NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Remaja Berisik: Pangeran Dingin Bisa Dengar Suara Hatiku!

Transmigrasi Si Remaja Berisik: Pangeran Dingin Bisa Dengar Suara Hatiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Xie Yufei (17 tahun), remaja Gen-Z yang hobi julid, tewas tersedak boba dan bertransmigrasi ke zaman kuno menjadi Nona Muda yang lemah lembut.

Demi bertahan hidup, Yufei berakting super anggun dan polos. Namun, dia tidak tahu kalau suara hatinya yang sangat berisik dan penuh istilah modern bisa terdengar jelas oleh Pangeran Mo Cheng yang kejam, kakak kandungnya, dan pelayan setianya!

Kekacauan dimulai saat Yufei membungkuk takzim, sementara isi kepalanya sibuk mengomel: (Buset, ini Pangeran mukanya ditekuk mulu kayak belum bayar kontrakan. Ganteng sih spek drakor, tapi auranya psikopat banget!)

Mendengar itu, sang Pangeran dingin seketika tersedak teh. Di saat Yufei merasa akting polosnya sempurna, orang-orang di sekitarnya justru sedang berjuang setengah mati menahan tawa mendengar isi kepalanya yang super kocak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 13: Arena panahan dan teori fisika si anak mageran

Keesokan paginya, Xie Yufei terpaksa harus bangun pagi-pagi buta dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya. Alih-alih duduk manis di paviliun sambil menikmati sisa sup pedas semalam, dia malah diseret oleh Pangeran Mo Cheng ke arena panahan militer istana luar.

Di tempat itu, ratusan prajurit berbadan kekar sedang berlatih dengan peluh yang bercucuran. Suara lesatan anak panah yang menembus target kayu terdengar bersahutan. Yufei berdiri di paviliun pengawas dengan pakaian berburu yang ringkas namun tetap estetik. Di luar, dia memasang wajah kagum yang anggun. Namun di dalam kepalanya, jeritan kaum mageran langsung meledak:

(Buset deh... jam segini gue biasanya baru ngulet di kasur, sekarang malah disuruh ngeliatin orang kerja bakti massal begini. Mana udaranya dingin bener lagi! Ini Mas Jenderal tega banget sama karyawannya. Emang sih, pemandangan cowok-cowok berotot lagi keringetan begini lumayan menyegarkan mata jompo gue, tapi tetep aja fisik gue menolak untuk tegak! Jiwa rebahan gue meronta-ronta, bund!)

Pangeran Mo Cheng yang berdiri di sampingnya dengan baju zirah perak yang gagah, langsung menahan kedutan di pelipisnya. Ngulet? Jiwa rebahan? Pangeran memutuskan untuk mengabaikan istilah aneh itu dan fokus pada tujuannya membawa Yufei ke sini.

"Nona Xie," panggil Pangeran Mo Cheng dengan suara beratnya yang jernih. "Hari ini militer kita sedang menguji busur baru buatan Divisi Senjata. Namun, akurasinya dari jarak seratus langkah masih sangat buruk. Karena kau menguasai 'kitab kuno rahasia', coba kau lihat di mana letak kesalahannya."

Yufei tersenyum manis di luar. "Hamba akan mencoba melihatnya, Yang Mulia."

Padahal di dalam hatinya, Yufei langsung protes keras:

(Lah, gue kan anak IPA, bukan anak jurusan teknik mesin persenjataan kuno! Mana gue tahu soal begituan! Tapi bentar deh... kalau dipikir-pikir pakai logika sains, akurasi panah itu kan dipengaruhi oleh aerodinamika, gaya gravitasi, sama elastisitas hukum Hooke pada tali busurnya. Mari kita lihat bentukan busurnya.)

Mendengar kata "hukum Hooke" dan "aerodinamika", Pangeran Mo Cheng langsung menajamkan pendengarannya. Kode curang dari isi kepala Yufei sudah mulai aktif.

Yufei memperhatikan salah seorang prajurit yang sedang menarik busur besar berulang kali, namun anak panahnya selalu melenceng ke kanan bawah dari target. Otak anak IPA-nya langsung melakukan kalkulasi instan:

(Oalah, pantesan aja melenceng mulu! Itu desain kelengkapan kayu busurnya gak simetris antara bagian atas sama bawah. Distribusi gaya tegangannya jadi gak seimbang pas ditarik. Terus itu bulu di ekor anak panahnya ketebalan sebelah, bikin gaya gesek udaranya kacau dan ngerusak stabilitas rotasi pas meluncur! Harusnya bulunya dipangkas sedikit biar seimbang, terus titik tumpu anak panahnya dinaikin dikit biar sesuai sama hukum fisika kinematika gerak parabola!)

Deg!

Pangeran Mo Cheng yang mendengarkan analisis batin Yufei langsung mendapat pencerahan besar. Gaya gesek udara? Gerak parabola? Meskipun istilahnya sangat asing, penjelasan tentang kelengkapan busur yang tidak simetris dan bulu ekor anak panah yang ketebalan langsung masuk akal di otaknya.

Tanpa membuang waktu, Pangeran Mo Cheng melangkah maju dan merebut busur dari tangan prajurit tersebut. Dia mengambil sebilah pisau kecil, lalu dengan cekatan memangkas sedikit bulu di ekor anak panah agar seimbang, persis seperti yang dipikirkan Yufei. Pangeran juga sedikit menyesuaikan posisi jemarinya saat menarik tali busur untuk menaikkan titik tumpunya.

Sret... Wusss!

Anak panah melesat dengan kecepatan tinggi, membelah angin dengan suara mendesing yang sangat lurus.

TANCAP!

Anak panah itu menembus tepat di titik tengah lingkaran merah target kayu dari jarak seratus langkah tanpa meleset satu milimeter pun!

Seluruh arena panahan seketika hening, sebelum akhirnya gemuruh sorak-sorai para prajurit pecah mengagumi kehebatan pangeran mereka.

Sementara itu, Yufei yang melihat hal itu langsung melongo dengan mata membelalak di dalam hati:

(WADUH! Gila, gila, gila! Mas Jenderal beneran titisan dewa apa gimana sih?! Gue baru aja kelar analisis fisika di dalem otak, eh dia langsung praktek dengan tingkat akurasi seratus persen! Apa dia sengaja pamer skill di depan gue biar gue makin terpesona? Tapi ya emang beneran seksi sih pas dia lagi narik busur dengan fokus begitu... otot lengannya itu loh, gak nguatin!)

Pangeran Mo Cheng yang baru saja menurunkan busurnya seketika langsung salah tingkah mendengar pujian "seksi" dan "otot lengan" dari batin Yufei. Wajahnya yang semula dingin mendadak memerah samar. Dia buru-buru menyerahkan kembali busur itu kepada prajurit dan berdehem keras untuk menutupi rasa gugupnya.

"Ehem! Analisis... maksudku, busur ini memang butuh sedikit perbaikan bulu ekor," ucap Pangeran Mo Cheng dengan suara yang agak kaku sembari melirik Yufei.

Tepat pada saat itu, seorang pengawal pribadi Pangeran Mo Cheng berlari tergesa-gesa masuk ke arena dan langsung berlutut di hadapan sang pangeran. "Melapor Yang Mulia! Ada pesan darurat dari kediaman keluarga Xie. Nona Muda Kedua Xie... Paviliun Nona Yufei baru saja disusupi oleh orang tak dikenal!"

1
paijo londo
🤣🤣🤣🤣🤣🤦🤦🤦🤦kocak....kocak
paijo londo
🤭🤭🤭yeee pangeran mo Cheng salah tingkah tuh
Siskasuryaningsih
bagus thor, tapi jangan terlalu lebay iya thor, mcam novel mu yg lalu
heldahell: novelku yg mana ya kak? apa udah ku hapus ya?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!