NovelToon NovelToon
MERTUA JULID

MERTUA JULID

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Romansa
Popularitas:950
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Blurb!
Tujuh tahun menikah, tapi belum dikaruniai anak? Siap-siap telinga panas mendengar julidan mertua!
Nisa dan Dimas harus bertahan dari teror Bu Ratna, mertua sosialita gengsian yang menghalalkan segala cara absurd, demi menimang cucu. Mulai dari minum jus delima pencahar, hingga tidur di kasur giok penyiksa raga. Sanggupkah Nisa bertahan dibawah tekanan mertuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

_____🌺

Di depan pintu toilet.

Bruk!

Gubrak!

"Mas, awas gantian! Aku udah di ujung banget ini mulesnya!"

"Sebentar, Nis! Ya Allah, perutku kayak dipelintir setan ini rasanya! Ini jus dari pegunungan Himalaya, apa air rendaman racun tikus sih, sebenarnya?!"

"Makanya minggir dulu! Aku udah nggak tahan ini mau keluar! Kamu siram aja dulu cepat, Mas!"

Suara keributan yang dibarengi dengan gedoran pintu kamar mandi itu sukses membuat Ibu Ratna terbangun dari tidur cantiknya di pagi buta. Jam weker berbentuk ayam jago di atas meja baru, menunjukkan pukul empat subuh.

Niat hati ingin tahajud dan mendoakan bibit unggul cucunya agar cepat menempel di rahim Nisa, Ibu Ratna malah disuguhi konser suara orang mual-mual dan keributan rebutan kloset dari arah kamar anak laki-lakinya.

Wanita paruh baya itu segera menyambar daster kebesarannya dan berlari kecil menuju pintu kamar Dimas. Senyum lebar tak henti-hentinya mengembang di bibirnya yang masih pucat tanpa lipstik.

"Alhamdulillah ya Allah! Tokcer! Jus delima tiga setengah juta dari Koh Aseng emang nggak pernah bohong khasiatnya! Baru diminum semalam, subuhnya langsung mabuk kepayang morning sickness begini Nisa! Ini pasti tanda-tanda dedek bayinya lagi proses nempel di dinding rahim!" seru Bu Ratna kegirangan sendiri di balik pintu kamar anaknya.

Ia mengetuk pintu kamar mandi dari luar dengan semangat empat lima.

Tok tok tok!

"Nis! Dimas! Kalian di dalam ya? Wah, hebat banget kamu, Nis! Subuh-subuh udah bedrest mual-mual di kloset. Muntahin aja semua, Nis! Jangan ditahan! Itu tandanya hormon kehamilan kamu lagi naik drastis nolak racun di perut! Nanti siang Mama beliin mangga muda asam sekilo di pasar buat kamu ngidam!"

Klek!

Pintu kamar mandi mendadak terbuka sedikit. Wajah Dimas muncul dari balik celah pintu. Pucat pasi, rambut acak-acakan, keringat dingin sebesar biji jagung mengucur deras di dahinya. Pria itu tampak seperti mayat hidup yang baru saja bangkit dari kuburan massal.

"Hamil apanya sih, Ma? Ini perut Dimas sama Nisa melilit banget rasanya kayak mau putus ususnya! Kita berdua mencret parah dari jam dua pagi tadi nggak berhenti-berhenti! Jus delima apaan itu, Ma? Dimas curiga itu jus kedaluwarsa dicampur formalin!" protes Dimas dengan suara bergetar menahan lemas.

Ibunya langsung berkacak pinggang, matanya melotot tak terima.

"Sembarangan kamu ngomong! Itu reaksi normal, Dim! Namanya juga obat detoksifikasi rahim, pasti kotoran sisa seblak dan cilor yang sering kalian makan itu dibuang semua lewat bawah! Biar rahimnya bersih kinclong siap huni buat bayi! Kamu laki-laki mana ngerti urusan beginian!"

"Tapi kenapa Dimas juga ikutan mencret parah, Ma? Kan Dimas nggak punya rahim buat dibersihin! Ya ampun, awas, Ma, Dimas mau mules lagi ini!"

Dimas langsung menutup pintu kamar mandi dengan kasar dan suara dentuman kloset kembali terdengar bersahut-sahutan dengan keluhan Nisa di dalam sana.

"Ya wajar kamu ikutan mual, namanya juga suami siaga! Kan ada tuh mitosnya kalau istri hamil, yang ngidam sama mual-mual malah suaminya! Bagus itu, berarti ikatan batin kalian sangat kuat! Udah, Mama mau masak bubur ayam dulu buat sarapan kalian. Biar pencernaannya netral lagi habis detoks!"

Bu Ratna melenggang pergi ke dapur dengan perasaan paling bahagia sedunia, tak mempedulikan nasib dua sejoli yang sedang bertaruh nyawa di dalam kamar mandi.

_____🌺

Tepat pukul delapan pagi, Dimas duduk di meja makan dengan wajah yang sudah seratus persen menyerupai kain pel kotor.

Kemeja kerjanya terlihat sedikit kebesaran karena ia merasa kehilangan banyak cairan tubuh semalaman. Di sebelahnya, Nisa juga terlihat tak kalah menyedihkan. Wanita itu bersandar lesu di kursi ruang makan sambil memegang segelas teh pahit hangat.

"Ayo, dimakan buburnya, Nis, Dim. Mama masakin khusus ini ayamnya Mama suwir tebal-tebal. Nggak pakai santan biar usus kalian yang lagi proses pembuahan itu nggak kaget," ucapnya sambil menyodorkan dua mangkuk besar bubur ayam.

"Nisa nggak nafsu makan, Ma. Perut Nisa masih bunyi krucuk-krucuk terus dari tadi," tolak Nisa lemas, menatap bubur itu tanpa minat sedikit pun.

"Nggak boleh nolak makanan dari mertua! Apalagi kamu lagi proses hamil muda begini. Kalau kamu lemes, nanti dedek bayinya nggak dapat nutrisi. Kamu mau cucu Mama lahirnya kurang gizi gara-gara ibunya susah makan? Makan sekarang! Mama suapin kalau perlu!" paksa bu Ratna mengeluarkan jurus andalannya.

"Ma, ini tuh keracunan makanan, bukan hamil muda. Mualnya beda, Ma. Ini perut rasanya ditusuk-tusuk dari dalam. Mas Dimas aja sampai lemes banget itu mau berangkat kerja ke kantor," Nisa mencoba memberikan penjelasan logis untuk kesekian kalinya.

"Kamu ini dikasih rezeki malah ngeyel terus sama orang tua! Pokoknya Mama yakin seratus persen bulan depan kamu telat datang bulan! Dimas, kamu juga buruan makan. Katanya hari ini ada rapat penting sama bos kamu yang galak itu? Nanti pingsan di kantor malah bikin malu nama keluarga kita!"

Dimas terpaksa memakan bubur itu perlahan. "Iya, Ma, ini Dimas makan. Tapi nanti siang Dimas mau izin pulang setengah hari aja kayaknya. Nggak kuat kalau harus duduk rapat sampai sore nahan mules begini."

"Eh, jangan manja! Laki-laki itu harus kuat banting tulang cari duit buat biaya persalinan nanti! Masa baru mencret dikit aja udah mau bolos kerja? Apa kata bosmu nanti? Nanti disangka kamu nggak profesional. Minum obat diare sana di kotak P3K, habis itu langsung jalan ke kantor!" omel Ibunya tak kenal kompromi.

_____🌺

Setengah jam kemudian, Dimas dengan langkah gontai berangkat menuju kantor menggunakan taksi online, tak sanggup menyetir mobil sendiri.

Sementara Nisa kembali ke kamarnya, berniat melanjutkan ketikan novelnya yang tertunda semalam. Namun, baru saja ia membuka layar laptop, pintu kamarnya kembali didobrak oleh mertuanya

"Nis! Jangan buka laptop dulu! Sini ikut Mama ke ruang keluarga sekarang!"

"Ada apa lagi sih, Ma? Nisa harus update bab novel siang ini juga. Kalau nggak tayang, pembaca Nisa ngamuk semua nanti minta ganti rugi," keluh Nisa menatap layar laptopnya dengan iba.

"Urusan pembaca ngamuk mah gampang, tinggal kamu kasih diskon koin aja! Ini ada urusan yang jauh lebih penting dari sekadar nulis fiksi. Mama baru aja panggil Mbok Minah tukang urut keliling langganan kompleks kita. Dia itu jago banget benerin posisi rahim biar bayi gampang masuk. Ayo cepat keluar!"

Nisa membelalakkan matanya sempurna. "Diurut? Ma, Nisa kan lagi mencret parah begini perutnya sakit banget. Masa mau ditekan-tekan diurut sama Mbok Minah? Nanti kalau kotorannya keluar pas diurut gimana, Ma? Malu dong Nisa!"

"Nggak bakal keluar! Mbok Minah itu profesional, dia tahu titik mana yang aman buat dipijat. Kalau rahim kamu posisinya miring, pantes aja tujuh tahun sperma anak Mama nggak nyampe-nyampe ke tujuan! Ayo cepat keluar! Mbok Minah bayarannya mahal lho, dihitung per jam!"

Bu Ratna menarik tangan Nisa dengan paksa tanpa ampun.

1
Muft Smoker
dasar keluarga unik ,, semangat trus nisaa ,, jgn lelah buat ikhtiar punya momongan ,,
Muft Smoker
astgaaa ,, /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
maka ny Bu jgn julid ,, dgr menantu udh packing2 ,, udh panik tp tertutup gengsii🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,,
anda sebenarnya sayang ma Nisa Bu ,, cuma julid ma gengsi ny tu looo gede banget same nutupin rasa sayang yg sbenarny besar tu ,,
jgn sampai km menyesal Bu ,, ayooo baikan ,, jgn2 julid2an lgi ,, 😁😁😁😁😁🤭
Muft Smoker
buruan sadar Bu ,, menantu yg sabar ny Kya Nisa jarang looo ,,
Muft Smoker
kasihan nisaa ,,
semoga cepat2 dapet momongan yx Nisa ,, buat nyumpel mulut mertua mu yg gx da rem ny ,,
Muft Smoker
cerita ny bagus kak ,, meski punya mertua julid ,, tp mereka ttap harmonis ,, semoga dcerita ini gx da org k 3 yx ,, cukup pusing ma mertua yg kdng cosplay jd ceker mercon level setan ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ ,, sabar Dimas ,, anggap aj km lgi uji nyali tanpa bendera putih ,, 🤭🤭🤣🤣
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 setan ny juga ogah Bu masukin raga ibu ,, udh panas dluan setan ny🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
next kak ,,
Muft Smoker
yx seenggaknya Bu Ratna meski omongane pedas ma Nisa ,, ttap gx trima kalo menantu ny d hina ma org lain ,,
ad nilai plus ny nih Bu Ratna ,,
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ jgn di tahan Bu ,, nanti takut tau2 berubah jdi batako🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
mertua kayak bgnii di bom aj boleh gx???😒😒😒😒😒
Muft Smoker
waah sekali2 coba deh Bu ,, mantap semua tu Bu rasa ny ,, 🤭🤭🤭
Muft Smoker
pembukaan yg mantul ,, pedas melebihi seblak level setan ,,
Medici
Wew pembukaan aja udah pedes
Cerita Tina
Baru bab awal lho. ga ada yg mau kasih jus kangkung gitu biar mertuanya pules tiap hari 😬
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: mules kali kak😭 tidur kali pules 🫣
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
di kira kalau pengen bayi langsung bisa muncul sendiri apa ya?
hadeh
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 😅😅 iya jya🤣
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
padahal itu semua enak loh
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
jahat banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!