Lilyana Cooper, ialah seorang dokter bedah jenius dengan tingkat keberhasilannya dalam mengobati pasien 99% membuatnya diagung-agungkan sebagai dewi penyembuh oleh orang-orang.
Akan tetapi dalam 1% itu ialah hasil dari kegagalannya, entah kutukan atau apa tetapi ia selalu gagal mengobati orang yang ia sayang, termasuk suaminya sendiri.
Ditengah keterpurukan dan kehilangan orang yang ia mata cintaku, setelah ia gagal menyelamatkannya, tiba-tiba dia terbunuh saat sudah menyelamatkan seseorang ditangan seorang anak kecil, membuatnya langsung mati di tempat berdampingan dengan jasad suaminya.
Bukannya menyusul suaminya dan mati tetapi ia malah terlempar ke zaman kuno dimana semua penduduknya yaitu ras beasthuman, dan ia terlahir kembali sebagai salah satu penduduk disana, sebagai manusia setengah binatang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorong Smartphone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nasib yang dipertaruhkan
...----------------...
Halo perkenalkan Aku Yuna Adison.
Mengapa semua ini terjadi........
Kita akan kembali ke flashback beberapa hari yang lalu dimana semuanya berawal.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Makai wa hikari ga kayaku~"
"Watashi-Tachi wa issho ni naru~"
"Chikira, Chikira, Booom~~"
"Akatsuki o koete~"
"Watshi-tachi wa hotoshi ni naru, Hikari! Se~~~"
"Cha-Cha-Cha, cha!"
Begitu mereka selesai melakukan pertunjukan, berpose menunjukan gaya masing-masing berusaha menampilkan keimutan dan kecantikan maksimal untuk ditujukan pada publik, wajah mereka memerah berkeringat setelah berusaha menyanyi sembari menari secara bersamaan, semua itu dilakukan agar menyenangkan fans yang sudah mendukung dan hadir untuk mereka.
"Whoooo!"
"Gambare sakayugi-Chan."
"Ahhhh fighting!"
"Kawaii~"
"Nanami-Chan Will you marry me?"
"Yuna-Chan!"
"Yuna-Chan!"
"Kau cantik sekali Yuna-Chan."
"Kau sangat hebat, paling bersinar dan tercantik saat ini!"
Sorakan demi sorakan berkumandang meramaikan suasana setelah acara selesai, orang-orang bersorak menyemangati, memuji hingga memuja para wanita yang sedang ada di panggung, setelah mereka selesai tampil untuk menyemangati idola mereka masing-masing.
Mereka yang sedang ditonton ribuan orang-orang tersebut semuanya ialah idol yang sangat terkenal saat ini di jepang bernama AKA-45, sebuah idol jebolan agensi TI Y01, salah satu dari tiga perusahaan idol terbesar di jepang.
Mereka amat sangat terkenal, membuat semua orang mengenalnya bahkan tidak luput dari orang tua hingga anak-anak tau, karena setelah debut mereka berhasil mendobrak kancah internasional masuk ke jajaran musik terkenal di Billboard chart, berhasil meraih 25 penghargaan sekaligus dari berbagai kategori penghargaan hebat termasuk Rookie street Japanese, sebuah penghargaan tertinggi di Jepang untuk kategori sebuah idol atau artis yang baru debut secara spektakuler dengan keberhasilannya.
Anggota-anggota tersebut dimulai dari yang pertama Arenshi Takaguchi ( 21 tahun ) seorang Leader/Rapper, Yumi Shigichi ( 19 tahun ) Vocalis /Dancer, Sakayuqi Akebara ( 18 tahun ) Rapper/Vocalis, Nanami Sukehiro ( 18 tahun ) Vocalis/Dancer, dan yang terakhir Yuna Adison atau sering disebut Yuna Temari (17 tahun ) sebagai Dancer, visual dan maknae.
Setelah kelima wanita tersebut selesai tampil semuanya serentak membungkuk. "Arigatou Gozaimasan!" Sembari terengah-engah kelimanya berbicara bersamaan sembari berusaha menstabilkan suara yang tertinggal akibat kelelahan karena menyanyi dan menari berbarengan.
Seseorang dengan rambut ungu tersebut akhirnya mulai mundur membenarkan rambut mengisyaratkan semuanya agar pergi ke belakang stage, Arenshi sang leader tersebut menghela nafas lelah mulai mengambil sebotol air dan minum.
"Sialan, mereka baunya busuk sekali bercampur bau bawang, keringat juga tai sepertinya, membuatku mual!" dengan menjulurkan lidah berekspresi mual sembari bersandar di kursi mulai duduk.
Wanita dengan rambut pink tersebut yaitu Yumi menimpali mulai mengangguk setuju komentarnya. "Benar, aku tidak bisa membayangkan orang sepertiku jadi fantasi kotor mereka."
"Nanami-Chan Will you merry me katanya? Mimpi sekali hahahha, menikah dengan masyarakat gagal dan manusia sampah seperti mereka, iuhhh." dengan tawa mengikuti ucapannya sembari mengibaskan rambut pirangnya, Nanami ikut berkomentar.
Sedangkan wanita dengan wajah terlihat datar dengan rambutnya yang berwarna biru itu wajahnya ikut mengerut, Sakayuqi tiba-tiba berseru.
"Sialan, aku tidak bisa membayangkan kita akan ikut melakukan fansign bersentuhan dengan mereka lagi-lagi, bisakah nanti kita pura-pura sakit saja? Aku muak jika harus datang."
"Setuju!"
"Aku juga."
"Akupun setuju!"
"Tapi bagaimana jika manajer marah pada kita?"
"Kita mogok tampil saja dengan mengancamnya, jika begitu mau tidak mau dia setuju."
"Lagipula kita sudah terkenal, mengapa mau jadi budak perusahaan?"
"Hahahhah kau benar."
Yuna yang dari tadi diam memerhatikan hanya bisa menghela nafas, setelah setahun ia debut menjadi idol, ia sudah terbiasa melihat watak asli mereka di depan layar, ia hanya bisa merasa iba pada orang-orang yang selalu mendukungnya, tapi setiap kali ia ingin membela memberi pendapat, suaranya selalu tersangkut, takut jika mereka tidak suka sehingga ia nanti dijauhi.
Tiba-tiba pintu terbuka menampilkan seorang pria memakai kacamata, pria itu ialah Sakao Matsuoka ( 29 tahun ), manajer tim Aka-45, wajah yang biasanya tegas tanpa ekspresi sekarang bertambah gelap dan dingin, ia berbicara tegas tanpa mau dibantah.
"Kalian semua ikut aku, Pak Kuroda ingin kalian menemui dia di ruangannya."
Mereka saling menengok walaupun awalnya tidak mau karena masih kelelahan tapi terpaksa setuju karena takut menghadapi kemarahan manajer mereka yang pemarah itu, mau tidak mau berjalan mengikutinya ke ruang Ceo dan founder perusahaan Ti Y01 tersebut.
Sesampainya di dalam pria yang bernama Kuroda Makaoshi itu hanya menatap mereka satu-persatu sebelum akhirnya berdehem menstabilkan suara.
"Kalian pasti bingung mengapa aku memanggil kalian satu-persatu, besok adalah ulang tahun Uchia Tabate yang ke-68, kalian semua pasti tau dia adalah founder perusahaan Mitshubui, dia ingin salah satu anggota tim Aka-45 datang ke upacara ulang tahunnya untuk meramaikan acaranya, aku ingin kalian berdiskusi sekarang, siapa yang mau datang ke upacaranya."
Seketika ruangan hening terdiam, para anggota member tim Aka-45 saling menatap cemas menyadari tujuan maksud acara tersebut, tiba-tiba manajer tim, Sakao berteriak tidak terima. "Pak mereka masih belum dewasa!"
Tapi sang Ceo menatapnya tajam mengangkat tangan tidak menerima bantahan apapun membuat Sakao berkeringat dingin menggigit bibirnya keras sembari mengalihkan pandangan.
Sang Leader, Arenshi berkeringat dingin menyadari sesuatu, umurnya sudah cukup dewasa membuat ia sadar ia akan dijadikan tumbal agar menghadiri pesta busuk tersebut, tiba-tiba ia melirik Yuna yang sedang tadi diam mulai menyeringai.
"Bagaimana jika kau datang saja Yuna? Ini akan jadi kesempatan kau dikenal orang-orang besar, pasti karirmu akan melejit dengan cepat."
Membuat Nanami, Yumi, Sakayuqi terkikik mengerti maksudnya, mulai tersenyum saling melirik akhirnya mendekati Yuna mengelus bahunya, mulai menyemangati dan membujuk.
"Benar, kami akan menyerahkan situasi penting itu padamu."
"Benar-benar! Kami semua rela tidak memilih datang karena ingin kau yang satu-satunya yang beruntung menyerahkan posisi ini."
"Kau beruntung Yuna-Chan, kau pasti akan semakin terkenal dan karirmu melejit."
"Ya, ya kau datang saja, tapi jangan membuat kita malu, ini adalah kehormatan apalagi kita semua disini merelakan kesempatan ini hanya untukmu."
Sakao hanya terdiam menatap lirih dan tajam, sadar tujuan mereka akan tetapi ia tidak bisa berkomentar hanya tidak berdaya mengamati, ia sadar di grup Aka-45 ini Yuna paling populer di antara member lain membuat para anggota tim saling iri dan menjauhinya selama ini, tapi ia tidak menyangka mereka begitu membencinya sehingga menjadikannya tumbal agar tidak terpilih.
Yuna hanya terdiam seketika ia tersenyum mendengar ucapan semangat, senyuman dan kata-kata mereka, seketika ia mulai terlena bersyukur dengan kebaikan mereka, selama ini ia merasa anggota tim menjauhinya, ia tidak menyangka ternyata mereka baik merelakan posisi yang cukup beruntung hanya untuknya.
"Baiklah, aku saja yang datang, kalian tidak perlu khawatir! Aku akan berusaha membuat nama tim Aka-45 semakin bersinar dan terkenal."
"Wah, kau benar-benar... Sakayuqi menatapnya terkejut seketika ia diam-diam terkikik.
Hanami hanya bisa menggeleng heran melihat kepolosannya, tapi ia memilih tidak berkomentar hanya terkekeh.
Yumi dan Arenshi hanya bisa saling menyeringai kemudian keduanya menepuk-nepuk pundaknya.
"Kau sangat hebat Yuna-Chan, semoga kau beruntung!"
"Jika kau semakin sukses jangan lupakan jasa kami ya?"
Pemilik Matsubui tersebut hanya mengamati sembari tersenyum puas bertepuk tangan mulai berkomentar singkat.
"Kuharap kau tidak mengecewakanku nanti Yuna."
Sang manajer Sakao hanya bisa tersenyum miris melihat para monster di ruangan ini, ia hanya bisa diam meremas tangannya sebelum ia tiba-tiba pergi dari ruangan meninggalkan mereka.
Yuna hanya tersenyum sesekali tersipu mendengar pujian yang terus-menerus berdatangan tanpa menyadari nasibnya akan berubah.
"Tentu, Yuna tidak akan menyia-nyiakan kebaikan kalian semua!"