Bagaimana jadinya, hidup kembali sebagai wanita ahli pedang di zaman kuno?
Sudah pastinya begitu tidak menyenangkan, Anya seorang dokter Bedah yang meninggal karena di khianati oleh seorang sahabat nya.
Ia bereinkarnasi menjadi wanita ahli pedang di zaman Kerajaan China kuno. Bagaimana kisah nya?
Baca kisahnya... Di
— Cinta Wanita Pedang —
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 Bukti Cinta
Saat fajar mulai naik keduanya pergi dari hutan tersebut ke gunung matahari terbit, Anya fokus memperhatikan setiap pemandangan yang mereka lewati ada danau dan pohon-pohon yang menjulang tinggi— ia tidak tahu nama-nama pohon tersebut nampak begitu aneh.
Tetiba Kuda yang mereka tumpangi Berhenti di sebuah gerbang desa Bambu menangis, Yan Qian turun dari si kuda hitam tersebut begitupun Anya. Yan Qian mengelus pelan si Hitam penuh kasih
" Pergilah ke kediaman ku, Tetap disana ketika aku ingin pulang kembali lah " Cakap Yan Qian sembari mengusap kepala si hitam
Kuda tersebut pun menggaum, Lalu melesat pergi meninggalkan keduanya seolah tahu apa yang tuan nya katakan. Yan Qian berjalan menuju pintu gerbang tersebut
" Sembah yang mulia putera mahkota, dan sembah yang mulia Puteri Agung sebuah ke hormatan bagi kami penghuni Desa Bambu menangis. Kedatangan Beliau " Kedua prajurit yang menjaga gerbang desa tersebut menunduk hormat dengan tangan terkepal ke depan.
" Buka kan lah pintu gerbang ini! " Perintah Yan Qian
" Baik yang mulia Putera mahkota "
Kedua prajurit itu membuka gerbang yang sengaja dijaga agar orang dari desa sebelah tidak datang untuk mengacau, begitupun para desa yang lainnya di jaga ketat agar tidak ada perselisihan antara masyarakat.
Aroma manis bercampur pedas, menyita indra penciuman Anya ia bergegas mendekati sebuah rumah yang berada tidak jauh dari gerbang desa tersebut.
" Wangi ini seperti wangi tanaman penghenti racun? " Gumam Anya
" Ada apa? " Tanya Yan Qian
Anya tersenyum senang ia berkata dengan nada penuh semangat, " Honey, aku mencium aroma daun penghenti racun di salah rumah itu!.. Mari kita minta aku yakin sekali di rumah itu ada tanaman itu! "
Tunjuk Anya kepada sebuah rumah kecil dengan tanaman-tanaman herbal yang mengelilingi rumah tersebut, aroma herbal itu menusuk masuk ke indra penciuman nya ia dengan semangat menarik tangan Yan Qian
Terlihat di depan rumah tersebut ada seorang lelaki berpakaian jubah yang menjuntai ke bawah, dengan topi zaman china kuno lelaki itu sedang menyirami beberapa tanaman herbal yang ada di depan rumah tersebut
" Permisi Tuan! " Sapa Anya dengan ramah
Lelaki tersebut menaruh penyiram tanamannya, ia mengangkat wajahnya yang tampan tersebut ia nampak begitu terkejut melihat kedua orang tersebut gegas ia berlutut hormat kepada kedua nya
" Sembah yang mulia Putera mahkota dan sembah yang mulia Puteri Agung, ada yang bisa saya bantu? " Tanya lelaki tersebut
" Sudah jangan hormat gitu!, bangkitlah ada yang kami ingin katakan! " Anya menarik tangan lelaki itu agar tidak berlutut di depannya
" Silakan yang mulia Puteri Agung dan Putera mahkota, duduklah hamba akan menjamu kalian dengan teh hijau herbal " Kata Lelaki itu sungguh bersemangat ia berlalu ke dapur
Anya dan Yan Qian duduk di sebuah bangku taman yang memang ada di dekat taman, tanaman herbal tersebut beberapa menit kemudian lelaki itu kembali membawakan Teh hijau dan beberapa camilan
" Silakan di nikmati yang mulia "
" Terimakasih, sungguh baik sekali anda menjamu kami " Kata Yan Qian tersenyum ramah kepada lelaki tersebut
" Karena kalian tamu istimewa ku! " Sahut Lelaki tersebut
" Tuan siapa gerangan nama kau? " Tanya Anya tetiba dengan sebuah senyuman penuh misteri " Daren yang Mulia Puteri Agung "
" Tuan Daren, kami melihat di kebun tanaman kau begitu banyak sekali tanaman herbal. " Cetus Anya Daren mangut-mangut
" Apakah Puteri Agung ingin tanaman herbal? "
" Tuan Daren, apakah anda menanam tanaman herbal untuk menghentikan racun? Apakah ada? " Tanya Anya
" Ada yang mulia apakah yang mulia ingin?, kalau iya saya akan memberikannya " Sahut Daren dengan senyum tulus
" Benarkah?, kami akan bayar! " Yan Qian mengeluarkan tiga batang emas dari balik jubahnya membuat lelaki itu membola
" Tidak usah yang mulia saya hanya ingin membantu yang mulia saja, sebagai bukti cinta saya pada junjungan! " Tegas lelaki tersebut membuat hati Anya meleleh
" Terimakasih Daren, kau penyelamat nyawa ibunda Ratu kau harus menerima Emas ini yang tidak ada apa-apanya! " Kata Yan Qian
" Maaf yang mulia kalau hamba lancang, apakah ini untuk Yang Mulia Ratu? " Tanya Daren dengan tatapan kebingungan
" Ya "
" Saya akan memberikannya, mohon tunggu yang mulia Putera mahkota " Cakap Daren ia beranjak dari duduknya dengan cepat ia mengambil satu pot yang berisi tanaman herbal tersebut
" Ini yang mulia terimalah pemberian hamba, semoga Ratu cepat pulih " Kata Daren sembari menyerahkan tanaman tersebut Yan Qian meletakkan sepuluh emas ke tangan Lelaki tersebut
" Terimalah!, ini tidak sebanding dengan apa yang kau berikan untuk ibunda ratu! " Perintah Yan Qian
" Terimakasih yang mulia putera mahkota!, terimakasih puteri agung! " Lelaki itu beberapa kali mengucapkan syukur
" Terimakasih berkat kau kami tidak perlu jauh-jauh ke kaki gunung dan Ibunda ratu bisa secepatnya meminum ramuan ini! " Kata Anya sembari mengelus pelan bahu Daren
" Kami pamit! "
" Hati-hati yang Mulia "
" Ya Daren terimakasih sekali lagi! "
" Tidak usah berterimakasih yang mulia saya tidak pantas!, mendapatkan terimakasih dari anda.. Saya sudah bilang bahwa itu adalah bukti cinta saya kepada junjungan saya jadi pergilah " Cakap Daren tulus
" Kau pemuda yang sangat baik sekali, aku akan mengenangmu'
" Terimakasih Yang Mulia pujiannya"
" Kami pamit, jaga dirimu kalau ada apa-apa jangan segan-segan datang ke istana Teratai Emas! Kau penyalamat! "
" Terimakasih yang mulia saya berjanji akan ke sana "
" Kami tunggu Daren! "