NovelToon NovelToon
Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Rasa percaya diri Refisha benar-benar hilang karena di usianya yang sudah memasuki 29 tahun, orang tuanya berkali-kali menjodohkan, tetapi banyak kendala pria menikahinya dan termasuk banyak orang tua pria yang tidak setuju menikah dengan.

Refisha juga selalu bertentangan dengan adiknya yang sudah berusia 24 tahun dan ingin secepatnya menikah. Banyak sekali permasalahan percintaan dalam hidupnya yang tidak sesuai dengan karirnya dalam dunia pekerjaan.

Sampai seketika orang tuanya kembali menjodohkannya dengan seorang Ustadz, Refisha tidak pernah menolak apapun yang dilakukan orang tuanya, dia setuju, tetapi bukannya kebahagiaan yang didapatkan justru penghinaan dari pria yang memahami permasalahan agama itu membuat kepercayaan dirinya semakin hilang.

Lalu siapa sangka Ustadz pemuka agama itu menolaknya, satu pria pria yang dia temui tidak sengaja dengan usianya yang lebih muda, justru ingin melamarnya, mengejarnya dengan cara ugal-ugalan.

Mari mengikuti ceritanya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26 Sama-sama Berjuang

Ezra mulai serius dengan pekerjaannya di kantor, sudah bukan zamannya lagi harus diperintahkan oleh Bitha setiap hari. Sebelumnya Bitha harus marah-marah dulu dan mengeluarkan kata-kata mutiaranya agar putranya itu bergerak.

Tetapi Ezra berubah menjadi orang yang serius dalam bekerja, meski perusahaan itu milik keluarganya, tetapi dia berusaha membuktikan bahwa dia mampu.

Orang-orang yang merendahkannya selama ini juga tidak bisa berkutik, bahkan karyawan yang tidak menganggapnya mulai segan pada Ezra, setia berpapasan mereka menundukkan kepala dan menghargai bahwa pria itu bagian dari perusahaan yang juga melakukan yang terbaik.

Di tengah kesibukannya dalam pekerjaan, sudah pasti dia juga berkomunikasi dengan istrinya yang juga sibuk dalam acara fashion show yang akan diselenggarakan sebentar lagi. Meski pasangan suami istri itu memiliki kesibukan masing-masing, tetapi tidak lupa mereka selalu memiliki waktu untuk berkomunikasi saling bertanya apakah sudah makan atau belum.

Hubungan mereka pada akhirnya bisa membaik, mungkin karena hanya kurang komunikasi dan ketidakpercayaan diri Ezra timbul karena sang istri lebih sukses dibandingkan dirinya, tetapi setelah ada pembicaraan diantara keduanya Ezra menyadari yang harus dia lakukan bekerja keras karena dia adalah imam yang harus bertanggung jawab kepada istrinya.

******

"Jadi Ezra sekarang benar-benar sangat tekun di kantor?" Bitha mempertanyakan hal itu secara langsung pada suaminya ketika pasangan suami istri itu berada di ruang keluarga.

"Benar! papa sering memperhatikannya, dia benar-benar fokus bekerja dan tidak main-main, datang tepat waktu dan pulang tepat waktu, Ezra juga beberapa kali lembur," jawab Dellon.

"Baguslah, anak itu akhirnya dewasa juga dan tahu apa yang harus dia lakukan tanpa diperintah," ucap Bitha.

"Ini sudah pasti pengaruh Refisha," sahut Dellon.

"Apa hubungannya dengan wanita itu?" tanyanya terdengar sangat tidak suka.

"Ma, Refisha itu wanita mandiri, hidupnya tidak menye-menye seperti putra kita yang manja-manjaan, selalu bergantung pada orang tua, Refisha juga orang punya dan mungkin Jika dia mau dia tidak perlu bekerja, membangun usaha sendiri dan ini itu, tetapi karena memiliki prinsip membuatnya menjadi wanita yang sukses dan berdiri di kaki sendiri, pada akhirnya Ezra menyadari bahwa dia sudah menikah dan memiliki tanggung jawab besar Refisha, bagaimanapun dia harus membuktikan bahwa dia mampu dan bisa lebih dia Refisha!" ucap Dellon.

"Ya, ujung-ujungnya mereka akan saling berlomba dan akan melupakan tugas mereka sebagai pasangan suami istri, bisa saja nanti keduanya terlalu sibuk bekerja, tidak memiliki waktu untuk berdua dan akhirnya mereka akan menunda momongan," ucap Bitha.

"Pernikahan mereka masih seumur jagung, Kamu itu jangan langsung membicarakan anak, biarkan mereka berdiskusi sendiri dan siapa tahu saja memang sudah ada rencana kapan mereka harus memilikinya," sahut Dellon.

"Pa, pasangan suami istri yang memiliki rencana kapan harus memiliki anak itu kalau istrinya masih muda. Masalahnya Refisha usianya sudah memasuki kepala tiga yang mengalami kesulitan untuk memiliki anak, tidak ada kesepakatan atau rencana, seharusnya ketika menikah mereka langsung membicarakan harus memiliki, Papa mau Jika garis keturunan kita mati hanya Refisha tidak mampu memberi keturunan?" tanyanya

Dellon belum sempat menjawab, karena merasa ada sesuatu yang memperhatikan Dellon menoleh dan ternyata benar. Refisha baru saja pulang, berdiri di tempatnya.

"Refisha kamu sudah pulang," Dellon berusaha mencairkan suasana dan sementara Bitha menghela nafas, menoleh ke belakang, melihat Refisha.

Seperti biasa ekspresi Bitha pasti tidak pernah merasa bersalah karena sudah membicarakan menantunya itu.

"Refisha, nai dulu. Pa!" ucapnya membuat Dellon menganggukkan kepala.

"Kamu ini selalu saja bicara sembarangan, bagaimana jika Refisha tersinggung," ucap Delon merasa tidak enak dengan menantunya.

"Mama mana tahu kalau dia akan datang, lagi pula apa yang mama katakan juga benar," ucap Bitha menghela nafas, seperti biasa pasti tidak pernah merasa bersalah.

***********

Ezra yang berada di dalam kamar duduk di meja kerjanya, meski dia sudah bekerja seharian di kantor, tetapi pekerjaan itu sampai dibawa ke rumah karena dia benar-benar sangat serius. Refisha yang membawa secangkir teh menghampiri suaminya.

"Makasih. Ya," ucapnya begitu lembut.

Refisha menganggukan kepala, Ezra melihat ke arah sang istri yang memperlihatkan wajah ditekuk membuat Ezra mengerutkan dahi.

"Kamu kenapa Refisha?" tanyanya.

"Tidak apa-apa," jawabnya sembari merapikan meja suaminya.

"Kamu sadar tidak wajah cantik kamu itu sedang tidak baik-baik saja, tidak mungkin tidak ada apa-apa, apa ada kendala dalam persiapan fashion show kamu?" tanya Ezra.

"Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar dan hanya tinggal menunggu hari fashion show-nya," jawab Refisha.

Ezra menghela nafas, memegang tangan sang istri dan membawanya dengan Refisha mengelilingi meja untuk berada di samping Ezra, tetapi Ezra justru membawa istrinya itu ke dalam perempuan dan memeluk pinggang Refisha, selalu menatap wajah yang masih terlihat ada sesuatu disembunyikan istrinya.

"Katakan ada apa? Apa yang membuat kamu tiba-tiba seperti ini?" tanyanya.

Refisha tetap tidak ingin mengatakan apapun dan justru memalingkan wajahnya membuat Ezra memegang ratusan istri yang mengarahkan wajah itu kepadanya sehingga mata mereka saling bertemu.

Ezra tidak bertanya lagi tetapi dari tatapan matanya mendesak Refisha untuk menjawab pertanyaannya.

"Bagaimana jika aku tidak bisa memberikan anak kepada kamu?" tanya Refisha.

Ezra mengerutkan dahi mendengar pernyataan itu.

"Kenapa tiba-tiba membahas anak?" tanyanya

"Oh, pasti ada sesuatu yang dikatakan Mama kepada kamu bukan?" tebak Ezra.

Setiap istrinya kepikiran sudah pasti semua berurusan dengan ibunya yang terkadang sangat suka sekali mencampuri pernikahan mereka.

"Katakan kepadaku apa yang telah dikatakan Mama kepada kamu?" tanyanya memastikan sekali lagi.

"Mama tidak berbicara langsung, hanya saja tadi saat aku pulang. Mama dan Papa membicarakan tentang anak, wajar saja ada ketakutan di dalam diri Mama jika aku sampai tidak bisa memberikan kamu anak dan apalagi kamu putra satu-satunya, jika tidak ada anak yang lahir dari rahimku artinya keturunan keluarga kamu akan berhenti," ucap Refisha.

"Tetapi pernikahan itu bukan hanya sekadar memiliki anak atau tidak. Refisha bukankah aku sudah pernah membahas ini kepada kamu, toh juga ketika kita sudah tua nanti yang mengurus diri kita sendiri itu adalah suami dan istri, anak juga akan memiliki kehidupannya sendiri," ucap Ezra.

"Tetapi Ezra kamu tidak bisa bohong, jika orang tua kamu pasti sangat mengharapkan hal itu kepada kamu, seperti yang aku katakan tadi, Jika semua itu tidak ada maka keturunan bisa berhenti," ucap Refisha.

"Refisha usia pernikahan kita masih sangat muda, kita bukan menikah 1 tahun 2 tahun atau beberapa tahun, jadi wajar saja jika saat ini Allah belum memberi kepercayaan kepada kamu dan bukan berarti kamu tidak akan bisa, hey jangan mengotori pikiran kamu untuk hal-hal seperti ini," ucap Ezra.

Refisha mengangguk-anggukkan kepala, dia tersenyum kepada suaminya.

"Tidak disangka ternyata suamiku sangat dewasa," ucap Refisha.

"Jadi selama ini kamu berpikir bahwa aku anak-anak yang menikah dengan kamu, sebentar-sebentar moodnya tidak baik, wajahnya suka kesal dan marah-marah?" tanya Ezra.

Refisha dengan santai menganggukkan kepala.

"Kamu ini benar-benar ya!" Ezra justru gemes melihat tingkah istrinya.

Bersambung......

1
Dew666
Belah durenya di cut nanggung nih
Yasinta Niken
saya suka dengan cerita2nya tapi kenapa selalu putus 2
Dew666
🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!