NovelToon NovelToon
Wasiat Gila Asisten Suamiku

Wasiat Gila Asisten Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Hati Lilian hancur seketika setelah sang suami, "Alen" kembali dari dinas di luar kota membawa seorang perempuan hamil bersama nya.

"Siapa wanita itu mas? Kenapa kau membawanya pulang ke rumah kita?"

Tiga tahun pernikahan Lilian tidak memiliki anak, karena itu ia memiliki untuk mengabdi sebagai menantu, ipar serta istri yang baik di keluarga "Bayron" ia tidak pernah membocorkan tentang siapa dirinya dan siapa keluarganya, sehingga mereka semua menganggap Lilian sebagai yatim piatu yang tunduk dan patuh.

"Dia istri asisten ku, sesuatu terjadi di luar kota, asisten ku meninggal karena menyelamatkan ku dan sekarang istrinya hanya punya aku dan keluarga ini untuk melanjutkan hidup, atas wasiat asisiteku dia meminta ku untuk menjaga anak dan istrinya,"

Dilanda keputusan suami yang begitu menyakitkan, akan kah Lilian tetap bertahan? Apalagi setelah kedatangan wanita itu, Alen selalu mengabaikan nya.

Penasaran? Ayo baca kisah mereka di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

"Membuat mereka berpisah adalah tujuan utamaku, merebut posisi Lilian juga adalah tujuan utamaku, jadi membantunya mendapatkan tanda tangan bukanlah hal yang mustahil, aku akan dengan senang hati membantu," ucap Tasya yang kemudian membawa dokumen tersebut bersamanya.

Siang itu pukul sepuluh pagi ...

Alen tidak tenang, dia masih merasa bersalah karena sudah melayangkan pukulan ke pipi Lilian, hal ini membuat hati dan pikirannya berkecamuk, ia pun memutuskan untuk pergi ke kamar Lilian untuk menemuinya dan berniat meminta maaf.

Tok ... Tok ... Tok ...

Tiga kali ketukan, Lilian langsung membuka pintu tersebut dan mendapati Alen yang berdiri di hadapannya.

"Sayang, aku benar-benar minta maaf, apakah pipimu masih sakit?" ucap Alen yang kemudian hendak memegang pipi Lilian.

"Aku sudah baik-baik saja," jawab Lilian menghindar dan juga tanpa ekspresi sedikit pun.

"Itu, bagaimana kalau sekarang kita ke rumah sakit? Bukankah kau selalu mengajakku periksa kesehatan? Sekalian memeriksa luka di sudut bibirmu," ucap Alen berusaha membujuk dan membuat hubungan mereka kembali hangat.

Akan tetapi dia tidak tahu kalau semua itu sia-sia dan waktu bersama Lilian hanya tersisa beberapa jam lagi.

"Aku rasa tidak perlu," ucap Lilian singkat.

"Tidak, bukankah kau selalu berharap aku mau periksa kesehatan? Ayo sekarang kita pergi," ucap Alen lagi, ia terlihat sangat memaksa.

Awalnya Lilian kembali ingin menolak, tapi seperti yang dia harapkan selama ini, dia selalu penasaran dengan siapa yang sebenarnya bermasalah di antara mereka berdua, dirinya yang sudah berkali-kali melakukan pemeriksaan terbukti tidak punya masalah kesehatan, sedangkan Alen ...

"Mungkin ini kesempatan terakhirku untuk mengungkap siapa yang sebenarnya mandul di antara aku dan Mas Alen," batin Lilian.

"Baik, aku siap-siap dulu," jawab Lilian akhirnya setuju, namun seperti biasa dia memutuskan untuk tidak mengizinkan Alen masuk ke dalam kamar kosong itu dan membiarkannya menunggu di luar.

Dalam waktu tiga puluh menit, mereka pun akhirnya tiba di rumah sakit yang notabenenya memang tidak terlalu jauh dari rumah Alen.

Mereka menemui dokter yang biasanya memeriksa Lilian dan melakukan pemeriksaan secara keseluruhan.

"Hasilnya akan keluar dalam setengah jam lagi, silakan ditunggu," ucap sang dokter.

"Baik Dok," jawab Lilian.

"Kenapa Lilian beberapa hari ini tampak sangat dingin dan acuh, dia seratus persen berbeda dari sebelumnya, biasanya dia selalu menempel padaku dan banyak bicara, apakah dia masih belum bisa menerima kehadiran Tasya?" batin Alen yang menyadari perubahan besar di diri Lilian.

Sementara itu di rumah.

"Bibi, di mana Mas Alen?" tanya Tasya yang sudah memeriksa setiap ruangan di rumah tersebut tapi tidak menemukan keberadaan Alen.

"Kau tidak tahu? Dia membawa Lilian ke rumah sakit," jawab Bu Sinta sambil sibuk memainkan ponselnya.

"Apa? Kenapa?" tanya Tasya sedikit kaget sekaligus kesal dan cemburu.

"Bukankah dia tidak sengaja menampar Lilian? Ya dia membawa Lilian untuk memeriksa luka di sudut bibirnya," ucap Sinta lagi yang tidak terlalu tahu tentang keseluruhan dari tujuan mereka ke rumah sakit itu.

"O-oh," jawab Tasya sambil menahan sebal di hatinya.

Dia pun memilih untuk kembali ke kamar dan memikirkan cara agar Alen segera kembali.

"Lilian, wanita sialan itu benar-benar tidak bisa dipercaya, bukankah dia sudah sepakat untuk meninggalkan keluarga Bayron dan bercerai dengan Mas Alen? Sekarang kenapa dia malah menarik perhatian Mas Alen seperti itu, menyebalkan, aku harus mencari cara, dia tidak boleh menyita perhatiannya, semua perhatian hanya boleh tertuju padaku saja," katanya sambil mondar-mandir di dalam kamar memikirkan cara.

Entah cara apa yang kali ini akan dijalankan oleh Tasya untuk menarik perhatian Alen dari Lilian. "Aku tahu caranya," ucap Tasya tersenyum miring.

Ia berjalan menghampiri nakas yang ada di ujung ranjangnya, di atas nakas terdapat semangkuk buah-buahan segar dan sebilah pisau sebagai alat pengupas. Senyum Tasya kembali merekah setelah tangannya menggenggam ulu dari pisau tersebut ia berjalan ke kamar mandi dan segera menutup pintu kamar mandi tersebut.

20 menit kemudian ...

Di rumah sakit ...

"Minggir! Minggir segera selamatkan dia, aku mohon dia sedang hamil," ucap Sinta bergegas mengikuti dokter yang saat itu sedang menarik brankar di mana Tasya terbaring di atasnya.

Kebetulan pada saat itu mereka melewati ruang pemeriksaan di mana di depannya, Alen dan Lilian sedang duduk menunggu hasil tes kesehatan yang akan keluar dalam sepuluh menit lagi.

"Ibu," ucap Alen terkejut dan segera berdiri dari duduknya.

Lilian yang menyadari wanita hamil yang dibawa dokter melewati mereka barusan adalah Tasya ikut berdiri.

"Alen syukurlah kau di sini, ayo cepat suruh dokter untuk menyelamatkan Tasya," ucap Sinta sang ibu, ia tampak sangat panik.

"Tenanglah Bu, apa yang terjadi? Ada apa dengan Tasya?" tanya Alen kebingungan sambil menyembunyikan rasa khawatirnya.

"Ibu tidak tahu, tadinya dia mencarimu, Ibu bilang kau di rumah sakit bersama Lilian dan dia tampak sedih, lalu dia pergi ke kamar dan tidak lama kemudian Ibu yang ingin mengajaknya untuk makan siang menemukan dia di dalam bak mandi, di kamar mandi dengan tangan berlumuran darah, dia sepertinya berniat mengakhiri hidupnya," ucap Bu Sinta sambil memegang tangan Alen.

"Astaga, bagaimana bisa Tasya berpikir singkat seperti ini," ucap Alen.

"Semua ini pasti karena ulahmu, benar kan Lilian? Kau sengaja membuat Tasya cemburu dan akhirnya dia bunuh diri," ucap Sinta sambil menuding Lilian yang sedari tadi hanya diam dan menjadi pendengar.

"Membuatnya cemburu? Memangnya aku mengambil suaminya? Apa tidak sedikit terbalik?" jawab Lilian dengan senyum tipis.

"Sudahlah, Lilian kau sebaiknya diam saja, jangan melawan Ibu, dia sedang panik dan khawatir, Ibu selama ini selalu menginginkan seorang cucu, jadi wajar Ibu khawatir akan keadaan Tasya," ucap Alen yang tidak pernah memihak Lilian.

"Sudah, jangan pedulikan dia lagi, kau harus ikut Ibu untuk mengurus Tasya," ucap Sinta yang kemudian hendak menarik pergi Alen dari sana.

"Lilian kau tunggu hasil tesnya, aku akan mengurus Tasya dulu, nanti aku akan kembali," ucap Alen yang kemudian berlalu pergi dari hadapan sang istri bersama ibunya.

"Benar-benar sandiwara yang memukau," lirih Lilian.

"Lilian," panggil dokter yang saat ini menghampiri Lilian sambil membawa dua lembar kertas, di mana itu adalah hasil tes kesehatan Alen dan Lilian.

"Dokter, apakah hasilnya sudah keluar?" tanya Lilian.

"Ya, ini, kau bisa membacanya dengan teliti," ucap sang dokter sambil menyerahkan kertas tersebut.

Lilian menerimanya, pertama-tama dia membuka hasil tes untuk dirinya sendiri terlebih dahulu, hatinya lega menyadari kalau dirinya lolos dari kata mandul.

Bersambung....

 

1
Soraya
lanjut thor
Author Nadia🪷
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Kar Genjreng
karena Kakak mau ketemu dengan Ryan kah 🤣 yang di kira bencis padahal pria tulen dan pria sejati apa akan di jodohkan dengan Lilian kah ehhh kakak nya baik banget padahal kecelakaan juga karena mencarinya tetapi iklas toh masih bisa bertemu dan masih bisa berjalan ya walaupun dengan bantuan kursi roda,,, tetapi sang Kakak kliatan bahagia sekali berbeda satu atap lagi dengan gadis kecilnya,,,bukan gadis maaf tapi Jendes elegan,,👍👍🤣🤣
Author Nadia🪷: anu kak, siapa pulak Rian?
total 1 replies
Soraya
typo thor lanjut
Kar Genjreng
biar merasakan badai tornado nmelanra rumah dan seisinya,,hari ini bisa makan apa atau beli. tetapi besok kelaparan. di
rasa rasa enakan kan ketika ada Lilian,,,uang lancar dapur ngebul rumah bersih,,,tapi kalian jahat lupa semua itu sumbernya dari mana dan merdeka' Lilian kalian kelaparan kapokkk Modarrrr,,,Karin tinggal di mana kalau di Jawa Surabaya ,,,naik saja kereta exekutif gubeng gambir,,,jawa tengah naik argo lawu ,,,
Kar Genjreng
banget penisirin🤣 apa coba apakah mata mata Keren Erlan itu tunggu. berapa lama lagi nih ,,, semoga besok update deh kalau entar mlam besok ngerek bendera jadi ga sempat baca haha Mak mak mau balap karung 🤩🤭
Kar Genjreng
setelah tiada. biarlah menyesal,,,karin dan Julian temannya.liliane. tadinya kan bertiga kalau ga salah lupa ingat,,,ga skip bacanya cum lupa,,,ini Valen dan keluarga nya bersepekulasi burung tentang lilian. tau kalian ,Lilian bukan yatim piatu,,, tetapi ayahnya sultan tu. ge mana seandainya tau,,,dan kalian tidak paham selama dua ni kalian hidup uang dari lilian,,dan tunggu waktu bom meledak dahsyat,,,nah nanti kalian tau siapa itu lilian Tasya impianmu kocar kacir,,, bermimpi jadi wanita tajir melintir ga tau keluar Valen elit,,, ekonomi sulit,,,, OK lanjut dong Kak Nad. Doble update dong bonus gitu,,,
Kar Genjreng
tasya senang karena akan menjadi nyonya valen yang katanya tajir,,,, ternyata elit ekonomi sulit karena sudah semua di tarik kembali oleh lilian🤣 nikmati saja yaaaaa,,,😩😩😩 betapa bahagia nya,,, sekarang Lilian sudah kembali kepada orang tua nya yang tajir melintir good looking good rekening,,, keren to
👍👍👍👍
Kar Genjreng
Lilian bisa tidur nyenyak tanpa hambatan tanpa perintah dari ipar suami dan mertua,,,, semuanya dilayani di rumah orang tua nya,,,,di lain tempat ya tempat mantan mertua Liliana lagi heboh kehidupan nya susah pelayanan tidak ada menanti pun sudah ga punya ada si pELaKoR 🤣nah 👍👍 nikmatilah
Kar Genjreng
ini belum update Kak Nad
Author Nadia🪷: aku baru aja update bab 17 tapi masih di review, maaf ya, soalnya aku gak ada tabungan bab jadi nya kalian harus menunggu, beberapa hari aku sibuk ada acara keluarga jadi tabungan bab nya sudah habis 🙏😭
total 1 replies
Kar Genjreng
ada rahasia besar mungkin yang akan di bicarakan bersama putranya,,, terpenting kedua Anaknya sudah berkumpul jadi mudah untuk mengeksekusi para penghianat,,,Valen siap siap lah bersama keluarganya bahkan sang pELaKoR,,,
Kar Genjreng
🤣Tasya menang mendapatkan aren tetapi kebahagiaan nya tidak akan lama. karena sudah bisa di pastikan perusahaan nya akan mengalami kismin,,,
mama
kelamaan kurang sat set..
Author Nadia🪷: maaf kak ini novel bukan cerpen
total 1 replies
Kar Genjreng
pokonya sekarang nikmati apa yang ada di depan mata kalian semua,,,karena setelah Lilian pergi barulah terasa ternyata semuanya. yi di nikmati adalah hasil jerih payahnya Lilian,,,dan paling bikin terkejut lagi nanti semua aset ny menghilang,,,,😈😈
Soraya
lanjut
Kar Genjreng
berati Alen yang mondal mandul,,,nah kebetulan pulang dan pergi lah tanda tangan. saja berkasnya kasi Alen lngsung biar terkejut 🥺🥺🏃🏃🏃🏃
Soraya
lanjut thor
Kar Genjreng
silahkan berteduh di istana yang tak lama lagi akan runtuh raya saat ulang sudah tidak mengalir lagi,, itulah ya Alen di pungut di junjung tinggi malah lupa ingat selalu beda istri beda rezeki,, coba saja bercerai dengan Lilian dan nikahilah si pELaKoR langsung bangkrut,😭
Kar Genjreng
yahhh satu bab saja yang,,, double update dong bikin TREMOSI Alen itu dan Tasya sedang merasakan kemenangan nya belum tau dari mana sumber kekayaan yang kalian nikmati,,, setelah Lilian pergi kalian akan menjadi gembel semua aset di tarik oleh orang tua Lilian bodoh di piara,,merasa paling hebat mengambil wanita jalang berkedok hamil tanpa ayah ya sudah nikmati selagi ada kesempatan ya,,,dan siapa menabur dan siapa menuai,,
Kar Genjreng
ko double up si
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!