NovelToon NovelToon
Salah Pilih Pengawal Tiga Nona Muda Tak Tahu Siapa Jarot Sebenarnya

Salah Pilih Pengawal Tiga Nona Muda Tak Tahu Siapa Jarot Sebenarnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Penyelamat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Jarot, sang penguasa dunia bawah tanah yang sedang menyamar untuk menikmati masa pensiun santainya, tanpa sengaja terseret ke dalam masalah saat ia menyelamatkan seorang pengusaha wanita bernama Nisa dari kepungan preman. Terkesima oleh kemampuan bertarung Jarot, Nisa langsung menyewanya dengan bayaran fantastis untuk menjadi pengawal pribadi tiga putri angkatnya—Lyly, Tata, dan Melly—gadis-gadis keras kepala yang selalu sukses mengusir pengawal mana pun dalam hitungan jam. Di balik kemewahan rumah tersebut, sebuah permainan rahasia yang konyol namun mematikan dimulai; ketiga nona muda itu berusaha menggunakan kemampuan rahasia mereka sebagai ratu Wall Street, master bela diri, dan peretas dewa untuk mengerjai Jarot, tanpa sadar bahwa pria santai yang sedang mereka hadapi adalah monster paling ditakuti di dunia bawah. Kini, sambil meladeni tingkah laku mereka, Jarot harus menggunakan insting pembunuhnya untuk membantai ancaman nyata dari rival bisnis Nisa yang mulai mendekat dari balik

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Sssttt...

Asap tembakau membumbung pelan ke udara sore kota yang mulai mendingin.

Pria itu bernama Jarot.

Jarot memejamkan mata di atas bangku taman yang mulai sepi dari pengunjung.

Angin sore membelai wajahnya yang santai dan tanpa beban.

Di balik kaus hitamnya yang terlihat murah, tersembunyi banyak bekas luka yang menjadi saksi bisu masa lalunya.

"Dunia atas ternyata cukup membosankan," gumam Jarot pelan pada dirinya sendiri.

Ia kembali menyesap rokoknya dengan nikmat seolah tidak ada beban hidup sama sekali.

Sudah tiga bulan sejak ia memutuskan untuk pensiun sementara dari dunia bawah tanah.

Tidak ada lagi bau darah, jeritan minta ampun, atau dentingan peluru yang jatuh ke lantai.

Malam itu ia membantai habis sindikat yang mengkhianatinya seorang diri tanpa sisa.

Setelah malam berdarah tersebut, ia memilih hidup sebagai pria pengangguran biasa di sudut kota ini.

"Sesekali hidup miskin dan santai begini lumayan juga," batin Jarot sambil tersenyum kecil.

Ia menghembuskan asap rokoknya ke atas membentuk lingkaran putih yang sempurna.

Tap! Tap! Tap!

Suara langkah kaki yang berlari tergesa-gesa tiba-tiba memecah lamunan Jarot.

Suara hak sepatu tinggi yang beradu dengan aspal itu terdengar tidak beraturan dan panik.

Jarot hanya membuka sebelah matanya karena merasa waktu santainya mulai terganggu.

Brak!

Seorang wanita bergaun kerja yang kotor tersandung dan jatuh berlutut tepat di depan bangku Jarot.

Lutut wanita itu berdarah karena bergesekan keras dengan aspal taman yang kasar.

Nafasnya memburu hebat seperti orang yang hampir kehabisan oksigen setelah lari maraton.

"Aduh..." rintih wanita itu sambil menahan sakit yang menjalar di kakinya.

Wajahnya pucat pasi dan seluruh tubuhnya dipenuhi keringat dingin ketakutan.

Jarot menatap wanita itu dengan ekspresi sedatar papan tanpa niat membantu sama sekali.

"Mbak, kalau mau olahraga lari sore jangan pakai sepatu hak tinggi," tegur Jarot santai.

Wanita itu langsung menengadah menatap Jarot dengan mata yang berkaca-kaca.

"Tolong... Siapa pun, tolong saya..." mohon wanita itu dengan suara parau dan gemetar.

Belum sempat Jarot membalas ucapan wanita itu, rentetan langkah kaki berat terdengar mendekat.

Trak! Trak! Trak!

Tiga pria berbadan besar dengan jaket kulit hitam muncul dari balik semak-semak taman dengan napas terengah.

Wajah mereka beringas dan penuh dengan niat membunuh yang tidak ditutupi sama sekali.

Masing-masing dari mereka menggenggam pipa besi tebal di tangan kanannya.

"Mau lari ke mana lagi kamu, Nisa?!" teriak pria yang berada di posisi paling depan.

Pria itu memiliki tato kalajengking besar di lehernya dan bekas codet di pipi kiri.

Wanita bernama Nisa itu menjerit tertahan dan langsung merangkak bersembunyi di balik kaki Jarot.

Jarot menghela nafas panjang melihat celananya ditarik-tarik oleh wanita asing yang ketakutan itu.

"Bos Herman sudah menyuruh kami menghabisimu hari ini juga tanpa ampun!" ancam pria bertato kalajengking itu sambil tertawa keras.

"Serahkan semua aset perusahaanmu sekarang atau kami akan membunuhmu pelan-pelan di taman ini!" lanjutnya dengan nada kejam.

Nisa menangis tersedu-sedu sambil mencengkeram kain celana Jarot makin erat.

"Pak, tolong saya... Saya harus tetap hidup demi ketiga anak saya..." bisik Nisa di sela tangisnya yang memilukan.

Jarot memandang rokok di tangannya yang baru terbakar separuh jalan.

"Aduh, urusan orang kaya kota memang selalu bikin repot orang kecil," keluh Jarot terang-terangan tanpa rasa takut.

Tiga preman itu akhirnya menyadari kehadiran Jarot yang sedang duduk santai di bangku taman.

Pria bertato kalajengking itu meludah ke tanah dengan tatapan jijik.

"Gembel dari mana kamu? Cepat pergi dari sini sebelum kepala mu kami pecahkan juga!" bentak preman itu kasar.

Jarot memiringkan kepalanya sedikit menatap ketiga preman itu bergantian.

"Ini tempat umum, Bang. Aku cuma mau merokok dengan tenang menikmati sore," jawab Jarot jujur.

"Banyak omong kamu, anjing sampah!" teriak preman yang berkepala botak di sebelah kanan.

Srettt!

Preman botak itu mengayunkan pipa besinya dengan kencang ke arah tangan Jarot tanpa peringatan.

Pletak!

Rokok kesayangan Jarot terlempar ke udara lalu jatuh ke tanah aspal yang kotor.

Preman botak itu sengaja menginjak rokok Jarot dan menggilasnya dengan telapak sepatu botnya hingga hancur.

Udara di sekitar taman mendadak terasa membeku dalam waktu satu detik saja.

Nisa yang berada di bawah bisa merasakan hawa dingin yang sangat mengerikan keluar dari tubuh pria di depannya.

Hawa membunuh itu begitu pekat sampai membuat Nisa merinding dan nafasnya seolah berhenti.

Jarot menunduk menatap puntung rokoknya yang hancur bercampur debu jalanan.

"Kamu tahu nggak, Bang?" tanya Jarot dengan suara yang sangat pelan, berat, dan tanpa emosi.

"Apaan, bangsat?! Mau nangis kamu karena rokok murah mu aku injak?!" tantang preman botak itu tidak takut sama sekali.

"Aku paling benci kalau ada orang yang menganggu waktu istirahatku," ucap Jarot dengan nada mematikan.

Whush!

Preman botak itu mendecih dan langsung mengayunkan pipa besi ke arah dahi Jarot.

Jarot sama sekali tidak beranjak atau bergeser dari posisi duduknya.

Trak!

Pipa besi tebal itu berhenti mendadak tepat dua sentimeter di depan dahi Jarot.

Hanya dua jari tangan kiri Jarot yang menahan laju pipa besi tebal itu dengan sangat mudah.

Mata preman botak itu terbelalak lebar melihat pemandangan mustahil yang melanggar hukum alam di depannya.

"B-Bagaimana mungkin..." gumam preman itu dengan bibir gemetar pucat.

Krak!

Jarot memutar jarinya sedikit dan pipa besi itu penyok seketika layaknya kaleng kerupuk.

Brak!

Dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti mata, Jarot menendang perut preman botak itu hingga tubuhnya melayang ke udara.

Tubuh besar itu terlempar sejauh lima meter menghantam batang pohon ek besar di pinggir taman.

Preman itu langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya sebelum akhirnya jatuh pingsan tak sadarkan diri.

Preman bertato kalajengking dan satu temannya mundur tiga langkah dengan tubuh bergetar hebat.

"S-Serang dia bareng-bareng! Jangan takut!" teriak preman bertato itu mencoba memecah kepanikannya sendiri.

Mereka berdua menerjang maju secara bersamaan sambil mengayunkan senjata besi mereka membabi buta ke arah Jarot.

Jarot menghela nafas malas lalu akhirnya berdiri dari bangkunya.

Srettt!

Jarot merunduk menghindari ayunan menyilang pertama dengan gerakan yang sangat luwes dan santai.

Bugh!

Satu pukulan lurus dari kepalan tangan kanan Jarot mendarat telak di ulu hati preman ketiga.

Pria itu bahkan tidak sempat mengeluarkan suara teriakan sebelum bola matanya memutih dan ambruk ke atas aspal.

Kini hanya tersisa sang pemimpin kelompok, yaitu preman bertato kalajengking yang berdiri dengan lutut saling bergetar.

1
Eko🍤
cerdik 👍😀
Eko🍤
hehehehe...aroma pembantaian nih
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii kasih paham mereka🤣🤣👍
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
hehehehe... bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
hahahahaha🤣🤣
Eko🍤
🤣🤣🤣👍
Eko🍤
hehehehe...baru datang udh pemanasan 👍🤣🤣
Eko🍤
bermain petak umpet semua nya😀🤣👍
Eko🍤
alur ceritanya bagus
Eko🍤: insya Allah suka Thor ..lanjut terus semangat 👍👍
total 2 replies
Hendra Saja
semangat thor
kiyoe: Terimakasih kak Hendra Saja atas dukungan 🥰
total 1 replies
Inez Putri
critanya lama² membosankan thour. maaf seblmnya🙏🙏 dr awal kanyak nya menarik. tp smpe sni mlh kurang menarik.
kiyoe: sekali lagi othor ucapkan terimakasih banyak kak dan semoga kaka selalu 🥰
total 3 replies
lili Permatasari
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
kiyoe: wah terimakasih kaka atas Bintang Lima nya semoga sehat selalu yaa kak 🙏
total 1 replies
Hendra Saja
gazzzzzz 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!