NovelToon NovelToon
Indahnya Jatuh Cinta

Indahnya Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Bagi Ayara, hidup hanya tentang bekerja tanpa pernah mengenal cinta. Namun, saat ia mendaki gunung bersama teman-temannya semuanya berubah. Sebuah pertemuan tak terduga dengan seorang pria di jalur pendakian menjadi awal baru baginya untuk mengenal rasa jatuh cinta.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada Ayara? Siapa pria yang ditemui Ayara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Kamu?

Di dalam ruang kerjanya, Althaf masih sibuk menatap layar laptop dan membahas beberapa kasus penting bersama Rendy. Pagi ini, jadwal pria tersebut sebenarnya sangat padat. Namun, sebuah panggilan darurat dari salah satu klien penting yang melibatkan urusan hukum di kepolisian sektor setempat membuat Althaf harus turun tangan langsung.

​"Pak Althaf, berkas tambahan dari pihak kepolisian sudah siap. Kita bisa langsung berangkat sekarang agar prosesnya cepat selesai," ujar Rendy sambil merapikan map hitam ke dalam tas kerjanya.

​Althaf mengangguk tegas, ia menutup laptopnya dan merapikan jas hitam yang melekat sempurna di tubuhnya, lalu berdiri.

"Mari, kita selesaikan sekarang."

​Tak lama kemudian, mobil sedan hitam Althaf melaju kencang menuju kantor kepolisian terdekat. Sesampainya di sana, Althaf disambut oleh kepala unit kepolisian dan langsung menyelesaikan urusan hukum kliennya dengan profesional dan sigap. Berkat keahlian dan pengaruhnya, urusan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu singkat tanpa hambatan berarti.

​Setelah merapikan dokumen terakhir dan berpamitan dengan para petugas kepolisian, Althaf berjalan melangkah keluar dari ruang pemeriksaan menuju area lobi utama untuk kembali ke kantornya.

​Namun, langkah kaki Althaf tiba-tiba terhenti ketika mendengar suara bentakan bernada tinggi yang menggema di sudut ruangan lobi dekat meja pengaduan.

​"Kamu anak muda nggak tahu diri! Sudah untung bengkel itu mau mempekerjakan kamu, tapi malah berani-beraninya berbuat curang! Kembalikan uang dan sparepart yang kamu ambil atau saya pastikan kamu mendekam di penjara!" teriak seorang wanita paruh baya berbadan gempal dengan wajah memerah menahan amarah dan menunjuk-nunjuk ke arah seseorang di hadapannya.

​Althaf mengerutkan kening, lalu mengalihkan pandangannya ke sumber suara. Betapa terkejutnya ia saat melihat sosok pemuda berkaus oblong lusuh dengan noda oli hitam di beberapa bagian baju tengah berdiri menunduk sambil meremas kedua tangannya dengan gemetar. ​Itu adalah Arlan, adik kandung Ayara.

​Arlan tampak begitu terpojok, wajah pemuda itu pucat pasi dan menahan air mata yang mendesak hendak tumpah di hadapan sang wanita paruh baya bernama Bu Merlin, yang merupakan istri pemilik bengkel tempat Arlan bekerja, dimana ia menuduh Arlan menggelapkan uang dan suku cadang kendaraan.

​"Sumpah, Bu... Demi Allah, saya nggak pernah ambil barang-barang itu! Saya kerja jujur, Bu!" ucap Arlan dengan suara serak, nyaris menangis karena putus asa menghadapi amukan istri pemilik bengkel yang tidak memberikannya kesempatan untuk menjelaskan.

​"Alasan! Bukti cctv dan laporan dari kepala mekanik sudah jelas! Jangan coba-coba mengelak kamu, ya!" bentak Bu Merlin lagi semakin menjadi-jadi, menarik perhatian seluruh petugas dan orang yang ada di sekitar lobi kantor polisi.

​Arlan hanya bisa menunduk pasrah, bibirnya bergetar hebat. Pikirannya kalut luar biasa, ia sudah menelepon sang kakak, namun Ayara belum juga tiba di lokasi. Ia merasa sendirian dan tidak berdaya menghadapi situasi yang menimpanya.

​Melihat pemandangan itu, raut wajah Althaf yang semula tenang seketika berubah dingin, ada kilat ketus dan tegas di sorot mata tajamnya. Tanpa membuang waktu sedetik pun, Althaf melangkah lebar membelah kerumunan kecil orang-orang di lobi, lalu berdiri tepat di samping Arlan untuk melindungi pemuda tersebut dari bentakan lanjutan.

"Pak Althaf...," suara Rendy bak hilang ditelan bumi, lantaran Althaf berjalan dengan begitu cepat.

Dengan postur tubuhnya yang tinggi dan sorot mata setajam elang, ia menatap tajam ke arah Bu Merlin yang masih memasang wajah meradang. Kehadiran seorang pria berjas rapi dengan aura berwibawa itu seketika membuat suasana di lobi kantor kepolisian mendadak hening.

​Arlan yang sejak tadi menunduk pasrah menahan air mata, menoleh kaget saat merasakan ada sosok pelindung di sampingnya. Begitu melihat wajah Althaf, napas Arlan tercekat.

​"Ba-Bang Althaf...?" cicit Arlan lirih, suaranya bergetar hebat.

"Ada apa ini?" tanya Althaf.

Bu Merlin mendengus sinis, melipat kedua tangannya di dada sambil mendongak menatap Althaf dari atas sampai bawah.

"Heh! Siapa kamu? Mau jadi pahlawan kesiangan? Kamu nggak tahu apa-apa! Jadi, nggak usah ikut campur," ucap Bu Merlin.

"Saya juga tidak ingin ikut campur sebenarnya, tapi suara anda terlalu keras hingga membuat telinga saya sakit. Jadi, mau tidak mau saya harus ikut campur," balas Althaf.

"Ck, jadi ini orang sudah mencuri uang dan barang-barang di bengkel," tuduh Bu Merlin sambil menunjuk kearah Arlan.

"Apa anda ada buktinya?" tanya Althaf.

"Ada! cctv di bengkel merekam semuanya," bentak Bu Merlin.

"Bisa saya lihat buktinya?" tanya Althaf.

"Siapa kamu?" tanya Bu Merlin.

"Saya Althaf, saya seorang pengacara dan disini saya datang untuk mencari solusi apa yang terbaik dalam masalah ini," jawab Althaf.

Arlan menatap Althaf dengan tatapan tidak percaya, 'Jadi, Bang Althaf itu pengacara,' batinnya.

"Baguslah karena kamu seorang pengacara, jadi saya akan melaporkan pencuri ini biar dia dipenjara," ancam Bu Merlin.

"Arlan, apa kamu beneran mencuri uang dan barang-barang di bengkel?" tanya Althaf.

"Nggak, Bang! Sumpah, aku nggak pernah mencuri," jawab Arlan.

"Kalau begitu, silakan anda laporkan Arlan. Saya harap anda menyiapkan bukti yang kuat atas laporan anda," ujar Althaf.

Mendengar kata-kata tegas dari Althaf, Bu Merlin mendadak tertegun. Genggaman tangannya di tas tangan mulai mengendur dan sorot matanya beralih menatap Althaf dengan keraguan yang terselubung di balik wajah galaknya.

​"Anu... i-intinya anak ini sudah membuat rugi bengkel suami saya!" kilah Bu Merlin dengan nada suara yang mulai sedikit menurun, meski gengsinya masih tinggi.

​"Jika memang ada kerugian dan rekaman cctv yang anda klaim sebagai bukti, mari kita selesaikan secara profesional di pengadilan. Serahkan rekamannya secara utuh, bukan hanya potongan video yang bisa menggiring opini sepihak. Saya tunggu jadwal sidangnya segera," ucap Althaf dengan suara dingin penuh penekanan.

"Awas kamu ya! Mulai sekarang kamu saya pecat!" ucap Bu Merlin pada Arlan, lalu pergi dari kantor polisi.

"Ayo, kita juga pergi," ajak Althaf.

"Bang, makasih. Arlan nggak tahu harus gimana tadi," ucap Arlan.

"Kakak kamu tahu soal ini?" tanya Althaf.

Arlan mengangguk lemah, "Iya, Bang. Tadi aku udah nelpon Mbak Ayara, mungkin sekarang Mbak lagi di jalan."

"Kabari Kakak kamu buat nggak usah kesini," ucap Althaf.

"Iya, Bang," jawab Arlan.

Baru saja Arlan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi sang Kakak, pintu kaca lobi kantor kepolisian terbuka dengan derit pelan.

​Seorang wanita dengan peluh yang masih membasahi pelipis dan helaian rambutnya yang sedikit berantakan tampak tergesa-gesa melangkah masuk. Napasnya terengah-engah, dadanya naik turun tak beraturan karena berlari sekencang mungkin.

​"Arlan!" panggil Ayara panik, suaranya terdengar cemas.

​Arlan yang mendengar panggilan itu langsung menoleh. "Mbak Ayara...,"

​Ayara segera menghampiri adiknya dengan langkah cepat. Tanpa memedulikan tatapan beberapa petugas di sana, Ayara langsung memegang kedua bahu Arlan dan memeriksa tubuh adiknya dari atas sampai bawah dengan mata yang berkaca-kaca menahan air mata.

.

.

.

Bersambung.....

1
lia juliati
shalat Istikharah neng ara🙏
Aidil Kenzie Zie
nyumbang 1vote tor
Felycia Fernandez
kan waktu di resto juga udah ketemu Lngsung, walaupun cuma sebentar 🤔
Felycia Fernandez
naaah sepemikiran kita Ay...
gimana menghadapi calon mertua yang ngeremehin kita
Nani Haryatiyati
Senin....voteeee
Lala_Syalala
keren Thor,, ditunggu buat kelanjutan ceritanya 💪🏻💪🏻🥰🥰🥰
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Indra Reza Zulkifli
jujur li,,,yg beginian cuma ada d dunia novel 🤭
Felycia Fernandez: bener bnget...
dimana mana sekarang orang2 pasti pilih pasangan yang setara,paling tidak setara dalam pekerjaan
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
si Papa pasrah saja sama pilihan anaknya 👍🏻👍🏻👍🏻
lia juliati
semangat althaf 💪
Rizky Manik
apa alasan papa gksukak sama ayara? apa cuman karena beda kasta?
Kaylaa
maksude piye to pak....katane krg suka....apa terpaksa...🤔
Felycia Fernandez: ya terpaksa kk karena takut anaknya marah,gak tulus kan 😆😆😆
total 1 replies
Felycia Fernandez
gak melarang,tapi kamu gak menerima Ayara jadi menantu sama aja boong pak...menantu mana yang mau tiap ketemu mertua tapi mertua nya jutek ke dia😠
Felycia Fernandez
ya gimana nggak minder,bapaknya aja kasar gtu ngomongnya.blom lagi ntar di pernikahan Ayara pasti bakalan sering ketemu mertua nya,pasti dia merasakan takut gak diterima
Felycia Fernandez
kasar ngomongnya,terang terangan mengusir 😠
Aidil Kenzie Zie
terima aja Yara🥰🥰🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
Ayara nyerah duluan sebelum berperang 😓😓😓😓 lagian yang mau nikah kan kalian wong Althaf baik banget lagi dimana coba mau cari cowok spek Althaf gitu😓😓😓
Nani Haryatiyati
yaaahhhhh bersambung pemirsa,besok lagiiii
lia juliati
wow..... selamat berjuang althaf
Nurminah
nggak mudah nikah beda kasta harus punya mental sekuat baja dan laki-laki pendamping kita harus jadi garda terdepan untuk membela karena kalo berdiri sendiri habis mental kita
Felycia Fernandez: bener banget KK, apalagi pernikahan bukan hanya tentang suami istri tapi ada mertua juga.sebahagia apapun kalau mertua tidak suka sama aja gak merestui hubungan kita.pasti gak akan tenang pernikahan nya.gak mungkin kan tiap ada acara kita suami istri gak hadir
total 2 replies
Valen Angelina
smuaa orang pasti akan berkcil hati..... nmnya juga kita orang miskin tiba2 ada ornag kaya melamar kita... klo dunia nyata lbih baik nikah sama orang setara sama kita....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!