NovelToon NovelToon
Aku Berhak Bahagia

Aku Berhak Bahagia

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Rumah Tangga / Janda
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

"Aku berhak bahagia dan aku bisa hidup tanpamu!"

Mila Rahma akhirnya memilih jalan hidupnya sendiri meskipun orang-orang disekitarnya menolak keputusan yang diambilnya. Mereka sangat kecewa dengan Mila karena berani menggugat cerai. Mila melakukan itu bukan tanpa sebab, selama menikah dirinya selalu mendapatkan penyiksaan dan penghinaan.

Mampukah Mila bertahan hidup dengan menjauh dari orang-orang yang sangat dicintai dan disayanginya?

Apakah Mila menemukan pria yang sangat mencintai dan menghormatinya?

Ikuti ceritanya dan mohon dibaca perlahan setiap episodenya. Terima kasih banyak karena sudah membaca tanpa meloncat episode🙏🏼

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Berhak Bahagia - episode 20

Hasbi kembali setelah 4 hari di kampung halamannya, lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya dia menghabiskan waktu 10 hari di sana. Mila adalah alasan dirinya buru-buru balik. Dia tak mau Mila merasa kesepian apalagi wanita itu mengaku tidak pulang kampung.

Mila begitu terkejut ketika Hasbi mengetuk pintunya di pagi hari. Hasbi mengaku kepada Mila akan kembali 6 atau 7 hari lagi. "Mas Hasbi sudah pulang?"

"Ya."

"Kenapa cepat sekali? Bukankah Mas Hasbi masuk kerja masih lama?" cecar Mila yang heran.

"Memang, iya, tapi aku enggak mau kamu sendirian di kos-kosan," Hasbi memberikan alasan.

Mila tertawa tipis dan berkata, "Mas, aku bukan anak kecil. Di sini juga masih ada penghuni lain yang enggak pulang kampung."

"Walaupun mereka enggak pulang kampung, tapi mereka bepergian. Malam hari mereka kembali, bahkan mereka menginap di rumah kerabat," jelas Mas Hasbi lagi.

"Mas Hasbi kenapa tau?"

"Aku di sini hampir dua tahun, jadi sedikit banyaknya mereka juga cerita. Memangnya aku seperti orang yang antisosial."

"Ya, tapi Mas Hasbi enggak perlu khawatir. Aku bisa jaga diri," kata Mila biar dirinya tak terus menjadi beban.

"Aku yang gak yakin padamu!" ucap Hasbi padahal dirinya sangat cemas dengan keadaan wanita yang disukainya itu.

Mila menghela napas, percuma dibantah pasti Hasbi selalu memberikan kata-kata yang tepat.

"Ada oleh-oleh dari ibuku untukmu, nanti siang aku akan memberikannya. Aku belum sempat membuka koper dan aku juga sangat mengantuk!" ujar Hasbi sebab begitu sampai dan meletakkan seluruh barang bawaannya ke kamar ia buru-buru menuju kamarnya Mila.

"Kalau begitu, tidurlah. Aku juga mengucapkan terima kasih karena sudah mengingatku!" kata Mila tersenyum singkat.

"Sama-sama. Jangan pergi ke mana-mana, tunggu aku bangun tidur kalau kamu mau minta diantar kemanapun!" ucap Hasbi menunjuk Mila lalu berlari kecil balik ke kamarnya.

Siang harinya Hasbi menepati janjinya, ia datang membawa 2 kantong besar berisi makanan. Mila sampai terheran-heran melihat oleh-oleh yang dibawa Hasbi. "Ini enggak salah sebanyak ini?"

"Enggak. Kata ibuku, buat stok satu minggu."

Mila tertawa bahagia karena masih ada lagi orang yang peduli dan perhatian padanya. Ia mengambil kantong itu dan meletakkannya di kamar.

"Nanti sore, aku mau ajak kamu jalan biar enggak bosan terus di kamar!"

"Aku kemarin cuma bercanda, Mas!" kata Mila nyengir, dia sempat mengirimkan pesan Hasbi kalau dirinya sangat bosan di kos-kosan.

"Aku menganggapnya serius," ucap Hasbi.

Sore harinya, Hasbi dan Mila akhirnya berjalan keliling kota, jalanan tidak terlihat padat karena masih suasana libur hari raya. Restoran dan kafe belum semua beroperasi. Mereka memilih ke mall dan menonton bioskop. Mila begitu senang diajak Hasbi setidaknya dia sudah tak merasakan bosan lagi dan kesepian.

Lalu hubungannya dengan Alan, bagaimana?

Komunikasi antara mereka tetap berjalan lancar. Alan hampir sering mengirimkan pesan bahkan menelepon. Tetapi, Alan tak berani sedikit mengorbankan waktu liburnya buat menemani Mila padahal jarak kampung halaman orang tuanya Alan dan kota tempat Mila sekarang tinggal tak terlalu jauh. Cukup 2 jam perjalanan, namun Alan tak bersedia pulang lebih cepat menemaninya.

Alan menyampaikan bahwa ibunya membutuhnya untuk menemaninya ke sana kemari bersilaturahmi dengan sanak saudara. Mila pun tak memaksanya karena mereka belum memiliki hubungan suami istri apalagi sekedar status pasangan kekasih.

Hasbi dan Mila menikmati makan malam di restoran mall. Mila sempat menolak, sebab hari ini Hasbi sudah terlalu banyak mengeluarkan uang buat menyenangkan hatinya. Apalagi restoran yang mereka kunjungi harga makanan dan minumannya sangat mahal. Mungkin sekali makan bisa menghabiskan gaji Mila selama 3 hari.

Mila mencondongkan kepalanya sedikit ke depan dan berbisik, "Lebih baik kita cari tempat lain aja, Mas!"

"Sesekali aja, aku belum pernah makan di restoran ini!" kata Hasbi berbohong padahal dia sudah beberapa kali mengunjungi restoran yang menjual makanan serba daging sapi.

"Sekali ini aja, ya, kita ke sini. Aku gak mau uang Mas Hasbi karena aku. Lebih baik uangnya ditabung atau diinvestasikan aja. Lagian Mas Hasbi punya niatan menikah, walaupun belum ketemu calon jodohnya," nasehat Mila yang tak mau memanfaatkan kebaikan-kebaikan yang dilakukan para pria yang sedang mendekatinya. Dia juga tak mau membalas dendam sakit hati saat bersama mantan suaminya yang sangat pelit kepadanya melalui para pria-pria itu.

Hasbi terpaksa mengiyakan, agar Mila tak banyak protes dan segan lagi apabila diajaknya jalan-jalan.

"Mas Hasbi, waktu hari raya aku tuh diajak Nek Sulastri ke rumahnya dan Mas Aldo yang menjemput aku di kos-kosan."

Mendengar nama Aldo disebut ada secuil rasa cemburu di hatinya.

"Anak-anak Nek Sulastri baik-baik, loh. Aku senang rasanya bisa berkenalan dan mengobrol dengan mereka."

"Berarti kemarin itu kamu enggak merasa bosan, dong?"

"Tetap bosan, Mas. Di kos-kosan sepi apalagi enggak ada Mas Hasbi," kata Mila tersenyum.

Hasbi yang mendengarnya tertawa kecil.

"Aku serius, Mas. Kalau Mas Hasbi enggak ada di kos, aku tuh seperti gak punya siapa-siapa di sini!" kata Mila jujur, ia sudah sangat nyaman dekat dengan Hasbi.

-

Jam 9 malam mereka tiba di kos-kosan, sebelum Mila masuk ke kamarnya Hasbi lalu berkata, "Langsung tidur, jangan begadang lagi!"

"Siap, Mas!" ucap Mila membentuk lingkaran dengan jari telunjuk dan ibu jari.

Hasbi melangkah menuju kamarnya begitu juga dengan Mila.

Meletakkan tas selempang di lemari, Mila lalu membersihkan diri. Ia sudah melaksanakan salat Isya di masjid saat menuju perjalanan pulang.

Selesai mengganti pakaiannya, ponselnya berdering sebuah nomor asing tak dikenalnya. Mila pun mengangkatnya dan berkata, "Assalamualaikum."

"Waalaikumussalam, Kak Mila!"

Deg..

1
Murni Zain
siapapun jodoh untuk mila yg penting bs menerima dia sebagai menantu, semua masalalu mila. 🤗🥰
Dew666
Hasbi nikah sm sepupu mila kali, mila jodoh Aldo aja
Murni Zain
Gass,,, otw halal🤭
Dew666
👑👑👑
Dew666
🍎🍎🍎
Murni Zain
akhirnya bs mengungkapkan kata suka'🥰
Mami AL: walaupun baru cuma dalam hati 🤭
total 1 replies
Murni Zain
Hasbi,, pernah sama² tersakiti. 🤭🤭
seperti saya sm suami... d selingkuh in sm pasangan. 😄😍
Murni Zain
🤗🤗🤗Alhamdulillah msh d ketemu kn sama orang baik ya mbak Mila.
Murni Zain
ehh kenapa Mas Hasbi 🤔🤔🤔 cemburu apa ada trauma???
Dew666
Aldo
Murni Zain
2 laki-laki memcoba dekat sm Mila🤭
Mami AL: kita buat Mila bingung memilih 😅🤭
total 1 replies
Mami AL
kebetulan yang tepat sekali, ya, Kak😄🤭
Murni Zain
ohhh so sweet banget🥰🥰🥰

jd teringat saat bertemu sm suami dl. 🤗
Murni Zain
Hasbi kan🤔🤔🤔

atw sang mantan. 🤔🤔🤔
Murni Zain
semoga jodoh Mila.... Hasbi🤗
Murni Zain
mungkin kn jodoh mila..🤔
Mami AL: kita lihat nanti, ya, Kak🤭
total 1 replies
Murni Zain
Semoga ada kebahagiaan d t4 baru ya mbak.. 🥰😍🤗💪🏼💪🏼💪🏼
Murni Zain
Semangat mbak Mila.. 🥰🤗
Murni Zain
baik bgt nih ibu mertua... klo aku dl sebaliknya😄 tp tu masa lalu q.. yg sekarang sdh terbayar dgn suami yg setia, baik bertanggung jawab sm keluarga. 🤗🥰
Mami AL: Alhamdulillah, Kak.. Bahagia selalu 😊
total 1 replies
Murni Zain
Ternyata mertuanya baik ya.. klo aku dl... seperti enggak d Terima krn aku ank kampung. 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!