NovelToon NovelToon
Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Teen School/College / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:893
Nilai: 5
Nama Author: Yourbee Lebah

Menceritakan Kayla Eleody Seorang gadis kaya raya dengan kehidupan glamour sempurna, gadis pemberani ini tiba tiba saja bertukar jiwa dengan Zara seorang gadis miskin yang menjadi korban bully di sekolah, mampukan Kayla hidup dalam raga Zara dengan segala kesulitannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 : Kehidupan orang kaya

"Kay gimana keadaan lo?" tanya Nessy.

"Aku baik baik aja kok, makasih ya?" Jawab Kayla.

"Enak banget jadi Kayla, temen temennya pada perhatian" Batin zara.

Nessy dan Alisha saling bertukar pandang, ia merasa aneh dengan gaya bicara baru Kayla, temannya itu berbicara pelan dan sopan, tak seperti Kayla yang selama ini mereka kenal.

"Tapi lo gak di diagnosa amnesia kan?" Tanya Alisha.

Kayla tampak mengigit bibirnya, gadis itu terlihat gugup.

"Emang aku keliatan aneh?"

"Jujur iya sih, lo ngomongnya jadi pakek aku kamu gini, bukan Kayla banget" Jawab nessy.

"Aduh mana bisa aku jadi Kayla" Batin zara.

"It's okay lah ness, dia kan jadi keliatan lebih sopan, ya walaupun kita agak gimana gitu, tapi oke aja kok, anyway nanti kita jalan lagi mau gak?" tawar Alisha.

"Jalan?"

Nessy dan Alisha mengangguk

"Jalan kemana?" Tanyanya.

"Ke tempat biasa, ada tas yang gue incer dari lama, harganya lagi diskon, kalo kalian mau gue yang bayarin deh" Tawar nessy.

"Serius lo?" Tanya Alisha girang.

"Mumpung gue lagi baik hati" Balas nessy.

"Emang berapa harga tasnya"

"Gak mahal sih tapi okelah bisa di pake buat hang out bareng, 7 jutaan aja" Kata nessy.

"7 Juta?!" Kaget Kayla.

Nessy dan Alisha sama sama menoleh saat mendengar reaksi kaget zara yang terbilang tak biasa.

"Kemurahan ya? lo gak mau?" Tanya nessy.

kayla menggeleng ribut tak setuju dengan apa yang di katakan nessy.

"Itu mahal banget!" serunya.

"Lo bercanda apa gimana sih?" Alisha tertawa renyah

"Lo bahkan sering banget nraktir kita barang yang lebih mahal dari itu" Ungkap nessy.

"Aku?" Tanya Kayla.

"Iya elo, kenapa sih nih anak aneh banget" Alisha menggeleng tak habis pikir.

"Bahkan ibu aja gak pernah punya uang sebanyak itu aku rasa" Batin zara.

"Kay?" Seorang laki laki datang dengan sekotak coklat di tangannya.

Kayla reflek berdiri perlahan, tatapannya tidak terlepas dari pemuda tersebut, ia seperti seorang gadis yang sedang jatuh cinta pada pandangan pertama, hal itu tak luput dari tatapan nessy dan juga Alisha yang lagi lagi merasa heran.

"Hai kay?" Sapa pemuda itu lagi.

Tiba tiba saja Kayla tersenyum.

"Kak nathan! gak nyangka banget dia nyamperin aku!" Zara bersorak dalam hati.

Siapa yang tak kenal Nathan pratama, pemuda yang berada di kelas 12 itu sangat populer di sekolah, selain tampan dan berbakat Nathan juga terkenal sangat kaya.

"Gimana keadaan lo?" Tanya Nathan.

"Baik" Jawab Kayla tanpa berkedip sekali pun.

"Syukur deh, gue khawatir sama lo, oh iya ini!" Nathan menyerahkan sekotak coklat mahal untuknya.

"Bokap gue habis pulang dari Dubai, ini coklat buat lo" Katanya.

"Makasih banyak ya?"

Nathan tersenyum canggung, dimana Kayla yang biasanya bersikap ketus, gadis ini lebih ramah daripada biasanya.

"Sama sama, gue seneng lo mau nerima pemberian gue" Kata Nathan.

"Siapa yang bisa nolak?" Batin zara.

"Oke get well soon ya? lain kali kita atur waktu buat jalan bareng, gue balik ke kelas dulu" Pamit Nathan.

Kayla mengangguk setuju, setelah melambai Nathan berjalan menjauh, tanpa mengedipkan mata dan melunturkan senyumnya Kayla membalas lambaian nathan.

Alisha dan nessy menggeleng pelan dengan tingkah laku Kayla.

"Lo sendiri yang bilang gak pernah suka Nathan, kok sekarang beda?" Tanya nessy.

"Aku gak suka Nathan?" Tanya Kayla.

"Iyalah, lo kan udah berkali kali nolak dia masa lo lupa?" Tanya Alisha.

"Jadi Kayla gak suka nathan? mana aku tau!" Batin zara.

"Sayang kalo di tolak, kan coklat nya bisa dimakan" Balas Kayla.

Nessy tampak memutar bola matanya jengah, sementara Alisha terkekeh remeh dengan jawaban Kayla.

"Kalian mau?" Tawarnya.

"Udah bosen, nyokap gue sering bawa dari luar negeri" Sombong nessy.

Kayla menarik kembali coklat yang sempat ia ulurkan dan tertawa canggung, dunia Kayla dan zara sangat berbeda.

...****************...

"Amir?" Panggil sita.

"Zaranya ada buk?"

"Ada, mau main ya?" Tanyanya.

"Iya" Ringis nya.

"Kok kamu tau zara gak sekolah?" Tanya sita.

Amir menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil tersenyum kikuk.

"Yaudah sebentar ibu panggilin"

Amir mengangguk, pemuda itu menaruh sepedanya dan duduk di kursi yang berada di depan rumah zara.

"Neng? ada Amir tuh" Sita membuka pintu kamar zara.

"Ngapain?" Tanyanya ketus.

"Mau ngajak main kali, sana gih!"

Dengan gerakan malas zara mulai bangkit dan menemui Amir yang berada di depan rumah.

"Lo ngapain?" Tanyanya tak santai.

"Main yuk!" Ajaknya.

"Kok lo tau gue gak sekolah? lagian lo sendiri kenapa gak sekolah?"

"Kamu lupa aku miskin?" Tanya Amir.

"Kliatan kok" Jawab zara sarkas.

Amir tersenyum kecut, walaupun zara yang baru terlihat galak namun gadis itu tak berhenti membuatnya merasa kagum.

"Mau nangkep ikan gak di empang?" Tanyanya.

"Hah? apaan tuh?!"

"Kolam"

"Kolam renang"

"Kolam khusus ikan, nanti aku bayarin deh"

"Gak mau!" Tolaknya.

"Kenapa? kan enak bisa makan ikan bakar"

Mendengar nama makanan yang terdengar enak membuat zara jadi tertarik untuk ikut dengan ajakan amir.

"Ayo deh!" Balas zara.

Amir tersenyum lebar, ia meraih sepedanya cepat dan mengisyaratkan untuk naik pada boncengannya.

Zara pun lekas naik dan Amir pun lekas mengayuh sepedanya.

"Kenapa hari ini gak sekolah?" Tanya amir sedikit berteriak, suaranya sedikit teredam angin.

"Habis numpahin sambel ke matanya kakak kelas" Jawab zara.

"Berani banget kamu, kayanya dulu gak seberani itu" Balas amir.

"Yakali gue diem aja!"

"Tapi besok boleh sekolah lagi kan?"

"Boleh lah! masa iya gue gak boleh sekolah, itukan sekolahan punya bokap gue!" Katanya.

Amir tertawa kecil, zara yang dulu ia kenal dan zara yang sekarang berada di boncengannya sangat berbeda, namun gadis itu semakin memiliki kesan yang unik

"Ntar lagi sampek nih"

"Mana kolamnya?" Zara bertanya heran, pasalnya yang ia lihat hanyalah hamparan sawah yang luas dan hijau.

"Ada di tengah sawah" Jawab amir, pemuda itu berhenti dan meletakkan sepedanya.

"Jorok! gak mau ah!"

"Lah gimana mau nangkep ikan kalau gak mau ikut"

"Lo aja yang nangkep, masa iya kaki mulus gue harus melewati jalan becek itu!" Sombongnya.

Amir memicing aneh, lalu pandangannya turun pada kaki zara yang berbalut sandal jepit.

"Biasanya kamu juga nyari belut" Cibirnya.

"Hah?! apaan belut?"

"Masa belut juga lupa?"

"Gue bukan zara!" Jawabnya jengkel.

"Siapa terus?"

Zara memutar bola matanya jengah, untuk apa ia menanggapi amir, lagipula jika ia bercerita belum tentu juga pemuda ini akan percaya padanya.

"Ayo!" Ajak amir lagi.

Dengan terpaksa Zara mengikutinya, ia berjalan sedikit kesulitan di atas tanah yang agak basah.

"Ahhh ini apaan dah tanah kok becek gini!" Keluhnya.

"Emang musim ujan jadi begini deh, kamu keliatan lucu kalo lagi marah marah, soalnya aku jarang banget liat kamu marah"

"Rese lo!"

Amir tertawa terbahak bahak melihat kekesalan Zara.

1
Yourlovelife
ayo baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!