Di dunia tempat Surga mengendalikan takdir dan kekuatan menentukan segalanya, Gu Chenxiao adalah anomali yang tidak pernah tercatat dalam Kitab Surga.
Dengan bantuan Arsip Pengamat Abadi, ia menapaki Dao Iblis yang menentang hukum kosmos. Ia bukan pahlawan yang menyelamatkan dunia, melainkan manipulator yang mempermainkan takdir, memanfaatkan pengkhianatan, dan menjadikan musuh sebagai bidak dalam rencana jangka panjangnya.
Namun, ketika Fondasi Asal mulai mengoreksi keberadaannya, Gu Chenxiao menyadari bahwa dunia yang ia kenal hanyalah sebagian kecil dari rahasia kosmos.
**Jika Surga menentukan takdir semua makhluk, siapa yang berani menentukan takdir Surga?**
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagas Hirmawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 — Pemegang Kewenangan
Pagi itu, Gu Chenxiao tidak pergi ke gudang.
Ia juga tidak meminta Paman Fu memanggil He Zong, Gu Hengyuan, ataupun siapa pun yang namanya pernah muncul dalam penyelidikan.
Sebaliknya, ia meminta tiga salinan dokumen yang tampaknya tidak memiliki hubungan penting satu sama lain.
Salinan pertama adalah peraturan administrasi aset wilayah barat yang berlaku pada tahun penghapusan aset tersebut.
Salinan kedua adalah pedoman pengelolaan dokumen berkategori sementara.
Salinan ketiga adalah daftar jabatan yang memiliki kewenangan untuk mengubah status administratif suatu dokumen.
Paman Fu meletakkan ketiganya di atas meja.
“Ketiganya berasal dari bagian berbeda,” katanya. “Aku harus mengajukan tiga permohonan resmi. Bagian administrasi aset meminta alasan pemeriksaan. Bagian arsip meminta nomor pemeriksaan. Sementara bagian tata aturan meminta penjelasan mengenai tujuan penggunaan salinan.”
Gu Chenxiao sedang menyeduh teh.
“Dan apa yang kau tulis?”
“Pemeriksaan kelengkapan dasar administrasi aset wilayah barat.”
“Bagus.”
Paman Fu mengerutkan kening. “Aku tidak menyebut gudang nomor tujuh.”
“Untuk apa?”
“Karena gudang itu mungkin berkaitan dengan—”
“Justru karena mungkin berkaitan, kita tidak perlu menyebutnya.”
Gu Chenxiao menuangkan teh ke dalam cangkir.
“Jika aku menyebut gudang nomor tujuh, mereka akan memeriksa apakah dokumen yang kuminta bersinggungan dengan gudang tersebut. Jika aku menyebut dokumen penghapusan, mereka akan mencari semua catatan yang berkaitan dengan keputusan penghapusan. Keduanya akan membuat mereka menyaring dokumen sebelum memberikannya kepadaku.”
Ia mengangkat cangkirnya.
“Namun, jika aku hanya meminta dasar kewenangan untuk mengubah status dokumen sementara, mereka harus menjawab pertanyaan yang lebih sempit.”
Paman Fu memahami maksudnya.
“Tuan muda ingin mengetahui aturan sebelum mengetahui siapa yang melanggarnya.”
“Bukan.”
Gu Chenxiao menyesap teh.
“Aku ingin mengetahui aturan sebelum memutuskan apakah seseorang memang melanggarnya.”
Perbedaan itu kecil.
Namun, dalam penyelidikan yang melibatkan puluhan pejabat dan ratusan catatan, perbedaan kecil bisa menentukan apakah seseorang sedang mengejar bukti atau sekadar mengejar orang yang tidak disukainya.
Gu Chenxiao tidak tertarik pada yang kedua.
Ia ingin menemukan titik ketika sebuah dokumen yang semestinya masih menunggu keputusan akhirnya diperlakukan seolah-olah sudah memperoleh keputusan.
Jika titik itu memang ada.
Dan jika seseorang sengaja mengubah statusnya, ia ingin tahu siapa yang memiliki kewenangan untuk melakukannya.
Bukan siapa yang paling mencurigakan.
Bukan siapa yang paling mudah disalahkan.
Melainkan siapa yang dapat mengubah satu kata dalam sebuah register menjadi alasan bagi seluruh sistem untuk berhenti bertanya.
Menjelang tengah hari, jawaban pertama tiba.
Itu berasal dari bagian arsip pusat.
Dokumen yang diberikan kepadanya berupa salinan pedoman lama, dilengkapi dua halaman penjelasan tambahan.
Paman Fu membacanya terlebih dahulu sebelum menyerahkannya kepada Gu Chenxiao.
“Menurut aturan lama, dokumen berkategori sementara boleh disimpan, diperiksa, dipindahkan, atau dikembalikan kepada unit pemilik. Perubahan kategori akhir memerlukan catatan keputusan atau rujukan kepada keputusan yang telah disahkan.”
“Siapa yang boleh membuat perubahan itu?”
“Belum disebutkan dengan jelas pada bagian ini.”
Gu Chenxiao membalik halaman.
Di bagian bawah terdapat catatan kecil mengenai kewenangan unit pemilik.
Penetapan kategori akhir dilakukan oleh pejabat yang ditunjuk dalam daftar kewenangan unit terkait, berdasarkan dasar administrasi yang dapat diverifikasi.
Tidak ada nama.
Tidak ada jabatan tertentu.
Hanya rujukan kepada daftar kewenangan lain.
Gu Chenxiao tersenyum tipis.
“Seperti pintu yang menunjuk ke pintu lain.”
“Apakah ini berarti bagian arsip tidak memiliki kewenangan?”
“Belum tentu. Mereka mungkin berwenang mencatat perubahan, tetapi bukan menyetujuinya.”
Ia mengetuk kalimat terakhir dengan ujung jarinya.
“Perhatikan kata-katanya. Penetapan dilakukan oleh pejabat yang ditunjuk. Bagian arsip hanya mungkin menjadi pelaksana pencatatan. Kita belum tahu siapa yang membuat keputusan, siapa yang mencatatnya, atau apakah keduanya dilakukan oleh orang yang sama.”
Paman Fu mengangguk.
Gu Chenxiao menyimpan salinan tersebut di sisi kiri meja.
Satu hal sudah jelas: dokumen berkategori sementara tidak dapat secara sah menjadi dokumen final hanya karena seseorang memindahkannya ke rak lain.
Namun, ia belum menemukan bukti bahwa perubahan status itulah yang benar-benar terjadi.
Daftar penghapusan aset wilayah barat menyebut persetujuan administrasi terkait. Salinan yang tersedia tidak memuat nomor keputusan akhir. Ada kemungkinan nomor tersebut tercantum pada lampiran yang belum ditemukan.
Ada pula kemungkinan format lama memang menggunakan rujukan umum dengan cara yang berbeda.
Dan kemungkinan yang paling tidak menyenangkan adalah bahwa keputusan itu pernah dibuat, tetapi catatannya berada di tempat yang belum mereka cari.
Gu Chenxiao tidak menyukai kemungkinan yang paling tidak menyenangkan hanya karena kemungkinan itu paling menarik.
Ia menyukai kemungkinan yang bisa diuji.
Jawaban kedua tiba dari unit administrasi aset wilayah barat.
Isinya lebih pendek.
Mereka menyatakan bahwa penetapan kategori akhir harus mengikuti kewenangan unit pemilik dokumen dan bahwa daftar pejabat berwenang disimpan dalam lampiran tata administrasi pada tahun bersangkutan.
Namun, lampiran tersebut tidak disertakan.
Sebagai gantinya, mereka meminta nomor keputusan aset yang sedang diperiksa.
Paman Fu membaca surat itu dua kali.
“Mereka meminta nomor keputusan yang justru sedang kita cari.”
“Tidak,” kata Gu Chenxiao. “Mereka meminta nomor keputusan yang kita cantumkan dalam permohonan.”
“Kita tidak mencantumkannya.”
“Karena salinan daftar penghapusan tidak memilikinya.”
Paman Fu berhenti sejenak.
“Apakah mereka sengaja menghindari pertanyaan?”
“Mungkin. Atau mereka mengikuti prosedur yang mengharuskan permintaan dokumen kewenangan dihubungkan dengan keputusan tertentu.”
Gu Chenxiao mengambil kedua surat tersebut dan menyejajarkannya.
Jawaban arsip pusat mengakui bahwa kewenangan bergantung pada pejabat yang ditunjuk oleh unit terkait.
Jawaban unit administrasi aset mengatakan bahwa penetapan kategori akhir harus mengikuti kewenangan unit pemilik.
Keduanya tidak bertentangan.
Namun, keduanya sama-sama tidak memberikan nama pejabat yang diminta.
Ia menulis satu kalimat pada selembar kertas.
Siapa yang berhak mengubah status, dan siapa yang hanya berhak mencatat perubahan?
Lalu ia melingkari kata berhak.
“Paman Fu.”
“Ya, Tuan Muda?”
“Ajukan permohonan kedua kepada bagian arsip. Jangan meminta daftar kewenangan umum. Mintalah contoh satu berkas lama yang status sementaranya berubah menjadi kategori akhir, lengkap dengan jejak pencatatan dan rujukan keputusan.”
“Bukankah permohonan pertama belum selesai?”
“Permohonan pertama menanyakan aturan. Permohonan kedua meminta contoh penerapannya.”
“Jika mereka bertanya mengapa kita memerlukan contoh?”
“Katakan bahwa kita sedang memeriksa apakah prosedur lama diterapkan secara konsisten.”
Paman Fu menatapnya sebentar.
“Itu memang tujuan kita.”
“Bagus. Gunakan alasan yang benar. Kebohongan yang tidak diperlukan hanya menciptakan pekerjaan tambahan.”
Ia tidak membutuhkan alasan palsu.
Belum.
Sore hari, jawaban ketiga tiba dari bagian tata aturan.
Berbeda dari dua jawaban sebelumnya, mereka memberikan salinan lampiran kewenangan dari tahun yang bersangkutan.
Paman Fu hampir mengira permohonan itu telah selesai ketika melihat sebuah catatan pada halaman terakhir.
“Daftar ini hanya berlaku untuk penetapan administratif umum,” katanya. “Untuk penghapusan aset bernilai tertentu, ada kewenangan tambahan yang harus diperiksa.”
Gu Chenxiao mengulurkan tangan.
Daftar itu membagi tanggung jawab menjadi empat kelompok.
Kelompok pertama bertugas memeriksa kondisi aset.
Kelompok kedua menilai kelengkapan dasar administrasi.
Kelompok ketiga menyiapkan rancangan keputusan.
Kelompok keempat memberikan persetujuan akhir atau mengembalikan usulan untuk diperbaiki.
Di bawah pembagian tersebut, terdapat aturan mengenai dokumen yang belum memiliki kategori akhir.
Pejabat pemeriksa awal boleh merekomendasikan kategori.
Petugas pengelompokan boleh memindahkan dokumen ke tempat penyimpanan yang sesuai.
Supervisor unit boleh mengembalikan dokumen untuk melengkapi dasar administrasi.
Namun, perubahan status menjadi final hanya dapat dilakukan setelah terdapat dasar keputusan yang sah dari pejabat berwenang.
Gu Chenxiao membaca bagian itu dua kali.
Ia kemudian mengambil salinan daftar penghapusan aset wilayah barat.
Pada daftar tersebut, kolom pemeriksaan merujuk kepada penilaian administrasi yang ditandatangani Gu Hengyuan. Kolom persetujuan menyatakan bahwa penghapusan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan persetujuan administrasi terkait.
Akan tetapi, salinan yang dimiliki Gu tidak memperlihatkan nomor keputusan akhir.
“Jadi, Gu Hengyuan tidak otomatis menjadi orang yang mengesahkan penghapusan hanya karena tanda tangannya ada pada penilaian,” ujar Paman Fu.
“Benar.”
“Dan Lin Qiao tidak otomatis bertanggung jawab hanya karena ia pernah memeriksa dokumen.”
“Benar.”
“Petugas pengelompokan juga tidak dapat dianggap telah mengesahkan penghapusan hanya karena dokumen dipindahkan dari kategori sementara.”
“Benar.”
Paman Fu menghela napas.
“Kalau begitu, kita kembali ke titik awal.”
Gu Chenxiao memandangnya.
“Tidak. Kita baru saja menyingkirkan tiga jalan pintas yang salah.”
Ia meletakkan daftar kewenangan di samping catatan tugas Xu Ren dan Fang De.
Xu Ren menerima tugas menyusun keputusan penilaian aset wilayah barat. Tidak ditemukan catatan penyelesaian, pengembalian, atau pembatalan.
Fang De memiliki tugas berbeda untuk meninjau administrasi aset wilayah barat. Tugas itu dikembalikan karena dasar administrasinya belum lengkap. Tidak ditemukan tanggal penyelesaian ataupun nama penerima pengembalian.
Lin Qiao pernah melakukan pemeriksaan awal terhadap dokumen dan meminjam peta berkas wilayah barat. Peta tersebut kemudian diserahkan kepada Duan Cheng, tetapi deskripsi kategorinya berubah selama proses penataan.
Sementara itu, sebuah lampiran pemeriksaan aset wilayah barat masih belum ditemukan dalam bentuk lengkap.
Semua itu merupakan fakta yang tercatat.
Namun, fakta-fakta tersebut belum membuktikan bahwa tugas Xu Ren berkaitan langsung dengan tugas Fang De, bahwa peta yang dipinjam Lin Qiao berisi lampiran yang hilang, ataupun bahwa dokumen sementara telah diubah menjadi dasar penghapusan tanpa keputusan yang sah.
Gu Chenxiao tidak akan menyatukan semuanya hanya karena garis-garis itu tampak dapat membentuk satu gambar.
Ia membutuhkan penghubung.
Dan sekarang ia memiliki pertanyaan yang lebih tajam.
Jika tugas penyusunan keputusan tidak memiliki catatan penyelesaian, atas dasar apa daftar penghapusan mencantumkan persetujuan administrasi?
Malam itu, Gu Chenxiao memanggil Han Yu.
Juru catat muda itu datang membawa buku salinan yang diminta.
“Aku membutuhkan contoh perubahan kategori akhir dari tahun yang sama,” kata Gu Chenxiao. “Pilih tiga berkas yang tidak berkaitan dengan aset wilayah barat.”
Han Yu tampak terkejut.
“Tiga berkas?”
“Jika hanya satu, kita mungkin sedang melihat pengecualian. Jika tiga, kita bisa membandingkan prosedurnya.”
Han Yu membuka buku indeks.
Ia menemukan tiga berkas yang memenuhi syarat: penghapusan peralatan dapur dari kediaman cabang, pemindahan dokumen pemeliharaan bangunan, dan penutupan catatan inventaris alat transportasi lama.
Ketiganya memiliki jejak administrasi yang berbeda.
Berkas pertama memuat keputusan tertulis dan nomor persetujuan.
Berkas kedua memuat catatan pengembalian untuk perbaikan, kemudian catatan penerimaan ulang dengan rujukan kepada keputusan yang telah disahkan.
Berkas ketiga memuat formulir penetapan kategori akhir yang ditandatangani pejabat berwenang, disertai catatan pencatatan oleh petugas arsip.
Han Yu meletakkan ketiga salinan itu di hadapan Gu Chenxiao.
“Dalam ketiga contoh ini, dokumen tidak berubah menjadi final hanya karena seseorang mengubah kategorinya,” katanya. “Ada dasar keputusan yang dapat ditelusuri.”
“Apakah semua berkas pada tahun itu mengikuti cara yang sama?”
“Saya tidak bisa memastikan semuanya. Ini hanya tiga contoh yang berhasil ditemukan.”
“Bagus. Jangan memperluas kesimpulan melebihi bukti.”
Gu Chenxiao memeriksa ketiga contoh tersebut.
Formatnya tidak sepenuhnya seragam, tetapi satu unsur selalu ada: rujukan yang menghubungkan perubahan status dengan dasar keputusan.
Pada daftar penghapusan wilayah barat, rujukan itu belum terlihat.
Belum terlihat bukan berarti tidak ada.
Tetapi sekarang mereka mengetahui apa yang harus dicari.
Bukan sekadar dokumen yang hilang.
Melainkan hubungan administratif antara penilaian, rancangan keputusan, persetujuan, dan perubahan status akhir.
Seseorang mungkin telah menyimpan dokumen itu di tempat yang salah.
Seseorang mungkin telah mengubah kategorinya tanpa memahami akibatnya.
Seseorang mungkin telah mengikuti prosedur yang benar, sementara salinan yang mereka miliki tidak lengkap.
Atau seseorang memang sengaja memutus hubungan antara keputusan dan dokumen yang seharusnya mendukungnya.
Keempat kemungkinan itu masih terbuka.
Gu Chenxiao tidak berniat menutupnya terlalu cepat.
Ketika Han Yu pergi, sebuah laporan singkat tiba dari Paman Fu.
Bagian arsip pusat telah menerima permohonan kedua mereka.
Namun, ada satu masalah.
Untuk mengeluarkan contoh berkas perubahan kategori, petugas arsip harus memeriksa apakah berkas tersebut masih memiliki pembatasan akses dari unit pemilik.
Permohonan itu diteruskan kepada supervisor yang berwenang.
Nama supervisor tersebut tercantum dalam daftar penerimaan.
He Zong.
Paman Fu berdiri di samping meja.
“Apakah ini berarti He Zong akan melihat pertanyaan kita?”
“Ya.”
“Haruskah kita menarik permohonan dan meminta contoh dari unit lain?”
Gu Chenxiao menggeleng.
“Tidak.”
Ia mengambil laporan itu dan membaca catatan penerimaannya.
He Zong bertanggung jawab atas administrasi arsip wilayah barat. Karena permohonan tersebut berkaitan dengan dokumen dari periode yang sama, keterlibatannya dalam proses peninjauan akses masih sesuai dengan tugasnya.
Fakta bahwa namanya muncul tidak membuktikan apa pun.
Justru jika Gu Chenxiao menghindari setiap orang yang pekerjaannya bersinggungan dengan penyelidikan, ia tidak akan pernah memperoleh dokumen yang diperlukan.
“Biarkan permohonan berjalan,” katanya.
“Jika ia mengetahui arah penyelidikan kita?”
“Ia sudah tahu kita sedang memeriksa kelengkapan arsip wilayah barat. Kita tidak sedang merahasiakan seluruh pemeriksaan.”
“Namun, ia mungkin akan menyiapkan jawaban.”
Gu Chenxiao tersenyum.
“Kalau ia menyiapkan jawaban yang benar, kita akan mendapatkan informasi yang benar.”
“Dan jika ia menyiapkan jawaban yang salah?”
“Kalau begitu, kita harus cukup teliti untuk membuktikannya.”
Paman Fu tidak lagi bertanya.
Setelah ia pergi, Gu Chenxiao membuka buku catatan pribadinya.
Ia menuliskan tiga hal.
Pertama, aturan lama mensyaratkan dasar keputusan yang sah sebelum dokumen berkategori sementara ditetapkan sebagai kategori akhir.
Kedua, contoh berkas lain dari tahun yang sama menunjukkan bahwa hubungan antara keputusan dan perubahan status biasanya dapat ditelusuri, meskipun formatnya berbeda.
Ketiga, salinan daftar penghapusan aset wilayah barat yang tersedia belum menunjukkan hubungan tersebut.
Ia berhenti sebelum menuliskan kesimpulan keempat.
Ada sesuatu yang lebih penting daripada nama pelaku.
Sebuah sistem administrasi tidak selalu memerlukan seseorang yang berani melanggar aturan secara terang-terangan. Kadang-kadang, cukup ada satu orang yang menafsirkan kewenangannya terlalu luas, satu orang yang menganggap pekerjaan orang sebelumnya sudah selesai, dan satu orang yang mencatat perubahan tanpa memeriksa dasar yang seharusnya menyertainya.
Hasil akhirnya dapat terlihat seperti tindakan terencana, padahal mungkin berasal dari serangkaian kelalaian.
Sebaliknya, seseorang yang memahami prosedur dengan baik dapat membuat tindakan yang disengaja tampak seperti serangkaian kelalaian biasa.
Keduanya meninggalkan jejak yang berbeda.
Gu Chenxiao harus menemukan perbedaannya.
Ia menutup buku catatan.
Di luar jendela, lampu-lampu kediaman Klan Gu mulai padam satu demi satu.
Penyelidikan ini belum membawanya kepada orang yang bersalah. Bahkan belum memastikan bahwa penghapusan aset wilayah barat dilakukan secara tidak sah.
Namun, untuk pertama kalinya, pertanyaannya tidak lagi sekadar tentang ke mana sebuah dokumen menghilang.
Ia kini mengetahui mata rantai yang seharusnya menghubungkan setiap tahap.
Pemeriksaan.
Penilaian.
Penyusunan keputusan.
Persetujuan.
Penetapan kategori akhir.
Jika salah satu mata rantai itu tidak pernah terbentuk, ia akan mencari tahu mengapa.
Jika mata rantai itu terbentuk tetapi catatannya hilang, ia akan mencari tahu siapa yang terakhir memilikinya.
Dan jika semua prosedur ternyata telah dipenuhi, ia akan menerima kemungkinan bahwa kecurigaannya selama ini dibangun di atas salinan yang tidak lengkap.
Ia tidak membutuhkan sebuah konspirasi untuk membenarkan penyelidikannya.
Ia hanya membutuhkan kebenaran yang dapat digunakan.
Sebab, bagi Gu Chenxiao, tuduhan tanpa bukti bukanlah senjata.
Itu hanyalah cara bodoh untuk memberi musuh kesempatan mempersiapkan diri.
Di bagian lain kediaman, sebuah lampu masih menyala di ruang administrasi.
Seorang petugas menerima salinan permohonan Gu Chenxiao, memeriksa nomor registrasinya, lalu memasukkannya ke dalam map untuk ditinjau.
Ia tidak menghapusnya.
Ia tidak mengubah isinya.
Ia hanya menambahkan satu catatan pendek pada lembar penerimaan:
Permintaan contoh berkas historis. Memerlukan pemeriksaan pembatasan akses unit pemilik.
Setelah itu, ia membubuhkan tanda tangan dan mengirimkannya ke meja supervisor.
Di bawah lampu, nama penerima berikutnya terlihat jelas.
He Zong.
Namun, belum ada yang mengetahui apakah nama itu akan membawa Gu Chenxiao lebih dekat kepada jawaban—atau hanya memperlihatkan betapa rumitnya membedakan seseorang yang menjalankan tugasnya dari seseorang yang menggunakan tugasnya untuk menyembunyikan sesuatu.
Untuk saat ini, Gu Chenxiao hanya memiliki sebuah aturan lama, tiga contoh berkas, dan satu celah dalam catatan penghapusan.
Itu belum cukup untuk menghancurkan siapa pun.
Tetapi sudah cukup untuk menentukan ke mana ia harus melangkah berikutnya.