Ismi Azis berumur 17 tahun dia mengalami kecelakaan motor saat selesai tugas dari misinya
Ismi Azis seorang dokter dan hacker terbaik di negara Jepang, dia putri dari Iris Wati yang menikah dengan seorang laki-laki tampan keturunan Jepang. Ismi yang terkenal baik dan juga sering menolong orang lain membuat salah satu dokter magang iri
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir dan baca kita nya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fourth chapter
Annchi dan kedua anak nya pun langsung menoleh, Annchi pun langsung mendekati sang suami
"Kau dari mana? ayo aku akan mengobati mu.... semoga kau bisa melihat dengan jelas lagi ayok" ucap Annchi dengan mengajak Bao-yo duduk di bawah pohon sakura. Bao-yo pun pasrah di tarik pelan oleh istri yang tak pernah sedikitpun berbicara manis pada dia dan anak-anak, dia memaklumi kondisi Annchi yang tak terima dengan pernikahan dadakan itu
"Anak-anak ayo kalian juga duduk, ibu membawa kan beberapa buah segar yang ibu dapat dari hutan" ucap Annchi dengan lembut. An dan Bai pun saling tatap
"Ibu... apa tita boleh mematan nya?" tanya An. pertanyaan itu membuat dada Annchi sesak dan mengutuk Annchi asli
"Tentu saja boleh, ibu kan mencari ini untuk kita makan.... ayo cepat kita makan nanti buah di umpetin Bunda Siti, karena dia sudah mengincar buah jeruk dan apel ini" ucap Annchi. An pun langsung mengambil nya karena takut buahnya di ambil bunda Siti
"Apa bunda Citi itu cuta matan buah ini Bu?" tanya An sambil mengigit buah apel yang manis dan segar
Annchi hanya mengangguk. dia sibuk merendam bunga kitolod, dan dia juga meminta Cici untuk mengeluarkan obat dalam juga. Bao-yo hanya diam mendengarkan obrolan anak-anak nya dan istri kecil nya itu
"Ayah makan lah ini.... buah ini manis dan banyak airnya, aku tidak pernah memakan buah ini" ucap Bai. dia lebih menyukai buah jeruk yang segar menurut nya, Bai pun memberikan buah itu
Bao-yo pun memakan nya, dan menurut dia buah itu belum pernah dia makan sama sekali. saat di kunyah buah itu mengeluarkan air yang manis dan sedikit asam, dia bertanya-tanya dari mana Annchi mendapatkan buah itu
Annchi tak melihat reaksi suaminya dia terlihat serius dengan rendaman bunga Kitolod, dan diapun mengeluarkan air mata kehidupan yang berada di ruang dimensi nya
"Ayo kita basuh... dulu mata mu dengan air ini, setelah itu aku akan mengikat sari bunga ini" ucap Annchi. sambil membantu Bao-yo. kedua anak nya pun hanya duduk manis dan melihat apa yang di lakukan Annchi, Bai juga memegang kasa yang Annchi pegang tadi
Annchi dengan perhatian mengompres kelopak mata Bao-yo, dia juga menetes bunga kitolod. Tidak lupa sari kitolod yang sudah dia peras itu di tempel kan di kapas, Annchi pun segera menempelkan kapas itu, dan Annchi juga langsung melilit kasa itu
"Minum ini" ucap Annchi sambil tersenyum ke arah kedua anaknya
Bao-yo segera meminum nya, air obat itu terasa pahit. tapi dia tetap meneguk nya tanpa komplen sedikit pun, Bao-yo berharap dia cepat sembuh. karena dia merasa kasihan Annchi mencari makan untuk mereka selama ini
"Terima kasih" ucap lirih Bao-yo. Annchi yang fokus dengan rendaman air daun pun mendongak melihat wajah tampan Bao-yo
"Hu... wajah nya tampan, tapi sayang di tinggal bini" gumam hati Annchi. dia merasakan miris dengan kehidupan orang-orang tuh, tidak di jaman kuno atau jaman modern. banyak pasangan yang memilih pergi dari pada bertahan dan mendukung pasangan mereka, karena mereka tak ingin kesusahan dan di repotkan dengan penyakit atau musibah yang pasangan mereka rasakan
"Sama-sama ini sudah menjadi kewajiban ku sebagai istri mu, maaf dulu aku terlalu egois dan menelantarkan mu dan anak-anak kita" ucap lembut Annchi. perkataan Annchi membuat ketiga orang yang sedang duduk langsung menatap kearah nya. walau pun Bao-yo tak bisa melihat tapi dia merasa lega saat mendengar ucapan istrinya. An dan Bai pun langsung saling tatap, mereka juga bahagia ibu tiri nya yang sering memukul mereka dan tak memberikan makanan itu, berubah menjadi baik
"Apa ibu janji nda putul An'el lagi? An'el juga janji nda natal atau mengambil matanan yang ibu cimpan" ucap An. Annchi pun langsung mendekati Putri tirinya itu dan memeluk tubuh kurus itu dengan hangat
"Ibu janji... mulai sekarang apa pun yang ibu dapatkan dari hutan atau mana pun itu, kalian boleh memakan nya, dan kita juga harus mulai berkebun. sayang halaman yang kosong di depan kediaman kita ini hmm..." ucap lembut Annchi. An yang tidak pernah merasakan pelukan hangat dari sang ibu pun merasa senang. Bai yang melihat adiknya di peluk lembut itu pun mulai merasakan cemburu, bohong kalau dia tidak cemburu, karena dia pun ingin mendapatkan pelukan itu
"Pokonya ayo kita semangat untuk berkebun... ibu sudah membawa beberapa bibit yang ibu dapatkan di hutan, mulai sekarang kita harus giat lagi ya. semangat....." ucap Annchi membuat ketiga nya terkejut dan langsung tertawa
"Cemangat.... tita bica" ucap An sambil mengangkat kedua tangan nya, Annchi pun ikut tertawa, tidak lupa dia pun langsung berjalan kearah dapur
"Ibu mau kemana" tanya Bai. Yang melihat Annchi melangkah
"Ibu mau masak makan malam untuk kita semua, kebetulan ibu mendapatkan beberapa bahan makanan di hutan tadi. jadi ibu mau buat makanan lezat untuk kita" ucap Annchi . Bai pun mengangguk dan membiarkan Annchi berlanjut ke arah dapur
"Bai'er... bantu ibu menyuci sayur ini" teriak Annchi. Bai pun langsung berlari masuk dapur dan membawa sayur yang sudah di petik oleh Annchi
Satu jam Annchi bergulat di dapur. masakan dia pun matang dan langsung membawa hidangan tersebut
Ikan gurame saus tomat gurih. An yang melihat ikan itu pun
GLEK
Kriuk
bunyi perut An membuat Annchi tertawa, dia bisa melihat Putri kecil nya itu sudah kelaparan
"Hahaha.... ayo kita makan, putriku yang mungil ini sudah kelaparan ternyata" ucap Annchi. An yang mendengar itu pun tersenyum bahagia
"Aloma nya cudah buat An'el lapal Bu...." jawab An dengan mata yang tak lepas dari beberapa makanan yang berada di meja mereka
Annchi pun memberikan Perkedel jagung itu untuk Bai, Bai tersenyum bahagia. Annchi juga menaruh beberapa sayuran liar untuk Bai makan
"Ayo.... makan, pokonya kalian juga harus makan sayur, agar baik buat imun tubuh kita ya" ucap lembut Annchi
"Baik ibu......
BERSAMBUNG......