Menjadi seorang dukun bukanlah sebuah pilihan atau cita-cita, tapi sebuah panggilan jiwa...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia Kos part 2
"Bisa dibilang seperti itu Ibu, tapi sebenarnya saya mengetahui semua itu karena mendapatkan bisikan gaib dari makhluk yang tak kasat mata," jawab Joko berusaha menyembunyikan istri gaibnya
Seketika wajah Reni merah padam. Wanita itu begitu khawatir jika Joko dapat melihat roh penghuni kos yang meninggal dan memberitahunya tentang kesurupan itu.
"Apakah dia penghuni kamar kosong itu!" tanya Reni menunjuk kearah kamar yang di tutup kain hitam.
Joko menatap lekat kamar yang ditutup kain putih itu.
Sepuluh tahun yang lalu seorang pria tewas mengenaskan karena overdosis, namun demi menutupi aibnya ibu kos mengatakan jika pria itu meninggal karena bunuh diri.
Dewi Poncowati memberitahu kepada Joko kenapa kamar itu di segel.
"Katakan padanya, kamu mau pindah ke kamar itu?" bisiknya kepafa Joko
"Aku mau pindah ke kamar itu??" Joko meneruskan permintaan Istri Gaibnya
*Deg!
Reni semakin tertegun mendengar ucapan Joko. Selama sepuluh tahun ia sudah menutup rapat-rapat rahasia itu, agar kosannya tetap laku. Namun hari itu Joko benar-benar membuatnya mati kutu.
"Dia tahu semuanya??" gumam Reni dalam hati
Wanita itu hanya diam tak menjawab ucapan Joko. Ia berpikir keras bagaimana caranya ia tetap menjaga rahasia itu
"Berapa pun biaya aku tidak keberatan asal aku diizinkan untuk tinggal di kamar itu!"
Reni membelalak mendengar ucapan Joko.
"Kalau kamu menempatinya apa kamu bisa membuang semua aura negatif yang ada di kamar itu?" tanya Ibu kost
Joko mengangguk.
Ia kemudian menghampiri pemuda yang kesurupan itu dan mengusap wajahnya.
Seketika pemuda itu tak sadarkan diri. Joko kemudian meminta segelas air putih. Ia kemudian memberikan mantera kedalam air putih itu kemudian meminumkannya sedikit demi sedikit kepada pemuda itu.
Tidak lama pemuda itu sadar dan sembuh. Reni dan seorang paranormal yang sebelumnya membantu mengobati pemuda itu berterima kasih padanya.
"Bagaimana, apa Ibu percaya sekarang?" tanya Joko
"Aku percaya padamu Sep, baiklah aku percaya padamu dan aku tidak keberatan jika kamu hendak menempati kamar itu. Tidak perlu harga mahal, aku berikan secara gratis. Semoga saja dengan kamu menempatinya semuanya akan berhenti. Tidak ada lagi yang kesurupan di sini. Tapi Aku minta tolong sama kamu Sep, untuk membersihkan semua energi negatif yang ada di kamar itu!" ucap Reni
"Tentu Ibu," jawab Joko singkat
Reni kemudian memberikan kunci kamar itu padanya.
Joko berjalan menghampiri kamar itu ditemani oleh seorang paranormal yang biasa mengobati anak kesurupan di kosan tersebut.
Saat keduanya berdiri tepat di depan pintu kamar kos, tiba-tiba Joko merasakan ada energi yang besar datang menghantam keduanya. Sang dukun jatuh terpental seperti tersapu angin puting beliung.
Tubuhnya terkapar di lantai. Semua orang yang melihatnya dibuat berteriak histeris, tidak terkecuali Reni pemilik kost.
Wanita itu terlihat begitu ketakutan. Wajahnya merah, ditambah keringat dingin yang membasahi wajahnya.
Joko segera menghampiri pria tua itu dan membantunya bangun.
"Hati-hati nak, energi hitamnya sangat kuat!" ucap sang dukun memperingatkan Joko
Joko mengangguk. Ia kembali berjalan mendekati pintu kamar itu.
"Sampurasun!" ucap Joko seperti memberi salam kepada penunggu kamar itu
Semua orang tampak tegang saat Joko memasukan kunci kamar itu dan mulai memutarnya memutarnya.
Pintu kamar itu terbuka perlahan dengan suara derit yang begitu pelan seolah enggan membiarkan siapapun masuk.
Sebaliknya para penghuni kos yang melihat kejadian itu di kagetkan dengan kemunculan dua makhluk berwarna hitam dan putih yang keluar dari dalam kamar saat Joko membuka pintu itu.
"Astaghfirullah hal adzim!!" teriak beberapa orang penghuni kost
Beberapa orang langsung berdzikir dan berdoa saat mereka bisa melihat makhluk gaib dengan mata telanjang.
Makhluk tinggi besar itu seakan memberikan tanda jika mereka bersedia pergi untuk menyambut penghuni baru kamar itu, yaitu Joko dan Dewi Poncowati.
Joko melangkah masuk kedalam.
Udara di dalam terasa jauh lebih dingin dibanding ruangan lain di rumah itu. Aroma lembab bercampur aroma kayu tua lapuk langsung menyeruak ke hidung, seperti sesuatu yang sudah lama terperangkap di sana dan tak pernah tersentuh waktu.
Langkah kaki Joko terdengar pelan di lantai kayu yang rapuh. Debu-debu berterbangan tipis ketika cahaya dari luar kamar masuk celah pintu yang telah terbuka. Dinding kamar dipenuhi noda jamur berwarna hitaman dan retakan panjang seakan-akan pernah menyisakan sesuatu yang tidak seharusnya terjadi.
Di sudut ruangan sebuah kursi tua berdiri miring menghadap jendela yang tertutup rapat. Gorden kamar bergerak perlahan padahal tak ada angin yang masuk. Suasana kamar begitu sunyi namun Joko justru merasa nyaman. Meskipun ia tahu ada sosok yang terus mengawasinya.
Semakin melangkah ke dalam dada terasa sesak oleh perasaan sesak yang sulit dijelaskan. Joko seolah-olah bisa mengerti apa yang dirasakan sang penghuni kamar. Ia bisa merasakan kesedihannya dan bagaimana ia terperangkap selama sepuluh tahun di kamar itu karena ego manusia.
Setiap sudut ruangan menyimpan rahasia besar yang menunggu untuk diungkap. Lantai kayu tiba-tiba bergerak pelan. Seperti ada langkah lain yang kini ikut masuk padahal pintu kamar itu sudah tertutup kembali sejak tadi. Saat Joko menoleh ke belakang ruangan itu kembali sunyi. Begitu sunyi. Tiba-tiba sesosok bayangan hitam muncul. Ia duduk di kursi menghadap ke jendela dengan tatapan muram.
Dewi Poncowati kemudian memberitahunya jika sosok itu adalah penghuni kos sebelumnya.
"Dia tak mau pergi sebelum pemilik kos memberitahu kepada orang tuanya kejadian yang sebenarnya. Ia tidak bisa tenang sebelum kebenaran itu terungkap," ucap Dewi Poncowati
Joko mengangguk pelan. Ia tahu benar apa yang dirasakan oleh makhluk itu. Kontak batinnya terlalu kuat. Ia kemudian keluar dari kamar itu.
Joko kemudian menghampiri Reni dan menyampaikan hal itu kepadanya.
Mata Reni berkaca-kaca, ia tahu selama ini perbuatannya salah karena sudah membohongi orang tua si hantu penasaran. Namun sebenarnya hal itu dia lakukan hanya untuk menjaga nama kosannya tetap bersih dan agar kosannya tetap laku.
"Saya takut kosan saya sepi dan gak laku makanya saya melakukan hal seperti itu," ucap Reni membela diri
"Tapi, jika ibu ingin aura rumah ini kembali bersinar seperti dulu maka ibu harus memberitahu orang tua penghuni kamar itu. Dengan begitu ia akan pergi dari kamar ini, dan semua aura negatifnya akan menghilang. Begitupun dengan kesurupan yang selalu terjadi di hari Selasa Kliwon, kejadian itu akan berhenti jika ibu melakukan apa yang saya sarankan," ucap Joko
Reni mengangguk. Meskipun dengan berat hati toh kebenaran pasti akan terungkap juga.
"Baiklah aku akan menemui ibu Rendra dan memberitahukan kejadian sebenarnya kepada beliau,"
lantas untuk memutus adalah dgn bnyk punya istri kok ngeri men ya
tp emang sih siapa yg g sedih krn kehilangan tp mbok ya jgn terllu berlebihan sih
kira3 siapa yg bikin niken seperti itu
kek gtu ya ko
nah tuhh tau kan kek mana klo ada istri bnyk sookoorrr🤭🤭🤣🤣🤣
kek mana coba setan dan jin aja bisa cembokur lho ko
kmu sih g hati2
Tabarakallah....
Alhamdulillah....
setelah mengetahui Joko merasa kepanasan maka Maryati reflek membacakan doa sambil mengusap kepala Joko
karena Maryati sering membaca ayat-ayat Al Qur'an seeeh
padahal saat itu, Pranyoto bukan lah berasal dari kaum bangsawan atau pejabat lhooo tapi bisa memperistri Maryati yang berasal dari bangsawan
ada apa gerangan yang terjadi dengan rumah Maryati ??
kenapa mendadak hawa di rumah nya menjadi sejuk meski tak ada AC
pake maen bisik-bisik segala neeeh
kita-kita kan jadi ikutan keeepooo 🏃🏃