Instagram: @blueskyma_1
Perjodohan yang dilakukan oleh dua perusahaan besar yaitu, Perusahaan Elang Group dan Perusahaan Mawardi Utama menjodohkan putra dan putri nya.
Seperti apakah jika dua anak dari konglomerat bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masakan Istri
sementara itu dikantor, terlihat Elang dan Tino yang sedang asyik mengobrol.
"Mila nggak ikut Lang" tanya Tino
"kenapa jadi elo yang tertarik sama dia sih"
tino tersenyum "body nya idaman"
"dia itu istri gua ya , awas aja Lo macem-macem"
gertak Elang
"cieee... udah ada benih-benih cinta nih".
ceklek.... Sasa masuk keruangan.
"hemmm, yaudah mau pulang gua". tino melihat Sasa yang masuk langsung paham, ia berinisiatif meninggalkan mereka.
sedangkan Elang yang sedari tadi terdiam dan tidak menatap sasa.
"kita harus bicara". ucap Sasa yang kemudian duduk disebelah Elang.
Elang tetap tidak bersuara..
"kamu kenapa jauhin aku mas. . kamu ngindarin aku terus". ucap Sasa dengan wajah polosnya.
Elang berdiri , tapi Sasa mengejarnya dan memeluknya dari belakang.
"udahlah sa, aku yakin kok kamu juga tahu kenapa" Elang melepaskan pelukannya Sasa dan berlalu meninggalkannya.
diluar ruangan.
"ris". kata Elang
"iya pak" sahut Aris
"udah nggak ada jadwalkan , saya mau pulang. . .kamu juga lebih baik pulang saja".
"iya pak".
Aris membatin, huh kenapa nggak daritadi kantor udah kaya kuburan gini.
.
.
.
sesampainya di rumah Elang berkeliling melihat rumah barunya, ia terus tersenyum dan menganggukkan kepalanya. ia puas dengan dekorasi Mila.
kemudian ia melihat Mila yang sedang tertidur pulas di sofa, ia mendekatinya berjongkok dan mendekati wajah Mila.
"manis juga kalo lagi tidur" ucap elang lirih sambil mengelus pipi Mila.
Elang kemudian ke lantai atas , ke kamarnya untuk mandi. . .
sampai Elang selesai mandi Mila belum juga naik ke atas, kemudian Elang membuka laptopnya dan memeriksa beberapa laporan yang dikirimkan Aris.
kini Elang menutup laptopnya dan menatap jam sudah pukul sepuluh malam, Mila belum juga ke kamarnya.
ia menuruni tangga dilihatnya Mila yang masih tertidur pulas "dasar kebo" gumam Elang lirih.
ia mencoba membangunkan Mila dengan menepuk-nepuk pipinya , tapi Mila malah berganti posisi tidur.
"mil. . mil. . Mila". Mila tak merespon sama sekali.
kemudian Elang berinisiatif untuk menggendong Mila ke kamar, baru ia berjongkok dan mendekatinya Mila seketika membuka matanya.
"mau ngapain kamu" Mila seketika langsung duduk.
"emang dasar kebo ya".
Mila dengan matanya yang masih mengantuk itu menghela nafas dan kembali bersandar di sofa.
"bentar-bentar nyawa aku belum utuh".
elang terkikik mendengarnya
"ehmmm... kamu udah makan belum?". tanya Mila dengan suara seraknya yang habis bangun tidur.
Elang menggelengkan kepalanya sambil menuju dapur.
"kenapa nggak makan diluar aja sih". rengek Mila sambil mengikuti Elang yang kini tanpa ia sadari ia berbicara sambil memegang tangan Elang, Elang menatapnya Mila seketika melepaskannya.
"makan buah aja ya biar sehat" kata Mila sambil membuka kulkas.
"enggak mau" sahut Elang sambil menggelengkan kepalanya seperti anak kecil.
"ih lihat aja ekspresi Lo"
mila membatin bikin aku gemes tau.
Mila tersenyum kecil. . .
"aku mau makan spaghetti". ucap Elang sambil mengedip-ngedipkan matanya.
"jangan sok imut didepan aku". bentak Mila
Mila mulai masak mengambil panci dan menuangkan air ke dalamnya kemudian mengambil spaghettinya.
tanpa Elang sadari ia terus menatap Mila yang begitu lihai memasakkan makanan untuknya.
kalo dilihat dari postur tubuhnya yang seperti model itu orang-orang pasti takkan mengira kalau ia pandai memasak, dan mengerjakan pekerjaan rumah, batin Elang.
kemudian ia menggelengkan kepalanya dan ternyata Mila sudah berada didepannya.
"ngelamun Mulu pak" ucap Mila sambil menyodorkan spaghetti nya.
Elang mulai mencoba spaghetti yang bumbunya menurut ia agak susah itu, setelah ia menyuapkan
ia sedikit kaget rasanya tidak kalah enak dengan spaghetti restoran.
"gimana rasanya?". Mila menuangkan air putih untuk Elang.