NovelToon NovelToon
Sistem Dewa Matahari

Sistem Dewa Matahari

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Aditya Pratama, pemuda yatim piatu yang dihina keluarga angkatnya, bekerja sebagai cleaning service di perusahaan konglomerat Pradipa Group. Hidupnya jungkir balik ketika secara tak sengaja menemukan liontin kuno di ruang rahasia sang pemilik perusahaan—yang ternyata adalah pusaka terakhir dari era dewa-dewa. Liontin itu mengaktifkan "Sistem Dewa Matahari", memberinya kemampuan melampaui nalar manusia. Dengan sistem ini, Aditya bertekad membalaskan dendam keluarganya, menaklukkan panggung dunia, dan menyingkap misteri di balik hilangnya para dewa 10.000 tahun yang lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Belati Pusaka

Belati di tangan Alesha bukan senjata biasa. Gagangnya dari perak tua berukir matahari dengan tujuh sinar, dan bilahnya berpendar kebiruan—seperti ada api yang terperangkap di dalam logam.

"Belati Surya," bisik Kresna, matanya membelalak. "Jadi itu bukan legenda."

"Kalau tahu ini bukan legenda," Alesha mengangkat dagunya, "kalian juga harus tahu bahwa benda ini bisa membunuh kultivator."

Nirmala menyeringai. "Bisa. Kalau yang memegang tahu caranya."

Ia melesat lagi. Cakar logam di jarinya menyambar ke arah leher Alesha.

Tapi Aditya sudah bergerak. All-Seeing Eye menunjukkan Nirmala bergerak 23 derajat ke kiri—cukup bagi Aditya untuk menerjang dengan bahu.

Duk!

Benturan keras. Aditya terpental tiga langkah, bahunya mati rasa. Tapi Nirmala juga terdorong, cakarnya hanya merobek udara.

"Jangan halangi aku, bocah!"

"Maaf," Aditya menahan sakit. "Itu tugasku."

Maya memanfaatkan kekacauan. Tiga tembakan lagi dilepaskan—kali ini mengenai sasaran. Satu peluru mengenai paha Nirmala. Darah menyembur.

"ARGH!"

Tapi Kresna sudah bangkit. Punggungnya yang terluka oleh lampu jatuh membuatnya marah. Tangannya terkepal, dan Aditya melihat sesuatu yang mengerikan: listrik biru mulai menyelimuti tinju pria itu.

"PUKULAN GUNTUR!"

"MINGGIR!" teriak Alesha.

Kresna menghantam lantai. Listrik menjalar ke segala arah—retakan batu, percikan api, dan gelombang kejut yang membuat semua orang terpental. Maya terlempar ke dinding. Alesha jatuh berlutut. Dan Aditya...

Aditya menahan diri di tiang beton, napasnya tersengal. Seluruh tubuhnya bergetar, tapi matanya masih tertuju pada panel sistem.

Target 1 (Kresna): Energi menurun drastis setelah Pukulan Guntur. Cooldown skill: 30 detik.

30 detik.

"CUKUP!" Kresna meraung. "Kalian semua akan mati di sini!"

"Tidak kalau aku bisa menebasmu duluan."

Alesha bangkit. Belati Surya di tangannya menyala lebih terang. Wajahnya berubah—bukan lagi pucat ketakutan, tapi penuh kemarahan dingin.

"Kalian menyerang rumah keluargaku. Melukai orang-orangku. Dan sekarang kalian pikir bisa menang?"

"Alesha—kau tidak terlatih!" teriak Maya dari sudut.

"Benar. Tapi belati ini..." Alesha melangkah maju, "...sudah dilatih oleh tujuh generasi sebelumku."

Ia mengayunkan belati ke arah Kresna.

Pria itu menangkis dengan lengan berlapis logamnya. Percikan api memantul. Tapi bilah biru itu tidak berhenti—ia menebus pelindung logam itu seperti mentega panas.

"AAARGH!"

Lengan Kresna robek. Darahnya bukan merah biasa, melainkan kehitaman—seperti tinta.

"Racun..." Kresna memegangi lengannya, wajahnya pucat seketika. "Belati itu dilapisi racun pemurnian!"

"Apa itu?" bisik Aditya.

Informasi: Racun Pemurnian—zat anti-kultivator kuno. Efek: Menurunkan level kultivasi sementara. Semakin tinggi level target, semakin sakit efeknya.

Kresna ambruk berlutut. Levelnya turun dari 6 ke 4 dalam sekejap.

Nirmala yang terluka peluru mencoba kabur—kecepatannya masih 51 meski pincang. Tapi Maya sudah siap. Satu tembakan tepat di kaki satunya.

"A-AKU MENYERAH!" teriak Nirmala, jatuh tersungkur. "AKU MENYERAH!"

---

Lima belas menit kemudian.

Ruang bawah tanah sudah dipenuhi oleh tim keamanan Pradipa yang datang terlambat. Dua penyerang diikat dengan borgol khusus—bukan borgol polisi biasa, melainkan borgol besi dengan ukiran kuno dari gudang senjata keluarga.

Maya memimpin interogasi awal. Aditya berdiri di sudut, menonton, sementara Alesha duduk di atas peti kayu, masih menggenggam Belati Surya.

"Dari mana kau dapat benda itu?" tanyanya pada Alesha.

"Warisan kakek. Disembunyikan di sini sejak pencurian tiga tahun lalu." Alesha menatap belati itu. "Dulu aku pikir ini hanya pajangan. Sampai malam ini."

"Dan racunnya?"

"Aku tidak tahu soal racunnya. Itu... kejutan juga buatku." Alesha menghela napas. "Belati ini mungkin menyimpan lebih banyak rahasia daripada yang kita kira."

Aditya menyentuh liontin di dadanya. "Sama seperti liontin."

Mata Alesha terangkat. "Liontin apa?"

"Sesuatu yang kutemukan di gedungmu. Tapi aku akan ceritakan nanti." Aditya menatap Kresna yang sedang diikat. "Sekarang, kita perlu tahu siapa yang mengirim mereka."

All-Seeing Eye diaktifkan pada Kresna.

Nama: Kresna (nama samaran). Nama asli: Kristianto Wibowo.

Afiliasi: Kartel Lotus, Divisi Eksekusi.

Atasan langsung: "Jenderal" (nama samaran, identitas asli tidak diketahui).

Misi malam ini: Menculik Alesha Putri Pradipa. Hidup atau mati.

Informasi tambahan: Kresna tidak tahu siapa dalang utamanya. Tapi dia tahu lokasi markas Divisi Eksekusi—sebuah gudang di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Mereka tidak tahu siapa dalangnya," Aditya melaporkan. "Tapi markas mereka di Tanjung Priok. Divisi Eksekusi Kartel Lotus."

Maya menoleh. "Divisi Eksekusi?"

"Spesialisasi mereka pembunuhan dan penculikan. Kresna dan Nirmala adalah anggota tim kecil. Masih ada lebih banyak lagi."

"Kalau begitu kita serang mereka duluan." Maya mengepalkan tinju. "Aku bisa kumpulkan tim dalam dua jam."

"Tunggu." Alesha berdiri. "Kita tidak bisa gegabah. Mereka baru saja gagal. Artinya mereka akan lebih siap."

"Justru karena itu kita harus cepat. Sebelum mereka pindah markas."

Kedua wanita itu bertukar pandang.

Lalu Alesha menatap Aditya. "Apa yang sistemmu katakan?"

Aditya mengecek panel.

Misi Baru Tersedia: Serang Markas Divisi Eksekusi Kartel Lotus.

Hadiah: 800 Koin, 1 Pil Pemulihan Jiwa (gratis!), peta wilayah Kartel Lotus.

Risiko: Tinggi. Jumlah musuh: 12+. Pemimpin: Level Kultivasi 9.

"Hadiahnya termasuk Pil Pemulihan Jiwa," Aditya berkata pelan. "Itu yang kita butuhkan untuk Kakek."

Alesha menegang. Lalu mengangguk.

"Besok malam. Kita serang.

1
Sebut Saja Chikal
hmmm dipikir" ada yg ilang. hadiah terima tawaran si alesha ko ga dapet. 500 koin + pil
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨
Kak, Bisa Follow kembali, ada hal penting🙏
alexander
bagus ceritqnya
Davide David
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!