NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali : Era Baru Kehidupan

Terlahir Kembali : Era Baru Kehidupan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mars Is Blue

Monitor medis di sudut kamar VVIP sebuah rumah sakit modern di Manhattan berdetak dengan irama yang semakin lambat. Beep... beep... beep...

​Di atas ranjang pesakitan, terbaring sesosok pria tua berusia delapan puluh tahun. Rambutnya telah memutih sepenuhnya, kulitnya mengeriput dimakan usia, namun sorot matanya di balik kacamata baca masih menyiratkan ketajaman yang luar biasa.

Namanya Arthur Sterling.
Di dunia bisnis internasional dan bursa Wall Street, namanya adalah legenda—seorang taipan yang mengendalikan gurita bisnis raksasa dari balik layar, pria yang namanya selalu menghiasi halaman utama majalah Forbes sebagai orang terkaya nomor satu di muka bumi.

​Namun, di detik-detik terakhir hidupnya, harta triliunan dolar, gedung-gedung pencakar langit di distrik finansial utama dunia, dan kekuasaan mutlak atas pasar keuangan global terasa tidak ada artinya.

​Bagaimana kelanjutan ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mars Is Blue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Kamis, 20 Oktober 2016 — Queens, New York

Pukul 06.40 pagi, Arthur Sterling berdiri di depan cermin kecil di kamar mandinya.

Wajah yang menatapnya masih sama seperti beberapa hari terakhir: seorang mahasiswa berusia dua puluh tahun dengan rambut hitam sedikit berantakan, lingkaran tipis di bawah mata, dan ekspresi yang terkadang membuat orang mengira dirinya sedang memikirkan sesuatu yang jauh lebih rumit daripada persoalan seorang mahasiswa biasa.

Namun, di balik wajah muda itu, tersimpan ingatan seorang pria berusia delapan puluh tahun yang pernah membangun kerajaan bisnis bernilai miliaran dolar.

Arthur merapikan kerah kemejanya.

Hari ini ia akan bertemu Peter Lawson, pemilik dua toko kelontong di Queens. Jika pertemuan itu berjalan baik, Arthur dan Daniel mungkin mendapatkan pelanggan kedua bagi bisnis pemasaran digital mereka.

Itu bukan kontrak besar.

Tidak ada investor yang akan menulis berita tentang kesepakatan tersebut. Tidak ada bank yang akan menawarkan fasilitas kredit hanya karena mereka berhasil membantu sebuah toko kelontong.

Namun, Arthur tahu bahwa perusahaan besar tidak selalu dimulai dengan transaksi besar. Terkadang, fondasi paling kuat justru dibangun dari pekerjaan kecil yang diselesaikan dengan baik.

Ia mengambil dompetnya.

Uang tunai di dalamnya masih terbatas. Sebagian besar modal investasinya telah ditempatkan pada opsi beli Aurelia Therapeutics, sementara uang dari proyek restoran Samuel harus dibagi untuk kebutuhan hidup dan pengeluaran bisnis.

Ia tidak bisa menghabiskan uang seolah-olah keuntungan masa depan sudah berada di tangannya.

Setelah memeriksa sekali lagi catatan pertemuannya, Arthur meninggalkan apartemen.

Pagi itu, ia memiliki dua tujuan: memperoleh pelanggan baru dan memastikan bahwa keputusannya tidak membuatnya kehilangan pijakan di dunia nyata.

Pukul 09.55, Arthur tiba di sebuah toko kelontong di sudut jalan yang cukup ramai.

Papan nama sederhana bertuliskan Lawson Market tergantung di atas pintu. Di balik kaca depan, beberapa rak berisi makanan ringan, minuman, bahan makanan kemasan, dan kebutuhan rumah tangga tersusun rapat.

Daniel sudah menunggunya di dekat pintu masuk.

"Kau tepat waktu," kata Daniel.

"Aku mulai merasa kau sengaja mengukur kedatanganku setiap pagi."

"Ini bagian dari pengembangan karakter."

Arthur tersenyum kecil.

"Bagaimana persiapanmu?"

Daniel mengangkat laptopnya.

"Aku menyiapkan beberapa contoh halaman bisnis lokal, tetapi aku tidak akan langsung menunjukkannya. Aku ingat pesanmu: cari tahu masalahnya terlebih dahulu."

"Bagus."

Mereka memasuki toko.

Seorang pria berusia sekitar lima puluh tahun sedang berbicara dengan pegawai di belakang meja kasir. Rambutnya mulai memutih di bagian pelipis, dan kemejanya memiliki beberapa lipatan yang menunjukkan bahwa ia telah bekerja sejak pagi.

Ketika melihat mereka, pria itu mendekat.

"Kalian pasti Arthur dan Daniel."

"Benar, Pak Lawson," jawab Arthur sambil menjabat tangannya. "Terima kasih sudah meluangkan waktu."

"Samuel bilang kalian membantu restorannya mendapatkan lebih banyak perhatian secara online."

Arthur tidak langsung mengklaim bahwa pekerjaan mereka telah meningkatkan penjualan restoran.

"Kami membantu memperbaiki informasi bisnisnya di internet, menata foto dan halaman daring, serta menyiapkan promosi yang bisa diukur hasilnya. Kami masih mengumpulkan data untuk mengetahui bagian mana yang benar-benar efektif."

Peter tampak sedikit terkejut mendengar jawaban itu.

"Kalian tidak langsung mengatakan bahwa kalian bisa menggandakan penjualanku?"

Daniel tertawa.

"Kami ingin bisnis kami bertahan lebih dari dua minggu, Pak."

Peter tertawa singkat, lalu mempersilakan mereka duduk di sebuah meja kecil di belakang toko.

"Aku akan jujur. Penjualanku tidak seperti dulu. Toko ini sudah berdiri hampir dua belas tahun, dan toko kedua buka empat tahun lalu. Dulu, pelanggan datang karena mereka tinggal di sekitar sini. Sekarang, beberapa orang membeli kebutuhan sehari-hari melalui layanan pengantaran, sementara yang lain pergi ke supermarket besar."

Arthur mendengarkan tanpa menyela.

"Apakah penurunan itu terjadi di kedua toko?" tanyanya.

"Lebih terasa di toko kedua. Lokasinya berada di jalan yang lebih sepi."

"Apakah Bapak mencatat penjualan harian masing-masing toko?"

Peter mengangguk.

"Aku punya catatan dari sistem kasir."

"Bagaimana dengan jumlah pelanggan dan nilai rata-rata transaksi?"

Peter berpikir sejenak.

"Jumlah transaksi ada. Nilai rata-ratanya bisa dihitung, tetapi aku tidak pernah membandingkannya secara teratur."

Arthur membuka buku catatannya.

"Kalau begitu, sebelum membicarakan promosi, kami ingin melihat gambaran dasarnya. Kami perlu mengetahui apakah masalahnya berasal dari berkurangnya jumlah pelanggan, penurunan belanja per pelanggan, atau perubahan lain."

Peter bersandar di kursinya.

"Kalian terdengar seperti konsultan yang seharusnya mengenakan biaya jauh lebih mahal daripada yang mampu kubayar."

"Kami masih belajar, Pak," jawab Arthur. "Tetapi justru karena itu, kami ingin memastikan pekerjaan yang kami lakukan benar-benar sesuai dengan masalah Bapak."

Peter memandangnya selama beberapa detik, kemudian mengangguk.

"Baiklah. Apa yang kalian butuhkan?"

Mereka menghabiskan hampir dua puluh menit untuk membahas kondisi kedua toko. Peter bersedia menunjukkan ringkasan penjualan beberapa bulan terakhir, tetapi ia tidak ingin memberikan data pelanggan atau informasi pribadi apa pun.

Arthur tidak keberatan.

Mereka tidak memerlukan informasi pribadi pelanggan untuk memahami tren penjualan.

Setelah memeriksa ringkasan tersebut, Arthur menemukan sesuatu yang menarik. Toko kedua bukan hanya mengalami penurunan jumlah transaksi. Penurunan paling jelas terjadi pada sore hari, sementara penjualan pada pagi hari relatif stabil.

"Apa yang biasanya terjadi pada sore hari?" tanya Arthur.

Peter mengangkat bahu.

"Kurasa orang-orang langsung pulang setelah bekerja. Sebagian mungkin berbelanja di supermarket yang lebih besar."

"Apakah toko ini menjual makanan siap saji atau produk yang bisa dibeli untuk makan malam?"

"Ada roti, susu, makanan beku, dan beberapa produk siap makan. Tetapi pilihan kami tidak terlalu banyak."

Arthur mengangguk.

Ia tidak ingin langsung menyimpulkan bahwa promosi akan menyelesaikan masalah. Namun, mereka memiliki hipotesis yang layak diuji: promosi sederhana pada jam-jam sepi mungkin dapat menarik pelanggan yang membutuhkan barang untuk makan malam.

Daniel membuka laptopnya.

"Kami bisa membantu memperbaiki informasi toko di internet, menampilkan produk yang memang tersedia, dan menguji promosi terbatas pada sore hari. Tetapi kami perlu mencatat biaya promosi, jumlah transaksi, dan perubahan nilai penjualan."

"Berapa biayanya?" tanya Peter.

Arthur telah memperkirakan beberapa pilihan sebelum datang.

"Kami mengusulkan proyek awal sebesar tiga ratus dolar untuk satu toko. Pekerjaannya mencakup pembaruan informasi bisnis, foto produk yang disepakati, satu halaman promosi sederhana, dan evaluasi hasil selama dua minggu. Biaya iklan berbayar, jika Bapak menginginkannya, tidak termasuk dan harus disetujui terlebih dahulu."

Peter mengerutkan kening.

"Tiga ratus dolar untuk sebuah toko kecil seperti ini bukan jumlah yang sepele."

Arthur mengangguk.

"Saya mengerti. Kami tidak ingin Bapak mengeluarkan uang yang tidak sesuai dengan kemampuan bisnis. Jika Bapak ingin memulai lebih kecil, kita bisa membatasi pekerjaan pada pembaruan informasi bisnis dan satu promosi tanpa iklan berbayar."

Peter memandang Arthur, lalu Daniel.

"Berapa untuk versi yang lebih kecil?"

"Dua ratus dolar," jawab Arthur. "Dengan ruang lingkup yang lebih terbatas dan tanpa janji bahwa penjualan pasti meningkat."

Peter terdiam cukup lama.

Arthur tidak berusaha mengisi keheningan itu dengan kata-kata promosi. Ia tahu bahwa mendesak calon pelanggan yang sedang mempertimbangkan pengeluaran hanya akan merusak kepercayaan.

Akhirnya, Peter mengangguk.

"Baik. Kita mulai dengan versi dua ratus dolar untuk toko ini. Kalau hasilnya masuk akal, kita bicarakan toko kedua."

Daniel berusaha menyembunyikan kegembiraannya.

Arthur mengulurkan tangan.

"Terima kasih atas kepercayaannya, Pak Lawson. Kami akan mengirimkan rincian pekerjaan dan jadwalnya hari ini."

Peter menjabat tangannya.

"Jangan membuatku menyesal."

"Kami akan bekerja sebaik mungkin."

Ketika mereka keluar dari toko, Daniel langsung menoleh kepada Arthur.

"Dua ratus dolar lagi."

"Kontrak belum berarti pekerjaan selesai."

"Aku tahu. Tapi kita baru saja mendapatkan pelanggan kedua."

Arthur tersenyum.

"Kalau begitu, mari kita pastikan pelanggan kedua ini juga puas."

Mereka berjalan menuju kedai kopi di ujung jalan.

Daniel membuka laptop dan mulai menyusun daftar pekerjaan yang harus dilakukan. Arthur membagi tanggung jawab mereka: Daniel menangani pembaruan halaman bisnis dan materi digital, sementara Arthur menyusun rencana pengukuran hasil dan berkomunikasi dengan Peter.

Mereka tidak akan mengambil uang dari proyek baru itu sebelum memahami kebutuhan biaya yang harus dikeluarkan. Mereka juga sepakat untuk tidak menggunakan seluruh pendapatan bisnis sebagai uang pribadi.

"Kalau kita mendapatkan dua atau tiga klien lagi," kata Daniel, "mungkin kita bisa membeli perangkat yang lebih baik."

"Mungkin," jawab Arthur. "Tetapi hanya jika perangkat kita sekarang benar-benar menghambat pekerjaan."

Daniel menatapnya.

"Kau punya kemampuan luar biasa untuk membuat sesuatu yang menyenangkan terdengar seperti rapat anggaran."

"Dan kau punya kemampuan luar biasa untuk ingin membeli sesuatu sebelum kita tahu apakah kita membutuhkannya."

Daniel tertawa.

Mereka memesan kopi murah, kemudian kembali bekerja.

Bagi Arthur, ada kepuasan yang berbeda ketika melihat pendapatan bisnis bertambah melalui pekerjaan nyata. Uang itu bukan hasil dari pergerakan harga yang tidak sepenuhnya ia kendalikan. Uang itu merupakan imbalan atas masalah yang mereka bantu selesaikan.

Jumlahnya memang kecil.

Namun, jika mereka mampu mempertahankan pelanggan, mendapatkan rekomendasi, dan meningkatkan kualitas layanan, pendapatan itu dapat tumbuh secara bertahap.

Arthur tidak membutuhkan keberhasilan semalam.

Ia membutuhkan sesuatu yang dapat bertahan.

Pukul 13.20, ketika mereka sedang membahas jadwal kunjungan ke toko Peter, ponsel Arthur bergetar.

Sebuah notifikasi muncul dari aplikasi keuangan.

Saham Aurelia Therapeutics bergerak lebih aktif dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Arthur segera membuka informasi pasar. Volume transaksi meningkat, dan beberapa kontrak opsi menunjukkan perubahan harga yang lebih tajam daripada biasanya.

Ia tidak langsung menghubungkan perubahan itu dengan hasil uji klinis yang ditunggunya.

Pergerakan tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Seorang investor besar mungkin sedang menyesuaikan portofolionya. Sebuah lembaga keuangan mungkin sedang melakukan lindung nilai. Atau sejumlah pedagang mungkin berspekulasi berdasarkan informasi publik yang sama-sama mereka miliki.

Arthur memeriksa berita perusahaan.

Tidak ada pengumuman resmi mengenai hasil uji klinis.

Tidak ada laporan baru yang dapat mengonfirmasi bahwa perkembangan yang ia ingat sedang berlangsung.

Ia menutup halaman tersebut.

"Masalah?" tanya Daniel.

Arthur mengangkat kepala.

"Tidak. Hanya memeriksa investasi."

Daniel menatapnya dengan sedikit rasa ingin tahu.

"Investasi bioteknologi yang kau ceritakan itu?"

"Ya."

"Bagaimana hasilnya?"

"Belum ada yang bisa disimpulkan."

Daniel mengangguk.

"Aku tidak mengerti banyak soal opsi. Tapi bukankah kau pernah bilang bahwa uang yang kau investasikan bisa hilang seluruhnya?"

"Benar."

"Dan kau tetap melakukannya?"

Arthur tidak langsung menjawab.

"Aku sudah mempertimbangkan risikonya. Tetapi itu tidak berarti risikonya menghilang."

Daniel menutup laptopnya.

"Aku tidak akan ikut campur dalam urusan investasimu. Hanya saja, jangan sampai kita membangun bisnis ini dengan uang yang sebenarnya kau butuhkan untuk bertahan hidup."

Kalimat itu membuat Arthur terdiam.

Ia teringat peringatan Richard Coleman beberapa hari sebelumnya.

Jangan mempertaruhkan uang yang dibutuhkan untuk hidup.

Arthur memang telah berusaha memisahkan modal investasinya dari kebutuhan sehari-hari. Namun, batas antara keduanya bisa menjadi kabur ketika seseorang terlalu yakin bahwa keuntungan akan segera datang.

"Aku mengerti," jawabnya. "Bisnis ini tidak boleh bergantung pada hasil investasiku."

Daniel mengangguk, tampaknya puas dengan jawaban itu.

Percakapan mereka kembali pada pekerjaan, tetapi perkataan Daniel terus terngiang dalam pikiran Arthur.

Dalam kehidupan sebelumnya, ia pernah melihat orang-orang menghancurkan bisnis yang sebenarnya sehat karena mereka mencoba menutup kerugian investasi pribadi menggunakan uang perusahaan.

Ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

Bahkan jika Aurelia menghasilkan keuntungan besar, uang bisnis harus tetap diperlakukan sebagai uang bisnis. Jika investasi itu gagal, ia tidak boleh menjadikan Daniel atau pelanggan mereka sebagai korban dari keputusan pribadinya.

Sore harinya, Arthur kembali ke apartemennya dan membuka laptop.

Ia memeriksa email sebelum melanjutkan laporan untuk Richard.

Ada dua pesan baru.

Yang pertama berasal dari Daniel, berisi rancangan halaman promosi untuk Lawson Market.

Yang kedua berasal dari Richard Coleman.

Subjek: Re: Tindak Lanjut Analisis Aurelia Therapeutics

Arthur,

Terima kasih atas konfirmasimu. Jumat pukul 16.30 tetap sesuai.

Sebelum pertemuan, aku ingin kau memikirkan satu pertanyaan tambahan: jika hasil uji klinis sesuai dengan skenario optimistis yang kau buat, bagaimana kau membedakan kenaikan nilai perusahaan yang berkelanjutan dari lonjakan harga jangka pendek yang didorong oleh ekspektasi pasar?

Tidak perlu mengirim jawaban sekarang. Kita akan membahasnya bersama Michael.

Salam,

Richard Coleman

Arthur membaca email itu dengan penuh perhatian.

Pertanyaan Richard tepat mengenai salah satu kelemahan terbesar dalam analisis perusahaan bioteknologi.

Hasil uji klinis yang baik dapat mengubah prospek sebuah perusahaan. Namun, keberhasilan sebuah tahap uji klinis tidak sama dengan persetujuan regulator, dan persetujuan regulator pun tidak menjamin bahwa perusahaan akan mampu menjual produknya secara menguntungkan.

Masih ada biaya produksi, persaingan, kebutuhan pendanaan, kemungkinan efek samping, dan berbagai hambatan komersial.

Jika pasar bereaksi terlalu optimistis, harga saham dapat naik jauh lebih cepat daripada nilai ekonomi yang benar-benar tercipta.

Sebaliknya, jika pasar sebelumnya terlalu pesimistis, kenaikan harga mungkin mencerminkan koreksi terhadap penilaian yang keliru.

Arthur membuka dokumen baru dan mulai menuliskan beberapa poin.

Ia tidak ingin memberikan jawaban yang terdengar pintar tetapi tidak memiliki dasar.

Ia ingin menunjukkan bahwa ia memahami perbedaan antara peristiwa yang memicu pergerakan harga dan perubahan nilai jangka panjang.

Ketika selesai menulis halaman pertama, ia menyandarkan tubuhnya.

Kemudian, tanpa sengaja, pandangannya kembali tertuju pada catatan mengenai tanggal pengumuman yang diingatnya dari kehidupan sebelumnya.

Hanya beberapa hari lagi, menurut perkiraan kasarnya.

Arthur tahu apa yang mungkin terjadi.

Namun, ia tidak tahu apakah pasar akan bereaksi seperti yang ia ingat, apakah pengumuman akan datang pada tanggal yang sama, atau apakah perubahan-perubahan kecil yang telah ia lakukan akan memengaruhi urutan peristiwa.

Ia menutup catatan itu dan kembali menatap dokumen Richard.

Jika ia ingin menjadi investor yang layak dipercaya, ia harus mampu menjelaskan keputusan tanpa meminta orang lain menerima klaim yang tidak dapat dibuktikan.

Ia tidak bisa mengatakan bahwa ia mengetahui masa depan.

Ia hanya bisa menunjukkan analisis yang masuk akal, mengakui batas pengetahuannya, dan menerima hasil apa pun yang akan datang.

Pukul 20.45, Arthur menerima pesan dari Clara.

Clara: Aku sudah menyelesaikan versi akhir tabel keuangan untuk restoran Samuel. Aku juga membuat panduan singkat supaya dia bisa menggunakannya tanpa harus memahami semua rumusnya.

Arthur membuka lampiran yang dikirimkan Clara.

Tabel itu kini memiliki petunjuk penggunaan, contoh pengisian, dan bagian ringkasan yang menunjukkan beberapa indikator dasar. Tidak ada grafik berlebihan atau istilah yang tidak perlu.

Arthur tersenyum.

Arthur: Ini sangat bagus. Menurutku Samuel akan lebih mudah menggunakannya sekarang. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk menyelesaikannya.

Clara membalas beberapa menit kemudian.

Clara: Sama-sama. Aku justru senang bisa mencoba sesuatu yang berguna di luar tugas kuliah. Kalau hasilnya baik, mungkin aku bisa mengembangkan format serupa untuk bisnis lain.

Arthur membaca pesan itu dengan perasaan hangat.

Arthur: Kalau kau tertarik mengembangkannya lebih jauh, kita bisa membicarakan bagaimana pekerjaan itu dihargai dan bagaimana tanggung jawabnya dibagi. Aku tidak ingin kau hanya menjadi orang yang membantu di belakang layar.

Balasan Clara datang tidak lama kemudian.

Clara: Aku menghargai tawaran itu. Untuk sekarang, mari kita lihat dulu bagaimana Samuel menggunakannya. Setelah itu, kita bisa memutuskan langkah berikutnya.

Arthur meletakkan ponselnya.

Ia menyukai jawaban itu.

Clara tidak terburu-buru menerima tawaran hanya karena ada peluang. Ia ingin melihat hasil nyata sebelum memutuskan apakah akan melanjutkannya.

Sikap seperti itu layak dihormati.

Arthur tidak ingin membangun masa depan Clara berdasarkan asumsi yang ia buat sendiri. Ia ingin membantunya mendapatkan lebih banyak pilihan, bukan mengganti pilihan-pilihan itu dengan keputusannya sendiri.

Ia kembali ke meja, menyelesaikan beberapa catatan, lalu menutup laptop.

Hari itu, ia telah mendapatkan calon pelanggan baru, memperkuat kerja sama dengan Daniel, dan membantu Clara menguji kemampuannya dalam proyek nyata.

Tidak satu pun dari pencapaian itu akan membuatnya menjadi miliarder dalam semalam.

Namun, semuanya memiliki nilai yang lebih tahan lama daripada sekadar angka yang berkedip di layar pasar saham.

Arthur mematikan lampu.

Di luar, Queens perlahan tenggelam dalam suasana malam. Kendaraan masih berlalu di jalan, dan lampu-lampu apartemen menyala satu demi satu.

Di tempat lain, para investor terus memperdagangkan saham Aurelia Therapeutics, masing-masing dengan harapan, ketakutan, dan alasan mereka sendiri.

Arthur tidak mengetahui siapa yang membeli atau menjual kontrak opsi yang sama dengannya.

Ia juga belum tahu apakah pengumuman yang ditunggunya akan membawa keuntungan atau justru menghabiskan sebagian besar modalnya.

Tetapi ia mulai memahami bahwa keberhasilan yang ingin dibangunnya tidak boleh bergantung pada satu peristiwa.

Jika Aurelia berhasil, ia akan menggunakan hasilnya dengan hati-hati.

Jika Aurelia gagal, ia harus tetap memiliki kemampuan untuk bangkit.

Dan jika orang-orang mulai mempertanyakan bagaimana ia mengambil keputusan, ia harus siap mempertanggungjawabkan apa yang benar-benar ia ketahui.

Ia telah memperoleh kesempatan kedua untuk mengubah hidupnya.

Kini, ia harus membuktikan bahwa kesempatan itu tidak akan membuatnya mengulangi kesalahan yang sama dengan cara yang berbeda.

Sebab, badai tidak selalu datang dengan suara gemuruh.

Terkadang, ia dimulai dari perubahan kecil pada angka, sebuah pertanyaan sederhana dari seseorang yang tidak dikenal, atau keputusan yang tampaknya terlalu mudah untuk dipertanyakan.

Dan Arthur Sterling mulai merasakan bahwa badai berikutnya mungkin sudah berada lebih dekat daripada yang ia perkirakan.

1
Fauziah Daud
trusemangattt
Fauziah Daud
mantap
Fauziah Daud
trusemangattt
saras
keren siiib ceritanya👍👍👍
saras
👍
saras
semangaaaaaat💪💪💪💪💪👍
saras
ssemangat tor
saras
🙏🙏💪
saras
👍
saras
👍💪
saras
👍
saras
novel yang bagus. lanjutkan tor semangat bikin cerita yang keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!