NovelToon NovelToon
Dimana Papaku, Ma?

Dimana Papaku, Ma?

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:31.8k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Dimana Papaku, Ma?"

Pertanyaan seorang bocah cilik bernama Arka Daru Hutama itu membuat wanita dewasa bagaikan tersambar petir. Raut wajah perempuan bernama Ariska Sandra Hutami seketika pucat karena mendengar pertanyaan sederhana itu. Pada akhirnya pertanyaan itu takkan pernah mendapatkan jawaban pasti sampai takdir kembali mempertemukan Ariska dengan sosok seorang laki-laki yang mirip dengan Arka.

Siapakah sosok laki-laki itu? Apakah pertemuan mereka itu bisa menguak cerita masa lalu yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ikhlas

"Ikhlaskan aja sudah. Cuma seratus ribu itu. Nggak akan buat kamu bangkrut, Frans. Hitung-hitung buat uang jajan yang ngambil," ucap Papa Bayu dengan santainya kemudian menarik tangan Mama Anisa agar duduk di dekatnya.

"Apa maksudnya, Pa? Itu seratus ribu kalau bolak-balik ambil sepuluh kali, jadi satu juta lho." seru Frans tak terima dengan respons Papa Bayu.

"Memangnya kamu mau semua laptopmu mati cuma gara-gara ingin tahu siapa yang ambil uang seratus ribu itu? Ruginya bisa sampai puluhan juta dan data penting bisa hilang," seru Papa Bayu menjelaskan dengan sesuatu yang berlebihan agar Frans takut. Apalagi ini menyangkut perusahaan.

"Cucu kita itu, Ma." bisiknya pada sang istri. Hal itu membuat Mama Anisa senyum-senyum sendiri.

Frans menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Bagai buah simalakama, maju salah mundur pun begitu. Frans menatap Mama Anisa untuk meminta pertolongan. Setidaknya agar Mama Anisa membujuk Papa Bayu agar membantunya. Namun Mama Anisa seakan tidak peduli dan malah senyum-senyum sendiri setelah mendapat bisikan dari Papa Bayu. Frans kesal dan merasa bahwa orangtuanya tidak peduli lagi dengannya. Padahal maksud dari Mama Anisa tidak begitu.

"Anaknya lagi kesusahan malah ditinggal mesra-mesraan. Ini anaknya jomblo lho. Bisa-bisanya malah pacaran di depan anaknya," sindir Frans pada kedua orangtuanya.

"Makanya cari istri biar bisa mesra-mesraan kaya gini. Atau jangan-jangan kamu sukanya sama..."

Bugh...

"Papa mau bilang apa, ha?" sela Frans sambil melemparkan bantal sofa ke arah Papa Bayu.

"Sama Ariska. Gimana sih?" seru Papa Bayu membuat Frans menatapnya sinis.

"Dipikir Frans anak kecil yang mudah terkecoh begitu saja. Frans tahu maksud Papa bukan begitu tadi,"

Hahaha...

Papa Bayu malah tertawa melihat anaknya kesal pada dia. Frans memilih pergi dari ruang keluarga menuju kamarnya. Dia terlanjur kesal dengan Papanya. Mama Anisa hanya tersenyum melihat kelakuan anak dan suaminya. Jika berhadapan dengan lawan bisnis saja, keduanya terlihat kaku. Namun jika di rumah, keduanya malah bersikap konyol.

"Frans menginap di sini, Ma." teriak Frans dari atas tangga.

"Nggak bisa. Kamu harus kerja," seru Papa Bayu menolak Frans menginap di rumahnya.

"Kerja tuh pagi sampai siang, ini sudah malam. Waktunya istirahat, malas pulang." seru Frans memberikan alasan.

"Biarkan saja anaknya di sini, Pa. Sudah lama lho Frans nggak pulang," ucap Mama Anisa yang kesal karena suaminya terlalu keras pada Frans.

"Nanti dia monopoli kamu, Sayang." rengek Papa Bayu membuat Mama Anisa hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"Ingat umur, Pa. Udah tua dan punya cucu. Nggak usah merengek begitu,"

Papa Bayu tak peduli dengan teguran istrinya. Setelah Frans besar, Papa Bayu dan Mama Anisa jarang sekali di negara ini. Mereka lebih sering menghabiskan waktu untuk keliling dunia bersama. Menikmati masa tua dengan jalan-jalan. Mereka sekarang ada di negara ini pun karena terpaksa. Ini semua ulah dari Frans yang malah melakukan kesalahan dengan Ariska.

"Besok jadi kita melihat cucu, Pa?" tanya Mama Anisa dengan tatapan penuh harap.

"Jadi, tapi kita harus hati-hati. Bilang saja sama Frans kalau kita mau liburan. Biar nggak curiga dia," jawab Papa Bayu dengan pelan.

"Bawa apa ya enaknya, Pa?" tanya Mama Anisa yang sudah membayangkan akan membawa banyak hadiah untuk cucu laki-lakinya itu.

"Robot, mobil-mobilan, baju, atau..."

"Saham perusahaan aja, Sayang." sela Papa Bayu membuat Mama Anisa melongo tak percaya.

Emang agak lain kalau punya suami kaya. Anak kecil kok dibawakan saham,

***

Pagi seperti biasanya, Ariska sudah berada di dalam tokonya dengan senyum cerah. Seakan kejadian Mely dan Ichal kemarin tidak ada pengaruh apapun untuk dirinya. Nana pun sudah ada di sana, menyiapkan barang-barang yang hendak dikirim hari ini. Sedangkan Ariska, memeriksa barang yang stoknya sisa sedikit. Toko belum dibuka karena masih jam 7 pagi. Bahkan Arka masih sarapan ditemani Nenek Yuli di rumah.

"Nggak nyangka ya, Mbak. Kita sudah sejauh ini. Padahal dulu rumah Nenek sangat sederhana. Sekarang malah Mbak Ariska bisa renovasi rumah dan kita dapat beli tanah," ucap Nana tiba-tiba mengingat bagaimana keadaan ekonomi mereka dulu.

"Kalau kita mau kerja keras dan usaha, pasti akan ada jalannya. Buktinya sekarang kita nggak perlu ker..."

Permisi...

"Siapa itu, Mbak? Kok kaya ada orang di luar," tanya Nana yang langsung berdiri dan mencari tahu.

"Di toko kita lho, Mbak." lanjutnya saat mengintip dari jendela.

Sudah ada orang di depan toko yang terlihat celingukan. Ariska pun segera mendekat dan membuka pintu toko. Begitu juga Nana yang penasaran, langsung ikut keluar. Terlihat pasangan paruh baya tersenyum ramah ke arah Ariska. Mereka adalah Papa Bayu dan Mama Anisa. Terlalu bersemangat, Mama Anisa mengajak suaminya pergi ke kota dimana Ariska tinggal saat shubuh datang. Setelah sampai di sana, toko belum buka.

"Ada yang bisa kami bantu, Tuan dan Nyonya?" tanya Ariska dengan ramah.

"Wah... Cantiknya calon menantu," seru Mama Anisa dengan raut wajah antusiasnya.

"Mama..." peringat Papa Bayu agar tak bersikap bar-bar. Apalagi melihat Ariska dan Nana yang tampak kebingungan.

"Maaf, istri saya belum minum obat. Jadi agak..."

"Apa Papa bilang? Mama gila, begitu? Makanya harus minum obat setiap hari?" sela Mama Anisa sambil berkacak pinggang di depan suaminya.

"Tadi Mama yang bilang sendiri lho," ucap Papa Bayu sambil melambaikan tangannya.

Ariska dan Nana yang melihat perdebatan itu hanya bisa menampilkan senyum canggungnya. Mereka bingung harus berbuat apa. Sedangkan keduanya masih asyik saling membela diri. Mau menegur, tidak enak hati karena bukan orang yang dikenal. Nana menyenggol lengan Ariska agar segera bertindak. Jika tidak, bisa mengundang perhatian tetangga sekitar.

"Maaf, Tuan dan Nyonya. Masih pagi, berdebatnya bisa lanjut di rumah saja." ucap Ariska menegur dengan tidak enak hati. Pasalnya Ariska tahu jika keduanya orang baik. Hanya saja memang mereka pasangan suami istri yang aneh.

Eh...

"Maaf ya, Nak. Maklum... Suami saya agak sengklek," ucap Mama Anisa yang kemudian merangkul bahu Ariska dan Nana. Papa Bayu mendengus sebal mendengar ucapan istrinya. Jika diladeni, pasti perdebatan itu akan berlanjut semakin lama.

"Ayo masuk dulu," lanjutnya membawa Ariska dan Nana masuk ke dalam toko.

"Mama, itu yang punya toko lho. Kok malah Mama yang meminta mereka masuk," seru Papa Bayu yang heran dengan istrinya itu.

"Astaga... Maafkan, saya lupa." Mama Anisa sampai menepuk dahinya pelan karena terlalu heboh hingga refleks berlagak seperti yang punya toko.

"Tidak apa-apa, Nyonya." ucap Ariska dengan senyumnya.

Aaaaa...

Calon menantu senyumnya kaya buah jeruk. Manis tapi ada kecut-kecutnya sedikit,

Eh...

Mama...

1
Aniza
sabar frans,jngan nyerah buat minta maaf
kmu tu dulu pas diap kejadian kurang usaha nyari keberadaan ariska
ririen handayani
baru tau🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
😄😄😄😄😄😄😄
ririen handayani
kejamnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 gk kuat ya carlo
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tia
👍👍👍👍👍👍👍
Novita Sari
hanya opa n oma yg bisa mengendalikan arka
Rubi Yati
arka love sekebon dh🤭🤭🤭🤭😍😍😍😍😍
Puspa Sella
love buat arka sekebon😍😍😍
Tang Bin
lanjut Thor 🤭
tia
di Tamba satu bab lg thor
E F
🤭🤭😄😄
tq thor🙏😍
lanjutt lg ya🤭💪😄
Sani Srimulyani
hayolo diroasting anak sendiri......pasti jleb banget tuh rasanya.😜
Muft Smoker
pov Frans : sakit ny tuh di sini ,, pas kena hati ku ,,

pov Carlo : lanjuuut pak bos ,, 🕺🕺🕺🕺🕺




🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
aduuuhhh makyeessss rasanya🤭🤭🤭🤭
ririen handayani
pites yg bener bukan pitnes🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
nah udah tau kn mana yg namanya ompong dua😄😄😄😄😄😄😄😄😄😍
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kalah sama drama bocel
ririen handayani
astoge ada ada aja pertanyaannya😄😄😄😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!