NovelToon NovelToon
Mas Bule Kekasihku

Mas Bule Kekasihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: xeynica_10

Merasa kesal karena ada yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan laku bahkan akan terus menjomblo seumur hidup, tidak ada satu pun pria yang tertarik padanya.

"Enak aja dia bilang begitu padaku! Awas saja kau! Akan aku buktikan diriku ini bisa memiliki seorang kekasih dan layak untuk dicintai!" geramnya wanita cantik itu.

Ia bersumpah pada dirinya sendiri, setelah mendapatkan kekasih justru ia akan langsung memamerkan kemesraannya terhadap orang yang telah berani berkata seperti itu.

"Tapi tunggu! Dari mana aku akan mendapatkan seorang kekasih!?" ia gelisah dan mondar-mandir.

"Astaga..." dirinya mengusap wajah dengan kasar.

"Hah, semoga dapat ya?" batinnya berdoa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode Tigabelas

"Sayang..." panggil Aren.

Cellsyia terus berjalan tanpa menengok ke belakang.

Dan tiba-tiba Aren memeluknya dari arah belakang.

"Sayang, kumohon jangan pergi.." pintanya lirih pria itu.

"....." Cellsyia terdiam saja.

"Aku bercandanya terlalu berlebihan, dan aku percaya sama kamu" ucap Aren.

Pelukan dilepaskan oleh wanita itu, Cellsyia membalikkan badannya menjadi berhadapan dengan Aren.

"Percaya? Maksud mu, apa?" dahinya Cellsyia mengeryit kebingungan.

"Percaya kalau kamu cemburu.." kata Aren.

"Lah? Siapa juga yang cemburu" wanita itu membantahnya.

"Kamu sendiri" jawab pria bule itu.

"Kapan?" Cellsyia bertanya sembari menaikan satu alisnya.

"Tadi loh kamu bilangnya" ucap pria itu sedikit geram pada Cellsyia.

"Astaga! Kenapa aku mengatakan cemburu? Malu lah diriku" batinnya Cellsyia.

Melihat Yia nya diam, Aren menangkup kedua sisi pipinya.

"Yia Sayang..." mendengar panggilan tersebut, Cellyia menatap Aren.

"Apa?" tanya wanita itu.

"Yia, cinta kan sama Aren?" pria bule itu bukannya menjawab malah bertanya balik.

"Iya...eh?" Cellsyia keceplosan.

"Ih, lucu banget sih kamu" Aren menguyel-unyel pipi Cellsyia dengan telapak tangannya yang masih di pipi wanita itu.

"Sekarang pintar ya, sudah pandai bohongi aku" pria itu berkata lalu sedangkan Cellsyia memejamkan mata.

"Astaga! Hufh..." saat membuka mata alangkah terkejutnya wanita itu syok karena wajah tampannya Aren tepat sekali sangat dekat dirinya bahkan tidak diberi jarak.

"Aren, menjauhlah dari ku!" tangannya terangkat lalu menyentuh keningnya Aren kemudian mendorongnya ke belakang.

"Yia..." Aren melangkah maju ke arahnya.

"Berhenti disitu! Jangan kemari!" tegasnya Cellsyia agar pria bule itu tak mendekatinya namun larangan adalah perintah, dan Aren malah menghampirinya lalu Cellsyia berlari yang dikejar oleh pria bule itu.

***

"AREN STOP! JANGAN KEJAR AKU!" Cellsyia menjerit kencang.

"TIDAK MAU, SAYANGKU. AKU AKAN TETAP MENGEJARMU SAMPAI DAPAT!" teriak Aren yang tak berhenti mengejar wanita itu.

"HUWAAA, SESEORANG TOL..." teriakan Cellsyia terhenti kala dirinya sudah tertangkap oleh Aren.

"Sudah aku tangkap! Jadi jangan kabur lagi!" kata Aren, pria itu menggendong Cellsyia ala pengantin, sontak wanita itu terkejut ketika tubuhnya digendong seperti itu.

"GULA AREN! IHH, TURUNKAN KAN AKU!" wanita itu menjerit keras seraya memberontak di gendongan.

"Tidak akan aku turunkan!" balas Aren.

"Huh!" Cellsyia memalingkan wajahnya ke arah lain.

Pria bule itu entah akan membawanya kemana, langkah Aren mengarah menuju ke kamar, sontak Cellsyia yang berada digendongannya memberontak brutal.

"Aren! Aren! Turunkan aku sekarang juga!" Cellsyia terus berontak.

"Astaga!" batinnya Aren, pria itu hampir kualahan dan untungnya dirinnya bisa menahan pergerakan Cellsyia.

Dan kini keduanya sudah berada di dalam kamar, entah bagaimana Cellsyia langsung berhenti berontak.

"Wah!" batin Cellsyia, wanita itu menatap kagum kamar bernuansa putih abu.

"Ini kamarnya si Gula Aren? Wah, besar sekali! Kamarku kalah jauh nih! Tapi tak apa deh"

Wanita itu tak hentinya berdecak kagum terhadap kamar tersebut, sehingga tidak menyadari ia telah diletakkan di atas kasur oleh Aren.

"Sayangku..." bisik pria bule itu seraya membelai wajah cantiknya.

Namun wanita itu tak menghiraukannya, lalu Aren membalikkan pandangannya dan sekarang Cellsyia menatap padanya.

"Sayang" panggil pria itu.

"Apa?" Cellsyia bertanya.

"Aku minta maaf..." Aren kembali meminta maaf.

"Maafkan aku, ya?" pria bule itu memintanya agar dirinya dimaafkan oleh Cellsyia.

"....." sedangkan wanita itu tak mengatakan sepatah kata.

1
bila la
bagus ceritanya menarikkk, rekomendasi guys untuk dibaca🥰🥰🥰
xeynica_10: terima kasih sudah mampir☺️...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!