Kegelapan dan Cinta sangat cocok untuk menggambarkan cerita ini. Karakter utamanya adalah seorang pemuda bernama Hayakawa Yugioh.
Ia bertemu dengan tiga gadis cantik di tempat yang berbeda-beda. Kuroyuki Yukino (Stasiun Kereta), Minazuki Reina (Klub Voli), dan Hanamori Airi (Hujan Badai).
Yugioh membantu semuanya untuk menyelesaikan masalah hidup masing-masing. Seiring berjalannya waktu, ketiganya mulai jatuh cinta padanya.
Dimulai dengan mengancamnya menggunakan benda tajam, menguntitnya ke manapun ia pergi, dan paling parah mengajaknya mati bersama.
Diakhir... Mereka mengajukan pertanyaan yang intinya: 'Siapa yang akan ia pilih untuk menjadi istrinya?.'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4.3: Para Penipu
Dia seorang sutradara rupanya. Film pertama, berarti akan menjadi perdananya dan sebagai seorang Penipu, kesempatan seperti ini tak boleh disia-siakan. Namun, pekerjaan sekarang atau pura-pura menjadi mayat di rumah hantu saja belum selesai, mending tolak aja deh.
“Aku tidak tahu. Sebenarnya pengen coba, tapi aku punya pekerjaan. Arisu bagaimana? Mau mencobanya!”
Kalau Tanaka tidak, pastinya ku jawab: “Nggak dan tidak tahu di mana aktor pemula berada. Sahabatku tidak, maka aku pun sama.”
Wow! Mereka berdua walau sama-sama jelek, semangat keduanya bagus. Hehehe, keren! Aku sepertinya akan mengingat dua orang ini cukup lama.
“Begitu ya! Tidak mengapa. Lagipula, film ini dijadwalkan tayang 7 bulan lagi. Oh benar! Menurut kalian, syuting sebulan waktunya cukup atau enggak?”
Sebulan ya! Rata-rata, syuting bagus itu 3 bulan. Sebulan sebenarnya bisa saja, asalkan film yang akan dimainkan mereka tidak banyak dialog serta dialog-dialognya mudah dihapal.
“Menurut pengetahuanku, harusnya cukup-cukup saja. Tapi... Nggak usah kebanyakan dialog. Perbanyak memperlihatkan visual merupakan salah satu nilai jual sebuah film lho! Budgetnya omong-omong berapa banyak?”
Tanaka sepertinya tahu banyak hal tentang film ya! Ngobrol dengannya kayaknya bakal seru. Arisu pun menurutku sama saja.
Mereka berdua ini sebenarnya siapa? Para jenius atau apa? Dari penglihatanku, entah kenapa ada banyak sekali keraguan dalam setiap tindakan dua orang ini.
Ragu harus ke pihak mana dan berujung ganti terus sampai menemukan pihak yang cocok atau... Terus melanjutkannya walau tidak ketemu-ketemu pihak yang cocok bagi keduanya.
Yaaa... Aku sendiri tidak terlalu mengerti hal seperti itu, jadi terserahlah. “10 juta yen.”
“Kecil juga ya! Filmnya menceritakan tentang apa kalau boleh tahu?”
Sekarang giliran Arisu yang bertanya padaku ya!. “Tentang persahabatan sejati dari dua wanita yang sama-sama gila kerja.”
“75 menit atau satu jam lebih lima belas menit menurutmu menarik atau tidak? Dana sekecil itu, apalagi ini film kan! Aktor nyata lho! CGI itu nggak murah dan pastinya harus lebih banyak keluar studio untuk syuting. Jadi... Menurutmu bagaimana?”
Hahaha! Arisu... Tanaka... Mereka berdua benar-benar menarik! Sepertinya, aku bisa minta bantuan pada mereka.
“Untuk sekarang, berhentilah sujud dan ayo ke hotel tempatku menginap! Aku bersama istriku yang merupakan pembantu sutradara, ingin kalian berdua ikutan membantu.”
Entah kenapa ini jadi agak aneh dan Arisu akan menjawab apa ya?. “Boleh saja. Kelihatannya menarik dan pekerjaan kita bisa besok kan, Tanaka?”
“Ya, benar sekali Arisu. Kalau begitu, membantunya untuk malam ini saja sudah lebih dari cukup.”
“Hahaha, sahabatku memang keren. Kita akan membantu orang, Tanaka!”
“Baik Arisu, laksanakan.”
“Laksanakan.”
Hubungan saudara tiri, sama-sama diusir dari rumah, dan juga teman, semua itu merupakan bentuk dari sahabat.
Sahabat itu merupakan hal paling indah dalam hidup menurutku. Kira-kira, Arisu sepemikiran denganku atau tidak?
Yaa... Walau sahabat kebanyakan kayak harus sama, tapi kami tidak begitu. Harus sama ya harus, namun pada akhirnya... Pemaksaan tidak diperbolehkan.
Jalan manapun yang akan kami tempuh nanti semisal berpisah dan ditawari pekerjaan yang bukan lagi penipu atau keluar dari penipu, bakal ku terima.
Semoga saja dia pun berpikir seperti ini.
Hahaha, mereka berdua benar-benar sahabat yang menarik! Kalau saja dua karakter utamanya bukan cewek, dua ini pasti bakal ku jadikan pemeran utama.
Tapi mau bagaimana lagi. Mengadaptasi manga keren karya Yonazaki-sensei, tidak boleh asal-asalan.
Itu juga berlaku kepada setiap mangaka di luaran sana. Studio yang asal-asalan dan tak memperhatikan segala yang ada di dalam karya mangaka atau novelis, juga lainnya... Lebih baik perbaiki atau tutup saja.
Sebuah karya tak boleh kita mainkan, apalagi kalau itu karya sendiri dan aku sendiri sebagai seorang sutradara pemula, tidak asal memilih karya tulis untuk ku filmkan oleh aktor dan artis nyata.
Jika asal-asalan, nanti aku bisa di cap sebagai sutradara tidak becus dan itu agak menyakitkan serta... Jalanku menjadi sutradara legendaris seperti George Saddleton hanyalah sebuah kenangan manis saja.
Hal tersebut tidak boleh sampai terjadi. Apapun yang terjadi, aku harus bisa menampilkan karya ini sebaik mungkin. Manga ini hanya terdiri dari dua volume, tapi itu sudah lebih dari cukup.
Artnya menurutku biasa, tapi masterpiece. Kelihatan asal coret, tapi mempunyai banyak sekali makna di dalamnya.
Saat aku membaca pertama kali karya ini, diriku langsung jatuh cinta dan dibuat masuk ke dalam dunianya.
Yonazaki Takuya atau selalu dipanggil para fansnya, termasuk aku, ‘Yonazaki-sensei’ benar-benar mencurahkan segalanya ke dalam karya keduanya ini.
Karya pertamanya menurutku tidak terlalu bagus, tapi di karya keduanya ini, improve parah authornya.
Kekekek, itulah kenapa aku pengen sekali mengadaptasi cerita ini ke layar lebar. Film pertamaku yang asalnya merupakan karya yang membuatku jatuh cinta, tak boleh berakhir buruk.
Bantuan dari Arisu dan Tanaka yang kendengaran lebih berpengalaman denganku sangat dibutuhkan.
“Apakah Tadeshiko-san sudah terpengaruh banget oleh rumput sampai-sampai keluar dalam keadaan sakit hanya agar bisa tiduran di atasnya?”
“Kau benar sekali Arisu. Lalu, perjalanan ini bakal agak jauh, tapi ikuti aku terus saja ya! Kalau capek bilang saja. Nanti kita bisa istirahat dulu, hahaha.”
Padahal niat awal kami ingin berkemah di tempat tadi, namun karena bertemu dengannya, hal tersebut sirna dan nggak membuatku kecewa. Tanaka pasti merasakan hal yang sama sepertiku.
Membantu orang ya! Hahaha, salah satu perbuatan yang kami berdua senangi. Membantu itu menakjubkan.
Bisa membantu bisa dibilang sebagai salah satu berkah terbesar dalam hidupku. Semoga saja aku takkan mengacau dan beneran bisa membantunya dalam hal film pertamanya ini.
Omong-omong, terus mengikutinya, tahu-tahu kami kembali ke lokasi awal yang banyak sekali tenda di mana-mana.
Perjalanan baru 10 menit dan kami bisa dibilang sudah tidak tersesat lagi. Oh iya! Kami berdua ke sini naik kereta.
Lalu... Mengikuti Tanaka masih saja tersesat ya! Kami berdua sepertinya kalau percaya pada masing-masing, jalan kesesatan selalu menghampiri.
Dengan adanya Tadeshiko-san, mungkin dia bisa menjadi salah satu teman kami. Sahabat kejauhan dan mana mungkin terjadi dalam waktu singkat.
Kami saja bisa benar-benar menjadi dekat atau sahabatan sesudah 16 bulan saling mengalami hal yang sama juga begitulah.
Yahh... Banyak hal yang terjadi dan tahu-tahu tiga tahun berlalu dan pekerjaan menjadi seorang Penipu terus berlanjut hingga sekarang.
Kami berdua suka menjadi seorang Penipu dan kayaknya takkan berakhir dengan cepat.
Tiga tahun memang tidak terasa ya! Apalagi kalau makin bertambah tahunnya. Lalu... Setelah 30 menit berjalan kaki terus, akhirnya kami semua sampai di hotel tempat menginap Tadeshiko-san dan istrinya.