Kisah perjalanan cinta gadis tomboy yang di jodohkan dengan seorang pria yang ternyata seorang ketua mafia bernama Leonathan Nugroho. Dia adalah putra pertama dari pasangan Shandy Nugroho dan Merlin Syafira. Nathan itu terkenal dengan kekejamannya di dunia hitam. Bahkan dia juga sering di juluki dengan sebutan king dragon.
Gadis tomboy itu bernama Seinara horison dia adalah anak kedua dari Ardi horison dan Adelia Rasya. Seinara mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Abraham horison. Abraham lebih memilih untuk membangun bisnisnya sendiri di luar negeri. Sehingga dia jarang punya waktu untuk keluarganya, namun dia sangat menyayangi adik semata wayangnya yaitu Seinara. Apapun akan dia lakukan untuk kebahagiaan sang adik, sepeti saat mendengar Seinara akan di jodohkan. Abraham adalah orang pertama yang menentang keras rencana tersebut. Namun apalah dayanya, dia tidak bisa mengubah keputusan kedua orang tuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Luka Seinara
Seinara sampai di tempat pemakaman, Dia segera menuju ke sebuah makam yang terlihat sangat terawat. Karena memang Seinara sudah membayar orang untuk menjaga makam tersebut. Seinara bersimpuh di pusaran makam sang kekasih. Kekasih yang sudah menemani dirinya beberapa tahun.
"Hai, halo... Assalamu'alaikum..." sapa Seinara pada makam di depannya.
Tanpa terasa air mata Seinara pun sedikit demi sedikit mengalir begitu saja. Rasa kehilangan itu kembali menguasai hati Seinara setiap kali berada di makam Sammy sang kekasih.
"Maaf ya, gue baru bisa jengukin loe sekarang. Sam apa loe tau, ada banyak yang terjadi beberapa hari ini di dalam hidup gue..." lirih Seinara sambil berusaha untuk menahan air matanya.
Namun usahanya tidak membuahkan hasil, dia justru semakin menangis dan terisak.
"Hiks... Hiks... Hiks... maafin gue ya Sam, gue nggak bermaksud untuk mengkhianati cinta kita. Gue terpaksa menerima perjodohan itu karena papa sama mama. jadi... sekarang gue udah menikah dengan orang pilihan kedua orang tua gue. Apa loe bisa mengerti gue? Gue harap loe bisa mengerti posisi gue Sam. Walaupun kita sudah menikah, tapi gue sama dia nggak tidur satu kamar kok. Kita tidur terpisah, tapi di rumah itu gue seperti orang lain Sam. Semua pembantu di rumah itu nggak ada yang mau menerima gue. Hanya bi Surti yang sedikit mengerti gue, sedangkan yang lain hanya menganggap suami gue saja. Mereka nggak mau menerima gue di rumah itu. Ingin rasanya gue kembali ke rumah orang tua, tapi... gue nggak mau membuat mereka khawatir" lirih Seinara mengadu pada makam sang kekasih.
"Sam, gue kangen banget sama loe. Gue kangen saat-saat kita bersama dulu, apa loe juga kangen sama gue? Mungkin loe udah bahagia disana ya?"
"Oh iya Sam, gue udah daftar untuk ikut lomba literasi, seperti impian loe dulu. Selama ini gue mengumpulkan keberanian untuk mengikuti lomba itu. Soalnya gue takut mengecewakan loe, karena gue nggak punya bakat di dunia literasi. Tapi sekarang gue sudah banyak belajar, sehingga gue bertekad untuk mewujudkan impian loe. Semoga loe bisa tenang di alam sana, setelah lomba ini selesai. Gue nggak mengharapkan untuk menang dalam lomba ini, yang penting gue sudah mewujudkan impian terakhir loe"
"Udah mulai sore, kalau begitu gue pamit pulang dulu ya, jika ada waktu lagi gue pasti datang kesini dan membawa bunga kesukaan loe. Nanti gue ceritain semua pengalaman lomba gue, jika sudah terlaksana" pamit Seinara setelah menceritakan semua yang terjadi pada dirinya beberapa hari terakhir.
Seinara pun beranjak setelah mengusap dan mencium batu nisan sang kekasih. Kemudian Seinara memutuskan untuk pergi ke tempat biasa dia nongkrong bareng sama teman-temannya. Dia malas jika harus pulang lebih awal.
Di lain tempat, ternyata Nathan pulang lebih awal. Entah kenapa dia tiba-tiba menanyakan keberadaan Seinara istrinya. Yang ternyata Seinara belum pulang, karena saat ini Seinara sedang asyik berkumpul bersama para sahabatnya.
"Tuan susah pulang? Sini biar bibi yang bawain tas sama jasnya" ucap bi Surti yang langsung mengambil alih tas dan jas milik Nathan.
"Apa istri saya sudah pulang kuliah?" tanya Nathan pada bi Surti.
"Belum tuan, nyonya Seinara belum pulang sejak pagi" jawab bi Surti.
"Kemana dia pergi? Padahal ini sudah sore hari" lirih Nathan bingung.
"Mungkin nyonya sedang jalan sama temannya tuan, maklum masih remaja pasti sering pergi bareng" jawab bi Surti mencoba menenangkan Nathan.
"Iya juga ya bi, kalau begitu tolong siapkan saya makan malam. Soalnya saya ingin makan malam di rumah" ucap Nathan yang kemudian berlalu begitu saja menuju ke kamarnya.
Di dalam kamar, Nathan segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan di dapur bi Surti sedang sibuk menyiapkan makanan untuk makan malam majikannya. Namun tiba-tiba Nita datang dan mencoba untuk mengganggunya.
"Bi, apa tuan Nathan sudah pulang?" tanya Nita pada bi Surti.
"Sudah, kenapa kamu nanyain beliau? Ingat Nit, kamu itu cuma pekerja di rumah ini! Jadi tolong jaga sikap kamu!" jawab bi Surti tegas.
"Iiih... Nyebelin banget bi Surti! orang saya cuma tanya doang kok!" kesal Nita sambil menghentakkan kakinya.
"Kalau saya nyebelin, mending sekarang kamu pergi sana! Jangan gangguin saya masak untuk tuan!" ucap bi Surti mengusir Nita.
"Huh...!"
Nita pun pergi meninggalkan dapur, tujuan dia kali ini adalah kamar Seinara. Dia ingin mencari tahu sesuatu tentang Seinara, agar bisa membuat Seinara di benci Nathan.
"Mending sekarang aku ke kamar cewek berandal aja, siapa tau aku bisa menemukan sesuatu yang bisa di jadikan senjata untuk mengusir dia dari rumah ini" lirih Nita dengan wajah penuh dendam.
Sampai di kamar Seinara, Nita segera memasukinya. Kebetulan kamar itu tidak di kunci pemiliknya, karena tadi ada bi Surti yang di suruh untuk membersihkan kamar tersebut. Jadi Seinara tidak menguncinya, namun ternyata bi Surti juga lupa untuk mengunci kamar itu. Nita mengacak-acak isi kamar itu, tanpa dia sadari kalau Seinara sudah menaruh kamera handycam di kamar tersebut.
"Sial...! Udah aku cari di semua tempat, tapi kenapa aku nggak menemukan apapun di kamar ini!" kesal Nita sambil mengacak rambutnya.
Saat Nita hampir putus asa karena tidak menemukan apapun di kamar itu. Tiba-tiba Nita melihat sebuah jam tangan couple milik Seinara yang tergeletak di atas meja belajar. Jam itu adalah hadiah dari Abraham untuk adik kesayangannya. Waktu itu Seinara sedang menjalin kasih dengan Sammy, sehingga Abraham memberikan hadiah itu untuk hubungan mereka.
Melihat jam itu, Nita segera mengambilnya dan menyembunyikannya di dalam saku bajunya.
"Sepertinya lumayan juga jam tangan ini, aku akan mengambilnya dan menjualnya jika aku butuh uang. Aku yakin perempuan itu tidak akan sadar bahwa jam tangannya hilang" lirih Nita.
Dia tidak tau kalau itu adalah benda peling berharga bagi Seinara setelah gantungan kunci boneka. Nita selalu saja mencari gara-gara sama Seinara. Padahal selama ini Seinara tidak pernah mencari masalah sama Nita. Itu semua karena Nita cemburu melihat Seinara yang menjadi istri Nathan.
Nita segera keluar dari kamar Seinara dan berlatih menuju ke kamarnya, tanpa dia tau ternyata bi Surti tidak sengaja melihat Nita keluar dari kamar Seinara.
"Astaghfirullah...! Ternyata gadis itu tidak ada kapoknya mencari gara-gara sama nyonya Seinara. Sekarang apa lagi yang sedang di rencanakan oleh gadis itu? Mending aku biarin aja dulu semuanya. Biar tuan yang memutuskan semuanya, karena beliau yang berkuasa di rumah ini" lirih bi Surti yang kemudian berlalu menuju ke kamar Nathan.
Bi surti ingin memanggil majikannya untuk makan malam, karena memang hari sudah menjelang malam. Sedangkan Seinara sedang dalam perjalanan pulang. Sudah cukup dia pergi seharian, jadi dia ingin beristirahat dan bersantai di rumah.