NovelToon NovelToon
Suami Rahasiaku Cowok Tengil

Suami Rahasiaku Cowok Tengil

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / BTS / Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: yuningsih titin

Langit Sterling, remaja Jakarta yang bermasalah akibat balap liar, dikirim ke Pondok Pesantren Mambaul Ulum Yogyakarta untuk dibina. Usaha kaburnya justru berujung petaka ketika ia tertangkap di asrama putri bersama Senja Ardhani, putri Kyai Danardi, hingga dipaksa menikah demi menjaga kehormatan pesantren.
Pernikahan itu harus dirahasiakan karena mereka masih bersekolah di SMA yang sama. Di sekolah, Langit dan Senja berpura-pura menjadi musuh, sementara di pesantren Langit berjuang hidup sebagai santri di bawah pengawasan mertuanya, sambil menjaga rapat identitasnya sebagai suami rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuningsih titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bintang di Langit Uluwatu

Begitu tiba di Bandara Juanda, suasana langsung terasa berbeda. Langit yang biasanya cuek, kini berubah menjadi sangat protektif.

Meskipun mereka bepergian dengan pesawat pribadi milik Pak Alistair, mereka tetap harus melewati area publik bandara.

Senja tampil sangat anggun. Ia mengenakan gamis modern berwarna earth tone yang dipadukan dengan hijab sutra yang ditata rapi oleh Mami Retno.

Meski pakaiannya sangat tertutup sesuai aturan pesantren, aura kecantikan alami Senja dan statusnya sebagai menantu keluarga Surya Agung membuatnya terlihat sangat berkelas.

Beberapa orang di bandara tampak melirik ke arah mereka, terpesona oleh kecantikan Senja yang teduh namun memikat.

Menyadari istrinya menjadi pusat perhatian, Langit langsung melingkarkan lengannya di pinggang Senja, menariknya lebih dekat.

"Papa lihat deh anak bungsu kita," bisik Mami Retno pada Pak Alistair sambil tertawa kecil.

"Dulu anti banget sama perempuan, sekarang istrinya dilirik orang sedikit saja mukanya sudah kayak mau ngajak berantem."

Pak Alistair hanya terkekeh pelan. "Itu tandanya dia sangat mencintai istrinya, Retno."

Di dalam pesawat pribadi yang mewah, Langit memilih kursi yang bersisihan dengan Senja. Begitu pesawat take off, Langit langsung menurunkan sandaran tangan dan menggenggam jemari Senja.

"Senja," panggil Langit lembut saat pesawat sudah stabil di angkasa.

"Iya?" Senja menoleh, menatap mata hitam pekat suaminya.

"Di Bali nanti, saya mau kita benar-benar menikmati waktu berdua. Nanti kalau Mbak Zizi atau Bang Liam datang dan mulai ribet, kamu tetap di samping saya ya," ucap Langit dengan nada manja namun serius.

Senja tersenyum, menyandarkan kepalanya di bahu Langit sambil melihat awan dari jendela pesawat.

"Iya, Langit. Aku kan istrimu, memangnya mau ke mana lagi?"

Satu jam kemudian, mereka mendarat di Bandara Ngurah Rai.

Udara Bali yang hangat menyambut mereka. Sebuah mobil mewah sudah menunggu untuk membawa mereka ke Villa pribadi keluarga Surya Agung yang terletak di kawasan Uluwatu, tepat di atas tebing yang menghadap langsung ke Samudra Hindia.

Sesampainya di Villa, Senja terpana melihat pemandangan kolam renang infinity yang seolah menyatu dengan laut biru.

"Bagus banget, Mas Langit..." gumamnya takjub.

Langit memeluk Senja dari belakang, menumpukan dagunya di bahu Senja sambil menghirup aroma wangi hijab istrinya.

"Ini baru permulaan, Ja. Malam ini, saya sudah pesan tempat spesial buat kita makan malam di pinggir pantai. Cuma kita berdua."

Malam pun tiba di Uluwatu. Langit membawa Senja menuju area pantai pribadi yang terletak di bawah tebing villa. Sebuah meja kayu dengan taplak putih bersih telah ditata cantik di atas pasir putih, dikelilingi oleh puluhan lentera kecil yang apinya menari-nari ditiup angin laut.

Suara deburan ombak menjadi musik alami yang mengiringi malam mereka.

Senja tampak mempesona dengan gaun panjang berwarna biru dongker yang elegan.

"Mas Langit, ini indah sekali. Aku tidak pernah membayangkan akan makan malam seperti ini," ucap Senja dengan mata berbinar.

Langit menarikkan kursi untuk istrinya dengan sangat sopan. "Untuk istri seorang Langit Sterling, ini bahkan belum seberapa," sahutnya dengan nada tengil namun matanya menatap penuh puja.

Setelah hidangan seafood segar dinikmati, Langit bangkit dari duduknya. Ia berjalan mendekati Senja, lalu merogoh saku jas santainya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berbahan beludru hitam.

"Senja," panggil Langit dengan nada yang tiba-tiba berubah dalam dan serius.

Senja mendongak, jantungnya mulai berdebar kencang melihat kesungguhan di wajah suaminya.

"Saya tahu, pernikahan kita dimulai dengan cara yang mungkin tidak pernah kamu impikan. Saya yang berandalan, kamu yang putri Kyai. Saya yang tengil, dan kamu yang harus sabar menghadapi saya setiap hari di pesantren," Langit membuka kotak itu, menampakkan sebuah kalung emas putih dengan liontin berlian berbentuk bintang yang sangat indah.

"Kalung ini namanya Sterling Star. Sama seperti nama saya, saya ingin kamu selalu ingat kalau di mana pun kamu berada, kamu punya 'Langit' yang akan selalu menjaga dan menyinari jalanmu. Terima kasih sudah mau menjadi istri saya, Senja."

Senja merasakan matanya memanas. Ia tidak menyangka Langit yang biasanya penuh candaan bisa berkata seromantis itu.

"Langit... ini indah sekali. Terima kasih," bisiknya haru.

Langit tersenyum, lalu dengan lembut ia menyampingkan helai hijab Senja sedikit untuk mengaitkan kalung itu di leher istrinya.

Saat jemari dingin Langit bersentuhan dengan kulit leher Senja, keduanya terdiam sejenak, teringat kembali memori panas di tepi sungai tempo hari.

Langit tidak menjauhkan wajahnya. Ia justru mendekat, mencium kening Senja dengan sangat lama dan penuh perasaan.

"Di sini tidak ada pengurus keamanan, tidak ada Abah, dan tidak ada Rayyan. Malam ini, dunia cuma milik kita berdua, Ja."

Senja memejamkan matanya, menikmati kehangatan pelukan Langit di bawah ribuan bintang langit Bali, merasa sangat beruntung telah jatuh cinta pada sosok "anak nakal" yang ternyata memiliki hati seluas samudera.

Malam di Uluwatu semakin larut, menyisakan suara deburan ombak yang menenangkan di bawah tebing villa. Di dalam kamar utama yang luas dengan desain modern minimalis, suasana terasa begitu khidmat. Langit dan Senja baru saja menyelesaikan shalat sunnah dua rakaat bersama, sebuah momen syahdu yang membuat ikatan batin mereka terasa semakin kuat.

Setelah melipat sajadah, Langit menatap Senja dengan binar jenaka namun penuh arti. Ia mengambil sebuah kotak kado elegan yang tadi dititipkan oleh Mami Retno. "Ja, ini ada titipan dari Mami. Katanya harus dipakai malam ini juga. Coba ganti di kamar mandi, ya?"

Senja yang polos hanya mengangguk patuh. Namun, begitu ia mengunci pintu kamar mandi dan membuka isi kotak tersebut, matanya membulat sempurna. Wajahnya seketika merona merah hingga ke telinga.

Di tangannya, sebuah lingerie sutra berwarna pink lembut dengan aksen brokat tipis tampak begitu berani.

"Astagfirullah, Mami... ini beneran disuruh pakai?" gumam Senja pelan. Jantungnya mulai berdegup kencang.

Ia tahu, malam ini di Bali, jauh dari keramaian pesantren, Langit mungkin akan meminta haknya sebagai suami.

Sementara itu di luar, Langit sudah tidak tenang. Ia berjalan mondar-mandir di samping tempat tidur King Size yang bertabur kelopak bunga mawar.

Sudah hampir satu jam Senja di dalam. Langit mengetuk pintu berkali-kali. "Ja? Kamu nggak apa-apa di dalam? Jangan-jangan ketiduran?"

Pintu terbuka perlahan. Begitu sosok Senja muncul, langkah Langit terhenti seketika. Ia terpaku diam, matanya tak berkedip menatap istrinya.

Lingerie itu melekat sempurna di tubuh mungil Senja, kulitnya yang putih tampak kontras dengan warna pink lembut, dan rambut panjangnya yang biasa tertutup hijab kini tergerai indah.

"Masya Allah... Senja... kamu cantik banget," bisik Langit lirih. Suaranya terdengar serak.

Senja hanya menunduk, meremas pinggiran kain lingerie-nya dengan gugup. "Mas Langit, jangan lihatin gitu..."

Tanpa menunggu lama, Langit mendekat dan langsung mendekap tubuh istrinya erat. Ia bisa merasakan tubuh Senja yang sedikit gemetar. Dengan gerakan sigap namun lembut, Langit membopong tubuh mungil Senja ke atas kasur.

Senja merasa jantungnya seperti mau meledak saat tubuhnya bersentuhan dengan seprai sutra yang dingin, sementara tubuh hangat Langit kini berada di atasnya.

Tatapan mata Langit yang biasanya tengil, kini berubah menjadi begitu dalam dan penuh damba, meruntuhkan seluruh pertahanan Senja.

"I love you, Senja," bisik Langit tepat di telinga istrinya, membuat bulu kuduk Senja meremang.

Langit mulai mendaratkan ciuman lembut di bibir Senja. Awalnya pelan dan ragu, namun perlahan berubah menjadi ciuman yang dalam dan menuntut, menyalurkan seluruh rasa cinta yang selama ini tertahan.

Senja membalasnya, melingkarkan lengannya di leher Langit, menyerahkan dirinya sepenuhnya pada pria yang kini menjadi dunianya.

Tangan Langit mulai bergerak tak diam, perlahan mencoba membuka ikatan lingerie Senja.

Senja sempat tersentak kaget, namun Langit kembali membungkam keraguan itu dengan ciuman yang lebih intens, membawa mereka berdua tenggelam dalam keintiman malam pertama yang tak terlupakan di bawah langit Bali.

Malam di Uluwatu seolah berhenti berputar saat dua insan itu larut dalam keintiman yang sakral.

Di bawah temaram lampu kamar yang hangat, sisa-sisa pakaian mereka kini telah terlepas, menyisakan kulit yang saling bersentuhan, menyalurkan panas tubuh yang memuncak karena rasa rindu dan cinta yang besar.

Langit, yang biasanya tengil dan penuh canda, kini berubah menjadi sosok pria yang sangat lembut namun penuh gairah.

Tatapannya tak lepas dari keindahan tubuh istrinya yang selama ini hanya bisa ia bayangkan. Dengan penuh perasaan, Langit mulai menjelajahi setiap inci tubuh Senja.

Sentuhannya turun, bibirnya mulai menghisap dan memberikan kecupan intens pada area sensitif Senja, membuat Senja menggeliat di atas seprai sutra.

"Langit... ahh..." Senja mendesah pelan, jemarinya meremas rambut Langit, matanya terpejam erat menikmati sensasi asing yang menjalar ke seluruh sarafnya.

Suara deburan ombak di luar sana seolah tenggelam oleh suara napas mereka yang saling memburu.

Namun, suasana romantis itu sempat berubah menjadi ketegangan kecil saat momen penyatuan tiba. Senja tersentak, wajahnya mengernyit dan ia meringis kesakitan saat merasakan sesuatu yang asing dan kuat mencoba masuk ke dalam dirinya. Air mata kecil menetes di sudut matanya.

"Sakit, Langit..." bisik Senja dengan suara bergetar.

Menyadari istrinya kesakitan, Langit segera menghentikan gerakannya. Ia tidak ingin memaksakan diri.

Dengan penuh kesabaran, Langit membawa tubuh Senja ke dalam pelukannya, memberikan waktu bagi istrinya untuk menyesuaikan diri. Ia menghujani wajah, kening, dan bibir Senja dengan ciuman-ciuman lembut yang menenangkan.

"Sstt... maafkan saya, Sayang. Tarik napas pelan-pelan," bisik Langit serak sambil mengusap air mata di pipi Senja.

"Saya tunggu. Kita lakukan pelan-pelan, ya?"

Tangan Langit terus bergerak memberikan sentuhan-sentuhan lembut di punggung dan pinggang Senja untuk merilekskan otot-otot istrinya yang tegang.

Senja mulai merasa lebih tenang, rasa sakitnya perlahan tergantikan oleh rasa nyaman dan aman karena perlakukan lembut suaminya.

1
kalea rizuky
senja np di buat bloon bgt sih heran
kalea rizuky
senja aja goblok
Siti Amyati
lanjut kak
Siti Amyati
kasihan ujian nya kok senja di lecehin gitu smoga langit ngga lansung ambil keputusan yg bikin berpisah tpi bisa buktiin siapa dalang semuanya
Kurman
👍👍👍
Julidarwati
BHSnya baku x dan g eris sebut nm thor
yuningsih titin: makasih koreksinya dan komentar nya
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
yuningsih titin: siap👍
total 1 replies
yuningsih titin
makasih masukannya kak
ndah_rmdhani0510
Senja yng di gombalin, kok aku yang meleleh🤭
Bulan Benderang
bahasanya masih sedikit kaku kak,🙏🙏
Ai Nurlaela Jm
Karyamu luar biasa kereen Thor, lanjutkan💪
rinn
semangat thor
yuningsih titin: makasih kak
total 1 replies
Dri Andri
lanjut kan berkarya tetap semangat
Dri Andri
lanjutkan thour
Dri Andri
awwsshh ceritanya bikin.... 😁😁😁😁
yuningsih titin
ngga kuat deh langit sama senja romantis banget
ndah_rmdhani0510
Benci apa benci Langit? Ntar kamu bucin lho ama Senja🤭
yuningsih titin
cie.. malam pertama senja dan langit😍
yuningsih titin
duh bahagianya yang mau bulan madu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!