Pagi ini dia akad nikah dengan perempuan pilihannya. Padahal dua minggu lalu dia berjanji akan melamarku. Laki-laki mana lagi yang bisa dipercaya?
Dekat sejak SMA, bahkan Kyara selalu mendukung Bagaskara untuk mencapai cita-citanya. Mulai dari beli sepatu, memberi uang untuk ongkos seleksi, Kyara selalu ada. Namun, sekarang gadis cantik itu membuktikan jika kamu memulai hubungan dengan pasanganmu dari nol, maka kamu akan mendapat pengkhianatan.
Ikuti perjalanan cinta Kyara Athiya hingga mendapat pengganti Bagaskara dengan cinta yang tulus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MULAI TAK SETIA
"Kata orangnya papa performa kamu semakin menurun, kenapa?" tanya Lovy saat sang suami baru saja pulang sesi latihan di clubnya. Bagas hanya melirik sebentar, sembari berdecak sebal.
"Sudah gak minat jadi atlet? Pulang aja deh kita bikin club voli sendiri, gimana?" tawar Lovy sembari memeluk sang suami.
"Aku masih ada kontrak sampai 4 bulan ke depan, jalani saja dulu. Kamu ada kerjaan di Indo?" tanya Bagas berusaha komunikasi dengan sang istri senormal mungkin.
"Iya, mulai minggu depan aku ada pemotretan, sama audisi film. Boleh kan aku meramba ke dunia perfilman?"
"Boleh, silahkan. Nikah bukan berarti kamu terbatas untuk berkarya. Asal tahu batasan saja," ujar Bagas bertindak sebagai suami demokratis kepada istrinya, dalam hati dia sempat bergumam andai istrinya Kyara tak dibiarkan ia berkarya, karena hidup Kya hanya untuk Bagas dan keluarga kecil mereka.
Lovy tersenyum lebar, ia berterimakasih pada Bagas yang sangat mendukung kariernya. Bagas sendiri bertekad, dengan Lovy sibuk ia akan memperbaiki performanya. Fokus pada karirnya, atur tenaga dan tidak banyak begadang bersama Lovy.
Bagas mengantar sang istri ke bandara, Lovy tak memberi nasehat untuk jaga hati pada Bagas, karena ia tahu Bagas sangat setia. Soal mantan pun Bagas sepertinya sudah diblok, dan tak berniat kembali juga. Menurut Lovy, Bagas aman lah kalau ditinggal berkarir.
"Kalau memang kita memang jodoh, tidak ada kasus yang melibatkan kita berdua saat berjauhan," gumam Bagas sembari melambaikan tangan pada sang istri.
Ia pun menuju ke club untuk latihan pagi. Bersama teman clubnya, Bagas langsung menyatu. Ia bersemangat latihan, bahkan tawa canda mengiringi latihan sesi itu.
"You look so happy today, what's happen?" tanya Andrew, salah satu rekan satu tim Bagas di club tersebut. Bagas tertawa. Baru beberapa jam, temannya saja sudah melihat perubahan mood Bagas, dirinya memang merasa plong sekali saat Lovy balik ke Indo. Tiba-tiba saja Bagas merasa bebas. Soal hubungan biologis, ah bisa dialihkan dengan hal lain, meski dia menikmati dengan Lovy tapi hatinya lebih bahagia kalau berjauhan dengan Lovy. Tinggal kasih perhatian saja ala kadarnya yang penting Bagas tidak cuek pada si istrinya itu.
"one of the burdens in my life is starting to move away," jawab Bagas dengan senyum lalu kembali latihan untuk blocking. Andrew hanya mengernyitkan dahi, beban apa yang dimaksud rekan satu timnya.
Hati memang tidak bisa dibohongi, pernikahan yang hanya mengandalkan cinta salah satu pihak tidak begitu kuat. Lovy sendiri pun kembali menemukan dunianya setelah memutuskan kembali ke Indo. Begitu sampai ia langsung menuju rumah utama, seperti biasa rumahnya akan sepi, karena kedua orang tuanya sibuk berbisnis. Hanya ada ART saja, dan kondisi ini berjalan sudah bertahun-tahun, Lovy tersenyum muak saat membaca chat Bagas, terkesan memaksakan diri untuk perhatian padanya, padahal saat bersama Bagas tak seperhatian ini.
"Mungkin dia kehilangan sumber kenikmatannya," ucap Lovy sembari membalas chat Bagas yang menanyakan posisi dan apa yang dilakukan Lovy sekarang.
Jangan capek-capek, balas Bagas kembali, Lovy merasa sedikit tersanjung mendapat perhatian dari sang suami. Dia yang memang berani, langsung menyalakan rekaman video, dia merekam kegiatannya mulai buka baju sampai masuk ke kamar mandi, bahkan ia dengan berani memainkan area dada dan intinya lalu dikirim ke Bagas. Obat kangen tubuhku. Begitu pesan Lovy menyertai video tersebut.
"Murahan!" jawab Bagas setelah melihat video yang dikirim Lovy, tak menyangka Lovy senekad itu. Apa dia tak takut kalau suatu saat nanti tersebar atau bagaimana. Bagas langsung menghapus video itu, bukan malah terpancing, justru jijik. Apalagi Lovy mengirim video seperti ity hampir tiap hari, belum lagi kalau video call malam, ia mengajak vcs, Bagas yang laki-laki saja heran kok bisa dia semaniak itu. Terbersit, pikiran buruk pada Lovy.
"Kalau dia gak berhubungan denganku, yakin dia tahan tidak melakukan?" gumam Bagas melihat tingkah liar sang istri yang sudah seminggu menjalani hubungan jarak jauh.
Sedangkan Lovy sendiri, setiap malam party dengan circlenya, setelah melakukan kegiatan keartisannya, pasti ada saja yang mengajak party. Dentuman suara musik DJ membuat Lovy semakin dimabuk kepayang.
"Gak dicari suami lo?" tanya Panji, teman kuliah Lovy yang kebetulan mengdakan pesta ulang tahun di klub malam. Keduanya sedang dance saling berhadapan, malah Lovy merangkul leher Panji juga.
"Dia tahunya gue sudah tidur, Ji! Aman lah," ucap Lovy sembari menggoyangkan tubuhnya, sangat dekat dengan Panji, bahkan Panji pun leluasa memegang pinggang perempuan itu.
"Bisa gak?" tanya Panji dengan tatapan dalam pada Lovy.
Istri Bagas itu tertawa lebar, "Sebenarnya gue pengen setia loh sama Bagas, cuma udah dua minggu juga gak main. Pakai pengaman mau gak?"
"Mana enak. Gak usah lah, kan lo weekend bisa ke suami loh, main dah. Gak bakal tahu kalau gue juga sebar benih!" ajak Panji, dengan menaik turunkan alis. Lovy diam sembari menatap Panji dalam. Kesetiaannya diuji sekarang.
"Habis acara langsung cabut gimana? Apartemen gue?" makin gencar saja Panji mengajak Lovy. Sudah lama mereka tak bertemu, dulu saat Lovy putus dengan pacarnya. Panji yang menenangkan Lovy, dan mereka sempat menghabiskan malam panas juga. Meski sudah lama, Panji juga ada rasa kangen pada Lovy, apalagi sekarang postur Lovy lebih hot juga.
"Oke," jawab Lovy sembari mengacungkan jempol dan dia kembali menikmati musik keras seorang DJ.
Tepat pukul 3 dini hari, Panji dan Lovy masuk ke apartemen Panji. Keduanya memang mengendarai motor sendiri-sendiri, khawatir ada paparazi juga. Begitu pintu apartemen tertutup, Panji mulai melancarkan aksinya pada Lovy.
"Kangen banget sama gue?" tanya Lovy yang berusaha menahan pundak Bagas yang sudah menciumi leher mulusnya.
"Banget. Sudah lama banget aku gak main sama kamu."
"Tapi ganti oli dengan yang lain kan?"
"Gak seenak sama kamu!" puji Panji kemudian melahap bibir sexi Lovy. Keduanya saling memanjakan, seolah Lovy lupa akan statusnya menjadi istri orang. Dia begitu liar menguasai tubuh Panji, hanya berteman tapi bisa sejauh ini.
Suara desahan di kamar Panji menunjukkan betapa berhasratnya mereka. Keduanya sengaja tidak mabuk, agar bisa menikmati panasnya dini hari ini.
"Sumpah, gue juga kangen sama lo, Ji!" ucap Lovy yang berada di atas tubuh Panji, dengan bibir bawah yang digigit hebat. Tangan Panji sudah menguasai area bukit kembar milik Lovy. Ia tak menjawab karena ia sangat menikmati sajian tubuh Lovy.
"Panji, Panji," Lovy menyebut nama lelaki itu seiring gerakannya yang semakin liar.
"Lovy, Lov, cepat Lov!" Panji sendiri suda tak tahan, hanya Lovy yang bisa membuat Panji di mabuk kepayang.