NovelToon NovelToon
Kaya Dengan Pohon Uang

Kaya Dengan Pohon Uang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem
Popularitas:60.9k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Amirul, yang dikira anak kandung ternyata hanyalah anak angkat yang tak sengaja tertukar pada saat bayi.

Setelah mengetahui jika ia anak angkat, Amirul di perlakukan dengan kasar oleh ibu angkat dan saudaranya yang lain. Apa lagi semenjak kepulangan Aris ke rumah, barang yang dulunya miliknya yang di beli oleh ibunya kini di rampas dan di ambil kembali.

Jadilah ia tinggal di rumah sama seperti pembantu, dan itu telah berlalu 2 tahun lalu.

Hingga akhirnya, Aris melakukan kesalahan, karena takut di salahka oleh ibunya, ia pun memfitnah Amirul dan Amirul pun di usir dari rumah.

Kini Amirul terluntang lantung pergi entah kemana, tempat tinggal orang tuanya dulu pun tidak ada yang mengenalinya juga, ia pun singgah di sebuah bangunan terbengkalai.

Di sana ada sebuah biji yang jatuh entah dari mana, karena kasihan, Amirul pun menanam di sampingnya, ia merasa ia dan biji itu senasib, tak di inginkan.

Tapi siapa sangka jika pohon itu tumbuh dalam semalam, dan hidupnya berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

...⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️...

...happy reading...

...⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️...

Beberapa hari kemudian, pohon uang Amirul tumbuh semakin besar. Batangnya yang dulu ramping kini mulai kokoh, daunnya semakin lebat, dan buah-buah uangnya menggantung lebih banyak dari biasanya.

 Pohon itu tumbuh dengan kecepatan yang hampir tidak masuk akal. Lemari kecil yang dulu ia gunakan untuk menyembunyikan pohon itu kini sudah tidak muat lagi. Daun-daunnya mencuat keluar dari celah-celah pintu lemari, dan akarnya mulai merambat keluar, menyentuh lantai kamar kos yang sempit.

Amirul berdiri di depan lemari dengan tangan bersedekap, alisnya berkerut. "Ini sudah nggak bisa dibiarkan lagi," gumamnya. "Kalau terus begini, pohon ini bakal ketahuan. Aku harus segera cari solusi."

Hari itu, Amirul memutuskan untuk bolos sekolah. Ia tahu risikonya, tapi ia merasa ini adalah hal yang lebih mendesak. Ia mengambil gunting kecil dari meja belajarnya dan mulai memetik uang dari pohon itu. Ia melakukannya dengan hati-hati, memastikan tidak ada suara mencurigakan yang bisa menarik perhatian. Setiap lembar uang yang ia petik, ia hitung dan letakkan dalam tumpukan rapi di atas meja.

"Wah, hari ini aku memetik delapan juta," katanya pelan, matanya berbinar melihat tumpukan uang yang semakin tinggi. Ia mengeluarkan uang yang ia simpan kemarin dari kotak rahasianya di bawah tempat tidur, lalu menghitung semuanya. "Di tambah uang simpanan kemarin, sekarang aku sudah punya sepuluh juta."

Amirul duduk di kursinya, menatap tumpukan uang di depannya. "Kira-kira cukup nggak ya untuk membeli rumah? Meskipun rumah kecil?" tanyanya pada dirinya sendiri, berpikir keras. Ia tahu bahwa harga rumah di kota ini sangat mahal, tapi mungkin ada peluang untuk menemukan sesuatu yang sesuai dengan anggarannya.

Ia membuka ponselnya dan mulai mencari rumah kecil atau tanah murah di pinggiran kota. Setelah beberapa saat, ia menemukan sebuah rumah sederhana dengan harga 15 juta. Rumah papan kecil yang hampir rusak, tidak ada kamar, hanya ada kamar mandi kecil dan dapur bersambung dengan ruangan, tapi itu lebih dari cukup untuknya. Apalagi, lokasinya di pinggiran kota, jauh dari keramaian, cocok untuk menyembunyikan pohon uangnya.

"15 juta... aku masih kurang lima juta," gumam Amirul sambil menggigit bibirnya. Ia menatap pohon uangnya yang terus tumbuh di dalam lemari. "Kalau aku panen lagi dalam beberapa hari, mungkin aku bisa mencapai jumlah itu."

Namun, ada satu masalah besar yang membuat Amirul gelisah. Pohon itu tumbuh terlalu cepat. Jika ia menunggu terlalu lama, pohon itu bisa saja tumbuh lebih besar dan tidak mungkin lagi ia sembunyikan di kamar kosnya.

"Aku harus kirim surat izin kepada guru kalau aku demam nih, jadi selama 2 hari ini libur, agar aku bisa memantau pohon uang ini," kata Amirul penuh semangat.

"Hm... aneh, kenapa Amirul libur dalam beberapa hari ini ya?" tanya Raka bimbang.

"Ha ha ha, aku tahu kenapa dia tidak sekolah, itu karena dia takut" kata Aris tertawa.

...⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️...

1
Saidi Ritonga
keren
Baek chanhun
apa Ng test dna dulu rul,agar lebih Palit,ibu mu bawah dulu untuk menginap di hotel, kalo lah sudah keluar test dna kalo itu benar ibu lu,
terserah lu mau bawah kemana
less22: hahah bene juga ya
total 2 replies
Bunda Juna
Othor Kya kebnykan novel jadi bingung 🤣🤣🤭
Dewiendahsetiowati
Thor Alfa ni siapa,Othornya masih ngantuk ya
we
akhirnya ketemu 😍
less22: akhir yang menyenangkan🤣
total 1 replies
we
jadi Bingung
Yuliana Tunru
akhir x thorr kqu pertemukan amirul dgn ibu x smoga bahagia ya👍
less22: bahagia selaluuuu
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
alhamdulilah akhirnya ,
less22: oke, siap kk
total 3 replies
Ambu Rinddiany Thea
s amirul pindah jadi s alfa
Desi Farlinda
semenjak kapan amirul ganti nama alfa thor
Dewiendahsetiowati
semoga Rio segera ketemu
Ambu Rinddiany Thea
sook buktikan amirul pada dunia bahwa kou bisa sukses tunjukan sma orang2 yg udh hina dan rendahin kamu ,
badboys charm
terlalu cengeng thor si amirulnya
badboys charm
Thor per babnya ditambahin lagi jgn terlalu pendek hehehe🤭
Ambu Rinddiany Thea
amirul tolong adopsi ambu jadi emak mu ya , tolong bisikin ma c ka otornya ya 🤭😆
Wulan Sari
wah seneng andai punya pohon uang🤔 berandai-andai wkwkwk lanjut say Thor semangat 💪 salam
KrisTie Lyiee
Update nya jangan lama
Wulan Sari: bener say up jgn lm di tunggu salam
total 1 replies
KrisTie Lyiee
bagus
KrisTie Lyiee
ya coba aja ada cincin ruang dimensi😍😍
KrisTie Lyiee
kenapa gak pake cincin ruang dimensi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!