NovelToon NovelToon
TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

Dihina karena dantiannya cacat, Xiao Bai mendadak mendapatkan Tungku Ekstraksi Surgawi—sebuah artefak gaib yang berfungsi sebagai sistem mutlak. Tanpa perlu berkultivasi dengan cara biasa, ia bisa mengekstrak esensi monster, tumbuhan obat, hingga pusaka kuno menjadi pil murni tanpa cacat! Dari seorang sampah yang diinjak-injak, Xiao Bai bangkit mengekstrak langit dan bumi untuk menjadi penguasa tunggal yang tak tertandingi.

#Romance #Drama #Adventure #Kultivasi #Sistem #Overpowered #BalasDendam #Action-Fantasy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesaksian tentang Pria Berjubah Abu-Abu

# TUNGKU EKSTRAKSI SURGAWI

Pagi harinya, setelah semalaman menangis dan akhirnya tertidur karena kelelahan emosional yang begitu dalam, Xiao Bai terbangun dengan pikiran yang jauh lebih jernih meski matanya masih sedikit bengkak. Ia menyadari satu hal penting yang terlewat semalam di tengah gejolak emosinya tentang sang ibu—kesaksian tentang pria berjubah abu-abu yang pertama kali membongkar rahasia segel pada dantiannya, jauh sebelum Master Sekte Agung mengungkap kisah tentang Su Yan.

Ia bergegas menuju ruang pribadi tempat Master Sekte Agung biasa menerima tamu penting, meminta izin untuk audiensi mendesak. Tak lama berselang, ia diterima kembali di ruangan yang sama, kali ini dengan Li Ling'er yang juga hadir, duduk di samping ayahnya dengan raut wajah yang masih menyimpan kekhawatiran dari percakapan semalam.

"Xiao Bai," sapa Master Sekte Agung, sedikit terkejut melihat kedatangan pagi-pagi ini. "Ada yang ingin kau sampaikan?"

"Ya, Master Sekte Agung," Xiao Bai duduk di kursi yang disediakan, mengatur napas sejenak sebelum memulai. "Semalam, saya begitu terguncang mendengar tentang ibu saya hingga lupa menyampaikan sesuatu yang mungkin penting—sesuatu yang terjadi sebelum saya mendaftar ulang ujian eliminasi kemarin."

Master Sekte Agung mengangkat alis, tertarik. "Katakan."

"Beberapa minggu lalu, setelah saya diusir dari sekte," Xiao Bai mulai bercerita, mengingat kembali setiap detail pertemuannya, "seorang pria berjubah abu-abu polos mendatangi saya. Ia mengaku sebagai pengembara, mengatakan bahwa ia bisa merasakan aliran qi yang tidak biasa dari dalam tubuh saya, meski saat itu Batu Penguji Bakat menyatakan dantian saya cacat total."

Li Ling'er dan Master Sekte Agung saling bertukar pandang, keduanya kini menyimak dengan penuh perhatian.

"Dia yang pertama kali memberitahu saya bahwa dantian saya bukan cacat, melainkan disegel," lanjut Xiao Bai, suaranya semakin mantap seiring ia mengingat detail percakapan itu. "Ia bilang segel semacam itu hanya bisa dipasang oleh seseorang dengan kekuatan yang jauh melampaui tetua sekte mana pun. Ia juga menyebutkan bahwa segel semacam ini biasanya dipasang bukan untuk menghukum, melainkan untuk melindungi—dan mengisyaratkan bahwa hal itu berkaitan dengan masa laluku, mungkin dengan ibuku, meski ia tidak menyebut nama secara langsung."

Master Sekte Agung menegakkan tubuhnya, wajahnya kini dipenuhi ketegangan yang jelas terlihat. "Bisakah kau menggambarkan sosoknya lebih detail? Usianya, ciri fisiknya, cara bicaranya?"

Xiao Bai memejamkan mata sejenak, mencoba mengingat kembali setiap detail pertemuan itu dengan seteliti mungkin. "Usianya sulit ditebak—wajahnya cukup teduh, tapi entah kenapa terasa seperti bisa berusia empat puluh atau delapan puluh tahun sekaligus. Jubahnya abu-abu polos, tanpa lambang sekte atau kekaisaran apa pun yang bisa saya kenali. Cara bicaranya tenang, sangat terhitung, seolah setiap kata yang ia ucapkan sudah dipikirkan matang-matang sebelumnya. Ia juga menyebut dirinya sebagai 'pengembara yang kebetulan singgah', namun caranya mengamati saya—ia sudah mengikuti saya sejak sehari sebelumnya, sejak saya pertama kali mencoba menjual pil hasil ekstraksi saya di pasar."

"Apakah ia menyebutkan namanya?" tanya Li Ling'er, ikut bersuara untuk pertama kalinya sejak kesaksian ini dimulai.

"Tidak," jawab Xiao Bai, menggeleng. "Saya sempat menanyakannya, tapi ia hanya menjawab bahwa jika ditakdirkan, jalan kami akan bersilangan lagi. Ia juga berpesan agar saya fokus dulu menguasai apa yang saya miliki, mengatakan bahwa dunia ini terlalu berbahaya bagi seseorang yang memegang rahasia besar tapi belum cukup kuat untuk melindunginya."

Master Sekte Agung terdiam lama, jarinya mengetuk-ngetuk perlahan di atas meja, tenggelam dalam pikirannya sendiri. Ketegangan di wajahnya semakin jelas terlihat, jauh berbeda dari sikap tenang yang biasa ia tunjukkan sebagai pemimpin sekte.

"Deskripsi itu," gumamnya akhirnya, suaranya rendah dan berat, "sangat mirip dengan seseorang yang pernah kudengar namanya, dua puluh tahun lalu, dari mulut Su Yan sendiri."

Jantung Xiao Bai berdegup kencang. "Siapa dia?"

"Su Yan pernah bercerita kepadaku," lanjut Master Sekte Agung, matanya menerawang jauh mengingat masa lalu, "tentang seorang penasihat misterius yang membantunya dalam penelitian mengenai pusaka-pusaka kuno kami. Seseorang yang tidak terikat pada sekte, kekaisaran, atau aliansi mana pun, namun memiliki pengetahuan yang jauh melampaui siapa pun yang pernah kutemui tentang sejarah artefak-artefak legendaris. Su Yan hanya menyebutnya sebagai 'Guru Bayangan'—julukan yang ia berikan sendiri, karena sosok itu tak pernah bersedia mengungkap nama aslinya."

"Guru Bayangan," ulang Xiao Bai pelan, merasakan sesuatu yang dingin merayapi tulang punggungnya. "Apakah dia yang membantu ibu menemukan Tungku ini?"

"Kemungkinan besar demikian," jawab Master Sekte Agung, wajahnya semakin serius. "Namun yang membuatku semakin khawatir adalah ini: jika sosok yang sama telah mengawasimu sejak beberapa minggu lalu, sebelum bakatmu bahkan terungkap ke publik, itu berarti dia sudah lama mengetahui keberadaanmu—mungkin bahkan sejak kau masih kecil, mengikuti dari kejauhan tanpa pernah menampakkan diri, hingga saat yang menurutnya tepat untuk akhirnya bicara langsung denganmu."

Li Ling'er menatap ayahnya dengan raut cemas. "Ayah, apakah itu berarti sosok ini berbahaya bagi Xiao Bai?"

"Aku tidak tahu pasti," Master Sekte Agung menghela napas panjang, menggelengkan kepala dengan berat. "Su Yan selalu bercerita tentang Guru Bayangan dengan nada penuh rasa hormat, bahkan sedikit rasa syukur atas bantuannya. Namun mengingat betapa misteriusnya sosok itu, dan betapa signifikannya pengaruhnya terhadap keputusan-keputusan penting dalam hidup Su Yan—termasuk mungkin keputusan untuk menyegel kekuatanmu dan menghilang bersama Tungku itu—aku tidak bisa memastikan apakah kehadirannya kembali ini membawa niat baik, atau justru menjadi awal dari rencana yang jauh lebih besar dan lebih rumit daripada yang bisa kita bayangkan."

Ruangan itu terdiam sesaat, ketiga orang di dalamnya tenggelam dalam pikiran masing-masing, menyadari bahwa misteri yang mengelilingi Xiao Bai kini semakin dalam dan kompleks—bukan hanya soal warisan bakat langka atau artefak kuno yang hilang, melainkan juga soal sosok bayangan yang telah lama mengawasi dari kejauhan, menunggu momen yang tepat untuk kembali muncul dalam kehidupan yang, tanpa Xiao Bai sadari sepenuhnya, telah lama menjadi bagian dari rencana besar yang jauh melampaui pemahamannya sendiri.

"Aku ingin bertemu dengannya lagi," kata Xiao Bai akhirnya, suaranya tegas meski hatinya masih dipenuhi ketidakpastian. "Guru Bayangan ini mungkin satu-satunya orang yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tersisa tentang ibuku, tentang segel ini, dan tentang alasan sebenarnya kenapa semua ini terjadi padaku."

Master Sekte Agung mengangguk pelan, meski kekhawatiran masih jelas terlihat di matanya. "Jika dia benar-benar bermaksud kembali menemuimu, Nak, aku hanya bisa menyarankan satu hal: berhati-hatilah. Kekuatan yang tersembunyi di balik pengetahuan seluas itu, bagaimanapun niatnya, selalu membawa risiko yang tidak bisa kita anggap remeh."

1
Aisyah Suyuti
seru
Luó Lìxuān: makasih kak jangan lupa bintang 5 nya kak
total 1 replies
Crimson
daftar target baru balas dendam di masukkan./Angry/
Luó Lìxuān: kan bagus bg 🤣
total 5 replies
Crimson
Gw mampir lagi min. seru soalnya. hehehe /Grin/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Luó Lìxuān
menurut kalian su yan ada rahasia apa ya kok bisa artefak kelas dewa di sembunyikan
Crimson
bunga untuk mu, min/Good/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Crimson
Ciri" kacang lupa kulit ya, ini. Kan, biadab emang.😡🤬
Luó Lìxuān: soal nya perjalanan xiao bai masih panjang bg
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!