NovelToon NovelToon
Semuanya Palsu

Semuanya Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Sci-Fi / Misteri
Popularitas:91
Nilai: 5
Nama Author: likaa0_0

Rey adalah manusia yang diubah menjadi anomali-monster kanibal yang sengaja dijadikan tameng oleh para penjajah halus di Paradise. Menganggap nasibnya sebagai hukuman atas dosa masa lalu, ia menemukan sosok yang ia anggap sebagai ibu keduanya. Namun, kasih sayang Dwi ternyata hanyalah manipulasi. Perlahan, jati diri dan kewarasan Rey dihancurkan hingga melahirkan The Luna, seorang psikopat yang rela mempertaruhkan sisa kemanusiaannya demi melindungi Dwi dari hukuman mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon likaa0_0, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 12 kemunculan the Luna #2

Setelah pertarungannya bersama Sasha melawan anomali, Rey akhirnya kembali ke kantor Begitu tiba, keduanya langsung berpisah menuju ruang masing-masing.

Rey segera menuju ruang ganti. Darah yang masih menempel di tubuh dan seragamnya membuatnya merasa tidak nyaman Ia membersihkan diri, kemudian mengganti seragamnya dengan pakaian yang lebih bersih Setelah selesai, Rey berjalan menuju toilet. Ia berdiri di depan wastafel dan mulai mencuci kedua tangannya.

Air mengalir membasahi jemarinya Namun, tanpa sengaja, pandangannya terangkat ke arah cermin

Rey terdiam ada sesuatu yang salah Pantulan di dalam cermin masih terlihat seperti dirinya...

Tetapi bukan dirinya yang sebenarnya wajah Rey dalam pantulan itu perlahan berubah. Kulitnya tampak pucat, sementara mulutnya merobek semakin lebar membentuk senyuman yang tidak wajar.

Dari sela-sela bibirnya muncul taring-taring besar dan tajam bola mata kirinya berubah menjadi merah menyala. Setetes darah perlahan mengalir dari sudut mata kiti tersebut.

Rey membeku tangannya yang masih berada di bawah aliran air mulai bergetar Ia menatap pantulan mengerikan itu tanpa mampu mengalihkan pandangan Ketika tangannya hendak akan mematikan keran Sosok di dalam cermin tiba-tiba bergerak.

Bibirnya terbuka Kemudian terdengar suara yang begitu rendah dan dingin.

"Sadarlah..."

Rey menahan napas.

"Sebentar lagi dirimu akan hancur perlahan-lahan karena pikiranmu sendiri."

Rey membeku.

Jantungnya berdegup semakin cepat Ia hanya mampu menatap sosok itu dengan ketakutan.

kreekkk....!!

Pintu toilet terbuka. Rey tersentak kaget

Dalam sekejap, sosok mengerikan di dalam cermin menghilang begitu saja Pantulan dirinya kembali normal Seorang pria masuk ke dalam toilet tanpa menghiraukan Rey. Ia berjalan menuju salah satu kloset.

kreekk...

Pintu kloset terbuka.

Brakkk....

Rey yang masih terpaku akhirnya tersadar Ia segera mengusap wajahnya dengan kedua tangan dengan air keran lalu mematikannya

"Astaga..."

Rey menarik napas panjang, kemudian bergegas meninggalkan toilet namun, sebelum benar-benar pergi, ia sempat melirik cermin itu sekali lagi

Tidak ada apa-apa hanya pantulan dirinya sendiri.

Pukul 22.00 — Tengah Kota

Malam itu, suasana kota tampak tenang Lampu-lampu gedung masih menyala. Orang-orang berlalu-lalang seperti biasanya Tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa beberapa detik kemudian, ketenangan itu akan berubah menjadi kekacauan.

DUAARRR!!!

Sebuah ledakan besar mengguncang sebuah gedung Suara ledakannya terdengar seperti bom Pecahan benda dan serpihan tubuh terlempar ke berbagai arah di dalam gedung. Orang-orang yang berada di sana langsung berteriak dan berhamburan mencari jalan keluar Suasana yang beberapa detik sebelumnya begitu normal berubah menjadi kepanikan Ternyata ledakan itu berasal dari sebuah hotel.

Seorang pria mengenakan topeng badut baru saja masuk ke dalam hotel sebelum melakukan aksi bunuh diri menggunakan rompi yang telah dipasangi bom Ledakan itu menewaskan pria tersebut.

"CEPAT! PANGGIL POLISI DAN AMBULANS!"

teriak salah satu orang di dalam hotel Seorang petugas hotel segera mengambil ponselnya dan menghubungi pihak berwajib.

"Halo, di sini unit penjinak bom. Ada yang bisa kami bantu?"

suara dari sambungan telepon terdengar Sementara itu, tidak jauh dari lokasi ledakan, di atas sebuah gedung lain, seorang pria misterius berdiri mengenakan jas dokter Ia hanya diam Tatapannya tertuju pada hotel yang sedang dipenuhi kepanikan.

Dari tempatnya berdiri, ia mengamati semua kejadian itu tanpa menunjukkan sedikit pun kepanikan Tak lama kemudian, kendaraan polisi penjinak bom dan ambulans tiba di lokasi Orang-orang segera diarahkan keluar dari hotel Garis pembatas dipasang di sekitar pintu masuk dan keluar Namun, sebelum keadaan benar-benar terkendali Seluruh lampu di dalam hotel tiba-tiba padam menjadi gelap gulita.

Para petugas penjinak bom segera memasuki gedung untuk memeriksa kemungkinan adanya bom lain yang dipasang Salah seorang petugas berjalan menyusuri lorong hotel yang Gelap gulita.

Satu-satunya sumber cahaya hanyalah senter yang ia arahkan ke depan Cahaya senter menyapu setiap sudut lorong Kiri dan Kanan. Tidak ada apa-apa.

Petugas itu terus berjalan dengan hati-hati Lalu tiba-tiba petugas tersebut mendengar sesuatu

"Grr..."

Ia berhenti Suara dengkuran samar terdengar dari dalam kegelapan Petugas itu yang deg-degan menelan ludah Ia perlahan menoleh ke kanan.

Tidak ada apa-apa Ia menoleh ke kiri dan kanan

Kosong Suara itu tidak terdengar lagi Petugas tersebut kembali melangkah.

Namun, tiba-tiba...

tetes

Sesuatu jatuh mengenai tubuhnya Ia membeku.

Perlahan, ia mengangkat senter ke atas Wajahnya seketika berubah pucat Di langit-langit lorong, sesuatu sedang menempel di sana.

Sesosok anomali berukuran sedikit lebih besar dari manusia dewasa Makhluk itu memiliki enam kaki dengan cakar yang begitu besar. Tubuhnya hitam pekat, menyerupai seekor macan, dengan ekor besar yang dipenuhi sisik-sisik tajam Sisik-sisik tersebut tampak seperti dapat ditembakkan ke arah musuh

Tulang-tulang pada punggungnya sedikit menonjol keluar Wajahnya berwarna putih pucat dengan bentuk yang menyerupai naga Sementara mata kanannya tertutupi oleh tulang yang tumbuh menonjol dari wajahnya Perlahan, salah satu mata kirinya terbuka.

Bola matanya berwarna merah terang menakutkan

Makhluk itu menatap lurus ke arah petugas Tatapannya begitu tajam serta Begitu mengintimidasi layaknya predator yang akhirnya menemukan mangsanya Air liur menetes dari mulutnya.

tetes...

Petugas itu menahan napas tubuhnya gemetar.

Kemudian Ia berbalik dan langsung berlari terbirit-birit menuju pintu keluar hotel Namun, anomali itu tidak mengejarnya Makhluk tersebut hanya diam Matanya mengikuti setiap langkah petugas itu hingga sosoknya menghilang ke dalam kegelapan Di halaman hotel, satu petugas penjinak bom sedang berdiri tidak jauh dari ambulans Petugas medis tengah memasukkan kantong jenazah ke dalam mobil ambulans.

Tiba-tiba Salah seorang petugas yang berasal dari dalam hotel berlari keluar dengan napas tersengal-sengal.

"Haaah... haaah..."

"Heii! Kamu kenapa?" (tanya petugas penjinak bom)

"Di-di dalam hotel..."

Petugas tersebut mencoba mengatur napasnya.

"Ada... seekor anomali. ukurannya... cukup besar."

"Anomali?"

Wajahnya masih dipenuhi ketakutan.

"Gawat..."

Salah seorang petugas segera mengambil radio komunikasinya.

"cepat panggil para pemburu ke sini!"

Sementara itu Di dalam hotel yang gelap, terdengar suara langkah kaki.

tak..tak...tak...

Anomali itu berjalan dengan santai menyusuri lorong.

Tidak terburu-buru Tidak terlihat panik ia tak menyadari bahwa sebentar lagi dirinya akan diburuh oleh pemburu. Seolah-olah seluruh hotel tersebut sudah menjadi wilayah kekuasaannya.

Makhluk itu berhenti di depan salah satu kamar.

Ia mengangkat salah satu kaki depannya Cakar besarnya menghantam pintu.

BRAKKK!!

Pintu tersebut hancur Namun, lubang yang tercipta terlalu kecil untuk tubuhnya yang besar Anomali itu menundukkan kepalanya lalu menempelkan jidatnya ke arah jalan pintu kecil yang hancur.

DUK!!

Kepalanya menghantam dinding.

DUK!!

Sekali lagi Perlahan, retakan mulai menjalar di sepanjang dinding di sekitar pintu.

KREK...

Retakan semakin melebar Anomali itu kembali menghantamkan kepalanya.

BRUAKK!!

Dinding di sekitar pintu akhirnya runtuh Debu dan serpihan bangunan berhamburan memenuhi lorong.

Di balik kepulan debu itu... Sang anomali mencoba masuk kedalam kamar Melihat sekeliling dalam kamar Seolah-olah dia sedang mencari sesuatu.

1
Dian Dian
good job👍
likaa: makasih kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!