Bagaimana rasanya bila sedang berduka karena kehilangan laki-laki yang sangat kita cintai secara tiba-tiba, datang wanita asing dan anak kecil yang yang tidak kita kenal sama sekali mengaku sebagai istri dan anak suami kita yang telah meninggal dunia.
Dunia seakan runtuh saat itu juga.
Hancur. Pedih. Perih...
Rasa itulah yang kini bersemayam di palung hati Mikhaela Andisti. Kepergian Dion Sadewa, memberikan luka begitu dalam bagi Mikha. Ternyata laki-laki yang selalu menunjukkan rasa cinta padanya itu telah mengkhianatinya.
Bagaimana kelanjutan kisah ini ikuti terus ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di setiap bab🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENERIMA UNDANGAN DANTE II
"Mikhaela...Kenapa kau tidak mengajak suami mu? Padahal aku ingin berkenalan dengannya, mengucap terima kasih atas kebaikan istrinya pada putra ku", ujar Dante menatap intens wajah cantik Mikha yang mendadak terdiam mendengar pertanyaan Dante.
Mikha tak menjawab sepatah katapun, mendadak otaknya blank. Sebelum pergi sebenarnya ia tahu Dante pasti akan bertanya begitu, namun sekarang malah membuatnya seperti tidak siap menjawabnya.
"Mikhaela..?"
Kedua mata Mikha mengerjap. Panggilan Dante membuyarkan lamunan sesaat nya. "Hm..Iya?".
"Kamu melamun? Apa yang kau pikirkan, hem?". Dante menatap intens wajah wanita di hadapannya sambil berpangku tangan menopang dagunya. Netra hitam kelam laki-laki itu nyatanya semakin membuat Mikha gugup.
Tatapan Mikha beralih pada putranya yang kini di pangkuan Luthfi. Revan begitu tenang bahkan sesekali tertawa khas bayi ketika di kejutkan oleh Eugene yang tiba-tiba menampakkan wajah di balik bahu Luthfi.
"Ayah Revan telah tiada. Suami ku meninggal tahun lalu..."
Ucap Mikhaela nyaris tak terdengar, tapi Dante masih bisa mendengarnya suara kecil itu.
Alis Dante seketika bertaut. "Ohh. Aku turut berdukacita Mikha. Jadi saat incident itu kamu sudah tidak memiliki suami?".
"Iya. Bahkan sebelum mengetahui kehamilan ku, mas Dion meninggal", jawab Mikha tegar.
"Sekarang kamu hanya berdua anak mu saja?".
Terlihat senyum getir di sudut bibir wanita itu. "Ya. Kami hanya berdua saja. Bahkan Revan tidak sempat bertemu dengan papanya", jawab Mikha yang berusaha tersenyum.
Dante menganggukkan kepalanya. "Aku salut pada mu Mikhaela, kamu wanita kuat yang mandiri. Wanita yang sulit ditemui zaman sekarang", ucap Dante tulus.
Sesaat Mikha menundukkan wajahnya. "Mau bagaimana lagi, hidup terus berlanjut. Kalau aku lemah bagaimana dengan anak ku". Mikha menatap penuh cinta Revan yang masih semangat bermain dengan Eugene.
Dante kembali menganggukkan kepalanya. "Kamu benar sekali. Kenapa kita jadi mengobrol sentimentil begini, padahal sedang makan. Ayo lanjutkan makannya. Kau harus mencoba dessert yang aku pilih rasanya sangat enak dan segar", ujar Dante menunjuk puding buah di hadapan Mikha. "Kalau aku dan Eugene suka puding kiwi hijau, rasanya sedikit asam namun sangat menyegarkan. Kamu harus mencobanya", ujar Dante tersenyum.
"Aku akan mencobanya", jawab Mikha membalas senyum itu.
"Oh ya Mikhaela, apa sudah lama hotel ku bekerja dengan laundry milik mu?".
Mikha menganggukkan kepalanya. Hampir dua tahun. Salah satu anak buah mu datang ketempat ku, mengajak kerja sama itu. Semoga tidak tidak ada masalah–".
"Tentu saja tidak ada masalah, aku hanya bertanya saja. Hasil cucian laundry mu bagus, pasti semua klien mu puas".
"Terimakasih tuan Dante", jawab Mikha memberi hormat atas pujian Dante barusan pada bisnis laundry miliknya.
"Sebenarnya bisnis laundry itu milik mendiang mama, aku hanya melanjutkan saja".
"Dante saja! Apa begitu susah memanggil nama ku seperti itu?".
Mikha tersenyum mendengar komplain laki-laki itu. "Maaf, Aku belum terbiasa", jawab Mikhaela absurd.
Beberapa saat kemudian Mikhaela pamit pulang karena Revan sudah terlihat mengantuk.
Sebenarnya Dante menawarkan diri mengantar Mikha pulang tapi Nando sopir Mikhaela sudah ada menunggu majikannya di parkiran.
"Terimakasih makan malamnya, Dante. Semuanya enak. Lihatlah perutku sampai-sampai kencang begini", seloroh Mikhaela sambil mengusap perutnya yang kekenyangan karena Dante memintanya mencicip semua makanan yang terhidang di atas meja mereka.
Spontan Dante tertawa mendengar komplain Mikhaela ketika mereka berdua berdiri di dekat mobil.
Dante menyodorkan handphone miliknya di hadapan Mikhaela. "Aku belum menyimpan nomor mu. Aku akan sering berkunjung ke sini, sepertinya sekarang aku butuh tour guide kalau sedang berada di sini", ujar Dante menatap Mikha.
Mikhaela mengambil handphone itu, mengetik nomornya dan memberikan kembali pada pemiliknya. "Bayaran ku sangat mahal, aku rasa kamu tidak akan sanggup membayarnya", balas Mikha dengan netra membulat sempurna.
Lagi-lagi candaan Mikha membuat laki-laki tampan di hadapannya tertawa lepas. "Katakan saja berapa harus membayarnya, kau pikir aku tidak mampu? Kamu meremehkan aku Mikhaela!", seloroh Dante membalas gurauan itu.
Detik kemudian Mikha melambaikan tangan dengan senyuman khas di bibirnya pada Dante sesaat hendak masuk mobilnya. Dante membalas lambaian itu.
Luthfi yang kembali turun setelah mengantar Eugene ke kamar, sempat merasa aneh melihat bos-nya seperti itu. Sejak tadi tersenyum bahkan tertawa lepas, tidak seperti biasanya wajah tampan itu selalu dingin pada siapapun. Bicaranya juga ketus. Bahkan karyawan hotel dan mall ketakutan ketika mendengar bos besar mereka akan datang ke Jakarta karena Dante kerap melakukan evaluasi mendadak bahkan tak segan memutus hubungan kerja jika bawahannya di anggap tidak bagus.
Dante tipikal atasan perfeksionis, harus selalu sempurna di hadapannya. Hal yang menyulitkan bagi beberapa orang yang tidak bisa bekerja di bawah tekanan.
Sorot tajam Dante menatap mobil Mikhaela yang di kendarai Nando melaju meninggalkan hotel Emerald hingga hilang dari pandangan matanya. Kemudian netra laki-laki itu beralih pada ponselnya yang baru saja di sentuh Mikha. Tersenyum melihat nama Mikhaela Andisti di kontak pribadinya. Sambil mengetuk-ngetuk layar handphonenya.
...***...
To be continue
Thor jgn ada drama tiba-tiba dion msh hidup y. Asli dah biasa bgt kayak gitu 😂 btw visualnya selalu pas👍 Nania tuh sesuai dg karakter yg di gambarkan. Sadis😂