NovelToon NovelToon
Tahta Kaisar Iblis

Tahta Kaisar Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

​Di dunia di mana yang kuat memangsa yang lemah, kebenaran tidak ditentukan oleh siapa yang benar, melainkan oleh siapa yang masih hidup.

​Xuan Chen, seorang pemuda yang dikhianati dan dipandang sebelah mata, memilih melangkah di Jalan Demonic yang penuh darah. Berbekal rahasia Mata Dewa Iblis yang sanggup menembus segala hukum alam dan menaklukkan Qi Demonic yang liar, dia menginjak-injak aturan moralitas palsu dunia kultivasi.

​Dari murid luar yang diburu hingga menjadi sosok yang ditakuti seluruh sekte, ini adalah kisah perjalanan dingin Xuan Chen menginjak setiap penentangnya, merebut kembali takdirnya, dan meniti jalan berdarah menuju puncak lima kaisar agung penguasa alam semesta.

​"Qi Demonic ataupun Qi murni hanyalah kekuatan. Seberapa jauh kekuatan itu membawamu bergantung pada seberapa bijak kau mengendalikannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: KILATAN MATA MISTERIUS

​Suasana di kedalaman Hutan Bayangan mendadak membeku.

​Aroma darah yang menguar dari dua mayat murid Lapisan Tiga di atas tanah basah seolah menjadi pemicu pecahnya ikatan ketenangan di antara mereka.

​Han Xiu menarik napas panjang. Wajahnya yang semula anggun dan tenang kini sepenuhnya dilapisi oleh dinginnya Niat Membunuh.

​"Aku meremehkanmu, Junior," bisik Han Xiu.

​Suaranya terngiang halus, namun mengandung getaran tenaga dalam yang menusuk gendang telinga.

​"Bertaruh nyawa demi memutus serangan lawan... Taktik yang sungguh barbar. Namun di hadapan kekuatan Absolut dan teknik sejati, nekat saja tidak akan pernah cukup."

​Slink!

​Han Xiu merapatkan kedua tangannya di depan dada. Cahaya kelabu keunguan yang dipenuhi hawa korosif mendadak membara dari sela-sela jarinya.

​"Seni Bela Diri Tingkat Menengah: Telapak Racun Korosif!"

​Wuuush!

​Hawa dingin yang membawa bau pembusukan meledak dari tubuh Han Xiu. Kulit di kedua telapak tangannya berubah warna menjadi hitam pekat bagaikan besi berkarat.

​Perubahan itu bukan sekadar penguatan fisik biasa, melainkan pengaliran pengorbanan darah yang dikompresi secara ekstrem ke dalam jaringan serat otot!

​Mata Lu Feng menyempit tajam. Seringai piciknya menguap seketika, digantikan oleh kewaspadaan penuh.

​"Dia akhirnya serius, Junior Xuan! Jangan biarkan kulitmu tersentuh oleh telapak tangannya!" teriak Lu Feng seraya memijak tanah dengan keras.

​BAM!

​Lu Feng tidak lagi menahan diri. Pembuluh darah di sepanjang lengannya membengkak, mengalirkan daya tahan fisik Lapisan Empat awal.

​"Teknik Pembakar Darah: Cakar Binatang Buas!"

​Tubuh Lu Feng meluncur deras bagaikan kilat merah. Sepuluh jarinya melengkung tajam, menembus udara dan meluncurkan lima gelombang angin tebasan yang sanggup merobek pilar batu.

​Brak! Brak! Brak!

​Han Xiu menangkis setiap tebasan cakar itu hanya dengan mengibaskan telapak tangan hitamnya.

​Setiap kali terjadi benturan, percikan api bercampur uap beracun meledak di udara. Pepohonan di sekitar mereka yang terkena hempasan sisa energi langsung menghitam dan melapuk dalam hitungan detik.

​Xuan Chen berdiri tiga langkah di belakang, mengamati pertarungan dua pakar Lapisan Empat itu dengan mata yang dingin dan tajam.

​Otaknya berputar cepat merekam setiap alur manuver.

​"Pengaliran energi mereka sangat padat... Tapi Han Xiu jelas lebih unggul".

​Namun, pertarungan fisik tingkat tinggi ini baru saja dimulai.

​Han Xiu yang mulai terdesak oleh kombinasi serangan cakar Lu Feng mendadak menarik langkah kakinya ke belakang.

​"Kau punya nyali, Lu Feng!" desis Han Xiu dingin.

​Secara mendadak, Han Xiu mengeluar kan sesuatu di dalam kantung semesta nya keluar sebuah benda berukuran sekepal tangan.

​Benda itu adalah sebuah cermin perunggu berkepala tiga yang diselimuti oleh ukiran runes merah darah.

​Artefak Spiritual Tingkat bumi: Cermin Pemakan Jiwa!

​"Artefak?!" Lu Feng membelalakkan matanya, keterkejutan murni menyapu kesadarannya.

​Di ranah fisik Penempaan Tubuh, pengguna senjata biasa sudah dianggap unggul. Memiliki sebuah Artefak Spiritual—meski hanya tingkat rendah—adalah sebuah dominasi absolut, Di tambah Han Xiu sudah di puncak lapisan ke empat!

​Wusss!

​Han Xiu mengalirkan seluruh sisa daya fisik dan esensi darahnya ke dalam permukaan cermin perunggu tersebut.

"Hahaha... Mati kau Lu Feng!

​Permukaan cermin itu mendadak bersinar merah menyala, memancarkan gelombang ilusi ilahi yang sanggup mengunci pergerakan dan merusak kesadaran jiwa lawan!

​Sinar merah darah itu melesat kilat, menyasar lurus ke arah dada Lu Feng!

​"Sialan!"

​Lu Feng berusaha menyilangkan kedua tangannya untuk bertahan.

​Namun, gelombang ilusi dari Artefak Spiritual itu bergerak jauh lebih cepat daripada refleks fisiknya. Daya tahan tubuhnya tidak berguna di hadapan serangan yang mengincar kesadaran jiwa!

​Tubuh Lu Feng kaku seketika di tempat. Matanya membelalak kosong, pandangannya meredup dihantam oleh serangan ilusi yang mencekik otaknya.

​Dalam hitungan setengah napas, Lu Feng benar-benar kehilangan pertahanan diri. Dia menjadi sasaran empuk yang tak berdaya!

​Sambil menyeringai kejam, Han Xiu melompat maju. Telapak tangan hitam beracunnya diayunkan lurus, mengincar tempurung kepala Lu Feng untuk meremukkannya seketika!

​Kondisi hidup dan mati Lu Feng berada di ujung tanduk!

​Tepat pada detik yang paling kritis itu—

​DEG!

​Di balik kelopak mata Xuan Chen, gelombang kehampaan kuno yang telah tertidur mendadak terbangun!

​Bukan lagi sekadar pendaran redup, melainkan kehendak kuno yang terpicu oleh ancaman kematian di sekitarnya.

​Sepasang pupil mata Xuan Chen berubah total menjadi bening keabu-abuan!

​Mata Misterius Itu... Bangkit sepenuhnya!

​Wuuuuush!

​Di dalam dunia penglihatan Xuan Chen, seluruh warna alam semesta seketika lenyap, berubah menjadi dominasi warna hitam dan putih.

​Waktu di sekitarnya seolah berhenti!

​Gerakan tebasan telapak tangan Han Xiu yang secepat kilat kini melambat bagaikan siput yang merayap di atas tanah.

​Bahkan gelombang ilusi merah yang memancar dari Artefak Cermin dapat dilihat oleh Xuan Chen secara kasat mata—berupa untaian benang-benang energi merah yang rapuh dan saling terhubung!

​Bukan hanya itu!

​Mata Misterius itu menembus langsung ke dalam struktur tubuh Han Xiu, menyingkap alur meridian internal serta titik pusat pendorong energi di dadanya!

​"Titik tumpu energinya... ada di bahu kiri," desis batin Xuan Chen dingin.

​Dalam dunia waktu yang melambat secara ilahi itu, Xuan Chen menghentakkan kakinya ke tanah.

​BAM!

​Dengan memanfaatkan kecepatan reaksi ekstrem yang diberikan oleh Mata Dewa Iblis, tubuh Xuan Chen melesat bagaikan bayangan hampa!

​Sret!

​Sebelum telapak tangan Korosif Han Xiu menyentuh helai rambut Lu Feng, Xuan Chen sudah menembus ruang antara mereka.

​Tangan kanan Xuan Chen mencengkeram kencang kerah jubah Lu Feng, menarik tubuh pria berambut merah itu mundur dua tapak secara paksa!

​Brak!

​Pukulan telapak tangan racun Han Xiu menghantam udara kosong, memercikkan gelombang angin yang menghancurkan tanah di bawahnya.

​"Apa?!" Han Xiu terperanjat hebat, matanya membelalak tak percaya.

​Serangan Artefak yang seharusnya mengunci target secara absolut... baru saja dipatahkan dan dihindari oleh seorang murid baru di Lapisan Tiga?!

​Lu Feng terbangun dari efek ilusi akibat guncangan fisiknya yang ditarik secara kasar. Napasnya terengah-engah, keringat dingin membasahi seluruh punggungnya saat menyadari dirinya baru saja lolos dari pintu neraka.

​Lu Feng menoleh ke samping, menatap sosok Xuan Chen yang berdiri tegap di sebelahnya.

​Untuk satu tarikan napas pendek, Lu Feng sempat menangkap pendaran cahaya keabu-abuan yang sangat mengerikan dan tak bertepi di balik kedua mata Xuan Chen.

​Sebuah pendaran ilahi yang membuat jiwa Lu Feng bergetar hebat hingga ke dasar jiwanya!

​"Ju-Junior Xuan... Mata itu..." gumam Lu Feng dengan nada bergetar.

​Xuan Chen tidak menjawab. Penggunaan Mata Misterius untuk mengintervensi realitas fisik dalam durasi singkat itu menyedot stamina fisiknya secara masif.

​Pupil matanya perlahan kembali normal, meninggalkan rasa panas yang membakar di pelipisnya.

​Xuan Chen menyapu darah tipis yang keluar dari sudut matanya, lalu mengunci pandangannya kembali pada Han Xiu.

​"Jangan menatap cermin itu," ucap Xuan Chen singkat.

​Raut wajah Han Xiu berubah pucat pasi.

​Kartu trufnya dibaca secara instan oleh pemuda di depannya!

​Bukan hanya gagal membunuh Lu Feng, tetapi penggunaan Artefak Cermin tadi telah menguras separuh daya fisik Han Xiu. Ditambah lagi, dia kini harus melawan dua orang sekaligus.

​"Kalian berdua... tunggu saja di Alam Rahasia nanti!" bentak Han Xiu, menyadari bahwa situasi telah berbalik merugikan dirinya.

​Tanpa membuang waktu lagi untuk bertaruh nyawa lebih jauh, Han Xiu menggigit lidahnya sendiri.

​Spurt!

​Setitik darah esensi disemburkan ke arah permukaan Cermin Perunggu.

​Bzzzzzt!

​Gumpalan asap merah pekat mendadak meledak dari permukaan cermin, menyelimuti seluruh tubuh Han Xiu dalam sekejap mata.

​"Teknik Pelarian Blood-Shadow!"

​Wuuush!

​Saat asap merah itu tersapu oleh angin hutan, tubuh Han Xiu telah melesat terbang menuju kedalaman rimba dengan kecepatan yang tak terkejar oleh kultivator Ranah Penempaan Tubuh biasa.

​Han Xiu memilih melarikan diri, menyisakan keheningan yang mencekam di antara pepohonan hutan bayangan.

​Lu Feng terduduk di atas tanah basah, memegangi dadanya yang masih berdebar kencang. Dia melirik ke arah tempat Han Xiu menghilang, lalu mengalihkan pandangannya kembali kepada Xuan Chen.

​Kewaspadaan dan rasa hormat yang mendalam kini mengukir penuh di mata Lu Feng.

​"Dia lolos..." gumam Lu Feng pelan.

​Xuan Chen merapikan jubah hitamnya yang kusut, mengatur ritme pernapasan untuk memulihkan stamina fisiknya yang terkuras.

​"Baguslah dia lolos," sahut Xuan Chen dingin seraya menatap ke kedalaman Hutan Bayangan.

​Xuan chen sadar bila pertarungan berlanjut ia sudah di batas akibat penggunaan Mata Misterius nya.

1
Day Chuk
Xuan Chen punya Cheat di mata 🤣
Kausafiksi: Hehehe benar
total 1 replies
Septiana Athorid
makin seru
Kausafiksi: terimakasih
total 1 replies
Day Chuk
lanjut 🙏
Kausafiksi: 👍 siap
total 1 replies
Day Chuk
aku pikir su ling yang akan jafi rekan nya thour
Day Chuk: Hahahha sibuk ngapain thor
total 2 replies
:P @.Ar.world(づ ̄ ³ ̄)づ
mampir ya bro ke buku novel gua (。・ω・。) btw novel mu enak juga ya ceritanya tapi sayangnya fotonya hanya ia mau aku bantu kasih karakter laki laki untuk mu gratis
Kausafiksi: terimakasih sudah mampir 🙏😁

novel mu juga bagus,

semangat😁
total 1 replies
Septiana Athorid
saran thor kamar 405 harus nya pakai nama sajah, kesan fantasi timur nya kurang

tapi so cerita nya menarik.
Kausafiksi: terimakasih saran nya, akan aku pertimbangkan 🙏
total 1 replies
Septiana Athorid
naggung thor, 10 bab langsung biar puas 😁
Septiana Athorid: sehari 2 kali thor
total 2 replies
Day Chuk
lanjut thor di tunggu🙏
Kausafiksi: update satu hari sekali ya jam 19:00 di tunggu sajah 😁🙏
total 1 replies
Day Chuk
bagus cerita nya, anti hero, gue suka yang langsung yanpa bertele tele thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!