Setelah terlibat menggulingkan kekuatan kaisar Shu , Yan Qin sebagai jenderal harimau kiri mendapatkan penghargaan, berharap penghargaan itu membuat dirinya menjadi seorang panglima perang ibukota yang sudah lama di cita citakannya sejak dahulu, namun saat penganugerahan penghargaan, harapan keinginan itu tidak terkabul ,tatkala kaisar baru memberikan mandat yang sangat menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal harimau kiri .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 13
Sebelumnya , setelah meninggalkan kota Guanxi, rombongan Yan Qin secara serempak berkumpul di lembah utara kota , di mana sebanyak lima puluh tiga ribu orang sudah berkumpul dan siap untuk berangkat .
Karena kavaleri hitam sangat banyak , Yan Qin menyarankan untuk memasukkan zirah besi hitam dan di tutup dengan pakaian biasa, sehingga tidak akan menimbulkan kecurigaan pihak pemerintah.
Selain itu , senjata di balut dengan kain tipis dan lainnya juga di samarkan .
Sebanyak dua puluh ribu kuda kavaleri di berangkatkan terlebih dahulu ke wilayah barat laut , jalan menuju Kabupaten Liangshan .
Setelah pengaturan selesai , Yan Qin membagi pasukan kavaleri hitam menjadi sepuluh resimen dan di sebarkan ke seluruh wilayah Kabupaten julu , bukan untuk melakukan infiltrasi , melainkan sama tujuannya seperti yang pertama, untuk menghindarkan kecurigaan pihak pemerintah.
Yan Qian menopang tubuhnya di pohon albasia, matanya menatap ke arah lembah desa yang begitu tenang, namun penuh dengan kepulan asap yang begitu banyak .
" celaka , terjadi perampokan ... !" Seru Yan Qin menatap tajam ke arah desa yang begitu tenang .
Cai Mu dengan sigap mengajukan untuk menyelidiki sebenarnya keberadaan desa yang diperkirakan menjadi tempat perampokan .
" baiklah , hati hati, ajak Duan Li untuk memeriksa ..!" Ujar Yan Qin serius .
" siap jenderal..!"
Yan Qin kemudian menoleh ke arah regu penembak jitu yang siap untuk bertarung kapan saja , tangan mereka sudah memegang erat tali busur dan siap untuk di tembakan .
" Hong Bin , kamu adalah satu satunya kapten pemanah yang ikut dengan saya , siap siap untuk menyerang kapan saja ..!" Kata Yan Qin mengalihkan pandangan ke arah kereta kuda di belakangnya.
" siap jenderal..!"
Di sisi lain , Cai Mu dan Duan Li turun dari atas lereng jalan , mengendap endap ke arah tepi desa yang di mana , area yang tidak banyak di perhatikan.
" insting jenderal benar benar akurat, banyak bandit gunung yang menjarah desa , kakak Li kamu kembali melaporkan berita ini pada jenderal, aku akan mengawasi di sini " kata Cai Mu tanpa menoleh ke arah pemuda berusia dua puluh tiga tahun yang ada di sampingnya.
Tanpa merasa tersinggung, Duan Li mengangguk , ia mundur secara perlahan ke arah lereng jalan , tempat di mana rombongan tuannya berada .
Tidak membutuhkan waktu lama, Duan Li kembali dan memberi tahu tentang keberadaan bandit dalam jumlah yang cukup banyak ,dan juga beberapa orang tua telah tewas tergeletak di halaman atau depan pintu rumah .
Yan Qin terdiam sejenak , matanya yang tajam menatap ke arah gunung Qinghe yang tampak begitu menjulang tinggi di kejauhan.
" kavaleri hitam, kapten Chen Guiya , terima perintah pertama , segera lakukan serangan kilat ke arah desa dan target kita adalah menghancurkan bandit gunung " perintah Yan Qin .
" siap perintah di terima ...!"
Walaupun sebagian besar kavaleri hitam telah pergi terlebih dahulu , masih ada empat ribu kavaleri hitam yang memiliki senjata lengkap dengan seribu kuda perang yang mumpuni .
Dalam sekejap, sejauh mata memandang, sekitar seribu penunggang kuda dan beberapa ratus infanteri turun ke bawah , menyerang secara terbuka ke arah desa yang di mana sudah dinyatakan sebagai gawat darurat.
Drapp
Drapp
Dari balik pepohonan , banjir hitam datang dan langsung merobohkan gerbang desa yang sudah begitu lapuk di makan zaman .
Hal itu mengejutkan sekitar dua ribu orang berpakaian kasar dan bengis.
" ada apa ini , apakah ada gempa...!" Teriak seorang pria berwajah hitam menatap rekannya yang sedang membawa karung berisi barang berharga.
" tidak ketua , ... !"
Dari ujung desa , tiga orang berlarian panik ke arah dua orang yang diliputi kebingungan.
" ketua gawat , pasukan elit Da Qian datang ... !" Teriak salah satu dari tiga orang yang berlari panik itu.
Mata sang ketua melebar tak percaya , " tidak mungkin, tempat yang kita jarah merupakan desa terpencil , jauh dari Kabupaten Julu, bagaimana bisa kita di temukan ..!"
" ketua, ayo lari selamatkan diri, kawan kawan kita di belakang sudah tumbang ...!" Teriaknya lagi dengan nafas memburu.
Namun setelah berlari beberapa puluh langkah, tubuhnya secara tiba tiba langsung ambruk dan terlihat jelas bahwa ada sebatang panah menancap belakang kepalanya.
Sang ketua yang masih kebingungan, langsung sadar, segera ia melemparkan karung berisi barang berharga , setelah itu melarikan diri bersama ajudannya yang sudah terlebih dahulu melarikan diri.
" sial , bagaimana bisa menjadi begini , anggota semuanya musnah .. !"
Tanpa di sadarinya, seorang pemuda berwajah dingin berdiri dengan senjata golok di tangan.
Sang ketua terkejut saat melihat pemuda berwajah dingin menghadang pelariannya.
" siapa kamu , apa yang kamu lakukan pada kami ...!"
Cai Mu tersenyum tipis, aura seorang prajurit berdarah tangguh memancar samar .
" bandit layak mati ...!"
Trangggg
Merasa terdesak, sang ketua bandit menahan serangan cepat dari pemuda berwajah dingin di depannya, tangannya sedikit gemetar saat kedua senjata golok saling adu kekuatan.
" ohhh ternyata seorang mantan prajurit Da Qian, !" Gumam Cai Mu sedikit meregangkan pergelangan tangannya yang kaku .
Sang ketua tidak tahu harus berkata apa , ia menatap waspada ke arah pemuda berwajah dingin di depannya, dalam hatinya ada rasa takut dan ngeri yang tidak terbantahkan, namun masih di tahannya dengan baik .
" sebelum kamu mati , aku ingin tahu siapa nama kamu bandit ?"
" apakah kamu takut ,aku tidak akan memberi tahu namaku , sebaiknya kamu tidak mengusik veteran perang pengalaman seperti saya, " katanya dengan nada angkuh di buat buat .
Cai Mu tertawa dingin dalam hati , " baiklah karena kamu ingin segera ingin mati , aku akan dengan cepat memotong otak dirimu agar bisa mengetahui siapa sebenarnya dirimu.. "
Pertarungan kembali di mulai , Cai Mu sebagai ajudan jenderal memiliki ratusan pengalaman pertempuran, ia dengan cepat dan gesit memotong setiap pergerakan melarikan diri dari sang ketua bandit .
" sialan... ayo kita mati bersama .!" Di tangannya tergenggam erat bungkusan bulat yang di mana memiliki bau yang menyengat.
Cai Mu langsung mundur beberapa puluh langkah dan tepat saat itu ledakan abu putih terdengar begitu keras.
Duarrrrhhh...
" sial , darimana bajingan itu memiliki bom bunuh diri , untung saja aku refleks mundur " pikirnya dalam hati , wajahnya penuh dengan keringat dingin, tatkala matanya melihat pemandangan yang begitu mengerikan , di mana di pusat ledakan , hanya ada genangan darah yang mendidih dan tidak ada tulang atau kulit di sekelilingnya.
" Cai Mu, tadi suara apa ..!"
Dari arah pintu desa , sekelompok orang yang berbaju zirah lengkap berjalan cepat ke arah pemuda yang tampak linglung itu .
" jenderal, ketua bandit melakukan bom bunuh diri , meledak dengan dahsyat dan bawahan ini hampir saja terlebih dahulu pergi ke surga...!"
Yan Qin menatap ke arah genangan darah yang memancarkan energi panas yang tidak biasanya , ia berjalan mendekat dan mencium aroma familiar dari pikirannya.
" ini bubuk mesiu..!"