NovelToon NovelToon
RNG Absolut: Dari Pecundang Jadi Legenda

RNG Absolut: Dari Pecundang Jadi Legenda

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Anime / Game / Slice of Life
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: webnakama

Kurosawa Kaito adalah pria paling sial di seluruh Jepang bukan kiasan, itu fakta yang bisa dibuktikan lewat statistik. Payung selalu ketinggalan pas hujan deras, promosi kerja direbut orang lain di detik terakhir, bahkan mesin ATM pernah menelan kartunya di hari gajian.

Semua berubah saat sahabatnya memaksanya mencoba Aeon Requiem, VRMMORPG full-dive terbaru yang sedang jadi fenomena dunia. Saat membuat karakter, Kaito yang selama ini terlalu sial untuk berharap apa pun asal memasukkan seluruh poin stat awal ke satu parameter yang paling sering diabaikan pemain lain: Luck (Keberuntungan).

Yang tidak ia sangka: sistem game ini menghitung keberuntungan bukan sebagai angka kosmetik, tapi sebagai variabel nyata yang memengaruhi drop rate, critical hit, event tersembunyi, bahkan takdir NPC. Seorang pemain yang di dunia nyata tidak pernah menang undian apa pun, kini menjadi satu-satunya orang yang ditakdirkan untuk selalu beruntung di dunia yang bukan dunia nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon webnakama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14 — Rekrutan Pertama

Dua hari setelah Fortuna Ascendant resmi berdiri, mereka bertiga ngumpul lagi di markas dadakan mereka, kali ini bawa peta besar yang Rin siapin, lengkap sama tanda-tanda lokasi dungeon yang mau mereka coba taklukin berikutnya.

Dua hari itu udah cukup buat Kaito ngerasa markas kecil di reruntuhan sepi itu mulai kerasa kayak "rumah kedua," tempat yang bikin dia nggak sabar login tiap malem cuma buat ketemu dua orang itu lagi.

"Sebelum kita mikirin dungeon," kata Rin, natap Kaito sama Souma bergantian, "kita punya masalah mendasar. Kita bertiga ini semua tipe damage dealer. Nggak ada yang bisa heal."

"Bener juga," Souma manggut-manggut, "gue tank, tapi HP gue cuma bertahan kalo nggak kena damage terus-terusan. Kalo emang mau serius nge-dungeon, kita butuh healer."

"Gue sempet mikir buat pake potion aja terus-terusan, tapi kayaknya nggak efisien ya kalo diliat dari budget kita yang masih pas-pasan." kata Kaito.

"Sangat nggak efisien," Rin ngangguk tegas, "potion bagus harganya mahal, dan yang murah efeknya kecil banget. Kita butuh solusi jangka panjang."

Kaito mikir sebentar. "Gimana caranya nyari orang yang mau gabung? Kita kan guild baru banget, belum ada nama."

"Justru itu tantangannya, tapi gue ada ide. Ada beberapa area farming yang biasa dipake pemain solo buat latihan. Kalo kita nemuin healer yang cocok di sana, kita bisa coba ajak ngobrol langsung." kata Rin.

Mereka mutusin buat coba di Padang Kabut Timur, area yang katanya cukup populer buat pemain independen karena monster-monsternya nggak terlalu susah tapi nggak terlalu gampang juga. Rin bilang biasanya banyak healer solo yang latihan di sana buat naikin level sambil nunggu tawaran party yang cocok.

Begitu nyampe di sana, mereka langsung denger suara teriakan dari kejauhan, bukan teriakan panik yang serem, tapi lebih ke teriakan kesel yang jelas kedengeran frustrasi.

"WOI, TUNGGUIN GUE DONG!"

Mereka bertiga jalan ke arah suara itu, dan nemuin pemandangan yang jujur aja agak bikin gemes, seorang cewek dengan tongkat sihir gede, dikelilingin tiga monster serigala kabut, sementara tiga orang pemain lain yang keliatannya satu party sama dia, lari ninggalin dia begitu aja ke arah berlawanan.

"DASAR PARTY NGGAK BERGUNA!" teriak cewek itu lagi, walau masih sempet ngelancarin mantra heal ke dirinya sendiri di sela-sela ngehindar dari serangan serigala.

Kaito nggak mikir dua kali, langsung lari ke arah situ, diikutin Souma sama Rin yang gerak lebih cepet dan terkoordinasi.

"Souma, tarik perhatian dua di kiri! Kaito, ambil yang kanan!" seru Rin, udah ngambil posisi buat nyerang dari sisi buta.

Souma langsung maju, ngangkat perisainya buat narik agro dua serigala sekaligus, sementara Kaito, walau masih agak kagok koordinasi tim, berhasil ngambil posisi yang diminta.

Dalam waktu kurang dari semenit, ketiga serigala itu udah tumbang, Rin ngabisin dua dengan kombo cepatnya, sementara satu lagi kena critical hit absurd dari Kaito yang seperti biasa, disertai efek visual berlebihan yang bikin cewek tadi berkedip kaget.

"...Makasih," katanya, napasnya masih ngos-ngosan, "gila, gue kira bakal mati beneran tadi."

"Lo nggak apa-apa?" tanya Kaito, ngulurin tangan buat bantu dia berdiri.

"Nggak apa-apa, cuma... KESEL BANGET." Cewek itu berdiri, ngebersihin debu di roknya, terus natap ke arah party-nya yang tadi lari, sekarang udah ilang dari pandangan. "Itu udah ketiga kalinya minggu ini gue ditinggal party pas kondisi bahaya. Katanya sih 'healer itu harusnya bisa jaga diri sendiri.' Ya kalo bisa jaga diri sendiri, buat apa gue jadi healer buat kalian?!"

Kaito, Rin, dan Souma saling lirik, kayak ngerasa nemuin jawaban dari masalah mereka secara kebetulan yang terlalu pas buat disebut kebetulan.

"Nama gue Mei," kata cewek itu sambil nyodorin tangan, senyumnya udah balik ceria walau baru aja ngomel-ngomel, "Hoshino Mei. Makasih banyak udah nolongin."

"Kaito, ini Rin, dan itu Souma." jawab Kaito sambil jabat tangannya.

Mei ngangguk ke masing-masing, cara dia jabat tangan cepet dan energik, matanya keliatan langsung nyerap detail dari sekitarnya, tipe orang yang nggak bisa diem lama, mungkin karena kebiasaan sebagai healer yang harus selalu waspada sama kondisi timnya.

Rambutnya diiket kuncir dua yang berantakan abis pertarungan tadi, dan armor ringannya penuh sama tempelan-tempelan lucu yang jelas dipilih sendiri, bukan default bawaan sistem.

Mei ngangguk ke Rin, tapi begitu matanya ketemu Souma, dia diem sebentar cuma sepersekian detik, tapi cukup keliatan buat Kaito yang lagi berdiri paling deket sama mereka berdua.

"Eh, lo... yang main tank kan? Gue pernah liat lo di leaderboard clear rank minggu lalu," kata Mei, agak buru-buru ngomong.

"Oh, iya, itu emang gue," Souma nyengir, agak bangga, "lo juga jago banget tadi ngelawan tiga serigala sendirian. Serius, itu heal-nya cepet banget."

"Ya... kepaksa jago, abis party gue emang doyan ninggalin gue sendirian," Mei ketawa getir.

Rin, yang dari tadi merhatiin interaksi itu dengan ekspresi datar khasnya, akhirnya nyeletuk. "Mei, boleh kita tawarin sesuatu?"

"Tawaran apaan?"

"Kita baru aja bikin guild. Masih kecil banget, cuma tiga orang, tapi kita lagi nyari healer yang bisa dipercaya. Kalo lo tertarik, kita mau ngajak lo gabung."

Mei natap mereka bertiga bergantian, matanya berbinar. "Serius? Bukan cuma basa-basi?"

"Serius," kata Kaito, ngangguk mantap.

"Nama guild-nya apa?"

"Fortuna Ascendant," jawab Souma, dengan nada bangga yang keliatan udah nganggep nama itu keren banget walau tadinya dia sendiri yang paling protes.

Mei mikir sebentar, terus senyumnya makin lebar. "Fortuna Ascendant. Keren juga. Oke, gue ikut!"

Mereka jalan balik ke Vale Aurora bareng-bareng, dengan Mei yang langsung nyambung obrolan sama semua orang kayak udah kenal lama, nanya-nanya soal gimana mereka ketemu, soal alesan bikin guild, sampe nanya detail soal kenapa Kaito bisa dapet critical hit segitu absurdnya.

"Itu beneran cuma stat LUK doang?" tanya Mei, matanya berbinar penasaran, "gila, gue baru pertama kali liat efek critical se-dramatis itu buat monster selemah serigala kabut."

"Panjang ceritanya," kata Kaito, nyengir kikuk.

"Nanti gue certain pas kita sampe markas, buat sekarang yang penting kita punya healer." kata Rin.

"Btw, gimana kalian bisa kompak banget padahal baru kenal? Gue liat tadi pas nyerang serigala, kalian udah kayak tim yang latihan bareng bertahun-tahun." Mei nyeletuk lagi, jalan sambil muter-muterin tongkat sihirnya.

"Rin yang ngatur strateginya, gue sama Kaito cuma ngikutin arahan doang." jawab Souma.

"Nggak juga," bantah Rin, "Souma udah lumayan pengalaman, dan Kaito... yah, Kaito punya cara sendiri buat selalu ada di tempat yang tepat."

"Denger-denger begitu, jadi makin penasaran, untung gue diselametin sama tim seunik ini, bukan tim generik biasa." Mei ketawa kecil.

Begitu mereka masuk sistem guild dan Rin ngonfirmasi Mei sebagai anggota resmi, panel notifikasi keemasan muncul lagi, sama kayak waktu guild ini pertama kali didiriin:

Hoshino Mei telah bergabung dengan Fortuna Ascendant! Total Anggota: 4

"Empat orang, kecil sih, tapi ini baru permulaan." gumam Souma, natap panel itu dengan senyum puas.

"Lo yakin?" tanya Mei, ngelirik ke arah Souma dengan nada jahil, "kedengerannya lo optimis banget buat guild yang baru dua hari umurnya."

"Gue punya feeling bagus," Souma ngangkat bahu, tapi senyumnya nggak ilang, "lagian, kalo emang punya guild master yang keberuntungannya se-absurd Kaito, kayaknya nggak lama lagi kita bakal jadi salah satu guild yang diomongin orang."

Kaito yang denger obrolan itu dari beberapa langkah depan, cuma bisa nyengir sendiri, ngerasain sesuatu yang makin lama makin familiar tapi tetep aja bikin dadanya anget tiap kali dirasain, perasaan jadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri.

Dia natap ke belakang, ngeliat tiga orang yang jalan sambil ketawa-ketawa, ngobrolin hal-hal random yang nggak penting-penting amat, dan buat sesaat, dia lupa sepenuhnya sama semua kesialan yang pernah dia alamin seumur hidupnya.

Buat pertama kalinya, dia bukan cuma orang yang kebetulan beruntung. Dia orang yang, entah gimana caranya berhasil ngumpulin orang-orang yang mau berjalan bareng dia, dan itu buat Kaito jauh lebih berarti daripada item langka atau critical hit mana pun yang pernah dia dapetin.

Malem itu sebelum logout, dia sempet mikir sebentar soal gimana ceritanya bisa berubah secepat ini. Seminggu lalu, dia masih orang yang duduk sendirian di sofa apartemennya, nggak berani berharap apa-apa.

Sekarang, dia punya guild, punya tim, punya orang-orang yang mempercayai dia buat mimpin sesuatu. Dan yang paling aneh, semua itu berasa jauh lebih nyata daripada apa pun yang pernah dia rasain di dunia yang katanya "asli."

1
Zyren Vale
ikut meramaikan 🔥
Nandan Waluya: Terimakasih thor 🔥
total 1 replies
Zyren Vale
kena kutukan nih
Zyren Vale
inti bumi kah
Tio Buki
Hadiah untukmu thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Semangat ya thor🙏👍💪
Tio Buki
Lanjut
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Mampir gan👍👍👍👍
Tio Buki
Hadiah untukmu thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Ngak tau saya, yang hanya buang buang waktu saja
Tio Buki
Mungkin nama spesial
Tio Buki
Apa itu
Tio Buki
Tidak mengapa
Tio Buki
Bumi ya
Tio Buki
Siapakah dia
Tio Buki
Wow
Tio Buki
Seberapa jau kah
the virtuso
saling support yah thor👍
Giooooo
Keren ceritanya thorku 💪
Author Melda
salah suport kak mampir yah ke novel ak KKN DESA MATI👍
Author Melda: terimakasih kak👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!