NovelToon NovelToon
Crimson Vows

Crimson Vows

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Mafia / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: yao na

Tujuh belas tahun Yao Conti hidup dalam penyamaran, bernapas hanya untuk satu tujuan: menuntut balas atas pembantaian keluarganya di Milan. Langkahnya membawanya menembus jantung kekuasaan keluarga Moretti, tempat ia bertemu Gerald Moretti—Don muda yang dingin, tajam, dan tidak pernah membiarkan siapa pun mendekatinya.
Bagi Yao, Gerald adalah kunci menuju pembunuh ayahnya. Bagi Gerald, Yao adalah teka-teki berbahaya yang memikat sekaligus mengancam wilayahnya. Di tengah benturan intrik politik lima keluarga mafia Italia hingga ancaman persekutuan gelap yang membentang ke Hong Kong, batas antara taktik dan perasaan perlahan mengabur.
Saat rahasia paling kelam tentang malam pembantaian itu akhirnya terkuak, mereka dipaksa memilih: menuntaskan dendam yang diwariskan oleh orang tua mereka, atau menyelamatkan cinta yang terlahir di atas tanah bersimbah darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yao na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12 — Pengkhianatan Pertama

Pertemuan darurat itu diadakan di ruang bawah tanah mansion Moretti, sebuah ruangan tersembunyi yang hanya diketahui oleh anggota keluarga inti dan penasihat tepercaya. Yao, sebagai "tamu kehormatan" Gerald, diizinkan hadir untuk pertama kalinya — sebuah kehormatan yang seharusnya membuatnya waspada, bukan justru merasa aman.

Ruangan bawah tanah itu berbeda jauh dari kemewahan lantai atas mansion — dinding batu kasar tanpa hiasan, satu-satunya penerangan berasal dari lampu gantung besi tua di atas meja kayu ek yang telah menyaksikan puluhan pertemuan rahasia keluarga Moretti selama beberapa generasi. Udara di ruangan itu terasa berat, dipenuhi asap cerutu dan ketegangan yang bahkan bisa dirasakan Yao yang baru pertama kali menginjakkan kaki di sana.

Para kapten keluarga Moretti berkumpul mengelilingi meja besar, wajah mereka tegang membahas ancaman keluarga Russo yang semakin agresif. Enzo berdiri di samping Gerald, tenang seperti biasa, tapi matanya sesekali melirik ke arah Yao dengan cara yang membuat bulu kuduk gadis itu berdiri.

"Keluarga Russo sudah mengirimkan pesan yang jelas," kata salah satu kapten. "Mereka menginginkan wilayah pelabuhan kita, dan mereka bersedia berperang untuk mendapatkannya."

"Kita tidak bernegosiasi dengan ancaman," jawab Gerald tegas, suaranya penuh otoritas yang membuat seluruh ruangan terdiam hormat. "Jika mereka menginginkan perang, kita akan memberi mereka perang yang tidak akan pernah mereka lupakan."

Di tengah diskusi strategi yang memanas, Enzo tiba-tiba berdiri, wajahnya berubah serius. "Gerald, sebelum kita melangkah lebih jauh, ada satu hal yang perlu kubahas — sesuatu yang menyangkut keamanan internal keluarga ini."

Yao merasakan firasat buruk yang mencekik tenggorokannya.

"Apa maksudmu?" tanya Gerald, alisnya berkerut.

Enzo menatap langsung ke arah Yao, matanya berkilat kejam. "Maksudku adalah, kita memiliki seorang mata-mata di antara kita, Gerald. Dan dia duduk tepat di sebelahmu."

Seluruh ruangan terdiam mendadak, semua mata beralih ke Yao yang duduk membeku, jantungnya berdegup begitu keras hingga ia yakin semua orang bisa mendengarnya.

"Apa maksudmu, Enzo?" tanya Gerald, suaranya tegang, matanya beralih antara Enzo dan Yao dengan kebingungan yang mulai berubah menjadi kewaspadaan.

"Namanya bukan Yao Lindqvist," kata Enzo dingin, mengeluarkan sebuah map dari jasnya dan melemparkannya ke meja. "Namanya Yao Conti. Putri dari Ferdinand Conti, kepala keluarga Conti yang dihancurkan tujuh belas tahun lalu. Dia datang ke sini bukan untuk cinta, Gerald — dia datang untuk balas dendam."

Ruangan itu meledak dalam kekacauan, para kapten saling berbisik dengan wajah terkejut dan curiga, sementara Gerald hanya duduk terpaku, menatap Yao dengan ekspresi yang sulit dibaca — campuran antara pengkhianatan, kemarahan, dan sesuatu yang jauh lebih menyakitkan: hati yang hancur.

"Apakah itu benar?" tanya Gerald pelan, suaranya nyaris berbisik, tapi terdengar jelas di tengah keheningan mencekam yang menyelimuti ruangan.

Yao menatap mata kelabu itu, mata yang beberapa hari lalu penuh kehangatan dan kini dipenuhi luka yang ia ciptakan sendiri. Ia tahu tidak ada lagi ruang untuk kebohongan.

"Ya," jawabnya akhirnya, suaranya gemetar tapi jujur untuk pertama kalinya di hadapan seluruh keluarga Moretti. "Namaku Yao Conti. Dan aku datang ke Milan untuk mencari orang yang membunuh ayahku."

Ia menoleh, menatap tajam ke arah Enzo. "Dan aku menemukannya. Dia berdiri tepat di sana, Gerald — Enzo Bastiani-lah yang membunuh ayahku dengan tangannya sendiri, tujuh belas tahun lalu, di depan mataku sendiri."

Keheningan mencekam menyelimuti ruangan itu, dan untuk pertama kalinya, kebenaran dan kebohongan yang selama ini terjalin rumit di antara Yao dan Gerald akhirnya terungkap di hadapan orang-orang yang paling berkuasa dan paling berbahaya di Milan.

1
yao na
kerenn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!