai anak laki-laki satu-satunya. Kamu harus bisa bertahan, Ayah sudah tua. Kalau kamu ikut pergi, siapa yang akan mengurus semuanya? Kamu sebagai anak laki-laki maka kamu yang akan menjadi pewaris utama. Beban kamu pasti akan lebih berat," ucap Crystal sambil mengusap rambut adiknya.
"Halah? semua kekayaan Ayah itu akan jatuh ke tangan Cristy bukan kakak apalagi Tian. Padahal kekayaan itu dari almarhum ibunya Kakak, tapi mereka berdua begitu serakah! Tian benci sama mereka kak!" sungut Tian begitu kesal mengingat perlakuan demi perlakuan di keluarganya.
Hardi memang tidak akan memberikan kuasa kepada Tian, karena ia tahu bahwa Tian selalu berpihak pada Crystal sejak awal. Seumur hidup Tian, ia sama sekali belum pernah memasuki ruang kerja sang Papa, dirinya di berikan larangan keras. Namun berbeda dengan Cristy, ia bebas keluar masuk ke sana.
"Sudahlah, kakak tidak apa. Lagian Kakak sudah bahagia sekarang, menurut kakak harta itu mudah di cari asal kita mai berusaha dan terus berdoa. Biarkan saja, kakak sedekah kan harta itu untuk mereka. Tapi kakak akan lebih rela dan ikhlas bila perusahaan itu jatuh ke tangan kamu," ucap Critsal.
"Tian, belajarlah lebih giat lagi, buat kakak bangga. Jangan pernah menangis lagi, jangan cengeng lagi. Papa sangat membenci orang yang lemah, kecuali Cristy." imbuhnya.
"Yah, memang hanya Cristy anak kesayangan mereka." Tian langsung mengubah posisinya menjadi duduk dan menatap Crystal. "Kakak, apakah benar Tian bukan anak kandung mereka?" tanyanya pelan.
"Apa maksud kamu? tentu saja kamu anak mereka! wajah kalian sangat mirip, bagaimana bisa kamu mengatakan seperti itu?" tanya Crystal.
"Mereka tidak pernah menganggap Tian. Setiap hari hanya Cristy, Cristy dan Cristy. Semuanya yang bersangkutan dengan Cristy selalu nomor satu!"
"Kamu kan tahu, Cristy itu anak bungsu. Dia adik kita paling kecil, harusnya kamu juga memanjakan dia dong,"
"Bagaiman aku bisa memanjakannya? sedangkan aku saja masih manja sama kakak," ucap Tian yang langsung merebahkan kepalanya lagi di paha Crystal.
"Makanya, dewasa Sayang. Kakak yakin kamu bisa,"
"Oh iya, ngomong-ngomong, tentang laki-laki tadi. Apakah benar dia pacar kakak?" tanya Tian.
"Hemm,, bagaimana menurut kamu?"
"Lumayan sih, tapi dia terlalu posesif."
"Bukankah sama sepertimu?"
"Hehehe, tapi aku senang kalau kakak sama dia. Meskipun menyebalkan, tapi menurut terawangan Tian, dia orang baik. Dia bisa menjaga kakak dan membantu melawan Papa kelak!"
"Huh, lupakan dulu soal Papa, kakak sudah menemukan zona nyaman kakak. Biarkan saja seperti ini,"
"Tapi cepat atau lambat, kakak harus siap untuk hari itu."
"Iya, kakak sedang berusaha. Bantu kakak doa ya,"
"Selalu, Tian akan selalu mendoakan kakak. Tian akan selalu mendukung apapun yang akan kakak lakukan,"
"Tapi, kenapa kamu begitu sayang sama kakak hem?"
"Memangnya kenapa? Mentang-mentang kita berbeda Ibu, terus Tian gak boleh sayang sama kakak? Kalau bukan Tian yang menyayangi Kakak, lalu siapa lagi? Mama Tian udah jahat sama kakak, bahkan Cristy sudah merebut Papa dari Kakak. Lalu siapa lagi?" tanya Tian dengan lirih dan tatapan sendu.
"Terimakasih, kamu memang adik kakak yang paling baik, dan tampan,"
Braakkk!
Crystal dan Tian begitu terkejut saat mendengar pintu di dobrak dari luar dan seketika Tian langsung bangun dari posisi rebahan nya.
.
.
.
Readers : Mom, kenapa pendek sekali? Panjangin dikit. Jangan pelit-pelit.
Mommy : Maaf Sayang, mommy masih sibuk mengurus JAVIER . *yang akan terbit.
Mommy menulis pendek pun asal rutin setiap hari. Atau kalian mau Mommy update 3-4 hari sehari dan sekali update panjang bisa 4-5 bab??
Kalian bisa pilih yang mana.. Yang jelas, mommy sudah berusaha untuk tetap update, meskipun kerjaan rumah mommy menumpuk, dan mengurus naskah terbit juga.
Jujur saja, membaca komentar kalian itu membuat mommy semangat loh nulisnya.
Kasih mommy semangat dong, kalau mommy senggang pasti mommy akan kasih crazy up kok ...
Salam sayang buat semua sahabat mommy 😘😘😘** ...
ya Allah cristy 😭😭😭😍😭