NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua Pengembara Terkuat

Kehidupan Kedua Pengembara Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dazhi

Shen Dazhi, seorang pengembara yang berhasil mengumpulkan 10 pusaka legendaris yang diturunkan oleh Dewa. Bukan hanya itu, dirinya juga berhasil mengalahkan pemimpin sekte aliran hitam terbesar dan menjadi salah satu orang terkuat di dunia.

Namun rasanya semua itu tidak sepadan karena banyak sekali rekan-rekan serta orang tersayangnya yang mati dimasa lalu karena ulah sekte hitam tersebut.

Sampai akhirnya, dirinya diberikan kesempatan kedua oleh Dewa untuk kembali ke masa lalu dan menyelamatkan orang-orang berharganya.

Inilah cerita sang Pengembara dari masa depan yang kembali ke masa lalu untuk menulis ulang takdirnya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dazhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 : Kota Jinling

"Paman... Paman bangun..."

Dazhi menepuk pipi Xiao Qingxuan yang sedang pingsan. Pria itu akhirnya membuka mata secara perlahan dan bangkit.

Hari sudah sore, Xiao Qingxuan awalnya kebingungan dengan apa yang terjadi sampai akhirnya ingatannya kembali terpaku pada kejadian beberapa jam lalu.

"Ugh... Ya ampun! Dimana pendekar aliran hitam tadi!! Biar aku yang mengurus mereka!!"

Dazhi memasang ekspresi kebingungan diwajahnya. "Pendekar apa paman?"

"Hah? Zhizhi bukannya tadi ada pendekar yang menyerang kita?"

"Tidak ada. Tadi paman ketiduran saat kita beristirahat sebentar. Mungkin pendekar yang paman bilang itu cuma ada di mimpi."

"Oh begitu ya..."

Dazhi menghela nafas lega, untungnya Xiao Qingxuan mempercayai alibi yang ia buat. Padahal aslinya sisa-sisa pertarungan tadi sudah dibereskan oleh Dazhi, bahkan anak itu sampai rela susah-susah mengubur mayat pendekar aliran hitam agar tidak ketahuan oleh Xiao Qingxuan.

Xiao Qingxuan segera berjalan perlahan kearah kereta kuda mereka. Namun baru beberapa langkah berjalan, ia merasakan sesuatu di kepalanya.

"Hm? Kenapa aku merasa pusing? Lalu kenapa aku merasa kalau kepalaku ada benjolan??"

"E–E... Itu mungkin karena Paman terlalu banyak tidur. Ngomong-ngomong ayo lanjutkan perjalanan kita paman! Aku sudah tidak sabar untuk melihat kota!!" Balas Dazhi sembari nyengir.

***

Keesokkan harinya, akhirnya mereka berdua sampai di kota Jinling. Selama perjalanan beruntung tidak ada lagi pendekar aliran hitam yang menyerang mereka. Jadi perjalanan bisa menjadi lebih lancar.

Dazhi menatap kesibukan kota Jinling. Banyak sekali area pertambangan yang ada di kota ini, dirinya juga bisa melihat beberapa berlian mahal sedang diangkut dari area pertambangan kota Jinling.

"Zhizhi... Nanti setelah sampai dipusat kota, kita akan berhenti sebentar untuk menyapa kenalan paman. Apa kau tidak keberatan dengan itu?"

"Baiklah Paman."

Kereta kuda terus berjalan. Area pertambangan kini berubah menjadi area perumahan.

Dazhi tiba-tiba tersenyum miris. Dimasa depan nanti, setengah dari kota ini akan mengalami kehancuran karena keserakahan rakyatnya sendiri. Mereka mengeruk sebuah area terlarang yang menjadi tempat persinggahan sebuah siluman ular raksasa 1000 tahun.

Walau siluman ular berhasil dikalahkan oleh beberapa Kultivator ranah ke-6, namun siluman tersebut sudah terlanjur memporak-porandakan setengah dari kota Jinling. Banyak korban jiwa berjatuhan, salah satunya kenalan Dazhi.

Dazhi menggelengkan kepalanya, bukan saatnya untuk memikirkan hal tersebut. Lagipula kejadian itu masih lama lagi, sekitar beberapa tahun dari sekarang. Jadi dirinya akan meningkatkan ranah Kultivasi nya agar suatu saat bisa mengalahkan sang siluman ular raksasa dan mencegah kehancuran kota Jinling.

Setelah beberapa menit kereta kuda berjalan, mereka akhirnya sampai didepan sebuah kedai teh. Xiao Qingxuan menyuruh Dazhi masuk sementara dirinya akan mengikat kudanya.

"Permisi..."

Begitu Dazhi melangkahkan kakinya di kedai tersebut, aroma teh yang pekat langsung menyelinap ke lubang hidungnya. Suasana ditempat ini begitu tenang dan damai, hanya ada beberapa pelanggan yang datang.

"Wah... Ada anak kecil disini. Dimana orangtuamu nak??"

Seorang perempuan yang cantik dan anggun menghampiri Dazhi. Perempuan itu mengelus rambut Dazhi sembari tersenyum.

Meskipun pakaian yang dikenakannya begitu sederhana, namun aura yang dikeluarkan dari perempuan itu begitu menyenangkan. Rasanya hati Dazhi menjadi tenang hanya karena menatap wajahnya.

"Itu, saya disuruh oleh Paman Xiao Qingxuan untuk masuk ke kedai ini."

"Oh! Qingxuan datang kesini? Dimana dia??"

"Paman ada diluar."

Ekspresi wajah si perempuan menjadi berseri-seri. Ia langsung berjalan keluar begitu mendengar ucapan Dazhi. Sedangkan anak itu hanya bisa mengikuti dari belakang.

"Xiao Qingxuan!" Teriak si perempuan saat melihat Xiao Qingxuan.

"Halo Ning Ruo. Apa kabar?"

"Kabarku baik... Bagaimana denganmu?"

"Kabarku juga baik."

Perempuan itu, Ning Ruo. Wajahnya berubah menjadi merah muda ketika berbicara dengan Xiao Qingxuan. Dari hal itu saja, semua orang akan langsung tahu kalau Ning Ruo menyukai Xiao Qingxuan.

Dazhi menghampiri mereka berdua. Membuat perhatian keduanya tertuju pada dirinya.

"Oh iya Qingxuan... Tadi bocah ini menyebut namamu. Apa dia kenalan mu?"

"Iya, dia adalah keponakanku. Kakakku meminta agar diriku membawanya dan merawatnya."

"Oh begitu... Pasti akan repot sekali karena pekerjaan mu bertambah."

"Tidak kok... Lagipula..."

Keduanya terus berbincang-bincang ria sampai tidak menyadari ekspresi datar yang terpasang diwajah Dazhi.

Ya ampun, sepertinya Xiao Qingxuan melupakan keberadaan Dazhi. Buktinya pria itu malah asyik berbicara dengan Ning Ruo. Dazhi hanya bisa menghela nafas, dirinya itu adalah mantan pria dewasa berusia 70 tahun, jadi ia harus bisa sabar menghadapi situasi seperti ini.

Dikala Dazhi menguap bosan karena pembicaraan antara Xiao Qingxuan dan Ning Ruo berlangsung lama, sudut mata anak itu menangkap sesuatu yang menarik.

Ada seorang pria yang gerak-geriknya sungguh aneh, selain itu aura hitam keluar dari tubuhnya. Jelas sekali pria itu adalah bagian dari aliran hitam. Pertanyaannya, kira-kira apa yang akan dilakukan Pria tersebut?

Dazhi terus memandang pria tersebut lamat-lamat. Selam 5 menit, pria itu hanya berjalan mengendap-endap dibelakang seorang Tuan muda berpakaian sutra yang sepertinya adalah anak orang kaya.

Sampai akhirnya, pria aliran hitam itu berlari kencang menjauh dari sana. Si Tuan muda terlihat kebingungan dan panik, Dazhi dapat mendengar nada gelisah keluar dari mulutnya.

"Ya ampun... Kemana liontin giok milikku? Seharusnya tadi ada disini."

Mendengar kata-kata yang diucapkannya, kini Dazhi dapat membuat kesimpulan mengenai situasi yang terjadi.

"Ah... Ternyata seorang pencuri."

1
Blueria
up terus🌹👍💪
Anonim
up
Blueria
up up🌹
Dazhi anak sehat: siapp😁
total 1 replies
Blueria
kurang tinggi tingkat kultivasi mu Thor, makanya bingung🤭 hihi🤭
Dazhi anak sehat: iya ini, harus ditingkatkan lagii🤭
total 1 replies
Blueria
haha🤭
Blueria
Latihan Saitama🤣😭
Dazhi anak sehat: gak nyangka ada yang sadar🤭🤣
total 1 replies
Blueria
saya kasih 3🌹 biar tambah semangat
Dazhi anak sehat: terimakasih/Rose/, saya jadi tambah semangat buat up nya
total 1 replies
Blueria
Semangat berkarya, jangan pantang menyerah dalam menulis💪
Dazhi anak sehat: Terimakasih dukungannya/Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!