NovelToon NovelToon
Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nonecis

Nasib Alea, memutuskan menikah dengan pria yang sudah dia pelajari selama kurang lebih 2 tahun.
Siapa sangka pernikahan itu tidak sesuai dengan impian. Keluarga dari suaminya bukanlah orang sembarangan, menginginkan keturunan yang jelas dari menantu mereka. Alea jelas mampu memberikan keturunan untuk keluarga suaminya.

Tetapi masalah sesungguhnya bukan terjadi pada dirinya, tetapi pada Dharma suaminya yang mengalami masalah pada hubungan seksual.

Sampai akhirnya kekonyolan dari sang suami, meminta sahabatnya yang sudah dianggap sebagai keluarga untuk menggantikan posisi dirinya menanamkan benihnya rahim istrinya.

Bagaimana Alea menghadapi pernikahannya yang tidak waras, terjerat dalam hubungan yang tidak benar dengan sahabat suaminya. Lalu apakah Alea akan bertahan dan justru menjalin hubungan intes dengan Raidan sahabat suaminya?"

Ayo jangan lupa untuk memberi dukungan pada karya saya, baca dari bab 1 sampai akhir dan jangan pernah nabung bab....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18 Panas

"Ahhhhhh," Alea berhasil meloloskan suara desahan kecil karena kenikmatan yang telah dihadapankan.

Tangannya sejak tadi memegang kuat kemeja Raidan, sementara tangan Raidan sudah masuk dari bawah dressnya, meraba-raba paha itu, sudah dapat dipastikan area sensitif Alea sudah basah.

Ditengah cumbuan yang semakin memanas itu tiba-tiba saja Raidan berhenti, sungguh tidak bermaksud untuk menghentikan awal permulaan dari hubungan itu.

Raidan menggambil remot dan dengan sekali pencet saja semua tirai di ruangan itu tertutup sehingga tidak ada yang akan melihat apa yang mereka lakukan, terlebih lagi sebelumnya pintu ruangannya sudah terkunci.

Alea juga terlihat sejak tadi seolah-olah menunggu laki-laki gagah di hadapannya itu yang penuh dengan nafsu menerkam dirinya. Tubuh kecil Alea terangkat ala bridal style dengan Raidan kembali melumat bibir itu.

Raidan mendudukkan Alea di meja kerjanya dengan menyapu semua yang ada di atas mejanya sehingga berjatuhan ke lantai, untung saja sebelumnya laptop yang berada di atas meja itu sudah disingkirkan. Raidan mengambil kursi kemudian langsung duduk.

Raidan kembali memberikan warna baru dalam fantasi bercinta mereka, dengan membuka kaki Alea dan melepaskan kain tipis pembungkus area favoritnya itu. Raidan menenggelamkan kepalanya kedalam area sensitif Alea.

Posisi Alea layaknya seseorang yang melahirkan secara normal dan sementara Raidan duduk di kursi dengan kepala tenggelam di area sensitif tersebut dengan lidahnya bermain di sana membuat tubuh Alea kembali menggelinjang penuh dengan kenikmatan.

Suara desahan keluar dari mulut cantik itu, sungguh adegan seksual yang sudah lama tidak dia dapatkan dan apalagi Dharma juga tidak menyentuhnya membuat hal ini benar-benar ingin merasakannya kembali.

Lidah Raidan mengobrak-abrik area sensitif yang sudah basah, Alea tidak dapat menahan gejolak seperti bom yang ingin meledak, tubuhnya menggelinjang seperti cacing kepanasan dan bahkan juga sedikit terangkat dengan menjambak rambut Raidan menenggelamkan lebih dalam lagi.

Sungguh permainan itu benar-benar panas, hormon kehamilan Alea seolah-olah ingin disentuh lebih lagi. Alea bahkan sudah sampai pada puncaknya, tetapi Raidan masih terus memainkan area sensitifnya dengan menjilati semua sisa-sisa yang disemburkan pada wajahnya.

Alea tidak mengerti mengapa Raidan menyukai hal itu, bahkan tidak merasa jijik sama sekali. Untung saja ruangan itu memiliki mengendap suara dan jika tidak suara desahan itu akan menggema sampai keluar dari ruangan tersebut.

Hubungan panas itu berlanjut di atas tempat tidur yang ternyata di dalam ruangan Raidan memiliki satu kamar untuk tempat istirahatnya.

Tubuh Alea sudah tidak memakai sehelai benang dengan posisi tubuh tampak telungkup dengan keringat yang membasahi tubuhnya dan tiba-tiba sudah Raidan muncul di atas tubuhnya, menindih tubuh dengan posisi telungkup itu dan mencium punggung tubuh polos itu dengan sangat lembut.

Raidan juga kembali menjilati leher yang sudah penuh dengan karya dirinya, Alea tampak pasrah dengan permainan penuh dengan pemanasan itu.

Alea memang harus sabar-sabar, karena Raidan memang lebih suka memberi pemanasan yang panjang daripada langsung melakukan hubungan pada intinya.

Perlahan dan pasti dengan penuh kelembutan Raidan memberikan kembali tubuh itu dan meraup bibir Alea, berciuman panas kembali dengan panas sensasi, tangannya kerap kali bergerak di belakang leher Alea yang tampak pasrah dengan mata terpejam.

Setelah melakukan pemanasan yang cukup panjang akhirnya Raidan kembali memasukkan senjatanya, meski sudah melakukan lebih dari dua kali kepada istri sahabatnya itu tetapi tetap saja senjatanya masih terasa terjepit dan bahkan Alea masih merasa kesakitan.

Posisi Alea dengan cepat mendudukan nya dengan tubuh keduanya saling menempel dan ciuman itu semakin dalam dengan pompaan yang diberikan Raidan dalam posisi duduk.

"Alea kamu hanya milikku," bisik Raidan sembari menjilati daun telinga Alea.

Entah mengapa dia sekarang menekankan bahwa wanita temannya bercinta itu adalah milikmu dan tidak peduli jika hubungan mereka hanya sebatas keuntungan masing-masing.

Alea tidak memiliki waktu untuk membalas kata-kata itu, dia kembali larut dalam hubungan panas dan tidak peduli dengan apapun yang dikatakan Raidan terpenting bagi Alea saat ini adalah mencapai mencapai puncak kenikmatan.

Cukup lama pasangan itu saling memberi kenikmatan satu sama lain, Raidan membatalkan janjinya bersama dengan klien asalkan bisa menghabiskan waktu dengan Alea.

Kamar rahasia menjadi saksi bagaimana kedua insan itu bergulat panas di atas ranjang dengan gaya-gaya baru dalam fantasi percintaan keduanya. Hanya suara desahan yang terdengar, suara indah dalam laut keduanya ketika merasakan puncak yang sebenarnya.

Permainan panas dengan goyangan ranjang pasangan itu. Walau dipenuhi dengan hasrat dan hawa nafsu membara tetapi tetap saja Raidan tidak pernah egois dan menyadari jika Alea saat ini sedang mengandung anaknya. Raidan harus hati-hati, Raidan juga takut jika sampai terjadi sesuatu pada calon anak yang berada di rahim Alea.

Alea dan Raidan terus melanjutkan percintaan mereka sampai beberapa ronde, seolah-olah pasangan yang paling merindukan dan ingin melampiaskan hasrat yang tertahan di tubuh keduanya.

Setelah percintaan panas itu selesai, keduanya terlihat sama-sama bangun berada di tengah-tengah ranjang dengan Alea berantalkan lengan Raidan dan keduanya masih tetap sama-sama polos.

Jangan ditanya bagaimana berantakannya kamar yang menjadi saksi hubungan panas dari keduanya, terlihat pakaian berserakan di atas lantai dan sudah dapat dipastikan ruangan Raidan juga tidak kalah berserakan.

"Kamu sepertinya lelah?" tanya Raidan.

"Mana mungkin tidak lelah, kamu sejak tadi tidak berhenti," jawab Alea.

Raidan tersenyum tipis mendengar pernyataan Alea, Raidan memang sudah membuat tubuh Alea remuk.

"Maaf," ucap Raidan membuat Alea menganggukkan kepala

"Bagaimana jika tiba-tiba ada yang masuk?" tanya Alea dengan suara lembut.

"Tidak akan ada yang berani masuk ke dalam ruanganku jika aku tidak mengizinkannya dan sebelumnya aku sudah memerintahkan untuk tidak ada yang mau karena aku ingin istirahat," jawab Raidan.

"Lalu bagaimana jika ada yang menyadari bahwa aku sejak tadi berada di ruangan kamu dan bagaimana caranya keluar dari ruangan ini tanpa diketahui oleh karyawan di kantor ini?" tanya Alea.

"Tidak perlu khawatir, aku akan mengatasi semuanya dan memastikan tidak akan ada yang mencurigai kamu," jawab Raidan memang semuanya sudah menjadi tanggung jawabnya.

Alea mengangkat kepala melihat bagaimana Raidan begitu sangat tampan yang benar-benar peduli kepada.

"Lalu bagaimana jika tiba-tiba Dharma yang memasuki ruangan ini dan tidak mungkin ada yang melarangnya?" tanya Alea.

"Perjalanan dari Singapura ke Indonesia membutuhkan waktu cukup lama, walau menggunakan pesawat, beberapa jam yang lalu dia masih menghubungiku dan masih meeting di sana, butuh waktu untuk ke bandara membeli tiket dan dari bandara ke kantor juga cukup lama, tidak mungkin masih muncul tiba-tiba," jawab Raidan.

"Singapur!" pekik Alea terlihat begitu kaget dengan pernyataan Raidan.

"Kenapa ekspresi kamu seperti itu? Kamu tidak mengetahui bahwa Dharma sedang berada di Singapura?" tanya Raidan.

Alea menggelengkan kepala ragu, "mas Dharma sedang ada pertemuan di hongkong ketika berpamitan padaku," jawabnya.

Raidan sudah tidak tahu harus mengatakan apa karena jelas apa yang dikatakan Dharma kepadanya berbeda dengan apa yang dikatakan Dharma kepada Alea.

Bersambung......

1
Dew666
💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
Dew666
👄👄
Dew666
💃💃💃
Dew666
💜💜💜
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!