NovelToon NovelToon
Callie (Si Genius Yang Tersembunyi)

Callie (Si Genius Yang Tersembunyi)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:76.2k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Baca dulu "CALLIE SI BOCAH GENIUS"

Pergerakannya tidak bisa ditebak. Tingkahnya sangat random seperti remaja lainnya. Namun otaknya hampir 24 jam bekerja untuk membuat senjata dan sistem, meretas, dan melakukan eksperimen. Dunia bawah dan laboratorium khusus yang diwariskan padanya dari sang Opa, membuat gadis remaja itu tumbuh menjadi sosok yang cerdik. Dia adalah Callie Noura Eleanor.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senjata (Baru)

Penolakan yang dilontarkan oleh Ricko itu membuat anggota dari ZERO SUN geram. Mereka langsung menyerang Ricko. Namun target mereka bukan Ricko dan Ben karena sudah dapat dipastikan keduanya akan kalah. Target keduanya saat ini adalah Reska dan Callie untuk dijadikan ancaman bagi Ricko agar mau menuruti keinginan mereka. Saat mereka melancarkan pukulan ke arah Reska, dengan cepat Ricko menangkis dengan kakinya. Sedangkan Ben menendang perut dari orang yang hendak memukul Reska.

"Kak Reska, ikutan dong berantemnya itu. Masa malah dilindungi Tuan Ricko," seru Callie yang kesal karena Reska terlihat ragu untuk melancarkan serangan.

"Mereka itu mafia, Callie." seru Reska mengingatkan Callie bahwa lawan kali ini berbeda.

"Halah... Dulu kan juga lawan mafia udah pernah. Kak Reska pikir dulu yang waktu balapan itu kita lawan siapa? Anggota mafia juga kali," seru Callie yang masih mengingat dulu saat kecil pernah melawan mafia. Walaupun targetnya memang bukan anggota keluarga Roberto, tapi orang yang mengadakan event.

"Itu kan ada temannya, Callie. Terus pakai pistol," Reska belum terlalu mahir dalam beladiri. Dia bisanya berantem ala anak remaja tawuran yang memakai kayu balok atau hanya sekedar memukul.

"Ini juga ada teman..."

Bugh...

Dugh...

Argh...

"Injak itu perutnya," seru Callie sambil berjingkrak senang saat melihat Ricko bisa melumpuhkan salah satu lawan.

Bahkan Callie seakan lupa bahwa tadi sedang mengomeli Reska. Ben pun begitu, memukul dan menendang lawan hingga keduanya berhasil dilumpuhkan. Reska sendiri masih takut melihat bagaimana cara lawan memukul. Jelas itu lawan memakai teknik yang belum Reska biasa pelajari. Reska melirik pada Callie yang tampaknya tidak berniat mengeluarkan robot atau alatnya untuk melawan kali ini. Mungkin ini untuk mengurangi orang yang mengetahui tentang robot dan senjata yang dibuat oleh Callie.

Srettt...

Callie...

Tiba-tiba saja dari arah belakang, ada seseorang yang menarik tangan Callie. Reska yang melihatnya begitu terkejut dan segera memasang kuda-kuda. Ben dan Ricko yang telah menyelesaikan dua orang pun berbalik arah. Mereka terkejut melihat delapan orang datang dan menyandera Callie. Namun Callie tampak biasa saja, seakan itu bukan ancaman untuknya.

"Bawa Tuan Ricko untuk diinterogasi di markas. Bos ingin bertemu dan bertanya langsung," seru salah satu di antara mereka meminta untuk membawa Ricko. Namun Ricko dan Ben terlihat tenang seperti kode yang diberikan oleh Callie.

"Callie, tenang. Jangan panik, aku pasti akan menyelamatkanmu." seru Reska tapi malah mendekati Ricko dan Ben. Tampaknya memang Reska hanya berani kalau dipegangi senjata jika melawan anggota dunia bawah.

"Mau apa kalian itu? Ingin saya membantu organisasi kalian untuk merebut kepemimpinan DEVIL CROWN? Tidak akan pernah mau," seru Ricko dengan tatapan sinisnya.

"Tidak apa jika tak mau. Berarti cewek ini akan menjadi sande..."

Jangan...

Cuihhh...

"Tatapan kalian itu membuat aku jijik," Callie meludah tepat mengenai sepatu orang yang memegang pergelangan tangannya. Apalagi melihat tatapan meremehkan yang diperlihatkan mereka padanya.

"Jangan harap kalian akan selamat di tanganku," lanjutnya memberikan peringatan.

Hiyaaa...

Boommmm...

Sebuah letupan kecil dan asap putih yang begitu banyak tiba-tiba datang di tengah kumpulan delapan orang itu. Mereka yang tengah fokus pada ucapan Callie, lengah untuk melarikan diri. Callie segera melepaskan diri dan mendekati Reska. Delapan orang itu langsung terbatuk kemudian jatuh pingsan. Petasan kecil buatannya berisi obat bius yang membuat orang pingsan sementara waktu. Terpaksa dia mengeluarkan senjata buatannya itu karena malas berantem. Sedangkan Ricko dan Ben terdiam di tempatnya.

"Itu tadi apa?" tanya Ben menatap aneh pada benda yang dilemparkan oleh Callie kemudian membuat orang di sekitarnya pingsan. Namun anehnya, dia tidak mencium bau apapun dan tak pingsan walaupun menghirup asap tersebut.

"Petasan," jawab Callie dengan santainya.

"Kok mereka bisa pingsan? Ini aku cium baunya, tapi nggak pingsan seperti mereka." Ben terus mencecar agar Callie mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Ben sangat penasaran dengan sosok perempuan di depannya ini.

Rahasia...

***

Sepanjang perjalanan menuju tempat makan, Ben dan Reska terus mencecar Callie dengan berbagai pertanyaan tentang senjata yang tadi dipakai. Namun Callie tidak mau menjawab karena senjata buatannya itu masih belum sempurna. Senjata itu nanti yang akan dirinya pakai di dunia bawah jika dalam keadaan mendesak. Itu pun jika Callie sudah menyempurnakan formulanya sesuai dengan keinginannya. Sedangkan orang-orang tadi sudah dibereskan oleh anak buah Ricko. Bahkan Ricko juga langsung mengirimkan ancaman dan peringatan kepada organisasi ZERO SUN agar tidak lagi mengganggunya. Dengan mengirimkan foto anggota ZERO SUN yang berlumuran darah hewan.

"Ayo lah, Callie. Kasih tahu kami. Itu kok yang pingsan cuma mereka doang. Padahal kita juga menghirup asap itu," seru Reska dengan raut wajah penasarannya.

"Bayar dulu 500 juta kalau mau tahu," ucap Callie pada Reska.

"Mahal amat," seru Reska dengan mata memelotot tajam.

"Ini bagian dari bisnis, Reska. Tidak boleh sembarangan orang tahu. Lagian ini juga alatnya masih coba-coba, belum sempurna." ucap Callie dengan santainya.

Belum sempurna?

Callie menganggukkan kepalanya saat mendapatkan pertanyaan dari Reska dan Ben. Alat itu memang belum sempurna dan merupakan project iseng dari Callie. Sehingga dirinya pun belum tahu apakah kelak akan diproduksi masal atau tidak. Sedangkan Ricko, sedari tadi diam tapi matanya terus mengawasi Callie. Entah apa yang ada di benak Ricko sekarang, tapi laki-laki itu punya satu kesimpulan. Jangan meremehkan seseorang, walaupun orang itu masih SMA.

"Nggak usah dipikirkan itu. Nanti kalau Callie udah ada niat buat menyelesaikan senjata itu pasti kalian akan tahu. Ya setidaknya kalian bisa melihat bagaimana uji coba alat itu," ucap Callie dengan santainya.

"Sekarang saatnya memikirkan perut Callie yang sedari tadi sudah minta diisi," lanjutnya.

"Makan terus. Pantas saja badannya mel..."

"Apa? Melar gitu? Biarin aja napa sih? Orang masih dalam masa pertumbuhan kok," sela Callie sebelum Reska menyelesaikan ucapannya.

Marah-marah mulu jadi orang. Kena darah tinggi lho ntar,

Bodo mamat,

Ricko yang ingin menasehati Callie malah kena semprot. Sepertinya memang benar apa yang diucapkan oleh Reska. Callie kalau lapar, pasti cepat emosian. Jadi lebih baik diam saja dibandingkan berbicara. Tak berapa lama, mereka sampai di taman dekat kantor. Walaupun siang hari, tapi jajanan di sana sudah banyak yang buka. Ricko dan Ben saling tatap melihat beberapa penjual di taman itu.

"Restorantnya yang mana?" tanya Ricko dengan polosnya.

"Itu restorant kaki lima," seru Callie sambil menunjuk ke arah banyak penjual.

"Buk..."

Jangan banyak tanya. Ayo jajan,

Eh...

Apa ini? Sate telur?

Bukan. Itu telur gulung,

Ha?

1
Sani Srimulyani
penasaran sama sosok si kenzi ini......siapa sih dia?
Atik Kiswati
lnjt....
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
iya kai kurang asem ya🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 jgn kalah
Tang Bin
jos kali mambu
Sani Srimulyani
gapapa kai, dulu juga onty mu pernah ikut mamamu ke sekolah.
Atik Kiswati
gk ada lawan...🤣🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Kena mental ama Kai🤣
Ita Xiaomi
Jd baby sitter Pak Satpam🤣
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Fania ngapa pula kepo ama org yg lg di rumah sakit. Kan jd dpt masalah. Mending pulang bobok di rmh.
Novita Sari
kau titisan callie kecil
ririen handayani
gooodddd👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tang Bin
gantinya kali mambu
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 emang onty mu stressss
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 menurun
Ita Xiaomi: Benar Kk🤣
total 1 replies
tia
🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
pantas anaknya somplak🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 enaknya jg somplak
Dewiendahsetiowati
darah mafia opa dolar begitu kuat di kali mambu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!