NovelToon NovelToon
Ratu Racun Dari Dimensi Lain

Ratu Racun Dari Dimensi Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam pengganti / Reinkarnasi / Ruang Ajaib
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Mo Yuyan, 16 tahun—putri angkat Ketua Sekte Abadi, yang dikenal sebagai gadis lembut, patuh, dan selalu menunduk.

Namun, semuanya berubah malam itu ...

Malam ketika dia dituduh mencuri pusaka sekte, dikhianati oleh orang-orang yang dia anggap keluarga … lalu dibuang ke dalam Jurang Pemakan Jiwa untuk mati!

Akan tetapi, Takdir membuatnya kembali!

Bukan sebagai Mo Yuyan yang dulu, melainkan sebagai Mo Yuyan yang baru.

Dimana sosok jiwa asing dari masa ribuan tahun ke depan mengambil alih raganya. Sosok yang dingin, angkuh, cerdas, dan terlalu tenang untuk seorang gadis yang baru menginjak dewasa.

Jiwa itu tersenyum dan mulai menghitung semuanya.

Sekte Abadi bahkan tidak menyadarinya, jika mereka ...

Baru saja membangkitkan seorang 'Ratu Racun' berjiwa psikopat dari masa depan.

"HUTANG INI AKAN AKU TAGIH SEMUANYA! KALIAN SEMUA AKAN MUSNAH!"

"ARRRGHHHH!!!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13: Peta Lembah Emerald Hitam!

***

Pupil mata Mo Yuyan semakin pekat, dengan lingkaran warna ungu terang yang berputar cepat.

Kabut racun dengan warna hijau bercampur ungu pekat, berputar layaknya pusaran badai kecil disekitar Mo Yuyan.

Empat orang kultivator bertopeng itu langsung menyebar, dan membentuk formasi setengah lingkaran.

"Tahan napas kalian sebisa mungkin, jangan hirup terlalu dalam ..." ujar salah satu dari mereka dengan suara pelan.

"I--ini adalah kabut racun tingkat tinggi ... Konon, hanya Ratu Racun dari Jurang Pemakan Jiwa-lah, yang bisa membuat kabut tingkat tinggi seperti ini ..." gumam rekan yang lainnya.

"Jangan bercanda kamu! Ratu Racun telah musnah, dan Istananya menghilang ditelan bumi ... mana mungkin dia punya pewarisnya?" sahut salah satu rekannya dengan nada waspada.

"Sudah! Berhenti berdebat! Fokus dengan gadis bau didepan kita sekarang!" bentak pria yang awal bicara dengan Mo Yuyan.

Mo Yuyan tersenyum tipis, membuat wajah cantiknya terlihat semakin dingin.

"Sayang sekali ... mau bagaimana kalian mencegahnya, kalian sudah menghirupnya tanpa sadar sejak beberapa saat yang lalu ..." ujar Mo Yuyan dengan wajah datar andalannya.

Keempatnya langsung berteriak karena terkejut.

"A-APAAAA ...??!!!"

"Hahahahahahaha!"

Mo Yuyan tertawa lepas, dan terdengar sangat mengerikan ... layaknya tawa Ratu Iblis Neraka pencabut nyawa.

Salah satu dari mereka menahan napasnya sambil mengeluarkan pedangnya, lalu dia menyerang dengan cepat ke arah Mo Yuyan.

Sring!

"Hiaaaat ...!"

Kilatan bilah pedang tajam mengarah lurus ke arah leher Mo Yuyan dengan cepat.

Namun, sebelum bilah itu menyentuh kulit halusnya~

Tubuh pria itu tiba-tiba tersentak, dan tangannya langsung gemetar hebat.

"A-apaa-apaan ini~"

Sebuah retakan berwarna hitam muncul disepanjang pembuluh da-rah lengannya.

"R-racun Meridian tingkat tinggi??!!" desis pria itu dengan nada panik.

Mo Yuyan bahkan tidak bergerak dari tempatnya berdiri.

"Aku bilang ... hiruplah! Biarkan racunku masuk ke dalam aliran da-rah kalian, dan kalian akan merasakan, apa yang dinamakan 'Neraka Dunia' ... Hahahahaha!" ujar Mo Yuyan sambil tertawa kejam.

Duan Xue yang mengawasi dari kejauhan, menyeringai.

"Dia bahkan masih sempat bermain dengan musuhnya ... benar-benar gadis ajaib!" gumam Duan Xue sambil menggelengkan kepalanya, pasrah.

Tiga orang kultivator yang tersisa langsung menyerang ke arah Mo Yuyan secara bersamaan.

Menyatukan energi spiritual mereka, sehingga energi tersebut meledak dan langsung melesat ke arah Mo Yuyan.

BOOM!

Wuuush!

Energi besar itu membuat pepohonan disekitar runtuh dan tanah terbelah, namun Mo Yuyan hanya mengangkat dua jarinya dengan santai.

Swooosh!

Segumpal kabut ungu berwarna cerah langsung membentuk sebuah lapisan tipis seperti tirai disekitar Mo Yuyan.

Energi besar itu menghantamnya dengan kencang~

Blaaar!

Bukannya melukai Mo Yuyan, gelombang energi spiritual itu malah terserap masuk ke dalam penghalang tersebut, lalu terdistorsi.

Bzzzzt!

"Apaaaa???!!! ... Mustahhil!" teriak salah satu dari mereka, frustasi.

"Tirai Racun Yin pembalik Aliran ..." ujar Mo Yuyan sambil menyeringai.

Ini adalah tekhnik yang dia pelajari di dalam dimensi 'Seribu Racun', hanya dalam beberapa jam saja.

"Semakin kuat kalian menyerang ... maka akan semakin cepat racunku menyebar," lanjut Mo Yuyan dengan nada dingin.

Melihat rekan-rekannya yang sudah tidak berdaya, si pria kultivator tahap lima itu akhirnya keluar dari dalam kegelapan.

Dia berdiri dengan angkuh di depan Mo Yuyan, sambil mengeluarkan aura berwarna merah gelap dari dalam tubuhnya.

"Hentikan bermainnya! Sudah cukup!" teriaknya sambil melesat ke arah belakang Mo Yuyan.

Slash!

Sebuah tebasan horizontal mengarah ke bagian punggung Mo Yuyan dengan cepat, dan~

Sret!

Tebasan itu hanya menebas sebuah bayangan kabut belaka, dimana Mo Yuyan tidak ada di sana.

"Kabut ... Ilusi ...??" gumamnya tidak percaya.

Lalu terdengar suara Mo Yuyan, yang datang dari arah atas kepalanya.

"Sungguh sangat mengecewakan! Kamu yang bersembunyi paling lama di dalam kegelapan, justru malah yang paling lambat untuk menyadarinya ..." ujar Mo Yuyan dengan nada sinis.

Tangan Mo Yuyan bergerak membentuk sebuah simbol, lalu menekannya ke arah bawah.

"Kabut Penghancur ..." gumam Mo Yuyan.

Sebuah ledakan kabut ungu jatuh, layaknya hujan meteor kecil ke arah pria itu.

Wusssh!

JEDDERR!

Tanah disekitar Hutan Beracun bergetar hebat, membuat Duan Xue menahan tubuh Li Shen agar tidak terpental.

Nenek Du menancapkan tongkatnya ke dalam tanah, agar tubuhnya tidak terjatuh.

"Ternyata dia tidak menahan dirinya lagi ..." gumam Duan Xue dengan nada kagum.

Kultivator tahap lima itu keluar dari dalam ledakan dengan tubuh berlumur racun.

Kulitnya mulai menghitam di beberapa titik, membuat matanya terbeliak tidak percaya.

"Arrrghhh! Kamu pikir, racun ini bisa membunuhku, hah?! Dasar ja-lang sia-lan!!!" raung pria itu, murka.

Mo Yuyan berjalan ke arahnya dengan perlahan.

"Oh, tentu saja tidak ..." sahut Mo Yuyan dengan wajah polosnya.

"Tapi ketakutanmu-lah yang bisa membunuhmu ..." lanjut Mo Yuyan dengan nada dingin.

Dia mengangkat jarinya perlahan~

Tiba-tiba, dua orang kultivator tahap empat jatuh berlutut.

Brugh!

"Arrrgh! Meridian kita ... tertutup!"

"Dan energi kita~ tidak dapat berputar! Jika begini, tubuh kita akan meledak!" teriak mereka dengan nada panik.

Pria kultivator tahap lima menoleh ke arah rekan-rekannya dengan rasa ketakutan yang dahsyat.

Mereka sudah sering berjuang bersama, dan rasa persaudaraan diantara mereka sangat erat, melebihi saudara kandung mereka.

"Bangkitlah kalian! Bertahanlah! Tenangkan diri, dan mulai buka kembali jalur energi kalian dengan perlahan!" instruksi pria itu dengan suara bergetar.

"Sudah terlambat ..." ujar Nenek Du dari balik formasi.

"Racun itu bukan hanya ada di udara ... tapi juga ada dari dalam tanah sekitar kalian," lanjut Nenek Du menjelaskan.

"Haaah?! ... Sejak kapan~?!" tanya pria itu dengan wajah memucat.

"Sejak aku menancapkan bendera formasi buatanku ..." jawab Mo Yuyan sambil menyeringai kejam.

Ternyata sejak awal, kabut di sekitar area itu telah bercampur dengan racun 'mikroskopis', yang akan aktif ketika terkena tekanan energi spiritual tinggi.

Semakin mereka bertarung dengan sengit~

Maka racun tersebut semakin cepat bereaksi.

Itulah sebabnya Mo Yuyan membuat formasi pelindung untuk Li Shen, gunaya agar dia tidak terkena racun buatannya.

"Dasar ja-lang licik!!" raung pria itu geram.

"Terima kasih pujiannya ..." sahut Mo Yuyan dengan wajah datar.

Pria kultivator tahap lima itu akhirnya memaksakan untuk meledakkan energi kehidupan terakhirnya.

"Aku akan menyeret kalian semua mati bersamaku!!! Hahahahahaha!"

Pria itu mengumpulkan energi spiritual terakhirnya, sehingga terlihat aura merah miliknya membakar udara.

Dia ingin membuat gaya 'mati' bersama yang keren, sehingga dia melompat tinggi ke udara.

"Hiyaaaaaa!"

Namun saat dia berada di atas udara~

Tubuhnya mendadak kaku!

Lalu terdengar suara retakan keras dari dalam tubuhnya sendiri.

KRAK!

"Apa ... yang ... kamu ... lakukan ...?!" tanya pria itu dengan suara terbata.

Mo Yuyan berdiri layaknya sebuah gunung es di depan pria itu, menatapnya tanpa emosi.

"Bukan aku yang melakukannya, aku tidak melakukan apa-apa ..."

"Tubuhmu sendiri yang telah menghancurkan meridianmu, karena kamu mencoba melawan racun yang mengikatnya ..." ujar Mo Yuyan menjelaskan.

Brugh!

Pria itu jatuh dengan gaya berlutut dari udara, dengan mata membeliak penuh kebencian.

"Klan Li ... tidak akan melepaskan~"

"Silahkan saja ... aku akan menyambut mereka dengan senang hati," potong Mo Yuyan dengan mata berbinar cerah.

Tidak berapa lama kemudian, tangannya bergerak ringan di udara.

Swooosshh!

Kabut ungu menggumpal, lalu menelan tubuh keempat kultivator itu dengan ganas.

"Arrrrghhhh ...!"

Jeritan mereka teredam oleh gumpalan kabut hijau hutan itu.

Kesunyian kembali melanda, hanya desir suara gesekan dedaunan yang tersisa.

-

Mo Yuyan kembali ke dalam formasi dengan keadaan yang sangat baik dan bersih.

Napasnya trdengar stabil, dan wajah cantik yang semakin terlihat dingin.

"K-kakak sudah membunuh mereka semua sendirian?" tanya Li Shen dengan suara bergetar.

"Tidak ... bukan aku yang membunuh mereka. Mereka membunuh dirinya sendiri ..." jawab Mo Yuyan.

"Ya, mereka membunuh diri mereka sendiri dengan 'sedikit' bantuan kecil darimu ... hahahaha!" sahut Duan Xue sambil tertawa.

Nenek Du melihat ke arah area luar dengan mata menyelidik.

"Bagaimana dengan pria kelima yang mempunyai tahap tinggi?" tanya Nenek Du.

Mo Yuyan menjawabnya dengan nada santai.

"Dia melarikan diri ..."

Duan Xue langsung sigap berdiri dengan sikap waspada.

"Apa kita perlu mengejarnya?" tanya Duan Xue.

"Tidak diperlukan ..." jawab Mo Yuyan singkat.

"Kenapa?" tanya Li Shen dengan wajah bingung.

Mo Yuyan menatap Li Shen dengan tajam.

"Biar saja dia kembali dengan membawa pesan ke Klan Li," jawab Mo Yuyan.

"P-pesan apa, Kak Yuyan?" tanya Li Shen sambil menelan salivanya dengan susah-payah.

"Pesan bahwa peta itu sudah berpindah tangan," jawab Mo Yuyan.

Jawaban Mo Yuyan membuat suasana kembali hening.

-

Setelah memastikan area disekitarnya aman, mereka berempat duduk melingkar di dekat api unggun sambil menyantap ayam hutan yang sudah dingin.

Mo Yuyan membuka suaranya, untuk memulai percakapan malam itu.

"Li shen, tunjukkkan petanya sekarang!" perintah Mo Yuyan.

Tanpa ragu, Li Shen mengeluarkan sebuah gulungan kain dari balik pakaiannya.

Tangannya terlihat gemetar, saat dia menyerahkan gulungan itu kepada Mo Yuyan.

Mo Yuyan menerimanya, lalu dia membukanya dengan perlahan.

Ternyata itu bukanlah sebuah kain~

Melainkan kulit tipis dari seekor binatang Iblis level tinggi, dengan garis-garis perak yang berkilau.

Duan Xue mendekat ke arah Mo Yuyan, dan duduk disampingnya dengan tenang.

"Ternyata, ini bukanlah sebuah peta biasa ..." gumam Duan Xue.

Nenek Du yang berdiri dibelakang Mo Yuyan menyipitkan matanya.

"Ada segel tersembunyi ..."

Mo Yuyan menganggukkan kepalanya.

"Ini adalah segel darah," sahut Mo Yuyan.

Dia melirik ke arah Li Shen dengan tajam.

"Segel ini terikat pada garis da-rah keturunan Ibumu, kan?" tanya Mo Yuyan.

Li Shen langsung membeku, saat mendengar pertanyaan Mo Yuyan.

"Ya, bagaimana Kakak bisa mengetahuinya?" tanya Li Shen dengan wajah khawatir.

Mo Yuyan tidak menjawabnya, namun hatinya bergetar ... nalurinya berkata, jika dia ada hubungan da-rah dengan Ibu Li Shen.

Entah apa hubunganya, dia akan menelusurinya nanti.

Mo Yuyan menusukkan sebuah jarum tipis ke ujung jarinya sendiri.

Tusk! ... Tesss!

Setetes da-rah berwarna ungu gelap, jatuh ke atas permukaan peta.

Cling .... Sssshhh!

Garis-garis perak itu menyala terang, membuat peta itu berubah dengan drastis.

"B-bagaimana bisa ..." gumam Li Shen dengan tatapan mata yang sulit diartikan.

Bagian peta yang tadinya kosong, kini memperlihatkan sebuah jalur berlapis simbol kuno.

Duan Xue dan Nenek Du tertegun melihatnya.

Banyak pertanyaan dalam benak mereka, namun mereka bingung ... harus mulai bertanya dari sisi mana.

Akhirnya mereka memutuskan untuk menyimpan pertanyaan tersebut untuk nanti.

"Jalur ini terlihat berputar seperti sebuah ... labirin." gumam Duan Xue.

"Ini bukan sebuah labirin ... Ini adalah sebuah formasi yang dibentuk oleh alam," koreksi Mo Yuyan cepat.

Mo Yuyan menunjuk ke sebuah titik yang dia anggap paling krusial.

"Ini adalah tempat sebuah inti racun alami ..." ujar Mo Yuyan.

"Lalu titik ini ... ini adalah reruntuhan kuno," lanjut Mo Yuyan sambil menunjuk titik lainnya.

Li Shen membeliakkan matanya, saat mendengar penjelasan Mo Yuyan.

"Ayahku bilang ... di inti lembah ini, ada harta keluarga besar kuno yang meghilang sejak lama ..." ujar Li Shen.

"Ya, keluarga besar yang menghilang itu mungkin saja keluarga kita ... Naluriku berkata, jika Ibumu adalah Bibiku ..." gumam Mo Yuyan pada dirinya sendiri.

Mo Yuyan menyentuh simbol kuno terakhir.

"Dan ini adalah tanda Istana bawah tanah ..." ujar Mo Yuyan.

"Sepertinya, keinginanmu untuk membangun Istana disana akan segera terwujud ..." ujar Duan Xue.

Mo Yuyan tersenyum samar.

"Bukan keinginan ... tapi memang sudah ditakdirkan ..." sahut Mo Yuyan.

Napas Li Shen semakin terengah, saat mendengar semua percakapan mereka.

"Apakah kalian benar-benar ingin menuju kesana?" tanya Li Shen.

"Ya," jawab Mo Yuyan singkat, sambil menggulung peta itu kembali.

"Bagaimana dengan Klan Li itu? Mereka pasti sudah tahu arah tujuan kita kemana," tanya Duan Xue.

"Itu akan jauh lebih baik, daripada kita yang harus kesana untuk membasmi mereka. Jadi, biarkan mereka datang ..." jawab Mo Yuyan dengan pupil mata bersinar cerah.

Nenek Du menatap Mo Yuyan dengan tatapan yang tidak dapat diartikan.

"Kamu sengaja memancing mereka untuk berperang, Yuyan?" Tanya Nenek Du.

Mo Yuyan berdiri perlahan, kabut tipis berputar disekitar tubuh rampingnya.

"Aku tidak pernah memancing peperangan, Nek! Mereka yang mencari gara-gara duluan, maka aku akan menghadapinya dengan tangan terbuka ..." ujar Mo Yuyan.

"Aku sedang ingin membangun wilayahku sendiri, jika mereka menghalangi ... maka mereka harus ... MATI!"

"Naluriku berkata, jika aku dan Li Shen masih ada hubungan keluarga. Namun bagaimana hubungan itu terjadi, aku masih harus mencari tahu semuanya."

"Mereka sudah berencana untuk membunuh Li Shen, maka sebagai orang terdekatnya ... aku harus melindungi Li Shen mulai sekarang!"

"Peta itu sudah membuktikan segalanya, dengan da-rahku ... peta itu bisa terbuka. Padahal peta itu membutuhkan garis da-rah yang berhubungan dengan Ibunya, bukan?"

Setelah mengucap banyak kata, Mo Yuyan menatap ke arah Utara ... dimana Lembah Emerald Hitam berada.

"Sebuah wilayah tidak akan pernah ada, tanpa adanya sebuah pertumpahan da-rah!"

Duan Xue, Nenek Du, dan Li Shen merasakan bulu kuduknya meremang, saat mendengar semua ucapan Mo Yuyan.

Untuk pertama kalinya mereka menyadari~

Jika gadis yang berdiri di depan mereka ini bukan hanya seorang kultivator terkuat yang pernah lahir ke dunia ...

Dia adalah badai yang sedang tumbuh!

Dan bagi siapapun yang mencoba untuk menghentikannya~

Dia akan terkubur dibawah racun dan ambisinya.

Li Shen berjanji pada dirinya sendiri, bahwa dia akan terus berada di sisi gadis yang kemungkinan adalah keluarga tersembunyinya.

Malam belum berakhir, namun rencana dan ambisi mereka baru saja~

... Dimulai!

☣☣☣

1
Rina Yuli
Hadir✋✋✋✋
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: InsyaAllah, ya kak ... karena kelamaan nunggu kontrak turun, akhirnya bikin novel baru kemarin, dan lagi semangat up di novel itu ... 🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Diah Susanti
lha emang iya dia udah mati, kan itu jiwa baru dari dunia lain
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
Diah Susanti
baru kali ini, ada novel penjaga ruang dimensinya nenek nenek😄😄😄
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤭🤭🤭🤭🤭 ... Kalau sudah berusia ratusan tahun, bukankah namanya nenek ya Kak Diah? 😂😂😂. Terima kasih hadirnya Kak ... 🙏🏻😊🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Maria Lina
saya berharap double sih thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Mau bagaimana lagi, Ya Kak biar bisa dobel? Otaknya pas2an soalnya ...🤣🤣🤣🤣. Terima kasih Kak Maria atas dukungannya ...😊🙏🏻😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Ipeh tiga Putra
siapa dia thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hayooo tebak, Kak Ipeh ...😁😁😁. Siapa, ya? 🫢🫢🫢
total 1 replies
Murni Dewita
💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Pastinya Kak Murni ...🙏🏻😊😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖
total 3 replies
MataPanda?_
ceritanya seru kak semangat trus 😀
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih apresiasi dan dukungannya, Kak Panda ... 😊🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Murni Dewita
👣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih dukungannya, Kak Murni ...🙏🏻😊🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
salah cari lawan boz
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aku juga berpikiran begitu, Kak Dewi ...😂😂😂😂
total 1 replies
Dania
semangat tor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Dania ...🙏🏻😊🤗🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖
total 1 replies
Juvita Lin
up yg bnyk kak..👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Maunya begitu, Kak Lin ... apa daya, otakku tak.mampu ...🤣🤣🤣.
total 1 replies
Andira Rahmawati
absen dulu yahhh
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aduh, sampai absen dulu, Kak Dira ini ...🤭. Jadi malu aku ..😁. Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Dira ...🙏🏻🤗😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Enah Siti
hadir thor 😍😍😍💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo Kak Siti ... Terima kasih hadirnya dan dukungannya ... 🤗🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖💖
total 1 replies
Maria Lina
lgi ya thor plisss
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ashiaaap Kak Maria ...🤗
total 1 replies
Maria Lina
ok siap thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Oke, Kak Maria ... Setiap hari update bab panjang untuk kak Maria, biar puas bacanya ...🙏🏻🤗😊💖💖💖💖
total 3 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Selamat datang Kak Dewi ... Terima kasih hadirnya. Semoga suka.dengan cerita barunya ... 🙏🏻😊🤗🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
yetiku86
semangat up kak Aurora 💪💪💪😊
yetiku86: kembali kasih Kak 😊🙏
total 2 replies
azka aldric Pratama
absen dl 🤭🤭
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo Kak Azka ... Simpan dulu ya Kak, biar banyak ...🤣. Terima kasih hadirnya, Kak ...🙏🏻🤗🫰🏻🫰🏻🫰🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!