NovelToon NovelToon
Pernikahan Dini

Pernikahan Dini

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Cintapertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: hanisanisa_

Melia-Dimas yang bermula dari Hubungan Tanpa Status berakhir di jenjang pernikahan yang masih terlalu muda.

Takdir seolah tak membiarkan keduanya asing, setelah berpisah karena orang tua yang harus berpindah negara, mereka kembali di pertemukan dengan satu sama lain dengan perasaan yang masih sama tanpa berkurang sedikitpun.

Bagaimana kelanjutannya? Simak selengkapnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Sejak kejadian itu, Melia selalu menjauhi Dimas walau ia sudah berpakaian tertutup dan memakai jaket untuk menutupi piyama yang berlengan pendek.

"Nggak panas?" tanya Dimas saat mendatangi Melia yang berada di kamar orang tua nya. Seperti nya Melia memang menghindari nya.

Melia membuang muka saat di tanya hal itu, ia sibuk membuka kado yang di taruh di kamar orang tua nya.

Gina berkacak pinggang melihat keberadaan pasangan pengantin baru yang malah berada di dalam kamar nya dan suami.

"Kalian nggak punya kamar sendiri ya sampai pindah kesini?" niat hati mengusir pasutri sekaligus Gina ingin berdua-duaan dengan sang suami, tapi malah di kacaukan oleh Melia yang datang dengan merengut, lalu tak lama Dimas yang menyusul.

"Nggak mau dekat-dekat sama Kak Dim, me sum" cebik Melia sembari bersandar di dada Josep.

Gina berdecak. "Wajar Dimas gitu Li, kan kamu istri nya. Gimana sih" cibir Gina dengan alis mengerut kesal.

"Itu suami Mama loh, ngapain kamu manja-manja sama suami ku, kamu itu udah punya suami sendiri" Gina mencoba menarik tangan Melia untuk menjauhkan nya dari sang suami.

"Aaaaa! Papa tolongin kesayangan mu ini" pekik Melia sembari memegang erat tangan Josep yang duduk santai di sofa.

Dimas yang memperhatikan dari ambang pintu hanya bisa menghela napas pelan.

"Dimas! Bawa istri mu ini, kunci dia di kamar, kamu bikin dia teler juga nggak pa-pa malam ini" Gina menatap Dimas yang hanya diam di ambang pintu.

Dimas menggaruk kepala nya. Sebelum mendekati kedua orang yang sedang berebut Josep.

Dimas ikut menarik Melia agar melepaskan genggaman tangan nya pada Josep.

Josep yang di tarik hanya menatap ketiga nya dengan tatapan santai.

"Kamu harus terbiasa dengan kelakuan Melia yang suka berebut sesuatu dengan Mama nya, jadi kalau kamu kasih hadiah jangan cuma satu" pesan Josep lalu berdiri untuk melepas genggaman erat Melia.

"Lepas nak, kamu nggak mau liat muka Dimas yang udah cemburu gitu? Nanti kamu malah tidur di luar" Josep mencoba untuk menenangkan Melia.

Melia nampak perangat-perungut lalu melirik ke arah Dimas yang hanya berdiri di samping nya dengan santai.

"Nggak ada tuh, nggak cemburu" ketus Melia lalu menatap ke arah orang tua nya yang berhasil saling rangkul.

Melia langsung mengerucutkan bibir nya lalu menghentakkan kaki nya ke lantai dengan kesal.

"Papa jahat" sungut Melia lalu memilih berlalu keluar dari kamar, di susul oleh Dimas di belakang nya.

Gina menghela napas lalu menatap sang suami. "Kalau nggak di kerasin, Lia bisa-bisa nggak betah sama Dimas nanti" ujar nya di angguki setuju oleh Josep.

"Biarin Dimas membujuk Melia, dia harus belajar karena itu resiko nya menikahi anak yang masih belum dewasa" balas Josep di angguki Gina juga.

...****************...

Melia masuk ke dalam kamar nya di susul Dimas yang mengekori kemanapun Melia melangkah.

"Ngapain sih Kak? Mau ikut ke toilet juga?" ketus Melia, ia masih kesal, saat hendak membuka pintu toilet ia baru sadar Dimas yang mengikuti nya.

Dimas mengangguk. "Kita suami istri, nggak masalah kalau aku ikut ke toilet, bahkan mandi bareng pun boleh" sahut Dimas dengan raut wajah santai.

Melia terdiam mendengar jawaban Dimas yang benar-benar di luar prediksi nya.

"Aneh" Melia langsung membanting pintu toilet sebelum Dimas melangkah maju ingin menerobos masuk juga.

Dimas menghela napas pelan. "Padahal cuma bercanda" gumam Dimas lalu berbalik untuk duduk di pinggiran ranjang.

Tak lama Melia keluar dengan wajah yang basah. "Kak" panggil Melia saat melihat Dimas yang tidur di pinggir ranjang dengan salah satu tangan menutupi wajah nya.

Dimas berdehem tanpa menggeser tangan nya.

"Kata Mama Papa, suami istri kalau malam pertama itu main. Main apa sih?" Melia bertanya sembari duduk di pinggir ranjang yang bersebelahan dengan Dimas.

Dimas segera bangun lalu duduk di samping Melia. Menatap lamat gadis yang sudah menjadi istri nya itu.

"Kamu mau tau?" Melia mengangguk dengan ragu. Ia sebenarnya hanya penasaran, bukan berarti ingin bermain.

Dimas mulai mendekat, membuat Melia mundur mencoba menghindari Dimas yang mulai mengernyit.

"Katanya mau tau, kenapa malah menjauh?" tanya Dimas lalu menahan punggung Melia agar tak mundur lagi.

Melia melirik ke sembarang arah, agar tak langsung menatap mata Dimas yang dulu selalu ia tatap dengan berani.

"Nga-ngapain dekat-dekat, kan bisa tinggal bilang aja" jawab Melia masih mencoba menghindar dari Dimas.

"Biar langsung praktek" ucap Dimas kedua tangan nya mulai menahan pinggang Melia agar tak menjauh lagi.

Cup

Tanpa aba-aba Dimas mengecup kening Melia dengan gerakan lembut. Yang membuat Melia seketika memejamkan mata nya.

"Gitu" ujar Dimas sembari beranjak dari ranjang, ia ingin mengerjakan pekerjaan yang sempat ia tinggalkan.

Melia membuka mata dan mengerjap pelan. Alis nya menukik tanda ingin protes.

"Kamu tidur duluan aja, aku nyusul" ucap Dimas sebelum Melia melayangkan protes yang hampir keluar dan mengabaikan gengsi nya.

Melia pun menahan suara nya hampir mengeluarkan suara protes, lalu memilih berdehem singkat.

Melia mulai berbaring di ranjang tanpa menyelimuti tubuh nya dengan selimut, padahal cuaca sedang hujan di tambah AC yang hidup.

"Kamu nggak kedinginan?" tanya Dimas mulai mendekati ranjang, ia akan membawa laptop nya agar ia bisa duduk di ranjang di samping Melia.

Melia menggeleng kemudian mengangguk. "Males tarik selimut" ucap Melia dengan alis yang masih menukik kesal.

Dimas tersenyum tipis lalu menarik selimut yang ada di ujung kaki Melia dan menyelimuti istri nya hingga sebatas dada.

"Kalau masih dingin, peluk aku aja" ucap Dimas lalu bersandar di tembok dengan memangku laptop.

Melia tak menanggapi ucapan Dimas, ia hanya menatap Dimas terus menerus dari posisi tidur telentang nya.

"Kak" panggil Melia di sahut Dimas dengan deheman serta lirikan mata sekilas.

"Kakak nggak kedinginan?" tanya Melia di jawab berupa gelengan oleh Dimas yang masih fokus menatap laptop.

"Aku udah terbiasa cuaca dingin, di Belanda lebih dingin dari ini Sayang" jawab Dimas dengan lirikan mata ke arah Melia.

Melia pun segera bergerak berganti posisi agar lebih tidur nya lebih nyaman lagi.

"Kak" panggil Melia lagi.

"Kenapa Sayang?" sahut Dimas dengan nada lembut, jari jemari tak berhenti sejak tadi di atas keyboard laptop.

"Kapan selesai nya?" tanya Melia, suara nya mulai pelan, tapi mata nya tetap tak bisa tertutup.

Dimas yang mendengar pertanyaan itu segera menghentikan pergerakan jari nya yang menari di keyboard.

"Disini nggak ada guling, aku perlu guling biar bisa tidur" sayu suara Melia terdengar sudah tak kuat, tapi mata nya tetap tak bisa terpejam.

Dimas terdiam sejenak lalu menatap ke arah laptop nya yang masih menyala dan menampilkan laporan yang akan di persentase kan pada rapat nya seminggu lagi di Belanda.

Dengan helaan napas pelan, Dimas menutup laptop nya lalu menaruh di nakas.

Tak ada kata-kata, Dimas segera berbaring menghadap Melia yang sejak tadi sudah dalam posisi miring.

"Tidurlah" bisik Dimas sembari mendekap Melia.

"Badan Kakak hangat" gumam Melia mulai menyusup di bidang dada Dimas dan menganggap Dimas sebagai guling baru yang beraroma memikat.

1
ハニサ
yg smpt bca komen aku, baca ya🙏

buat yg vote, like, komen, dan meraih peringkat 1 akan aku kasih hadiah kecil-kecilan buat nambah semangat kalian supaya rajin ngegift hehe🤭
ハニサ: klau bsa rebut peringkat ku jg sih🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!