NovelToon NovelToon
PAK USTADZ JANGAN GODAIN SAYA

PAK USTADZ JANGAN GODAIN SAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: wanudya dahayu

Zahra dijodohin sama Rayan karena wasiat almarhum Ayah Zahra yang sahabatan sama Abah Rayan. Zahra _ngamuk_ karena ngerasa nggak pantes jadi istri ustadz. Rayan juga _shock_ karena harus nikah sama cewek bertato yang nggak bisa baca Al-Fatihah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wanudya dahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: SALAH PAHAM MELEDAK - "BALIKIN UANGNYA, RA!"

Hari ke-50 di Ndalem. Status Zahra Almira: Bu Nyai Yang Dituduh Macam-macam Padahal Nggak Ngapa-ngapain.

Jam 07.00, Ndalem nggak kayak biasanya. Nggak ada suara ketawa Humairah. Nggak ada Bunda Aisyah nyanyi-nyanyi di dapur. Yang ada cuma... sunyi. Sunyi yang nusuk.

Aku di kamar. Semaleman nggak tidur. Mata bengkak. HP di tangan. Isinya DM Arya: "Uangnya pake aja, Ra, Aku ikhlas."

Ikhlas. Kata itu sekarang rasanya kayak silet.

Pintu diketok. Bukan pelan. Keras.

"Zahra," suara Tadz Rayan. Datar. Nggak ada Ustadz yang lembut. "Keluar. Kita ngomong."

Aku buka pintu. Ustadz Rayan berdiri di luar. Matanya merah. Bukan karena nangis. Tapi karena nahan marah. Nahan kecewa. Nahan... sakit.

Di tangannya ada HP. Layarnya nyala. Isinya berita http://PortalGosip.com. Judulnya ganti: "Geger! Ustadz Rayan Bungkam Soal Dana 50 Juta dari Mantan Bu Nyai. Netizen: Ndalem Dijual?"

Tanganku dingin. "Tadz, aku bisa jelasin..."

"Jelasin apa, Zahra?" potong Rayan. Suaranya pelan. Tapi tiap kata nusuk. "Jelasin kenapa sekarang satu Indonesia mikir Ndalem ini hidup dari uang mantanmu? Jelasin kenapa alumni WA aku, nanya 'Tadz, beneran Bu Nyai masih kontak sama Mas Arya?'"

Aku mundur selangkah. "Aku nggak kontak, Tadz! Dia yang DM! Dia yang transfer! Aku nggak minta!"

"Terus kenapa nggak kamu tolak dari awal?!" suara Rayan naik, sepersekian detik. Terus turun lagi. Nahan. "Kenapa kamu diem, Zahra? Kenapa aku taunya dari notif HP? Dari grup alumni? Dari berita? Bukan dari mulut kamu?!"

Deg.

Itu. Pertanyaan yang paling aku takutin.

"Aku... aku takut, Tadz," jawabku. Air mata netes. Akhirnya. "Takut Tadz marah. Takut Tadz ngusir aku. Takut Tadz mikir aku... belum move on."

Rayan ketawa. Pendek. Pahit. "Jadi kamu milih bikin aku mikir sendiri? Milih biar aku tau dari orang lain? Zahra... aku ini suamimu. Bukan musuhmu."

Kata "suamimu" itu... rasanya kayak ditampar pake sajadah.

"Tadz, demi Allah aku nggak ada rasa apa-apa ke Arya ," kataku. Sesenggukan. "Dia itu masa lalu yang sudah aku kubur dalem-dalem. Ngapain aku balik gali lagi"

Ustadz Rayan diem. Napasnya berat.

"Aku percaya, Zahra," katanya. Pelan. "Dari awal aku percaya. Masalahnya bukan Arya. Masalahnya... kamu nggak percaya aku."

Aku nengok. Kaget. "Maksud Tadz?"

"Kalau kamu percaya aku," jawab Tadz Rayan. Matanya berkaca-kaca. Tapi ditahan. "Kamu bakal cerita detik pertama dia DM. Kamu bakal kasih aku kesempatan ngelindungin kamu. Bukan malah ngadepin sendirian, terus aku keliatan kayak suami bego yang taunya belakangan."

Sakit. Ya Allah, sakit banget.

Aku maju. Mau pegang tangannya. Refleks.

Rayan mundur selangkah.

Jarak 1,5 meter itu... sekarang rasanya kayak jurang.

"Terus aku harus gimana, Tadz?" tanyaku. Suara habis. "Aku harus apa biar Tadz percaya lagi?"

Ustadz Rayan ngeluarin napas panjang. Terus ngomong. Kalimat yang bikin duniaku runtuh.

"Balikin uangnya, Zah."

Aku bengong. "Hah?"

"Balikin 50 juta itu ke Arya," kata Tadz Rayan. Tegas. Dingin. "Hari ini. Sekarang. Transfer balik. Screenshot. Kirim ke grup alumni. Biar semua orang tau, Ndalem nggak butuh uang dari dia. Biar semua orang tau... kamu milih aku."

Aku ketawa. Hambar. Air mata masih netes. "Tadz... kalau aku balikin, berarti aku ngaku nerima. Ngaku salah. Padahal aku nggak nerima, Tadz. Uangnya masih utuh. Aku nggak sentuh."

"Terus mau diapain?" tanya Rayan. "Disimpen? Biar besok-besok netizen bilang 'Bu Nyai simpen duit mantan buat jaga-jaga'?"

"Enggak!" teriakku. Habis sabar. "Aku mau laporin polisi, Tadz! Ini pencemaran nama baik! Arya sengaja jebak aku!"

"Silakan," jawab Rayan. Dingin. "Tapi balikin dulu uangnya. Biar kita ngadepin kasusnya dengan kepala tegak. Bukan dengan uang haram di rekening."

Uang haram.

Kata itu... bikin lututku lemes. Aku jatuh. Terduduk di lantai. Depan pintu. Depan Tadz Rayan.

Ustadz Rayan nggak nolongin berdiri. Bukan jahat. Tapi... dia juga lagi hancur.

"Tadz..." lirihku. "Tadz tau kan... 50 juta itu bisa buat benerin atap. Bisa buat bayar listrik. Bisa buat beli beras..."

"Aku tau," potong Rayan. Suaranya pecah. "Demi Allah aku tau, Zahra. Kita miskin. Tapi kalau martabat Ndalem dibayar 50 juta... aku milih miskin. Aku milih kita dihina, asal nggak dijual."

Aku nangis. Nggak suara. Cuma air mata sama sesek.

Dari ujung lorong, Bunda Aisyah liat. Terus balik badan. Ngusap mata pake ujung jilbab. Humairah ngintip. Terus lari ke kamarnya. Nggak jadi manggil "Bu Nyai Avengers".

Hari ini... Bu Nyai Avengers kalah. Sama fitnah. Sama diam. Sama... suaminya sendiri.

---

Jam 11.00, aku di ATM. Sendirian. Transfer 50.000.000 ke rekening Arya Putra.

Berita transfer: "Maaf. Ndalem nggak terima. Jangan ganggu lagi."

Klik. Terkirim.

Screenshot. Kirim ke grup alumni. Ketik: "Uangnya sudah saya kembalikan. Ndalem Al-Hikmah tidak menerima bantuan dari pihak yang tidak jelas. Fitnah selesai. Terima kasih."

Habis itu... aku block @AryaCCBrews. Block WA. Block semua.

Tanganku gemeter. Bukan karena takut Arya. Tapi karena... barusan aku ngilangin 50 juta. Di saat kas Ndalem lagi krisis keuangan.

Aku keluar ATM. Duduk di tangga. Nangis. Sekenceng-kencengnya.

HP bunyi. Dari Rayan. Cuma 1 kalimat:

"Terima kasih. Maaf udah maksa."

Baca itu... bukannya lega. Malah makin sakit.

Soalnya "terima kasih" itu nadanya... kayak ucapan ke orang asing. Bukan ke istri.

Di atas, langit mendung. Kayak mau hujan. Kayak Ndalem. Kayak hatiku.

Di Cozy Corner Brews, Arya Putra lagi senyum liat notif transfer masuk. Dia ketik DM ke temennya: "Babak 1 selesai. Dia balikin. Berarti dia masih peduli. Lanjut babak 2."

1
hasatsk
setelah di baca terus menerus ternyata ceritanya seru.....💪💪
wanudya dahayu: makasi kak 🙏. lagi nyari ide lagi, biar bisa menuhi syarat kontrak. doain ya kak. 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Di Dia
tokoh aryanya cpt"di singkirin ...
Titik Sofiah
awal yang menarik ya Thor moga konfliknya nggak trllau berat 😍😍😍
wanudya dahayu: iya kak, semoga suka, mohon dukungannya 😍🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!