NovelToon NovelToon
Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Ilyar Justina dijatuhi hukuman pengasingan setelah dituduh merencanakan pembunuhan terhadap ayahnya sendiri, Raja Tyraven. Ia dikirim ke Dakrossa—penjara paling kejam di Kekaisaran Eldrath, tempat para penjahat paling berbahaya dibuang. Semua orang yakin gadis lemah lembut yang bahkan tak bisa bertarung itu tak akan bertahan lama di sana.

Namun, tahun-tahun berlalu, dan Ilyar kembali. Bukan sebagai sosok yang sama, melainkan seseorang dengan aura dingin dan kegilaan yang mengendap di balik senyumnya. Di hadapan saudara-saudaranya yang dipenuhi kebencian, ia hanya tersenyum tipis. “Sepertinya kalian sangat senang dengan kepulanganku.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

Mulai dari tidak bisa bergerak karena sangking ketakutannya; terpelanting hanya karena dengkusan; tergelincir oleh noda dan lendir; jatuh berkali-kali akibat getaran dari pijakan makhluk magis pada lantai delapan, Ilyar tetap bertahan selama tiga hari saat menjadi pembersih di sana.

Hanya dalan waktu tiga hari, dia sudah tidak mengalami kejadian-kejadian seperti di atas dan lebih berani ketika mendekat atau berhadapan dengan makhluk-makhluk tersebut. Valeris berdecak kagum karena Ilyar sungguh memanfaatkan waktu tiga hari dengan padat. Belajar dan terus berlatih meski jatuh dan mengalami kesulitan berkali-kali.

Meski berguling dalam kumbangan kotoran ketika membersihkan bagian dalam kerangkeng, tepat di bawah tubuh hewan-hewan besar itu, Ilyar tetap memaksakan diri. Mendorong ketakutannya ke titik terendah sembari bersikeras melahirkan setitik keberanian. Awalnya, dia hampir mati diterkam, tangannya berdarah karena terkena sabetan dari salah satu ekor hewan magis saat mencoba melakukan interaksi ringan, tapi itu tidak jadi penghambat bagi Ilyar untuk menyerah.

"Wah, darah Valgard memang tidak bisa bohong. "Valeris berkomentar ketika Ilyar tersenyum pada para hewan magis sebelum mereka kembali ke ruang tahanan.

"Ternyata mereka tidak semenyeramkan itu, ya," komentar Ilyar.

"Padahal baru tiga hari. Sekarang kamulah yang menyeramkan," komentar Valeris.

"Hm, benarkah?" Ilyar mengusap tengkuk agak canggung, sementara Valeris memandangi dengan tatapan sulit terbaca.

Setiap keturunan Valgard diberkati ener yang tidak biasa sehingga kebanyakan orang hebat dan terkenal kuat berasal dari keluarga itu, tidak heran banyak yang berpikir Valgard dapat membangun sebuah imperium jauh lebih adidaya ketimbang Eldrath.

"Wah? Sepertinya kalian bersenang-senang di sana." Rubia berkomentar sesaat Ilyar masuk ke ruangan dengan senyum sumringah.

Valeris mengangguk dan menceritakannya, membuat Rubia dan Adrene kagum.

"Apa tidak ada cerita menarik selama kami pergi ke lantai delapan?" Valeris bertanya.

"Cerita menarik?" Adrene berpikir sejenak.

"Yah, misal tentang kabar anak yang membuat masalah itu?" Valeris menyinggung Efra.

Adrene mendengkus. "Hah... aku bahkan malas melihatnya. Lebih dari itu, apa kamu tahu jika seorang tahanan tingkat bahaya membunuh beberapa sipir?"

"Kamu tahu siapa dia?" tanya Valeris.

Kini, ketiga wanita dewasa itu berkumpul di tengah, siap bergosip. Ilyar awalnya tidak berminat jadi hendak menarik diri, tapi Rubia menyeretnya untuk bergabung.

"Graven Callisto Elvareth."

"Heh? Bukankah itu anak kaisar?"

"Iya. Semua orang berkata dia adalah anak haram kaisar. Ah, itu sebutan yang kasar. Dia adalah anak kaisar dari wanita yang identitasnya tidak diketahui dan kudengar dia seusia putra mahkota kekaisaran."

"Terdengar sangat mengerikan. Kurasa itulah yang membuat dia berakhir di sini," gumam Rubia.

"Apa dia melakukan pemberontakan?"

Adrene mengedikkan bahu. "Aku tidak tahu penyebabnya, tapi yang jelas dia sangat mengerikan padahal masih sangat muda. Mungkin karena dia murid Agor." Adrene mengalihkan perhatiannya ke Ilyar lalu berkata, "Kudengar dari sipir yang bergosip, ayahmu menemukan Graven 14 tahun lalu dan membawanya pada kaisar."

Ilyar terdiam cukup lama. Itu fakta mengejutkan karena ayahnya tidak pernah menceritakan hal tersebut. Meski begitu, ayahnya sering menyinggung sosok Graven setiap kali mereka menikmati waktu minum teh. Katanya, kelak jika dia menjadi pemimpin keluarga Valgard sekaligus penguasa kerajaan Tyraven, ayahnya berpesan agak dia dan Graven memiliki hubungan yang baik. Menjaga satu sama lain.

Dengan kata lain, ayahnya menaruh dukungan pada Graven ketimbang anak permaisuri yang sekarang memegang status sebagai penerus sah.

Ilyar menunduk, alisnya berkerut. "Tidak lama setelah ayah keracunan, dia juga terlibat dalam masalah. Kurasa semua ini saling berkaitan."

Sementara itu, di waktu bersamaan.

Pria berambut hitam panjang sebahu dan bermata merah dalam penjara khusus di lantai 10 duduk bersila setelah memutuskan telinga seorang sipir dengan gigi. Mulutnya yang ternoda darah tidak menunjukkan sedikit pun kerutan penyesalan.

"Sudah sembilan petugas yang kamu celakai! Sekarang kamu akan mendapat hukuman berat!"

Kepala sipir di lantai sepuluh menyentak cambuk yang terbuat dari helaian besi tipis, bersiap memecut tubuh pemuda itu tanpa belas kasih. Dia ingin melihat bagaimana luka-luka mengerikan menghias tubuhnya, tapi baru hendak melayangkan cambuk, seorang penjaga datang tergopoh-gopoh.

"Tuan Solomon sudah kembali!"

Sudut bibir kepala sipir tersungging seiring ekor mata mendelik culas pada pemuda yang tidak lain adalah Graven Callisto Elvareth. "Haha Matilah kamu."

"Dia sedang menuju kemari, Tuan," bisik penjaga itu.

Tidak lama derap langkah terdengar dari ujung koridor lantai sepuluh. Aura intens dari tiap langkah membuat seluruh penjaga di lantai tersebut bergidik ngeri sehingga kepala mereka tertunduk takzim. Solomon adalah pria berusia 48 tahun yang menjabat sebagai Pemimpin Penjara Dakrossa, salah satu tokoh berpengaruh yang masuk jajaran orang terkuat di Kekaisaran Eldrath.

Dia tidak banyak bicara, tapi dikenal keras dan disipliner ekstrem, bukan hanya pada tahanan melainkan pula pada petugasnya sendiri. Kini, dia telah berdiri di ambang pintu ruangan Graven. Raut wajahnya yang keras membuat kepala penjara lantai 10 mendekat dengan kepala dan tubuh membungkuk. Lantas, dia mulai berbicara sendiri tentang perbuatan yang telah dilakukan Graven tanpa memberitahu alasan itu terjadi.

Solomon menatap Graven melalui sebelah mata yang masih berfungsi kemudian memberi isyarat melalui tangan agar semua petugas meninggalkannya, hanya berdua dengan Graven. Si Kepala penjara lantai 10 terlihat puas ketika meninggalkan ruangan, dia yakin bahwa Graven akan menerima hukuman brutal dari Solomon yang dikenal tidak ada ampun dalam membuat tahanan jera.

Alih-alih menarik cambuk besi tipis yang tersampir pada ikat pinggangnya yang tebal, Solomon justru agak membungkuk di hadapan Graven dengan tangan kanan menempel pada dada kiri. "Sepertinya saya sangat terlambat, Pangeran."

Graven mengembuskan napas dan tersenyum. "Tidak sama sekali, Tuan Solomon."

"Saya melakukan inspeksi di penjara perbatasan sehingga akses informasi dari luar sulit masuk. Saya sangat terkejut setelah mengetahui kekacauan ini."

Dahi Graven mengerut getir. "Saya kurang waspada."

"Sepertinya sipir-sipir itu berasal dari musuh yang sama. Mereka tidak belajar dari kesalahan pertama," komentar Solomon.

Graven tidak menjawab. Dia membunuh dan melukai para sipir bukan karena alasan tidak jelas.

Mereka menerima suap atau perintah dari orang luar untuk membunuhnya di Dakrossa dan Graven yakin Kepala penjara lantai 10 itu juga kaki tangan musuhnya. Sekarang, dia tidak perlu susah payah membuat keributan semacam itu karena Solomon akan mengurus mereka. Sama seperti Agor, Pemimpin Penjara Dakrossa itu berada di pihaknya.

Baik dia dan Solomon, sangat menghormati Agor.

"Karena saya sudah di sini, maka mereka tidak akan mudah campur tangan. Lebih dari itu, saya harus memastikan sesuatu," ucap Solomon.

"Memastikan apa?"

"Apakah Putri Ilyar sungguh meracuni ayahnya."

Graven tercenung beberapa detik. Mengingat betapa bersemangatnya Agor setiap kali bercerita tentang anak pertamanya itu, yakni Ilyar Justina Valgard.

"Apa yang akan kamu lakukan jika dia sungguh melakukannya?"

Solomon mengulas seringai, "Apalagi? Tentu saja memberinya pelajaran yang berharga."

1
Mila Sari
Thor upnya yg banyak donk,,
Iry: malam ya beb
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
Diam...mengamati...berakhir EKSEKUSI😐😐😐
𝐀⃝🥀Weny
ceritanya tambah seru aja thor..
Iry: hehehe iya beb
total 1 replies
Firniawati
ayo kak up lagi yg banyak 😍
Iry: sabar yahhhh, mungkin malam
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
intrik..ambisius & haus akan valisldasi disebuah kerajaan..memang sangat membagongkan..baik didunia nyata maupun cerita❤️❤️❤️❤️
Gesang
seruuuuu👍👍👍
Firniawati
sangat bagus ceritanya seru tidak monoton dan membosanka,,terus semangat ya kk othor 🥰
Iry: waaaahhh makasih banyak❤
total 1 replies
Firniawati
kak kapan update lagi?
Iry: aku update hari ini
total 1 replies
EL MARIA
kok sama kaya yg di fizo yaa.... yg di fizo udh tamat dari lama ini autor nya sama kah
CaH KangKung,
👣👣
𝐀⃝🥀Weny
lanjut lagi thor.. ceritamu yang ini tambah seru dan penuh tantangan😊
𝐀⃝🥀Weny: yeeey.. thanks thor❤️❤️❤️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!