NovelToon NovelToon
Nox Astra: Sovereign Of The Nine Stars

Nox Astra: Sovereign Of The Nine Stars

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:189
Nilai: 5
Nama Author: Seat Bos

1. Konsep Utama (The Core)
Protagonis: Kaelan Veyris (Reinkarnasi Ryan Hartman).
Bakat: EX-Grade Talent "All" (Potensi melampaui dewa, penguasaan semua elemen & jalur).
Organisasi: Nox Astra (Simbol: 9 Bintang). Bergerak dari bayangan untuk menguasai 5 benua.
Misi Utama: Membangun kekuatan absolut melalui panti asuhan rahasia dan jaringan teleportasi kuno.
2. Hierarki Kekuatan (Power System)
Grade Bakat: F (Terendah) sampai S (Legenda), SS (Mitos), dan EX (Kaelan).
Jalur Utama:
Sword Path: Sword Trainee hingga Transcendent Sword (Tebasan Dimensi).
Mage Path: Mana Initiate hingga Transcendent Mage (Manipulasi Realitas).
Hybrid Path: Gabungan keduanya (Kaelan & Nox).
Sihir Langka: Teleportasi jarak jauh (Teknik kuno yang hanya dikuasai Kaelan/Nox Astra).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seat Bos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKADEMI BINTANG DAN BADAI KOALISI

Setahun telah berlalu sejak jatuhnya takhta Valdoria. Ibukota lama yang kini berganti nama menjadi Astraea tidak lagi suram. Tembok-tembok kota yang tadinya penuh simbol naga emas kini diukir dengan pola geometri yang memancarkan cahaya biru redup di malam hari—sebuah sirkuit mana raksasa yang dirancang langsung oleh Kaelan.

Di pusat kota, sebuah bangunan megah dengan menara-menara yang menembus awan berdiri kokoh. Akademi Nox Astra.

Kaelan, yang kini berusia tujuh tahun, berdiri di balkon menara tertinggi. Tubuhnya sedikit lebih tinggi, wajahnya mulai menunjukkan garis tegas seorang penguasa, meski matanya tetap menyimpan kedalaman yang tak terukur.

Di bawahnya, di lapangan luas akademi, ratusan pemuda dari berbagai kalangan—mulai dari mantan budak hingga anak-anak bangsawan yang menyerah—sedang berlatih pernapasan Sirkulasi Aether.

"Tuan, angkatan pertama menunjukkan kemajuan luar biasa," suara Mira terdengar di belakangnya. Mira kini mengenakan jubah penyihir agung berwarna perak, auranya sebagai pemegang Grade S (Ruang) sudah benar-benar bangkit. "Tiga puluh persen dari mereka sudah mencapai Level 3 dalam waktu enam bulan."

"Masih terlalu lambat, Mira," jawab Kaelan tanpa menoleh. "Kekaisaran Suci Solaris tidak akan memberi kita waktu lebih lama lagi. Intelijen Nox melaporkan apa?"

Seketika, bayangan di lantai balkon memanjang dan membentuk sosok Nox. Ia tampak lebih dewasa, dengan bekas luka tipis di pipinya yang didapat dari misi infiltrasi ke benua timur.

"Tuan," Nox berlutut. "Paus Petrus dari Kekaisaran Suci telah mengaktifkan Perjanjian Cahaya Abadi. Tujuh negara di bawah pengaruh mereka telah membentuk Koalisi Salib. Seratus ribu pasukan Paladin, lima ratus Kapal Udara Mana, dan tiga ksatria Level 9—sang Archangel Knights—sedang menuju ke mari."

Mira terkesiap. "Level 9? Tiga orang sekaligus?"

Kaelan hanya tersenyum dingin. "Mereka ketakutan. Mereka tahu bahwa jika Veyris dibiarkan tumbuh satu tahun lagi, bahkan dewa mereka pun tidak akan bisa menghentikan kita."

Di ruang bawah tanah akademi, Kaelan membawa ayahnya, Aldric, ke depan sebuah peti kristal raksasa yang berisi jantung dari seekor naga purba yang ia temukan di reruntuhan terlarang bulan lalu.

"Papa, ini adalah langkah terakhir," ucap Kaelan.

Aldric, yang kini sudah menjadi Aura Master (Level 7) yang disegani, menatap peti itu dengan ngeri. "Kaelan, apa kau yakin? Menelan inti naga purba... tubuh manusia normal tidak akan kuat."

"Papa bukan manusia normal lagi," jawab Kaelan tegas. "Papa adalah Kaisar Veyris. Papa butuh kekuatan Level 9 untuk memimpin Pasukan Bintang di garis depan. Biarkan aku yang menjadi penyeimbangnya."

Ritual dimulai. Kaelan melepaskan Bakat EX-nya secara penuh. Ruangan itu bergetar hebat saat energi naga yang liar mulai dipaksa masuk ke dalam tubuh Aldric. Kaelan menggunakan tangannya sebagai filter, menyaring keganasan energi itu agar tidak menghancurkan sel-sel ayahnya.

Zhuuuuum!

Cahaya biru dan hitam meledak. Rambut Aldric yang tadinya hitam kini berubah menjadi perak berkilau, dan di punggungnya muncul tato sayap naga yang bersinar. Tekanan mananya melonjak drastis, menembus Level 8... dan akhirnya berhenti di puncak Level 9 (Grandmaster Saint).

Aldric membuka matanya, dan aura yang ia pancarkan sanggup membuat ksatria Level 5 pingsan hanya dengan berdiri di dekatnya.

"Aku... aku merasakan segalanya," bisik Aldric tak percaya. "Aku bisa merasakan detak jantung setiap orang di kota ini."

"Bagus," ucap Kaelan sambil menyeka darah yang mengalir dari hidungnya. Mengangkat seseorang ke Level 9 di usianya yang sekarang adalah beban yang berat.

"Sekarang, Papa punya kekuatan untuk melindungi apa yang telah kita bangun."

Tiga hari kemudian.

Ufuk laut di timur Astraea mendadak tertutup oleh bayangan raksasa. Lima ratus Kapal Udara Mana milik Koalisi Salib muncul, memenuhi langit seperti kawanan belalang baja.

Di atas kapal induk terbesar, Paus Petrus berdiri dengan jubah emas yang sangat berat. Di sampingnya, tiga ksatria dengan zirah bersayap enam berdiri dengan pedang terhunus.

"Lihatlah kota pengkhianat itu," ucap Paus dengan suara yang diperkuat sihir. "Ratakan! Jangan sisakan satu batu pun yang berdiri di atas batu lainnya! Demi Cahaya!"

"DEMI CAHAYA!" seru seratus ribu pasukan yang suaranya mengguncang samudra.

Ribuan meriam mana mulai berpijar, bersiap menembakkan hujan api ke arah Astraea. Namun, sebelum meriam pertama meletus, sebuah fenomena aneh terjadi.

Seluruh langit di atas Astraea mendadak terbelah. Sebuah gerbang ruang raksasa yang melingkupi seluruh kota terbuka. Dari dalamnya, bukan pasukan ksatria yang keluar, melainkan Kaelan sendirian.

Ia melayang di tengah udara, berhadapan dengan armada raksasa itu sendirian.

"Kalian membawa seratus ribu orang untuk membunuh satu anak kecil?" suara Kaelan merambat jernih ke setiap telinga di armada musuh.

"Iblis! Matilah!" Paus memberi perintah.

Ribuan tembakan meriam mana meluncur serentak, menciptakan tirai api yang seharusnya bisa menghancurkan satu benua. Namun, Kaelan hanya mengangkat satu jarinya ke arah armada itu.

"Nox Astra: Singularity Overdrive."

Di depan jari Kaelan, sebuah titik hitam sekecil debu muncul. Titik itu kemudian meledak keluar, tapi bukan sebagai api, melainkan sebagai gravitasi absolut.

Kapal-kapal udara yang tadinya melayang megah mendadak tertarik satu sama lain dengan kecepatan gila. Mereka bertabrakan, hancur, dan terpilin menjadi satu bola logam raksasa di tengah langit.

Pasukan Paladin di dalamnya bahkan tidak sempat merapal doa sebelum tubuh mereka hancur oleh tekanan gravitasi.

Dalam satu gerakan, setengah dari armada Koalisi musnah.

Tiga ksatria Level 9 musuh segera melesat menyerang Kaelan, menyadari bahwa anak ini adalah ancaman tingkat bencana dunia.

"Papa, Nox, Mira..." bisik Kaelan. "Sisanya milik kalian."

Dari bawah, tiga bayangan melesat naik dengan kecepatan cahaya. Aldric yang sudah menjadi Level 9, Nox dengan pedang destruksinya, dan Mira dengan kendali ruangnya.

Perang Besar Aetherion bukan lagi tentang perebutan wilayah. Ini adalah perang antara tatanan lama yang korup dan fajar baru yang dingin.

1
Apin Zen
tmat
Kaisar Absolute
🅑🅐🅖🅤🅢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!