NovelToon NovelToon
CHOSEN HUMAN

CHOSEN HUMAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Time Travel / Fantasi Isekai
Popularitas:44
Nilai: 5
Nama Author: Ya'purmansyah

Kisah petualangan seorang pemuda yang dipilih semesta untuk pergi bersama para roh pendampingnya ke dunia lain. Disana mereka akan membantu membereskan semua kekacauan yang di sebabkan oleh para pasukan Iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ya'purmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bola Besi Yang Bercahaya

Kembali ke saat dimana Ipul yang sedang tertidur didalam bis yang sedang berjalan, sentak saja ia terbangun dari mimpi yang ia alami dalam tidurnya.

Dia terlihat melamun memikirkan mimpinya itu, dan mencoba mengingat lagi apa yang ia dengar kemarin.

Didalam hati ia berkata, suara yang didengarnya kemarin terdengar sama dengan yang di dengarkan nya di dalam mimpi tadi.

Ia terus berpikir keras dan tanpa terasa waktu pun sudah mulai pagi, dan bis yang di tumpanginya itu pun berhenti di suatu tempat makan untuk beristirahat sejenak.

Para penumpang pun turun dengan tertib menuju meja makan yang telah disediakan untuk semua penumpang sarapan.

Sembari masih terus berpikir, ipul berjalan masuk besama teman-temannya dan duduk dimeja yang telah disediakan.

Setelah duduk Ipul mulai kembali tersadar dari lamunannya dan kembali bersenda gurau bersama teman-temannya tanpa memikirkan lagi mimpinya tadi.

Waktu istirahat pun selesai dan para penumpang mulai melanjutkan kembali perjalannya dan beberapa kali singgah, untuk makan siang dan malam selama perjalanan mereka.

Sepanjang perjalanan itu ipul pun mulai lupa dengan mimpi yang ia alami kemarin. Dan tak terasa bis pun sampai di terminal terakhir tujuannya.

Setelah memastikan tidak ada lagi barang bawaan mereka yang tertinggal, mereka pun bergerak turun dan berjalan keluar dari terminal.

Lalu mereka pun masuk ke taksi yang telah menunggu untuk mengantarkan mereka ke penginapan yang telah mereka pesan.

Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka pun sampai di penginapan yang sudah mereka pesan dan bergegas masuk ke kamar mereka masing-masing untuk menaruh barang bawaan mereka. Kemudian mereka pun keluar sembari menikmati suasana penginapan yang begitu sejuk dan asri.

Penginapan yang mereka tempati terletak dibawah sebuah bukit dengan hutan lebat yang masih alami dan indah.

Dan didepan penginapan itu terlihat hamparan pasir pantai yang sangat luas. Dan dimana para pengunjung sudah terlihat menikmati suasana pantai yang begitu indah.

Melihat pantai yang sudah di penuhi oleh pengunjung, mereka pun tidak sabar lagi untuk mencoba berenang dan bersenang-senang. Lalu mereka semua pun segera menuju pantai dengan penuh semangat.

Sesampainya ditepi pantai mereka lansung melompat kedalam air dan berenang, hanya pak Ucok saja yang terlihat tidak ikut berenang di pantai itu. Ia lebih memilih bersantai di tepian pantai sembari menikmati minuman yang telah mereka pesan sebelumnya.

Setelah lama berenang kesana kemari, Ipul pun mulai merasa lelah dan mulai berjalan menuju tepian pantai untuk duduk bersama pak Ucok yang sedang bersantai sedari tadi.

Sesampainya di tempat bersantai ipul pun bertanya

“Kenapa tidak ikut berenang bos.? Airnya sejuk dan segar bos.” Ujar ipul memberitahu pak Ucok.

Dan pak ucok hanya tersenyum dan menjawab.

“Kalian saja yang berenang, saya cukup disini aja melihat kalian benang. Itu pun sudah membuat saya senang kok.” Jawab pak Ucok dengan senyum gembira.

Lalu mereka pun berbincang ringan sembari duduk santai menikmati suasana pantai yang nyaman nan indah itu.

Tidak terasa waktu sudah mulai petang dan terlihat matahari mulai terbenam, lalu mereka pun lanjut menikmati indahnya suasana matahari yang terbenam dengan takjub.

Setelah mulai gelap, mereka pun segera beranjak pergi dari tempat itu menuju ke penginapan untuk bersiap kembali melakukan rekreasi malam ditempat tersebut.

Dan setelah berkumpul, mereka pun mulai bergerak berjalan ditengah kerumunan orang-orang yang juga menikmati rekreasi malam ditempat itu.

Sembari melihat kesana kemari mencari tempat makan malam dan tempat untuk bersantai menikmati malam itu.

Dengan mengikuti arahan dari pak Ucok, mereka menuju sebuah cafe untuk makan malam dan bersantai disitu.

Sesampainya di cafe tersebut mereka pun disambut oleh empat orang teman pak Ucok yang sudah menunggu mereka sedari tadi.

Mereka pun saling berkenalan dan mulai makan malam bersama serta bersantai menikmati suasana malam yang hangat dikota itu.

Disitu mereka kelihatan sangat akrab seperti sudah lama kenal.

Lalu keempat orang tadi pun juga ingin menginap di penginapan yang telah pak Ucok sewa untuk rombongannya. Karna masih banyak kamar yang kosong mereka pun memutuskan untuk menginap di tempat itu Juga.

Tak terasa waktu pun sudah larut malam, mereka pun mulai beranjak dari tempat bersantai mereka tadi menuju ke penginapan mereka untuk beristirahat.

Di sepanjang perjalan mereka saling mengobrol satu sama lain dan tanpa terasa mereka pun sampai di penginapannya.

Karna mereka sudah merasa lelah, mereka pun masing-masing masuk ke kamar untuk beristirahat.

Akibat rasa lelah sehabis bersenang-senang tadi, Ipul pun mencoba memejamkan kedua matanya untuk mulai tidur.

Tetapi ketika memasuki alam bawah sadarnya, ia mendengar kembali suara misterius yang di dengarnya sewaktu memasuki pintu kapal kemarin.

Suara itu sama persis dengan suara yang di dengarnya saat ini, dan sentak ipul pun tersadar dari lelapnya. Ia pun terus mencoba memejamkan lagi matanya tanpa memikirkan suara tersebut.

Namun semakin kuat dia berusaha untuk tidur, semakin matanya tidak mau terpejam.

Karna matanya yang tidak mau terpejam, Ipul pun segera menyeduh segelas kopi dan duduk bersantai di balkon kamar tersebut seorang diri.

Suasana penginapan saat itu begitu sunyi, yang terdengar di telinganya hanya suara hembusan angin malam dan nyanyian jangkrik yang merdu.

Hingga membuat suasa hati begitu tenang, dan dengan memandangi gemerlapnya lampu kota, ia pun serasa terbawa rasa keindahan di malam itu.

Ditengah nyamannya suasana yang ia rasakan itu, terdengar jelas suara itu seperti memanggilnya lagi.

Suara yang terdengar jelas di telinganya.

[Siapapun yang mendengar suara ku ini, tolong selamatkan lah anak ku ini.!]

Sentak Ipul kebingungan mendengar suara dan kalimat yang sama pada mimpinya serta suara yang sama, ketika dia menaiki kapal.

Suara itu terasa nyata di telinganya, dan kali ini suara itu di dengarnya berulang ulang kali tanpa henti.

Lalu ia mencoba untuk fokus mendengarkan dari mana arah suara itu berasal, ternyata suara itu berasal dari hutan yang tepat berada di belakang penginapannya.

Walaupun ia sudah mengetahui dari mana asal suara itu, namun tidak mungkin untuknya pergi sendirian mendatangi asal suara itu.

Dan juga tidak mungkin meminta bantuan teman-teman untuk menemaninya kesana.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!