NovelToon NovelToon
ISTRI GILA SANG DUKE

ISTRI GILA SANG DUKE

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:71.9k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Kael Dravenhart, Pahlawan Perang Kerajaan Valdoria, menagih janji pernikahan dari sang Raja. Ia mengira akan menikahi sang putri tercantik, Liana. Namun, takdir berkata lain ketika Raja memberikannya Virelia; sang putri pertama yang terkenal gila, kasar, dan suka melempar vas ke kepala orang.

​Kael mengira rumah tangganya akan menjadi neraka karena harus mengurus istri yang gemar berteriak, menyuruhnya memanjat bulan. Ia tidak tahu bahwa di balik tawa kosong dan lemparan garpunya, sang istri adalah Raven, ketua pembunuh bayaran paling berbahaya sekaligus pemimpin revolusi yang bersumpah untuk menggulingkan sang Raja tiran!

​Ketika komedi pernikahan paksa berpadu dengan aksi pembunuhan berantai dan rahasia istana, sang Serigala Perang harus memilih: melaporkan istrinya ke istana, atau ikut membantu sang ratu bayangan menjungkirbalikkan takhta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13. SIAPA YANG GILA SEBENARNYA?

Matahari baru saja naik sepenggalah, menyebarkan kehangatan ke seluruh sudut Kediaman Duke Dravenhart. Namun, di koridor sayap barat, suasana yang seharusnya tenang justru berubah menjadi arena uji kesabaran tingkat dewa bagi seorang Duchess yang menyamar sebagai gadis gila.

Virelia berdiri bersandar di dinding batu koridor, memegang kepalanya dengan ekspresi frustrasi yang nyata, bukan ekspresi akting, melainkan kepenatan murni dari lubuk hatinya.

Di hadapannya, Elaine, sang pelayan pribadi utama Virelia berdiri tegak dengan senyum paling ramah di dunia, membawa nampan perak berisi semangkuk bubur hangat dan segelas susu. Di belakang Elaine, dua orang pelayan wanita junior ikut berdiri siaga sambil membawa bantal empuk dan selimut wol tebal.

"Yang Mulia Duchess, waktu sarapan sudah lewat dua puluh menit. Mari kita makan buburnya, ya? Biar nanti energi Yang Mulia pulih untuk melanjutkan ekspedisi menangkap kupu-kupu awan," ucap Elaine dengan suara lembut, nada bicaranya terdengar persis seperti seorang ibu yang sedang membujuk anak balita yang susah makan.

Virelia mendengus kesal, melipat kedua tangannya di dada, dan menatap Elaine tajam.

"Aku tidak mau bubur itu! Bubur itu terbuat dari awan badai beracun! Kalau aku memakannya, kepalaku akan berubah menjadi balon dan aku akan melayang ke langit!" seru Virelia dengan nada melengking sengaja dibuat-buat, memasang wajah keras kepala.

Mendengar ancaman imajinatif itu, Elaine tidak terlihat takut atau panik sama sekali. Sebaliknya, gadis pelayan itu justru terkekeh geli, lalu menepuk-nepuk tangan kecilnya penuh antusias.

"Wah, luar biasa sekali! Menjadi balon terdengar sangat menyenangkan, Yang Mulia! Tapi, sebelum melayang ke atas langit, bagaimana kalau kita makan separuh mangkuk dulu? Supaya nanti balonnya punya bahan bakar yang cukup untuk melewati awan-awan putih itu," puji Elaine dengan mata berbinar-binar penuh kekaguman palsu yang teramat sabar.

Dua pelayan junior di belakang Elaine langsung mengangguk-angguk setuju dengan kompak.

"Benar kata Nona Elaine, Yang Mulia. Kemarin Anda bilang ingin terbang ke pulau awan, tapi kalau perutnya kosong, nanti kendali perahunya bisa rusak di tengah jalan," sahut pelayan pertama dengan wajah serius tanpa sedikit pun senyum mengejek.

"Betul! Kami bahkan sudah menyiapkan selimut hangat untuk pendaratan darurat Anda di pulau bulu," tambah pelayan kedua sambil menyodorkan bantal empuk.

Virelia terperanjat mundur selangkah. Mulutnya sedikit terbuka, kehabisan kata-kata.

Tunggu! Kenapa pelayan-pelayan ini justru mendengarkan dan mendukung omong kosongku?! Bukannya mereka harus pergi atau menganggapku tidak waras?! Kenapa mereka memperlakukanku seperti anak berumur tiga tahun yang sedang tantrum?! Aghhh! batin Virelia histeris di dalam hati, kepalanya mendadak pusing tujuh keliling.

Selama bertahun-tahun hidup di dunia hitam sebagai pemimpin Black Dawn, Virelia terbiasa menghadapi pengkhianatan, ancaman pembunuhan, dan intrik politik yang kejam. Ia tahu cara menghadapi musuh bersenjata pisau, ia tahu cara memanipulasi pejabat istana, tetapi ia sama sekali tidak punya panduan cara menghadapi pelayan yang tingkat kesabarannya melebihi batas kesabaran para santo di kuil suci!

"Kalian ... kalian semua antek-antek bangsa katam! Singkirkan bubur itu! Kalau tidak, aku akan memanggil pasukan cacing tanah raksasa untuk melahap seluruh sepatu kalian!" jerit Virelia frustrasi, menghentakkan kakinya ke lantai marmer.

"Iya, iya, pasukan cacing tanahnya nanti kita panggil setelah buburnya habis ya, Yang Mulia. Ayo, aaaa ... buka mulutnya yang lebar, Ratu Awan yang manis," bujuk Elaine dengan senyum malaikatnya, menyodorkan sesendok bubur mendekati bibir Virelia.

Virelia merasa harga dirinya sebagai ketua pembunuh bayaran runtuh seketika. Ia membuang mukanya ke samping, merengut sebal dengan pipi merona merah karena menahan malu dan sebal yang luar biasa. Jika sampai anak buahnya melihat hal ini, pastilah Virelia menjadi bahan ejekan selama berbulan-bulan.

"Aku tidak mau! Pergi sana!" gerutu Virelia dengan suara aslinya yang terdengar seperti anak kecil ngambek sungguhan.

"Tidak. Kalau Yang Mulia tidk mau makan, aku akan panggilkan tabib kecoa untuk mengobati Anda," ancam Elaine.

"Bagaimana kalau kita sambil menghitung bunga kutukan saja?" ujar pelayan lainnya penuh semangat.

Mereka lebih gila dariku! batin Virelia.

Beberapa meter dari tempat kejadian, tersembunyi di balik pilar besar sudut koridor lantai dua, dua orang pria sedang menyaksikan pemandangan dramatis tersebut dengan saksama.

Duke Kael Dravenhart bersandar santai pada pilar batu, melipat kedua tangannya di dada. Menahan diri agar tidak tertawa lepas melihat Virelia yang kewalahan dengan aksi gilanya sendiri bersama para pelayan itu.

Di sampingnya, Julian berdiri kaku sambil memegang setumpuk dokumen laporan bulanan perbatasan.

Julian melirik ke arah atasan mereka, lalu menghela napas panjang, helas napas yang kini sudah menjadi ciri khasnya setiap kali jam kerja dimulai.

"Yang Mulia, saya harus akui, staf rumah tangga yang Anda rekrut dari kuil suci di Utara ini memiliki mental baja. Menghadapi 'kegilaan' Yang Mulia Duchess setiap hari tanpa menjadi gila diri adalah prestasi yang setara dengan mempertahankan benteng dari serbuan naga," ucap Julian pelan, mendorong kacamatanya ke atas.

Kael tidak menjawab langsung. Namun, sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman lebar yang sangat jarang ditunjukkan kepada siapa pun. Sepasang mata birunya menatap lurus ke arah Virelia yang kini sedang bersidekap kesal sambil cemberut di hadapan Elaine.

Melihat betapa kewalahannya sang ketua pembunuh bayaran yang terkenal dingin itu saat harus menghadapi bujukan lembut para pelayan wanita membuat Kael merasa sangat terhibur.

"Aku tidak menyangka ada yang orang yang bisa bersandiwara menjadi orang gila sesempurna itu," komentar Julian.

"Aku sendiri terkejut," ujat Kael tanpa mengalihkan pandangan untuk menyaksikan kelakuan istrinya itu.

"Mereka bekerja dengan sangat baik. Kurasa mengganti seluruh staf puri adalah keputusan terbaik yang pernah kuambil setelah memenangkan perang," jawab Kael ringan, suaranya mengandung nada jenaka yang hangat.

Julian menggelengkan kepalanya pelan, lalu teringat sesuatu. Wajahnya berubah menjadi serius kembali.

"Omong-omong soal keamanan, Yang Mulia. Meskipun puri sudah steril dari para pengkhianat kemarin, insiden penyusupan beberapa waktu lalu membuktikan bahwa kemungkinan itu adalah suruhan dari istana, walau belum pasti apa tujuannya. Terutama karena Yang Mulia Putri sering kali melakukan perjalanan malam secara misterius. Penjagaan kita perlu diperbaiki," lapor Julian dengan nada formal.

Mendengar kata-kata Julian, senyuman di wajah Kael perlahan memudar, digantikan oleh sorot mata tajam seorang panglima perang. Ia tahu persis bahwa istrinya itu sering menyelinap keluar lewat jendela untuk satu hal. Dan meskipun Kael membiarkannya bermain-main, ia tidak akan pernah membiarkan keselamatan Virelia terancam di luar sana.

Kael menoleh ke arah Julian, memberikan instruksi dengan suara rendah namun mutlak.

"Julian," panggil Kael tegas.

"Siap, Yang Mulia?"

"Panggil kelompok bayangan elit kita, pasukan pengintai rahasia yang biasa beroperasi di bawah komando langsungku," perintah Kael tanpa keraguan.

Julian mengernyitkan keningnya. "Pasukan bayangan? Untuk apa dikerahkan ke kediaman, Yang Mulia? Apakah ada ancaman baru dari faksi raja?"

"Bukan untuk melawan musuh dari luar. Aku ingin kau menugaskan mereka untuk mengawasi dan menjaga Virelia secara diam-diam. Terutama saat malam hari, ketika dia memutuskan untuk 'berkelana' ke luar kamar," jawab Kael dingin namun menyiratkan perhatian yang mendalam.

Julian tertegun sejenak. Di balik kacamata emasnya, kepala staf militer itu langsung menangkap maksud tersirat dari sang atasan. Julian tahu bahwa Kael sudah mengetahui rahasia istrinya, dan alih-alih menangkapnya, Kael justru mengerahkan pasukan pengintai elit untuk melindungi sang istri dari bayang-bayang bahaya ibu kota.

Sudut bibir Julian terangkat membentuk senyuman tipis penuh pengertian.

"Paham, Yang Mulia. Saya akan memerintahkan unit bayangan terbaik untuk mengawasi setiap langkah Yang Mulia Putri tanpa membuat beliau merasa terkekang. Tidak ada satu pun penjahat atau mata-mata istana yang bisa menyentuhnya selama pasukan kita siaga," jawab Julian mantap.

"Bagus," balas Kael singkat.

Kael kembali mengalihkan pandangannya ke koridor. Di sana, Virelia akhirnya menyerah dan menerima mangkuk bubur dari Elaine dengan wajah masam, sementara Elaine tersenyum lebar penuh kemenangan.

Kael menggelengkan kepalanya pelan, lalu berbalik melangkah pergi meninggalkan koridor, meninggalkan Julian yang buru-buru mengekor di belakangnya.

Bertahanlah dengan sandiwara gilamu itu sedikit lebih lama lagi, Istriku. Karena perlahan tapi pasti, aku akan membuatmu menyerah padaku, batin Kael penuh percaya diri sambil berjalan menyusuri aula.

1
Dbz Mar
anak haram apanya... orang anak ratu yg pertama, lah.. situ yg jadi PELKAOR yg baru punya anak haram...!!!
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kan pura pura gila nya udah di ambil sama virelia, coba pura pura kesurupan deh liana wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ternyata pura2 gila emang jalan ninja terbaik buat ngasih pelajaran orang ya 🤣
ayu cantik
suka
Dbz Mar
lha... jadi maunya gimana elain.. apkah maksudmu majikan mu seharusnya gila aja kali ya🤭🤭🤭
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini kalo di liat sama odgj nya beneran kayaknya dia pun insecure sm pura2 gila nya si ratu awan 🤣
Dbz Mar
ini baru laki2 sejati.. bukan yg tak bisa move on dari masa lalu👍👍👍😘😘😘😍😍😍
Dbz Mar
🤭🤭🤭🤭🤭 kehabisan ide vileria👍👍👍😘😘😘
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bener2 villain2 fitnahan ni di ceritain nya sejelek ini 🤣
sweet escape
😂😂😂ayah sebelum bertemu ibu, lebih dingin lagi lhooo 😂
Nisa Via
suguhkan hal gila dari yg tergila-gila yaa kalian 😂😂
Nisa Via
gambaran nyata pemerintah kita bukan sih ini 😂😂😂
Archiemorarty: Ehhh 🫵🤣
total 1 replies
Jelita S
Ah terimakasih thor atas ceritamu yg sangat seru ini,,,aku tunggu karya terbarunya lagi
Archiemorarty: asip akak
total 1 replies
Nisa Via
jadi gila semua termasuk readers nya 😂😂😂😂
Archiemorarty: Benarr 🤣
total 1 replies
Nisa Via
ku yakin kalian bakal bisa kerjasama 😂untuk sesuatu yg besar
Tiara Bella
the end and happy ending.....semua bahagia....
Tiara Bella: sama² ka author..... hehehhe
total 2 replies
Septi Wijaya
tengkiyuuu banyak banyakk akak oThor...
love sekebon jagung udah kasih cerita seruuuuu 🥰🥰🥰🥰🥰

like always, ditunggu selalu kisah selanjutnya ♥️♥️♥️♥️♥️
Archiemorarty: Siap akak
total 3 replies
Hary Nengsih
yah dh tamat masi suka m ceritanya
Archiemorarty: Sambung cerita baru nanti yg lebih seru 🤭
total 1 replies
Eli Rahma
ehhh..beneran tamat nih..😌😌😌
Archiemorarty: asiap akak
total 3 replies
mimief
wah....wah
beneran kah?
tamat beneran?
ga ada lagi ini ekstra part nya?
wahhhhh Thor

kacau ini
mesti kudu ottoke ini🥹🥹🥹
Archiemorarty: Othor Pengan buat cerita yang ada bocilnya, butuh asupan gemashhh 🤭
tapi masih bingunh apahh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!