Kai Adrian atau kerap di sapa Gus Kai, seorang anak kiyai terkenal, Gus Kai adalah seorang dokter spesialis jantung.
Gus Kai terkenal dengan ketampanannya dan juga prestasinya di bidang akademi dan juga Dakwahnya melalui media sosial pribadi miliknya.
Kepribadinnya yang tenang dan tidak sukanya huru- hara, membuat dirinya harus mengiklaskan calon istrinya untuk sang Kakak.
Namun apakah Gus Kai bisa mencari kebahagiaannya sendiri? dan adakah perempuan yang mampu membuatnya jatuh Cinta? Nantikan kisah perjalanan cinta Gus Kai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
Keesokan paginya Kai tidak kembali ke ndalem setelah sholat shubuh, ia juga sudah mandi sebelum shubuh, ia tadi berpamitan dengan Najma ingin menyiapkan untuk shalat ied.
Sedangkan Najma kini baru saja selesai mandi,ia sedang bersiap, Najma menatap meja rias yang kini penuh dengan skincare miliknya.
Dulu sebelum nikah, dia sama sekali tidak ingat merawat diri, untuk bisa makan saja sudah Alhamdulillah bagi Najma.
Namun kini ia mendapatkan semuanya dengan mudah, bahkan dirinya sudah bisa makan tanpa harus berpikir mencari kerja sampingan.
Tapi Najma cukup tau diri, saat pagi dirinya sering membantu bi imah untuk memasak dan sering kali membantu membereskan rumah , saat tidak ada jam mengajar.
tok....
tok...
" ckelek"
" Mbak Najma" teriak Balqis yang masuk ke kamar kakaknya yang tidak di kunci tersebut.
" Yaaa dek" jawab Najma yang tengah bersiap.
" Ayo mbak, tadi katanya umi suruh ngajak mbak,soalnya umi udah berangkat duluan " ajak Balqis.
"Iya dek sebentar " jawab Najma yang kemudian mengambil mukena di almarinya.
" mbak Najma enggak make up?" tanya Balqis yang melihat kakak iparnya hanya menggunakan suncren saja.
"enggak dek, kenapa jelek yaa?" tanya Najma melihat dirinya di cermin meja rias.
" ck.. mana ada kakak ipar ku ini jelek, cantik kok tapi bentar ada yang kurang" ujar Balqis kemudian berjalan ke arah meja rias dan mengambil lip balm yang ada warnanya yang kemudian di pakekan pada Najma.
" Nah.... gini perfect, MasyaAllah cantik banget, pasti kalau make up tadi pun enggak di bolehin keluar sama Mas kai, bakal di kurung terus " ucap Balqis.
" tadi tuh muka mbak, keliatan capek banget dan pucet banget jadi aku kasih lip balm aja, kan kita mau sholat hehehe" jawab Balqis.
" hehehe makasih ya...dek, ya sudah yuk keburu nanti sholatnya di mulai "jawab Najma.
Najma dan Balqis kemudian menuju ke masjid pesantren mereka di bagian lapangan karena banyak juga warga sekitar juga sholat di masjid pesantren dan juga banyak wali santri yang ikut sholat di sini, karena menjenguk anak mereka.
Untuk Pesantren Darussalam sendiri tidak ada hari khusus untuk menjenguk santri - santrinya, setiap hari juga ada saja yang membesuk, namun ada jam- jam tertentu untuk membesuk dan bagi para wali yang dari luar kota juga di sediakan kamar untuk menginap.
Saat Najma dan Balqis menuju lapangan sudah penuh dengan para jemaah, Balqis dan Najma yang di minta untuk ke depan lebih memilih di belakang saja.
" Sini saja us" ujar Balqis kala di minta untuk ke depan.
Najma dan Balqis kemudian duduk di shaf belakang masih banyak para jamaah yang berdatangan, Najma dan Balqis duduk diam, sambil mengumandangkan takbir di dalam hatinya.
Tiba- tiba seseorang dari belakang dimana shaf belakang Najma mulai terisi, mencolek bahu Najma, Najma kemudian menoleh ke arah belakang dan ternyata Syifa dan juga ibunya.
" Eh syifa, kamu sholat di sini juga?" tanya Najma.
" budhe" sapa Najma pada ibu Syifa dan mencium tangan ibu Syifa.
" aku setiap tahun sholat di sini" jawab Syifa.
" Sehat nduk?"tanya Ibu Syifa yang memang cukup dekat dengan Najma.
" Alhamdulillah budhe sehat,.budhe sendiri gimana,.Sehat? " balas Najma dengan ramah.
" Alhamdulillah kayak yang kamu lihat" jawab Ibu Syifa.
Setelah itu suara suami Najma menggema, meminta untuk merapikan shaf karena sholat ied adha akan di mulai, seluruh jamaah mulai berdiri satu persatu termasuk Najma dan juga Balqis.
Setelah beberapa saat suara menjadi hening dan tidak lama suara takbir dari imam yang tidak lain adalah Kai mulai, menggema di seluruh pesantren Darussalam, " Allahu Akbar" .
Takbir demi takbir bergema, setelahnya lantunaan. ayat Al fatihah dan di sambung dengan surat Al- A'laq terdengar begitu merdu dan suasana semakin khidmat dengan langit yang cerah,namun tidak begitu panas, hingga rakat terakhir.
Najma dan Balqis bersalaman dengan jamaah di sebelah mereka dan sekitar meraka yang masih bisa di jangkau, sambil mendengarkan ceramah dari Ilham.
Setelah hampir dua puluh menit mendengarkan ceramah dan berdua, rangkaian sholat ied selesai, Najma dan Balqis bersalaman dengan jamaah, tak lupa dengan syifa dan juga ibunya.
" Nduk Najma, ibu pulang dulu yaa... jangan lupa mampir ke rumah nanti " ujar ibu Syifa pada Najma yang berpamitan pulang.
" Iya bu, nanti Najma usahakan, sehat- sehat nggeh bu, jangan lupa obatnya di minum" jawab Najma memeluk ibu Syifa.
" Iya, ada suster pribadi kok" sahut Ibu Endang sambil melirik ke arah Syifa.
" ibu kalau enggak di omelin suka lupa, apalagi kalau udah main ke tempat tetangga" sahut Syifa.
" hehehe maklum namanya juga ibu- ibu" sahut bu Endang.
" Ya sudah ayo... bu, nantikan kesini lagi kira " ajak Syifa.
" aku tunggu yaa.. Fa, bu" ujar Najma.
" siap Ning Najma, kita pamit dulu ya... Assalamualaikum " pamit Syifa.
" Apasih, kamu panggil aku Ning lagi, aku blacklist dari daftar yang aku kasih contekan " ujar Najma yang jujur saja kurang suka di panggil Ning.
" hehehe maaf, jawab dulu dong salamnya " balas Syifa.
" Waalaikumsalam "
" Mari Ning Balqis" pamit Bu endan dan Syifa pada Balqis.
" Iya bu, mbak, hati - hati nggeh" balas Balqis dengan ramahnya.
Najma dan Balqis juga kembali ke ndalem, serta bersalaman dengan jamaah yang meraka temui dan juga Syifa, Bu Endang kembali ke rumah mereka dengan tetangga sambil bergosip.
" Bu kok sampean ( kamu) bisa akrab sama Istrinya Gus Kai?" tanya Salah satu tetangga Syifa.
" itu teman kuliah Syifa bu, sering ke rumah jadi akrab" jawab Bu endang.
" Oalah, tak kira istrinya Gus kai judes tau bu, di lihat dari wajahnya, makanya saya enggak berani ngapa takut di judesin, ternyata ramah banget yaa bu" balas tetangga Syifa yang lain.
" Ahh ibu mah, lihat dari wajahnya aja , terlalu gampang menyimpulkan " balas Syifa membela Najma.
" hehehe muka- muka galak kok, wajar kan ibu bilang gitu" sahut Ibu yang memakai mukena bunga - bunga Pink.
" Enggak bu, dia anaknya baik, pintar, ramah, pekerja keras " jawab Bu endang yang cukup mengenal Najma.
" Iya bu, pas mana cantik banget yaa... bu, pas senyum itu loh, senyumnya manis banget , andai saja belum nikah, mau saya jodohin sama anak saya bu" jawab tetangga Syifa yang lainnya.
" Yaa.... jangan dong bu, kasian Najmanya nanti kalau nikah sama anak ibu, dia yang menderita harus ngurus anak ibu yang pemalas" balas Syifa yang mengetahui anak ibu tersebut.
"Husss syifa, jaga mulutnya" peringat Bu endang.
" hehehe maaf bu bercanda " jawab Syifa dengan nada bercanda.
Di dekat gerbang Aiza mendengarkan percakapan Syifa , Bu endang dengan yang lainnya, yang sedang membicarakan Najma.
" Bahkan sampai mencuri perhatian orang luar" gumam Aiza.
jgn bilang bakal ada poli poligamian ya Thor aku paling GK bisa kalo tntg poligami bawaannya emosi apalagi aiza udh Namba juteknya 🙄
si Gus kyknya otw bucin deh 🤭
Ilham cocok SM aiza sm2 nyebelin 😂