NovelToon NovelToon
Maaf, Aku Tak Mengemis Cinta

Maaf, Aku Tak Mengemis Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Masuk ke dalam novel / Transmigrasi
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Ia masuk ke tubuh wanita yang ia anggap bodoh, dan memilih mengubah takdirnya, bukan mengulangnya

Dina, yatim piatu cerdas yang selalu diremehkan karena penampilan, meninggal dalam kecelakaan dan terbangun sebagai Belvina Laurent, sosialita cantik yang dulu ia anggap bodoh. Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan Alden Virel, pria dingin yang membencinya,

Dina dalam tubuh Belvina memutuskan berhenti mengejar cinta yang bukan miliknya.

Perubahannya membuat Alden gelisah, sementara Seraphina, wanita yang tampak lembut, perlahan menunjukkan sisi tersembunyi.

Dengan kecerdasan yang kini jadi senjata, Belvina mulai membalik keadaan, mengungkap kebohongan, dan membuktikan bahwa harga diri lebih berharga daripada cinta sepihak.

Namun semakin ia menjauh, semakin Alden tak mampu melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Hari Saat Alden Turun Kasta

Pria yang tadi dipaksa turun ikut terpaku di samping jalan.

“Itu... mobil Tuan.”

“Aku tahu.”

“Nyonya membawa mobil Tuan.”

“Aku juga masih bisa melihat.”

Pria itu menelan ludah, lalu memilih diam.

Beberapa kendaraan melintas sambil melambat, penasaran melihat seorang pria berjas mahal berdiri di pinggir jalan dengan wajah gelap.

Alden mengembuskan napas panjang.

“Luar biasa.”

“Tuan... saya panggil mobil lain?”

"Tidak perlu."

Alden menoleh ke arah motor RX-King yang tadi dipakai Belvina dan kini terparkir di sisi jalan. Ia berjalan ke arahnya.

“Tuan—”

Alden sudah duduk di atas jok motor itu.

Anak buahnya membelalak.

“Tuan mau naik... itu?”

Alden membuka jasnya, melempar ke tangan anak buahnya, lalu melonggarkan sedikit dasi.

“Ada masalah?”

“Tidak, Tuan. Hanya saja... saya belum pernah lihat Tuan naik motor.”

Alden menatap lurus ke depan.

“Aku juga belum pernah lihat istriku membajak mobilku.”

Ia memutar kunci kontak, lalu menyalakan mesin.

Breng!

Suara kasar motor tua itu memecah sore.

Alden menarik kopling, memasukkan gigi. Gas diputar, motor melesat ke jalan raya.

Angin menerpa wajahnya, membawa bau debu dan asap kendaraan.

Sudah lama hidupnya berjalan lurus, rapi, teratur. Pagi ke kantor, malam pulang. Hari-harinya datar seperti garis tanpa warna.

Belvina lama hanya menambah bising, bukan makna.

Namun wanita yang sekarang...

Setiap kali ia merasa mulai memahami, satu kejutan baru muncul.

Bisa bicara bisnis, dekat dengan anak-anak panti, mampu menjatuhkan empat pria.

Naik RX-King seperti tumbuh besar di jalanan. Dan barusan... mencuri mobilnya sendiri.

Tanpa sadar, garis bibirnya bergerak samar. Istrinya sekarang menyebalkan, merepotkan, dan.. misterius.

Tapi hidupnya, yang selama ini monoton, perlahan berubah sejak wanita itu berhenti mengejarnya.

Alden memutar gas lebih dalam.

“Belvina...” gumamnya pelan.

“Berapa banyak lagi dirimu yang belum kutahu?”

RX-King meraung kencang menembus jalan senja.

Jauh di depan sana, sedan hitamnya membawa istrinya pergi.

Dan anehnya, Alden menikmati sensasi mengejar sesuatu yang tak bisa ia kendalikan.

 

Motor tua itu meraung di antara padatnya jalan sore.

Alden membelah arus kendaraan dengan wajah dingin, mata lurus mengejar sedan hitam di kejauhan.

Sesekali mobil itu muncul di sela lalu lintas, lalu hilang lagi.

Ia menambah gas. Namun beberapa menit kemudian, keningnya berkerut. Jalur ini bukan arah rumah mereka. Ia hafal setiap belokan kota ini.

Sedan hitam itu justru melaju ke kawasan tempat rumah utama keluarganya berdiri.

Alden terdiam sesaat, lalu sudut bibirnya terangkat tipis.

“Katanya benci melihat wajahku...”

Suara mesin meraung saat ia menyalip satu mobil lagi.

“Tapi pulangnya ke rumah ayah dan bunda.”

Kalau benar ingin menjauh, seharusnya Belvina pergi ke mana saja... kecuali ke sana.

Mereka sama-sama tahu arti memilih rumah itu.

Di sana, Belvina tak punya kamar sendiri. Dan setiap kali menginap, mereka tidur di ruangan yang sama.

Benci?

Alden menatap lurus ke depan.

“Wanita kontradiktif.”

Motor kembali melesat, angin menerpa rambutnya keras. Namun tepat di simpang besar, lampu lalu lintas berubah merah. Deretan kendaraan berhenti rapat.

Alden mengerem tajam,

Di kejauhan, sedan hitam itu lolos di antara lampu kuning terakhir.

“Sial.”

Jarinya mengetuk setang tak sabar. Detik terasa lambat. Saat lampu akhirnya berubah hijau, Alden langsung memutar gas dalam.

RX-King melonjak ke depan. Namun beberapa blok kemudian, mobil itu sudah tak terlihat lagi.

Ia menyipitkan mata ke jalan kosong di depan.

“Bagus.” Nada suaranya datar. “Istriku sekarang bahkan pandai melarikan diri.”

***

Jauh di depan sana--

Mobil terus melaju menuju kawasan perumahan elit dengan kecepatan stabil.

Di kursi penumpang depan, Belvina menggerutu sambil menatap layar ponselnya.

“Nyesel aku pinjam power bank darimu.”

Pria suruhan Alden yang duduk di balik kemudi hanya tersenyum canggung, tak berani menanggapi terlalu jauh.

Beberapa menit sebelumnya, Belvina meminjam power bank miliknya agar ponsel bisa menyala kembali.

Namun baru saja layar hidup, panggilan dari ibu mertuanya langsung masuk.

Fransisca meminta ia dan Alden kembali menginap di rumah utama.

Belvina melipat tangan di dada, bibirnya mengerucut.

Kalau tahu hasilnya begini, lebih baik ponselnya tetap mati.

Mobil akhirnya berhenti di depan rumah utama keluarga Astera.

Belvina turun tanpa banyak bicara, lalu melangkah masuk ke dalam rumah.

Begitu memasuki ruang tengah, ia langsung melihat Fransisca duduk di sofa dengan secangkir teh di tangan.

Wanita paruh baya itu menoleh dan senyum hangatnya segera mengembang.

“Sudah pulang.”

Belvina otomatis membalas senyum.

“Iya, Bun.”

Fransisca menepuk sisi sofa, tapi kemudian mengibaskan tangan.

“Ya sudah, mandi dulu gih. Dari luar pasti capek.”

Belvina mengangguk patuh, lalu berbalik menuju tangga. Namun baru beberapa langkah, suara Fransisca terdengar lagi dari belakang.

“Alden mana?”

Langkah Belvina berhenti sepersekian detik. Ia menatap lurus ke depan sebelum menjawab dengan nada tenang.

“Masih di jalan, Bun.”

Sangat jauh... di belakang.

 

Beberapa menit kemudian ---

Gerbang utama kediaman keluarga Astera.

Beberapa meter sebelum tiba, Alden mengangkat satu tangan dari setang dan menekan remote kecil di telapak tangannya.

Suara klik lembut terdengar. Sesaat kemudian, pagar besi tinggi itu bergerak membuka.

Para satpam yang berjaga di sekitar rumah otomatis menegakkan badan saat mendengar suara mesin mendekat.

Namun bukan suara sedan mewah yang biasa mereka kenal. Bukan pula deru mobil sport koleksi keluarga.

Suara itu kasar, nyaring, tua, dan sangat tidak cocok dengan halaman rumah megah itu.

Brenggg... brenggg...

Satu motor RX-King berdebu mendekati gerbang.

Satpam pertama mengernyit.

“Itu siapa?”

Satpam kedua menyipitkan mata.

“Perasaan keluarga ini gak ada yang punya motor begituan.”

Motor melaju lurus ke pelataran utama. Lalu berhenti tepat di depan tangga marmer.

Alden melepas helm pinjaman seadanya, dan seluruh halaman mendadak beku.

“Itu... Tuan Muda Alden?”

Seorang pelayan yang sedang membawa nampan hampir menjatuhkan gelas.

Satpam yang berdiri tak jauh dari sana refleks memberi hormat terlalu cepat hingga topinya miring.

Alden turun dari motor tanpa ekspresi. Kemeja mahalnya sedikit kusut, rambut tertiup angin, dan sepatu kulit Italia-nya berdebu.

Pemandangan itu terasa lebih mengejutkan daripada berita ekonomi pagi ini.

Ia menyerahkan kunci motor pada salah satu satpam.

“Simpan dulu.”

Satpam itu menerima dengan dua tangan, masih bengong.

“Ba-Baik, Tuan.”

Alden baru melangkah dua anak tangga ketika pintu utama terbuka.

Fransisca muncul lebih dulu.

Wajahnya cerah, sampai matanya jatuh ke motor di halaman, lalu ke Alden, lalu kembali ke motor.

Ia memegang dada sendiri.

“Alden... kau habis diculik?”

 

...✨"Wanita yang berhenti mengejarnya justru membuatnya mulai mengejar."✨...

.

To be continued

1
Yunita Sophi
biar Alden tau gimana rasa nya mengejar🤭😂😂
abimasta
belvina di suruh datang sama bunda alden bukan kemauan sendiri
Anitha Ramto
Mobilnya yang di Culik istrinya Bun...
Putramu kalah telak🤭
asih
wkwkwk bukan di cilik bun tapi di bajak istrinya🤣🤣🤣🤭
elief
lanjut thor
Dek Sri
lanjut
sya
semangatt thorrr ga sabar nungggu up selanjutnya
Anitha Ramto
waduh kasihan kamu Al....mobilmu di bajak sang istri,,dan kamu di tinggalin begitu saja🤣
Wardi's
menarik...
Wardi's
lucccuuu..
Dek Sri
lanjut
Yunita Sophi
🤣🤣🤣🤣🤣 Belvina ngerjain...
abimasta
belvina kereen
^ã^😉
lanjut bel
Puji Hastuti
lanjut kk
Puji Hastuti
makin seru
partini
wkwkkwkw lucu,,Thor Kunti bogel kemana ko ga muncul , munculin dong kalau lihat bel sama suami nya kaya gitu behhh auto Ngenes kangen kata" pedas bell buat dia
Puji Hastuti
belvina keren
Yunita Sophi
perempuan hebat Belvina... Alden makin meleleh terpesona melihat yg luar biasa dari diri mu Bel...
Yunita Sophi
semoga aja Alden datang tepat waktu... tp kemana tuh bodyguard yg tadi ngawasin Belvina...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!