Seorang gadis yang cerewet dan suka emosian itu bekerja sebagai CEO di perusahaan kosmetik terbesar di indonesia namun sialnya gadis itu malah bertemu dengan seorang chef yang sangat jutek awalnya mereka saling benci namun lama kelamaan di antara mereka ada rasa sayang yang mulai tumbuh bagaimana kisah kelanjutan nya silahkan kalian baca saja novel nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kriwil86, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.13
Pagi hari...
Clarissa sedang sarapan bersama ayahnya.
Mereka berdua duduk di meja, sarapan pagi, menikmati hidangan yang disiapkan oleh Bi Sari
Pak Leo tersenyum "Selamat pagi, Clarissa. Kamu terlihat segar sekali hari ini."
Clarissa hanya tersenyum "Selamat pagi, Ayah. Aku memang merasa segar hari ini."
"Aku sangat bangga dengan kamu, Clarissa. Kamu telah menjadi CEO kecantikan yang sukses." ucap Pak Leo sembari minum kopi
"Terima kasih, Ayah. Aku tidak bisa melakukan ini tanpa dukungan Ayah." ujar Clarissa sembari melahap sandwich.
"Kamu pasti bisa, Clarissa. Kamu adalah anak yang kuat dan cerdas."
Mereka berbicara tentang kehidupan sehari-hari dan rencana masa depan. Clarissa juga berbagi pengalaman sebagai seorang CEO kecantikan dan meminta saran ayahnya tentang bagaimana mengelola bisnis.
"Aku hanya ingin kamu bahagia, Rina. Jika kamu membutuhkan bantuan, aku selalu ada di sini." ucap Pak Leo
"Terima kasih, Ayah. Aku sangat berterima kasih atas dukungan Ayah." Kata Clarissa tersenyum lebar.
Mereka berdua merasa sangat nyaman dan bahagia bersama. Setelah sarapan, Clarissa pergi ke kantor dengan semangat yang tinggi, siap menghadapi hari yang baru.
Di kantor...
Clarissa duduk di ruang meeting, menunggu kedatangan klien yang akan membahas tentang kerjasama bisnis. Klien yang akan datang adalah seorang artis terkenal yang ingin menggunakan produk kecantikan dari perusahaan Clarissa
Klien: (masuk ke ruang meeting) "Selamat pagi, Ibu Clarissa. Saya sangat senang bisa bertemu dengan Anda."
"Selamat pagi, Tama. Saya juga sangat senang bisa bertemu dengan Anda. Silakan duduk." jawab Clarissa
Mereka berbicara tentang produk kecantikan yang diinginkan oleh Tama, dan Ibu Clarissa menjelaskan tentang kelebihan dan manfaat dari produk tersebut.
Tama (tersenyum) "Saya sangat tertarik dengan produk Anda, Ibu Rina. Saya ingin menggunakan produk ini untuk promosi saya."
"Saya sangat senang, Tama. Kami akan memberikan Anda harga spesial dan juga akan membantu Anda dengan promosi." Jelas Clarissa.
Mereka membahas tentang detail kerjasama dan membuat kesepakatan. Setelah meeting, Tama merasa sangat puas dengan hasil diskusi dan berterima kasih kepada Ibu Clarissa.
Tama (tersenyum) "Terima kasih, Ibu Clarissa. Saya sangat senang bisa bekerja sama dengan Anda."
"Terima kasih, Tama. Kami juga sangat senang bisa bekerja sama dengan Anda."
Mereka berdua berjabat tangan dan Tama meninggalkan ruang meeting dengan senyum bahagia. Ibu Rina juga merasa puas dengan hasil meeting dan siap untuk melanjutkan kerjasama dengan Tama.
Selanjutnya Clarissa pergi ke Cafe yang sudah di booking oleh Dinda untuk bertemu investor lama yaitu Pak Sandi.
Clarissa duduk di kafe yang tenang, menunggu kedatangan investor lama, Pak Sandi. Mereka telah bekerja sama beberapa tahun yang lalu, dan Clarissa sangat menghargai saran dan dukungan Pak Sandi.
Pak Sandi (masuk ke kafe) "Selamat pagi, Clarissa. Lama tidak bertemu!"
"Selamat pagi, Pak Sandi. Ya, memang sudah lama tidak bertemu. Bagaimana kabar?"
Pak Sandi (duduk) "Alhamdulillah, baik-baik saja. Saya mendengar bahwa bisnis Anda sedang berkembang pesat. Saya sangat senang mendengarnya."
"Terima kasih, Pak Sandi. Kami berusaha untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas produk kami."
Pak Sandi (minum kopi) "Saya ingin membahas tentang investasi saya di perusahaan Anda. Saya ingin tahu bagaimana perkembangan bisnis Anda dan apakah ada rencana untuk ekspansi?"
"Kami sedang mempertimbangkan untuk ekspansi ke pasar internasional. Kami juga sedang mengembangkan produk baru yang lebih inovatif."
"Itu sangat menarik. Saya ingin tahu lebih lanjut tentang rencana Anda. Bisakah kita membahas lebih lanjut?" ujar Pak Sandi.
"Tentu saja, Pak Sandi. Saya akan menyiapkan proposal yang lebih detail dan kita bisa membahasnya lebih lanjut." ucap Clarissa.
Mereka berdua membahas tentang rencana bisnis dan investasi, dan Clarissa merasa sangat puas dengan hasil diskusi.
Setelah itu Clarissa pergi ke pabrik untuk memantau produk yang baru.
Beberapa jam kemudian setelah melihat hasilnya. Clarissa sangat puas melihat produk baru itu dibungkus dengan rapi dan elegan.
Waktunya makan siang....
Clarissa dan Dinda memilih pergi ke Cafe untuk istirahat sejenak.
Clarissa dan asistennya Dinda duduk di restoran yang nyaman, menikmati makan siang bersama.
"Bu Clarissa,Saya ingin membahas beberapa hal tentang pekerjaan." ucap Dinda.
"Tentu saja,Dinda. Aku juga ingin membahas beberapa hal dengan kamu. Apa yang ingin kamu bicarakan?. Dan jangan bicara formal ini waktu istirahat bicara seperi biasanya saja"
"gue ingin membahas tentang jadwal lu untuk minggu depan. Ada beberapa meeting yang perlu dikonfirmasi."
"Oke, mari kita lihat jadwalnya. Apa saja yang perlu dikonfirmasi?"
Mereka berdua membahas tentang jadwal dan pekerjaan, sambil menikmati makan siang. Clarissa juga meminta saran Dinda tentang beberapa hal, dan Dinda merasa sangat dihargai.
"Dinda, lu sangat membantu gue. Gue gak tahu apa yang harus gue lakukan tanpa lu."
"Terima kasih, Clarissa. Berarti gue dapet bonus dong.Kali ini lu yang traktir ya soalnya uang gue belum diambil di atm"
"kan bisa transfer ke gue,atau gak pake QRIS" ucap Clarissa.
"enggak deh nanti aja gue ambil cash di ATM. Pokoknya lu yang traktir nanti besok giliran gue yang traktir lu"
"udah gak usah mending uangnya lu tabung dan kasih buat adek lu Davin" ucap Clarissa.
"eh beneran gak papa. Thanks my besti" kata Dinda sembari tersenyum bahagia.
Setelah makan siang, mereka berdua kembali ke kantor, merasa sangat puas dengan diskusi mereka.
Di luar Cafe ternyata ada Kelvin yang sedang menunggu.
"Cie di jemput sama ayang bebeb" ujar Dinda.
"heh gue belum jadian ya sama dia" ucap Clarissa sembari sedikit melotot.
"bentar lagi juga jadi calon istri iya kan"
"sekate kate lu ya kalau ngomong diem lu" ujar Clarissa.
Kelvin menghampiri Clarissa dan Dinda.
"hai cantik mau pulang ya. Pulang sama aku yuk. Mamah udah nungguin di rumah" ucap Kelvin.
"Gak bisa,bentar lagu gue ada meeting sama klien" ucap nya.
"oh begitu ya udah aku tungguin di lobby kantor kamu" ucap Kelvin sembari masuk ke dalam mobil nya pergi lebih dulu ke kantor Clarissa.
"ih nyebelin banget sih tuh siluman kera. Ngapain harus nunggu segala. Emang dia gak punya kerjaan apa" ucap Clarissa.
"Udah bu Boss. Jangan marah marah mulu buang buang waktu.Mending sekarang kita pergi ke kantor yuk" ajak Dinda.
"lu yang nyetir mobil" ucap Clarissa sembari melempar kunci mobil kepada Dinda.
"eits,duh kalau lagi mode ngambek begini suka serem kaya singa betina. Rawrr" ucap Dinda.
Mobil Clarissa pun melaju dengan perlahan menuju kantor.
Di kantor..
Clarissa dan Dinda sampai di lobby dan mereka melihat Kelvin sedang duduk manis sembari memainkan ponselnya.
"beneran nongol tuh siluman kera" ujar Clarissa.
"Sabar bu Boss. Gak boleh begitu sama calon suami" kata Dinda.
"diem gak lu. Enak aja calon suami ogah gue punya suami kaya dia" kata Clarissa sembari jalan menuju lift tanpa melirik ke arah Kelvin.
Saat tiba di ruangan kerjanya.
Ponsel Clarissa berbunyi ada notifikasi dari Tama.
(Clarissa maaf mengganggu waktunya apakah nanti malam kita bisa bertemu. Ada hal yang ingin dibicarakan)
Clarissa membaca pesan itu tanpa membalasnya. Clarissa bertanya tanya ada hal apa yang harus di bahas bukankah mereka sudah diskusi tadi pagi.
#Bersambung..
#Selamat membaca para readers...