Ada yang bilang anak perempuan itu kesayangan ayahnya
tapi, Anisa bukan putri kandung keluarga ini
Ia anak adopsi yang kebetulan bertemu dengan James Arthur didepan panti asuhannya.
Pertama kali melihat Anisa James langsung membawanya.
Anisa menjadi kesayangan James saja nyawanya hampir dalam bahaya.
Karena Anisa sadar ia kesayangan pria yang dianggapnya ayah sekarang semua bahaya itu ia tantang seperti masalah kecil.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anissaaa
Kegiatan yang berlanjut setelah istirahat makan siang adalah ke kandang kuda.
Beberapa anak di bagi perkelompok untuk membantu memberikan makan kuda dengan diawasi para pengurus masing-masing lorong kandang kuda.
Semua bersenang-senang dengan baik bahkan beberapa wali laki-lakinya memperhatikan di luar kandang kuda tidak ikut masuk. James jelas memperhatikan Anisa yang memberikan makan kuda dan mengusap dahi kuda.
"Kalo hanya memegang kuda seperti itu sudah senang, dasar kampungan." Anak perempuan yang sama yang mencari masalah.
"Apa urusanmu memperhatikan apa yang aku lakukan? Kau pengasuhku, aku bahkan selalu mendapatkan apa yang aku mau kau jangan terus menyepelekan aku, paham."
Tiba-tiba sesak dan tak bisa bicara sampai Anisa pergi melewatinya dengan Anila mengikutinya dari belakang bersama pengawas dan teman lainnya.
"Anisa kita dalam masalah kalo kamu terus-menerus mengajaknya bertengkar."
Menoleh menghela nafasnya.
"Apa yang masalah itu di aku saja Anila, kamu juga tahukan dia duluan yang mulai bahkan dia sendiri terang-terangan membuat kamu jatuh dan terus mengataiku."
James tersenyum miring mendengar obrolan putrinya dan temannya.
"Membalasnya bukan hal yang salah!" Menekan ucapannya pada Anila.
Pria dewasa itu melangkah mendekat ke samping James, James juga sempat melirik kesamping yang ternyata ada orang penasaran mendekat kearahnya.
"Kamu tidak tahu ya, dia putri Tresan Serpens... Namanya Maya Serpens, Ayahnya itu pengusaha proyek pembangunan besar, katanya juga proyek wahana bermain yang ada di Selatan itu buatannya dan orang-orang nya."
Anisa melirik kebelakang ternyata ayahnya berdiri tak jauh dengannya.
Lalu merangkul Anila.
"Anila dengarkan aku, kita teman kan?"
"Iya nona Anisa, eh tidak Iya Anisa!"
Terlalu terlihat kalo ia benar-benar bersemangat dengan kata teman.
"Anila, kamu harus sama kuatnya sepertiku, jangan biarkan siapapun bisa mengganggumu, kau tahu aku sudah ada di pihak mu, maka lawan mereka sebisamu, jangan beri ampun, prundung tak berhak hidup bahagia, hahahhah!"
Anila sedikit bingung menatap sekitar memperhatikannya dan Anisa yang heboh sendiri.
Pria yang sedang memperhatikan James akhirnya mendekat.
"Anda pasti Tuan James Arthur, lalu yang rambutnya hitam dengan pita merah garis emas di kepang dua itu putri kesayangan anda?"
"Ada masalah apa anda mendekati saya?"
Benar-benar tak ada kata basa-basi dalam mendekati keluarga inti Oceanus.
Seorang Tresan Serpens sering bertemu dengan anggota keluarga Oceanus lainnya tapi lidahnya dan rayuannya tak akan mempan pada keluarga inti bahkan James Arthur Oceanus yang sangat teguh berpendirian.
Terkekeh.
"Saya hanya menyapa anda dan memberikan saran untuk pertemanan nona bagimana di sandingkan dengan putri saya, Maya Serpens ?"
Anisa mendekati James dan memanggilnya.
"Ayah..."
Berlutut sedikit dan Anisa melempar tatapan tajam pada Tresan Serpens.
"Siapa dia?"
"Tresan Serpens, ayah dari anak perempuan yang mengatai mu haram dan kampungan, lalu kau membuang tasnya yang kau bilang kira itu sampah."
Mengangguk dengan ekspresi serius.
"Oh jadi paman ayahnya Maya ya, salam kenal paman, paman... Memang darah tak pernah bohong ya, ayah saya selalu di kelilingi penjilat yang selalu rakus, saya juga merasakan hal itu pada anda, jaga jarak aman anda Paman jangan sampai waktu ini anda gunakan untuk memangkas umur anda sendiri."
Artinya menurut Tresan adalah pergi kau bajingan tidak berguna dan menjauh selagi di beri kesempatan untuk tidak kehilangan kepala juga kehormatan.
Sedikit kaku dan gugup Tresan mendengarnya tapi, ia pandai menyembunyikan ekspresi nya didepan semua orang.
"Kembalilah main ayah akan mengawasi dari sini." Mengusap kepala Anisa yang langsung di angguki, wajahnya manis menghadap ayahnya tapi, saat menoleh melihat Tresan Anisa datar tajam menyeramkan.
"Nona sangat mirip dengan anda ya tuan. "
"Karena aku putrinya. " Jawaban Anisa sudah menjawab ucapan Tresan yang membuat beberapa wali laki-laki mendengarnya menoleh.
Saat kembali bersama teman-teman nya James berbalik tersenyum miring.
"Niat baik mu sudah tidak baik Tresan. "
James menjauh mengikuti rombongan anak-anak.
Saat malam tiba-tiba semuanya berkumpul di tengah acara dan di tengah mereka semua ada api unggun yang besarnya Tidka terlalu besar dan membakar jagung hasil dari tanaman di kebun depan rumah kaca.
Waktu Anisa berdiri untuk pergi ke toilet tanpa di temani Anila karena teman yang lainnya memanggil Anila.
Saat selesai keluar seorang pria dewasa berdiri didepannya.
"Kau hanya anak haram tidak bisa menjaga sikapmu ya!"
Kaget tiba-tiba di katakan anak haram tanpa alasan, Anisa baru keluar kamar mandi. Ekspresinya benar-benar heran.
Matanya langsung menatap lurus datar acuh.
"Jika anda keberatan anda bisa katakan apa yang mau anda katakan, Tuan Tresan. " Di balik wajah yang tertutupi kegelapan, Anisa menyalakan lampu didepan toilet perempuan.
Wajahnya marah besar bahkan giginya rapat gemelutuk dengan garis rahang mengencang.
"Lebih baik kau cacat dan di buang.."
Di cekiknya Anisa tanpa sadar dan tiba-tiba sudah sulit bernafas.
Senang wajah Tresan bisa mencekiknya. Tresan anak menghabisi putri kesayangan James Karen amembuat semua rencananya memperkaya diri dengan bantuan Grey Alba jadi berantakan di tambah beberapa orang-orang yang bekerja sama dengannya di keluarga Oceanus malah kesulitan dan menjauhinya, kerugian besar jelas di hadapinya dan membuatnya kesal dengan James tapi, lebih kesal saat tau penyebabnya adalah Anisa Arthur Oceanus putri kesayangan yang diadopsi dan di temukan di panti asuhan yang mirip dengan pembuangan budak dan penjagalan manusia.
"Hihi hahaha... Anda mau membunuhku, lalu apa anda akan tahu apa yang akan hadapi, kalo ayahku marah!"
"Kau tidak tahu hah! Karena kau! Aku mengalami kerugian besar dan aku tak bisa melakukan apapun untuk menutupi semua hutang dan juga kebutuhanku."
"Sebelum anak sepertimu di adopsi Tuan James aku bisa memperkaya diriku, bahkan aku harus menjilan James dan keluarga inti lainnya untuk bisa ada di posisi yang hampir sejajar dengannya."
"Kau anak haram yang bahkan membuat keluarga Australis berantakan dan pecah !"
Semakin terkejut jika benar-benar Anisa adalah anda dari perempuan bernama Rosa dan pecah keluarga Australis itu karenanya, Anisa anak yang tidak di inginkan di manapun, lalu apa ayah akan tetap menerima Anisa yang memang pembawa kekacauan dan kerusakan.
Anisa takut sebenarnya badannya bergetar walaupun pikirannya memaksa berani ia harus melawan tapi tubuh anak kecilnya benar-benar membuatnya harus tetap bertahan.
"Anisaaa!"
Suara seseorang membuat Tresan melepaskan Anisa yang hampir melayang di cekiknya.
Tidak perlu melihat lama wajah James sudah seperti apa sekarang semua pasti memilih melihat kedepan dan Theo yang langsung berlari mendekat ke Anisa.
James hampir kelepasan dengan kekuatan nya yang benar-benar harus di rahasia kan.
Jatuh keras di lantai dan batuk sampai rasanya tersiksa, wajahnya langsung memerah setelah biru yang hampir benar-benar kehilangan nafasnya.
Theo menarik nona Anisa, menggendongnya wajahnya berkeringat lemas.
Bergetar seluruh tubuh Tresan setiap langkah maju James mendekat kearahnya dangan tangan yang Tresan lihat semakin kuat kepalannya sampai urat tangan itu jelas terlihat.
"Tuan, ini salah paham saya hanya bicara dengan nona dan tidak ada yang mau... "
"Pembicaraan apa yang kau lakukan pada Anisa sampai wajahnya membiru dan memegang leher anak kecil seperti menekan leher musuhnya. "